Avanza Xenia - Forum Pemilik / Pengguna Avanza & Xenia
Pemahaman Istilah Pada Mesin - Versi Cetak

+- Avanza Xenia - Forum Pemilik / Pengguna Avanza & Xenia (http://www.avanzaxenia.net)
+-- Forum: Serba-Serbi Avanza / Xenia (/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: Mesin Avanza Xenia (/forumdisplay.php?fid=5)
+--- Topik: Pemahaman Istilah Pada Mesin (/showthread.php?tid=882)


Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 28-10-2006 09:50

Bro's semua,

Buat yang sudah memahami apa saja istilah yang terkait pada mesin ... dimohon untuk menuliskan di Topik ini ... for the benefit of A/X members.

Contohnya :

MISFIRE
Dikatakan MISFIRE apabila Loncatan Bunga API Busi tidak cukup kuat untuk membakar campuran udara/bbm dalam silinder (ruang bakar) pada saat yang ditentukan. Lemahnya Loncatan Bunga Api bisa diakibatkan dari adanya pembasahan busi oleh BBM dan atau oli, coil yang lemah/rusak, Gap Busi terlalu lebar Relatif Terhadap Perbandingan Kompresi Mesin, Timing yang gak bener, Kebocoran pada Kabel Busi, dan kekeliruan pemasangan kabel busi yang gak ngikutin urutan pengapian/pembakaran/penyalaan busi (crossfireing).

DETONATION - DETONASI - PINGING - NGELITIK
Detonasi/Ngelitik adalah satu proses pembakaran yang cepat dan gak terkendali pada saat Piston masih melakukan gerakan menuju TDC - Top Dead Center (Power Stroke). Dalam pembakaran yang normal dan terkendali, penjalaran pembakaran dalam silinder bergerak pada kecepatan bunyi (sonic speed) pada saat piston deket deket dengan TDC. Dalam DETONASI, penjalaran pembakaran melebihi kecepatan bunyi (disebut dengan Super Sonic) dan saling bertumbukan dari segala arah yang akan menimbulkan Gelombang Kejut (Shock Wave) selama dalam Power Stroke, sehingga piston akan bergetar (oleng) dikarenakan tekanan/dorongan dari crankshaft bertumbukan dengan Tekanan Gelombang Kejut. Suara Piston yang oleng yang bisa didengar .... klik ... klik ... klik ... itulah yang dikenali dengan NGELITIK. Detonasi/Ngelitik ini akan memningkatkan Tekanan dan Temperatur ruang bakar dan akan dapat melumerkan elektroda busi bahkan mungkin juga piston/seher. Berlebihannya temperatur/suhu menendakan berlebihannya panas dalam mesin ... dan ini akan menyebabkan mesin rusak (Engine Damage due to Detonation)

PRE-IGNITION (PREmature IGNITION)  
Didefinisikan sebagai Pembakaran campuran udara/bbm terjadi sebelum waktunya Busi memberikan Loncatan Bunga Api. Hal ini diakibatkan adanya noktah-noktah bara api dalam ruang bakar. Noktah/titik Bara Api ini bisa diakibatkan oleh

1. Terlalu Majunya Timing (Advanced Ignition Timing)

2. Cooling System yang gak mencukupi atau kurang effektif atau sistem pendingin mesinnya ada yang tersumbat atau juga thermostat yang buntu.

3. Endapan Karbon/arang dalam ruang bakar.

4. Penggunaan Busi yang terlalu panas (Busi Panas)

Pre-Ignition dengan Detonation adalah Phenomena atau Kejadian yang berbeda ... namun Pre-Ignition sering MEMICU terjadinya Detonation.

Silahkan dilanjut ...... jangan segan2 dan malu2 ... salah gak pa2 ... nanti akan ada koreksinya dari yang lebih mengetahui dan paham ... mengetahui sesuatu itu benar kalau mengetahui salahnya .....


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - abdoel - 28-10-2006 12:32

wadoow saya gak ngerti Pak Penyu masalah seperti ini.... maklumlah petani.....

bagaimana tanda-tanda jika terjadi misfire ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 28-10-2006 21:04

abdoel Menulis:
wadoow saya gak ngerti Pak Penyu  masalah seperti ini.... maklumlah petani.....

bagaimana tanda-tanda jika terjadi misfire ?


Macam-macam tandanya, misalnya aja :

1. Mesin bergetar berlebihan pada saat idle atau akselerasi ... kaya gak ada tenaganya.
2. Knalpot nembak-nembak.
3. Bensin boros berlebihan.
4. Bau bensin bisa tercium dari luar ... terutama dibelakan knalpot.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 31-10-2006 23:10

Kesian ini thread kagak ada yang nyentuh ... nambah 1 ... yang orang gak suka nanya :

PCV (Positive Crankcase Ventilation)

Dengan adanya naik turunnya Piston/silinder/seher dan adanya Gas-Gas pembakaran dalam ruang bakar (baik yang terbakar maupun yang gak termasuk di dalamnya uap air) yang menyusup melalui celah celah ring seher dan dinding silinder masuk ke dalam Ruangan Poros Engkol (Crankcase) ... lama-kelamaan tekanan dalam crankcase akan menjadi besar dan ada kemungkinan oli akan keluar melalui, yang pasti bila dibiarin ... campuran gas tersebut (termasuk uap oli) akan meng-kontaminasi oli membentuk asam yang bikin korosi komponen dalam mesin dan juga akan terjadi pembentukan sludge yang dapat mengeras dan merusakkan komponen dalam mesin. Gas-gas hasil pembakaran (atupun yang belum sempat ternakar) yang masuk kedalam ruangan poros engkol disebut dengan BLOWBY GAS.

Untuk menghindari hal tersebut ... maka dibuatlah sistem pernafasan atau Breathing System yang sering disebut dengan istilah PCV (Positive Crankcase Ventilation) ... dalam arti kata jika tekanan dalam crankcase melebihi tekanan luar (ambient Pressure) ... maka Campuran gas-gas ini (uap air + UHC + Uap Oli + CO2 + CO + NOx) dihisap keluar dan disalurkan kembali ke INTAKE Manifold untuk dibakar ulang supaya bila keluar knalpot udah bersihan dikit ... ketimbang langsung dibuang ke alam bebas. Komponennya berupa Breather Box (yang biasanya nempel di blok mesin) ... dari breather box disambung selang dengan cabang dua ... satu cabang langsung ke intake manifold dan satu cabang lagi disambungkan ke Air Intake Hose antara FB dengan Throttle Body.

Dengan kurun waktu ... PCV ini bisa tersumbat oleh endapan karbon/arang ... jika tersumbat maka tanda-tandanya adalah oli akan keluar/merembes melalui reservoir oli/blok mesin dan atau melalui Penutup Valve+Camshaft atau kadang-kadang keluar melalui Tutp Pengisian Oli.

Untuk memastikan tersumbat gak-nya PCV ... maka hidupkan mesin dalam kondisi idle (stasioner) ... kemudian buka tutup pengisian oli ... dan letakkan diatas lubangnya (jangan dikencangkan/diputar ... cukup diletakkan aja) ... amati baik-baik ... jika ternyata Tutup Pengisian Oli tersebut ... bergoyang mengikuti irama-nya si INUL ... artinya PCV sudah tersumbat ... perlu pembersihan sistem PCV-nya.

Akan tetapi jika Tutup Pengisian Oli tadi gak bergoyang bersama INUL ... maka merembesnya oli keluar dikarenakan gasket yang udah rusak ... dalam hal ini tinggal ganti Gasketnya ajah.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Jack06 - 01-11-2006 08:25

Aduh om Penyu ... ilmu belon nyampe nih
yg tau cuma 1 istilah ni ...Toungue
TTsAP
Tinggal Telpon si Andreas Phoenix
Hehehe ... Haha


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 01-11-2006 08:36

Jack06 Menulis:
Aduh om Penyu ... ilmu belon nyampe nih
yg tau cuma 1 istilah ni ...Toungue
TTsAP
Tinggal Telpon si Andreas Phoenix
Hehehe ... Haha


Itu TTsAP kan salah satunya ... hehehehehe ...


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 03-11-2006 08:58

Gua juga sayang nih ama thread, cuman sementara ini masih bingung mau nanya apa ? Jadi supaya ini thread ngak mati mending gua kirim tips deh yang gua ambil dari mobilku.com

======================================================
Sayangi sistem exhaust


(17/09/2003) - Perawatan rutin, termasuk ganti oli dan filter tidak menjamin peforma top mobil terjaga bila mengabaikan sistem exhaust. Buruknya Sistem exhaust akan membebani kerja mesin dan mempengaruhi peforma, khususnya pada mobil diatas tiga tahun. Jadi ini bukan cuma soal kontribusi terhadap pelestarian lingkungan, tapi juga soal peforma dan usia pakai mobil anda.

Memberi perhatian lebih pada sistem exhaust bukan saja menjaga mobil tetap beroperasi optimal tapi juga menghemat uang. Dan lolos kir mobil pribadi –kalau jadi dilaksanakan. Dibawah ini disajikan jenis-jenis komponen yang umum ditemui pada sistem exhaust dan apa yang akan terjadi bila dimakan usia.


PCV (Positive Crankcase Ventilation) Valve mengalirkan gas-gas berlebih yang terbentuk pada crankcase dan mengarahkannya kembali ke intake manifold dan memastikan gas itu hanya mengalir ke kearah itu. Gas-gas yang terkumpul di crankcase biasanya mengandung uap bensin yang belum terbakar. Dengan demikian peran PVC sangat vital untuk membersihkan emisi. PVC valve punya pegas yang akan kehilangan daya lenturnya seiring waktu. Komponen ini relatif murah dan mudah menggantinya.

Catalytic Converter adalah komponen paling mahal dan –mungkin- paling dikenal dalam sistem exhaust. Fungsi utamanya adalah membakar unsur-unsur hidrokarbon (unsur utama pembentuk bensin) yang belum terbakar. Catalytic converter disusun oleh komponen-komponen kimiawi yang terkuras seiring waktu. Komponen kimiawi itu dilepas untuk bereaksi dengan hidrokarbon yang menghasilkan gas-gas ramah lingkungan. Jadi catalytic converter punya umur, yang bila tiba waktunya harus diganti. Indikasinya, bila tercium bau bensin dari ujung knalpot meskipun mesin bergerak halus dan efisien. Karena harganya mahal, maka beri perhatian lebih pada problem-problem kecil yang bisa mengurangi usia pakai catalytic converter.

Oxygen Sensor bisa jadi komponen paling penting dan sistem emisi mobil modern. Sensor ini mendeteksi kandungan oksigen pada gas buang. Bila kandungan oksigen tinggi, mengindikasikan banyak bensin belum terbakar. Sensor ini punya rentang pakai sekitar lima tahun dan harus diganti. Penggunaan sensor oksigen yang tidak normal, dapat menyebabkan komputer mesin menjalankan program pencampuran udara/bensin yang abnormal. Bila dibiarkan berlarut-larut, justru memperpendek umur catalytic converter.
Air pump, ditemukan pada beberapa model. Alat ini dipasang di dekat exhaust manifold, atau dekat catalytic converter. Fungsinya menambahkan oksigen yang membantu terjadinya pembakaran gas-gas yang belum terbakar di exhaust, sekaligus membantu operasional catalytic converter.

EGR (Exhaust Gas Recirculation ) valve memungkinkan sejumlah gas exhaust untuk kembali dimasukkan ke ruang bakar, agar suhu pembakaran tidak terlalu tinggi guna mencegah terbentuknya nitro oksida (NO2) berlebih.

Exhaust seal pantang bocor. Kalau terjadi, tekanan balik pada sistem exhaust akan drop dan menggangu kerja catalytic converter. Indikasi bocor, suara mesin sedikit beda atau pada kondisi idle terasa kasar. Untuk memastikan diperlukan pemeriksaan mekanis khusus.

Vacuum hoses pada dasarnya berfungsi menjaga intake manifold tetap vakum agar kondisi pembakaran tetap maksimal. Selang-selang itu akan jadi getas dan retak seiring berjalannya waktu. Periksa dan ganti sebelum kehilangan kelenturannya.

Fuel injector terus dikembangkan. Dalam kacamata sistem emisi, fuel injector menyemprotkan bahan bakar dan mengukurnya secara seksama guna menghasilkan pembakaran efisien dan bersih. Kalau nozzle injector sedikit buntu, dan tidak menyemburkan bensin dengan pola yang tepat, sistem emisi akan terpengaruh, meskipun peforma mobil tampaknya normal-normal saja.

Muffler ternyata punya peran penting dalam sistem emisi. Walaupun fungsi utamanya meredam suara, muffler juga menghasilkan tekanan balik yang membantu mesin bekerja lebih efisien. Juga menjaga catalytic converter beroperasi pada suhu optimum.

Pengujian emisi tidak lain mengukur konsentrasi sejumlah gas berbahaya (seperti karbon dioksida, carbon monoksida, hidrokarbon, nitrogen oksida dan lainya) berdasarkan analisa apa yang keluar dari ujung knalpot. Hasilnya di cocokkan dengan angka-angka polutan yang dianggap normal untuk tipe mobil tertentu. Dari situ ditentukan lulus atau tidak.

Komponen-komponen itu bekerja sebagai satu kesatuan sistem dan mengabaikan satu komponen yang dianggap tidak penting bisa mengurangi umur catalytic converter yang mahal itu dan memperpendek usia mesin. -®-

======================================================


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Goshbuster - 03-11-2006 09:16

[quote=PenyuTurbo]
Kesian ini thread kagak ada yang nyentuh ... nambah 1 ... yang orang gak suka nanya :

PCV (Positive Crankcase Ventilation)

Dengan adanya naik turunnya Piston/silinder/seher dan adanya Gas-Gas pembakaran dalam ruang bakar (baik yang terbakar maupun yang gak termasuk di dalamnya uap air) yang menyusup melalui celah celah ring seher dan dinding silinder masuk ke dalam Ruangan Poros Engkol (Crankcase) ... lama-kelamaan tekanan dalam crankcase akan menjadi besar dan ada kemungkinan oli akan keluar melalui, yang pasti bila dibiarin ... campuran gas tersebut (termasuk uap oli) akan meng-kontaminasi oli membentuk asam yang bikin korosi komponen dalam mesin dan juga akan terjadi pembentukan sludge yang dapat mengeras dan merusakkan komponen dalam mesin. Gas-gas hasil pembakaran (atupun yang belum sempat ternakar) yang masuk kedalam ruangan poros engkol disebut dengan BLOWBY GAS.

Untuk menghindari hal tersebut ... maka dibuatlah sistem pernafasan atau Breathing System yang sering disebut dengan istilah PCV Om penyu xe /av kita sudah pake sistem ini blum? (Positive Crankcase Ventilation) ... dalam arti kata jika tekanan dalam crankcase melebihi tekanan luar (ambient Pressure) ... maka Campuran gas-gas ini (uap air + UHC + Uap Oli + CO2 + CO + NOx) dihisap keluar dan disalurkan kembali ke INTAKE Manifold untuk dibakar ulang supaya bila keluar knalpot udah bersihan dikit ... ketimbang langsung dibuang ke alam bebas. Komponennya berupa Breather Box (yang biasanya nempel di blok mesin) ... dari breather box disambung selang dengan cabang dua ... satu cabang langsung ke intake manifold dan satu cabang lagi disambungkan ke Air Intake Hose antara FB dengan Throttle Body.

Dengan kurun waktu ... PCV ini bisa tersumbat oleh endapan karbon/arang ... jika tersumbat maka tanda-tandanya adalah oli akan keluar/merembes melalui reservoir oli/blok mesin dan atau melalui Penutup Valve+Camshaft atau kadang-kadang keluar melalui Tutp Pengisian Oli.

Untuk memastikan tersumbat gak-nya PCV ... maka hidupkan mesin dalam kondisi idle (stasioner) ... kemudian buka tutup pengisian oli ... dan letakkan diatas lubangnya (jangan dikencangkan/diputar ... cukup diletakkan aja) ... amati baik-baik ... jika ternyata Tutup Pengisian Oli tersebut ... bergoyang mengikuti irama-nya si INUL ... artinya PCV sudah tersumbat ... perlu pembersihan sistem PCV-nya.

Akan tetapi jika Tutup Pengisian Oli tadi gak bergoyang bersama INUL ... maka merembesnya oli keluar dikarenakan gasket yang udah rusak ... dalam hal ini tinggal ganti Gasketnya ajah.
trus klo PVSnya masih bagus indikatornya apa?, klo rusak dan harus diganti mahal ngga? atau bisa di ganti sendiri?, rumitkah


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - BUDI - 03-11-2006 21:17

Klu di mesin A/X kelihatannya sudah dilengkapi dgn PCV tsb sesuai laporan pak Bobby/Buset.
Cara pengetesannya di A/X secara "RPM Drop Test", yi dgn men-short-kan terminal #4-#13 di OBD2 socket (DLC3) utk me-non aktif-kan kompensator ECU-nya (setelah mesin panas), kemudian nyalakan mesin di rpm idle kemudian pencet pipa karet PCV tsb (terletak disebelah lubang pengisian oli) klu rpm idle turun sekitar 50 rpm berarti sistem PCV masih berfungsi dgn baik.
Sebaliknya klu rpm idle tidak turun ketika pipa karet PCV dipencet dgn terminal OBD2 #4-#13 di-short-kan maka berarti lubang/pipa PCV tsb agak MAMPET/BUNTU shg perlu diperbaiki (harga pipa karet PCV ini tidak semahal klu sampai lubang PCV tsb tersumbat shg menimbulkan "oli slugde" di dalam mesin).


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 05-11-2006 15:20

Goshbuster Menulis:
Om penyu xe /av kita sudah pake sistem ini blum? .

Udah dijawab ama pak Budi ... dan secara umum Mesin [b]HARUS
ada sistem ini.

[quote=Goshbuster]
trus klo PCV nya masih bagus indikatornya apa?, klo rusak dan harus diganti mahal ngga? atau bisa di ganti sendiri?, rumitkah


Cara konvensional, ya buka tutup pengisian oli ... letakkan kembali ke lubangnya tapi jangan dikencengin ... lalu hidupkan mesin ... kalau tutup pengisian oli itu kesedot ... gak gyang-goyan ... berarti sistem PCV nya masih bagus.

Cara modern ... seperti ayng pak Budi Uraikan di atas.

Kalau ternyata udah mampet ... ya dibersihin ajan udah cukup ... kalau ada selangnya rusak/bocor atau breathing valvenya udah rusak ya diganti ... rasanya gak mahal dan gak rumit untuk ganti DIY.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 05-11-2006 17:25

Nyimpang dikit dari mesin ... pergi ke REM ....

BRAKE FADE (REM NGGELOYOR/BLONG)

Kecuali memang Minyak Rem nya udah kosong atau selang remnya bocor, maka Brake Fade (Rem Nggeloyor/Blong) ini bias dibedakan ke dalam 3 macam :

1. Ngegloyor/Blong Karena Kanvas Rem (PAD FADE).
Koeffisien gesek antara Kanvas dengan Rotor (Disk Brake) adalah fungsi dari temperature/suhu. Jika suhu yang ditimbulkan pada saat pengereman adalah diluar jangkauan dari efisiensi gesekan Kanvas dengan Rotor … maka Rem akan Nggeloyor/Blong … walaupun udah ditekan sekuat-kuatnya. Semua tergantung dari jenis Kanvas yang digunakan … apakah dari Jenis Selulosa (Serat Sintetik), atau Semi Metalik (Campuran antara serbuk logam dengan serat Selulosa), Metalik, Keramik, atau jenis serat Karbon. Masing-masing mempunyai daerah efisiensi pengereman tersendiri.

2. Nggeloyor/Blong Kaerna Minyak Rem (FLUID FADE).
Kita tahu bahwa jenis minyak rem DOT 3 adalah jenis yang mudah menyerap uap air atau air dan bercampur dengan minyak rem DOT 3 dengan sempurna. Pada saat pengereman yang kuat (Hard Braking) … maka temperature/suhu disekitar rotor, Kanvas dan piston penekan Kanvas akan tinggi … hal ini akan memanaskan minyak rem disekitar tempat tersebut. Jika udah kebanyakan air … maka air ini akan menjadi uap (gelembung-gelembung) pada bagian yang panas … padahal sifat uap ini adalah kompressible (dapat ditekan/termampatkan) … maka rem akan nggeloyor/blong walaupun pedal rem udah ditekan kuat-kuat ampe mentok.

3. GREEN FADE (Gak tahu apa Bahasa Indonesianya)
Yang jelas pada setiap penggantian Kanvas Baru … maka pada kanvas bagian luar yang akan bersentuhan dengan rotor selalu dilapisi dengan Resin Phenolic untuk ditempelkan ke permukaan Rotor … Cara penempelan /transfer lapisan resin ini ke rotor disebut dengan Brake Pad Bed-In. Jika sekiranya Prosedure Bed-in ini gak dilakukan secara betul … maka pada saat Hard Braking (temperature panas) antara Kanvas dengan Rotor … Resin yang yang ada di permukaan Kanvas (Bed-In gak betul) akan berubah menjadi Gas. Gas yang berada diantara Kanvas dan Rotor ini yang menyebabkan Rem jadi Nggeloyor/Blong. Semakin ditekan dengan kuat … maka semakin bayak terbentuk gas … maka akan semakin nggeloyor/Blong. Untuk menghindari terjadinya Green Fade … maka pada saat penggantian dengan Kanvas Baru … maka haruslah dilakukan Proses Bedding-In terlebih dahulu … sesuai dengan petunjuk dan pelaksanaan dari jenis Kanvas yang digunakan.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 09-11-2006 09:03

1. Apasih yang dicek sama Sensor Oksigen tersebut ?, maksud saya bagaimana sensor oksigen tersebut mengetahui presentasi buangan bahan bakar tersebut bagus atau tidak ? dan data apa pula yang dikirim ke ECU, apakah informasi Volt listrik saja ?

2. Apakah Sensor oksigen tersebut bekerja setelah CC membakar sisa pembuangan tersebut atau sebelum CC membakarnya ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 09-11-2006 10:08

Anton G Menulis:
1. Apasih yang dicek sama Sensor Oksigen tersebut ?, maksud saya bagaimana sensor oksigen tersebut mengetahui presentasi buangan bahan bakar tersebut bagus atau tidak ? dan data apa pula yang dikirim ke ECU, apakah informasi Volt listrik saja ?


Cara kerja O2S adalah membandingkan kandungan Oksigen yang terdapat dalam gas hasil pembakaran dengan jumlah Oksigen udara bebas. Material yang digunakan adalah (umumnya) Zirconium. Perbedaan jumlah kandungan Oksigen ini akan memberikan Beda Potensial. Ada dua jenis O2S ... Narrow Band ... yang memberikan beda potensial antara 0 Volt s/d 1 Volt ... sedang jenis yang kedua adalah yang Wide Band ... memberikan beda potensial antara 0 volt s/d 5 volts. Beda Potential inilah yang dikirim ke ECU ... yang kemudian ECU akan mengatur penyuntikan BBM ... apa ditambahin apa dikurangin ... tergantung signal yang diterima dari O2S.

1. Jika konsentrasi Oksigen dalam gas buang gak ada ... maka O2S akan memberikan beda potensial yang terbesar. Oksigen dalam gas buang gak ada artinya habis semua dipakai dan berlebih ... ama ECU ini diterjemahkan sebagai kondisi RICH ... maka ECU akan mengurangi jumlah catuan BBM. Jika jumlah Oksigen dalam gas buang sama dengan dengan keadaan luar ... maka O2S memberikan beda potensial 0 Volt ... ini diterjemahkan oleh ECU sebagai LEAN ... maka ECU akan menambah catuan BBM. Untuk Street dan Economic uses mapping AFR akan menjadikan O2S voltage antara 0.4 volt s/d 0.75 volt.


Anton G Menulis:
2. Apakah Sensor oksigen tersebut bekerja setelah CC membakar sisa pembuangan tersebut atau sebelum CC  membakarnya ?


Untuk pengaturan/managemen BBM ... maka O2S ini diletakkan sedekat-dekatnya dengan Exhaust Port ... biasanya diletakkan di HEADER ... Jika header itu ONE PIECE ... biasanya diletakkan di Collector (sebelum nyambung ke CAT). Jika Headernya adalah 2 pieces ... maka O2S ini diletakkan di Pipa Utama Header. O2S ini disebut dengan MAIN OXYGEN SENSOR.

Ada satu lagi O2S yang diletakkan dibelakang CAT yang kerjanya hanya memonitor fungsi tidaknya CAT ... dan tidak ada kaitannya dengan management BBM. O2S yang ini disebut dengan SUB OXYGEN SENSOR.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 09-11-2006 10:21

PenyuTurbo Menulis:

Anton G Menulis:
1. Apasih yang dicek sama Sensor Oksigen tersebut ?, maksud saya bagaimana sensor oksigen tersebut mengetahui presentasi buangan bahan bakar tersebut bagus atau tidak ? dan data apa pula yang dikirim ke ECU, apakah informasi Volt listrik saja ?


Cara kerja O2S adalah membandingkan kandungan Oksigen yang terdapat dalam gas hasil pembakaran dengan jumlah Oksigen udara bebas. Material yang digunakan adalah (umumnya) Zirconium. Perbedaan jumlah kandungan Oksigen ini akan memberikan Beda Potensial. Ada dua jenis O2S ... Narrow Band ... yang memberikan beda potensial antara 0 Volt s/d 1 Volt ... sedang jenis yang kedua adalah yang Wide Band ... memberikan beda potensial antara 0 volt s/d 5 volts. Beda Potential inilah yang dikirim ke ECU ... yang kemudian ECU akan mengatur penyuntikan BBM ... apa ditambahin apa dikurangin ... tergantung signal yang diterima dari O2S.

1. Jika konsentrasi Oksigen dalam gas buang gak ada ... maka O2S akan memberikan beda potensial yang terbesar. Oksigen dalam gas buang gak ada artinya habis semua dipakai dan berlebih ... ama ECU ini diterjemahkan sebagai kondisi RICH ... maka ECU akan mengurangi jumlah catuan BBM. Jika jumlah Oksigen dalam gas buang sama dengan dengan keadaan luar ... maka O2S memberikan beda potensial 0 Volt ... ini diterjemahkan oleh ECU sebagai LEAN ... maka ECU akan menambah catuan BBM. Untuk Street dan Economic uses mapping AFR akan menjadikan O2S voltage antara 0.4 volt s/d 0.75 volt.


Anton G Menulis:
2. Apakah Sensor oksigen tersebut bekerja setelah CC membakar sisa pembuangan tersebut atau sebelum CC  membakarnya ?


Untuk pengaturan/managemen BBM ... maka O2S ini diletakkan sedekat-dekatnya dengan Exhaust Port ... biasanya diletakkan di HEADER ... Jika header itu ONE PIECE ... biasanya diletakkan di Collector (sebelum nyambung ke CAT). Jika Headernya adalah 2 pieces ... maka O2S ini diletakkan di Pipa Utama Header. O2S ini disebut dengan MAIN OXYGEN SENSOR.

Ada satu lagi O2S yang diletakkan dibelakang CAT yang kerjanya hanya memonitor fungsi tidaknya CAT ... dan tidak ada kaitannya dengan management BBM. O2S yang ini disebut dengan SUB OXYGEN SENSOR.


Enak Tenan penjelasan dari Pak Penyu, kayak guru-guru jaman dulu, yang menjelaskan semuanya dengan gamblang, soalnya guru guru jaman dulu ada kebanggaan tersendiri kalau murid-muridnya lebih pintar dari dia, beda dengan guru jaman sekarang yang hanya mikirin bisnis semata. Sudah tidak pantas untuk mengenakan gelar "Pahlawan tanpa Tanda jasa", Thank's bangat bang...


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Den Bagus - 09-11-2006 10:31

PenyuTurbo Menulis:
Nyimpang dikit dari mesin ... pergi ke REM ....

BRAKE FADE (REM NGGELOYOR/BLONG)

Kecuali memang Minyak Rem nya udah kosong atau selang remnya bocor, maka Brake Fade (Rem Nggeloyor/Blong) ini bias dibedakan ke dalam 3 macam :

1. Ngegloyor/Blong Karena Kanvas Rem (PAD FADE).
Koeffisien gesek antara Kanvas dengan Rotor (Disk Brake) adalah fungsi dari temperature/suhu. Jika suhu yang ditimbulkan pada saat pengereman adalah diluar jangkauan dari efisiensi gesekan Kanvas dengan Rotor … maka Rem akan Nggeloyor/Blong … walaupun udah ditekan sekuat-kuatnya. Semua tergantung dari jenis Kanvas yang digunakan … apakah dari Jenis Selulosa (Serat Sintetik), atau Semi Metalik (Campuran antara serbuk logam dengan serat Selulosa), Metalik, Keramik, atau jenis serat Karbon. Masing-masing mempunyai daerah efisiensi pengereman tersendiri.

2. Nggeloyor/Blong Kaerna Minyak Rem (FLUID FADE).
Kita tahu bahwa jenis minyak rem DOT 3 adalah jenis yang mudah menyerap uap air atau air dan bercampur dengan minyak rem DOT 3 dengan sempurna. Pada saat pengereman yang kuat (Hard Braking) … maka temperature/suhu disekitar rotor, Kanvas dan piston penekan Kanvas akan tinggi … hal ini akan memanaskan minyak rem disekitar tempat tersebut. Jika udah kebanyakan air … maka air ini akan menjadi uap (gelembung-gelembung) pada bagian yang panas … padahal sifat uap ini adalah kompressible (dapat ditekan/termampatkan) … maka rem akan nggeloyor/blong walaupun pedal rem udah ditekan kuat-kuat ampe mentok.

3. GREEN FADE (Gak tahu apa Bahasa Indonesianya)
Yang jelas pada setiap penggantian Kanvas Baru … maka pada kanvas bagian luar yang akan bersentuhan dengan rotor selalu dilapisi dengan Resin Phenolic untuk ditempelkan ke permukaan Rotor … Cara penempelan /transfer lapisan resin ini ke rotor disebut dengan Brake Pad Bed-In. Jika sekiranya Prosedure Bed-in ini gak dilakukan secara betul … maka pada saat Hard Braking (temperature panas) antara Kanvas dengan Rotor … Resin yang yang ada di permukaan Kanvas (Bed-In gak betul) akan berubah menjadi Gas. Gas yang berada diantara Kanvas dan Rotor ini yang menyebabkan Rem jadi Nggeloyor/Blong. Semakin ditekan dengan kuat … maka semakin bayak terbentuk gas … maka akan semakin nggeloyor/Blong. Untuk menghindari terjadinya Green Fade … maka pada saat penggantian dengan Kanvas Baru … maka haruslah dilakukan Proses Bedding-In terlebih dahulu … sesuai dengan petunjuk dan pelaksanaan dari jenis Kanvas yang digunakan.


Shifu PPT & all ...

Saya punya pengalaman waktu pakai mobil diesel, rem saya pasti nyelonong setelah melewati genangan air setinggi 1/4-1/2 roda, akibatnya setelah lewat genangan air saya pasti kocok2 itu rem supaya pakem kembali, kalo itu tergolong gejala apa & krn kerusakan apa ya ? ...

Apakah untuk mobil2 baru bisa mengalami seperti itu juga ? ...

Tks


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - BUDI - 09-11-2006 10:40

Anton G Menulis:
1. Apasih yang dicek sama Sensor Oksigen tersebut ?, maksud saya bagaimana sensor oksigen tersebut mengetahui presentasi buangan bahan bakar tersebut bagus atau tidak ? dan data apa pula yang dikirim ke ECU, apakah informasi Volt listrik saja ?

2. Apakah Sensor oksigen tersebut bekerja setelah CC membakar sisa pembuangan tersebut atau sebelum CC  membakarnya ?


1. Oksigen sensor utk mengecek konsentrasi oksigen dari hasil pembakaran di exhaust manifold yi makin tinggi konsentrasi oksigennya berarti campuran bensin/udara (Air Fuel Ratio/AFR) yg dibakar dalam mesin terlalu kurus, sebaliknya makin rendah konsentrasi oksigennya berarti campuran bensin/udara (AFR)-nya terlalu gemuk.
Data yg dikirim oleh oxygen sensr di Avanza/Xenia VVTi adalah tegangan listrik AC (bolak-balik). Tegangan AC yg dihasilkan oksigen sensor sebanding dgn konsentrasi oksigen di exhaust manifold yi :
- Apabila tegangan sensor oksigen > 0,45 volt (naik/tinggi) maka berarti campuran AFR terlalu kaya (richer)
- Sebaliknya tegangan sensor oksigen < 0,45 volt (turun/rendah) maka berarti campuran AFR terlalu kurus (leaner)
- Kondisi yg ideal (AFR = 1 : 14,7) adalah ketika tegangan sensor oksigen tsb di 0,45 volt.
CATT : krn signal sensor oksigen tsb yg kecil maka pengukuran tegangan sensor oxygen hanya dapat dilakukan dgn voltmeter digital saja (voltmeter yg mempunyai tahanan dalam 1 Mega ohm ke atas) agar signal sensor oksigen tsb tidak terhubung singkat oleh voltmeter.

2. Ada dua macam fungsi & lokasi pemasangan sensor oksigen pada mesin yi :

- Pertama : sensor oksigen yg dipasang SEBELUM Catalytic Conveter (CC) utk memberikan feedback tegangan ke ECU agar ECU dapat mengatur AFR seoptimal mungkin secara otomatis agar tercapai AFR = 1:14,7/stoichiometric-nya supaya bensin lebih hemat, power/torsi lebih optimal & CC bekerja lebih efisien (CC tidak cepat mampet).
Sensor oksigen sebelum CC sudah terpasang di Avanza/Xenia VVTi. Tetapi blum tersedia pada A/X non VVTiHikhik shg pengaturan emisi CO di A/X non-VVTi masih secara manual (melalui potensiometer).

- Kedua : sensor oksigen yg dipasang SETELAH CC utk mengecek efektifitas kinerja CC yi : klu sensor oksigen ini tidak menghasilkan tegangan (0 volt) berarti saringan CC telah bekerja optimal (efisiensi CC masih dalam kondisi baik & blum mampet). Sebaliknya klu sensor oksigen ini menghasilkan tegangan AC (> 0 volt) maka berarti kinerja CC tidak efisien lagi shg CC perlu diganti.
Sayangnya pihak TAM/ADM blum berniat utk melengkapi sensor oksigen kedua ini di Avanza/Xenia VVTi-INDONESIAHikhik, berbeda dengan beberapa Avanza yg diekspor sudah dilengkapi dgn sensor oksigen kedua ini, spt Avanza VVTi yg diekpor ke Thailand, Meksiko & Hong Kong.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 09-11-2006 10:42

Den Bagus Menulis:
Shifu PPT & all ...

Saya punya pengalaman waktu pakai mobil diesel, rem saya pasti nyelonong setelah melewati genangan air setinggi 1/4-1/2 roda, akibatnya setelah lewat genangan air saya pasti kocok2 itu rem supaya pakem kembali, kalo itu tergolong gejala apa & krn kerusakan apa ya ? ...

Apakah untuk mobil2 baru bisa mengalami seperti itu juga ? ...

Tks


Termasuk dari jenis GREEN FADE ... antara kanvas dengan cakram. Genangan air di jalan itu juga mengandung minyak (walaupun sedikit) ... jadi campuran antara minyak dan air yang terjebak antara kanvas dan cakram. Disamping itu juga tergantung dari jenis Kanvas yang dipakai ... apakah efektif digunakan pada temperature rendah (jenis selulosa) atau efektif pada temperature tinggi (jenis metal). Umumnya yang kanvas dijual di pasaran adalah campuran dari selulosa dengan serbuk metal ... untuk mengkompensasi ke-efektifan pengereman pada suhu rendah dan suhu tinggi. Bisa di check pada warna kanvasnya. Jika warna kanvas coklat berarti kanvasnya dari jenis selulosa (empuk) ... sedang yang warnanya hitam adalah kanvas metal ... campuran keduanya akan memberikan warna Coklat - kehitaman. Jika banyak coklatnya maka lebih banyak selulosanya dan cocok untuk pengereman pada temperatur rendah. Jika banyak hitamnya ... maka lebih banyak metalnya dan cocok untuk pengereman suhu tinggi.

Mobil baru pun bisa mengalami hal yang serupa.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - RJackner - 09-11-2006 10:58

Cuma mau bilang, TOP banget nih forum. Segala hal dibahas.. DETAIL. Walaupun bahasan gak/belum sampe, tapi setidaknya dapet ilmu terus....

salamilmu
RJ


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 09-11-2006 10:58

BUDI Menulis:
1. Oksigen sensor utk mengecek konsentrasi oksigen dari hasil pembakaran di exhaust manifold yi makin tinggi konsentrasi oksigennya berarti campuran bensin/udara (Air Fuel Ratio/AFR) yg dibakar dalam mesin terlalu kurus, sebaliknya makin rendah konsentrasi oksigennya berarti campuran bensin/udara (AFR)-nya terlalu gemuk.
Data yg dikirim oleh oxygen sensr di Avanza/Xenia VVTi adalah tegangan listrik AC (bolak-balik). Tegangan AC yg dihasilkan oksigen sensor sebanding dgn konsentrasi oksigen di exhaust manifold yi :
- Apabila tegangan sensor oksigen > 0,45 volt (naik/tinggi) maka berarti campuran AFR terlalu kaya (richer)
- Sebaliknya tegangan sensor oksigen < 0,45 volt (turun/rendah) maka berarti campuran AFR terlalu kurus (leaner)
- Kondisi yg ideal (AFR = 1 : 14,7) adalah ketika tegangan sensor oksigen tsb di 0,45 volt.
CATT : krn signal sensor oksigen tsb yg kecil maka pengukuran tegangan sensor oxygen hanya dapat dilakukan dgn voltmeter digital saja (voltmeter yg mempunyai tahanan dalam 1 Mega ohm ke atas) agar signal sensor oksigen tsb tidak terhubung singkat oleh voltmeter.

2. Ada dua macam fungsi & lokasi pemasangan sensor oksigen pada mesin yi :

- Pertama : sensor oksigen yg dipasang SEBELUM Catalytic Conveter (CC) utk memberikan feedback tegangan ke ECU agar ECU dapat mengatur AFR seoptimal mungkin secara otomatis agar tercapai AFR = 1:14,7/stoichiometric-nya supaya bensin lebih hemat, power/torsi lebih optimal & CC bekerja lebih efisien (CC tidak cepat mampet).
Sensor oksigen sebelum CC sudah terpasang di Avanza/Xenia VVTi. Tetapi blum tersedia pada A/X non VVTiHikhik shg pengaturan emisi CO di A/X non-VVTi masih secara manual (melalui potensiometer).

- Kedua : sensor oksigen yg dipasang SETELAH CC utk mengecek efektifitas kinerja CC yi : klu sensor oksigen ini tidak menghasilkan tegangan (0 volt) berarti saringan CC telah bekerja optimal (efisiensi CC masih dalam kondisi baik & blum mampet). Sebaliknya klu sensor oksigen ini menghasilkan tegangan AC (> 0 volt) maka berarti kinerja CC tidak efisien lagi shg CC perlu diganti.
Sayangnya pihak TAM/ADM blum berniat utk melengkapi sensor oksigen kedua ini di Avanza/Xenia VVTi-INDONESIAHikhik, berbeda dengan beberapa Avanza yg diekspor sudah dilengkapi dgn sensor oksigen kedua ini, spt Avanza VVTi yg diekpor ke Thailand, Meksiko & Hong Kong.


Tanya lanjut yah..

1. Bisa ngak Sensor tersebut saya ganti dengan tegangan Fixed 0.45 Volt, gunanya adalah supaya saya ngak perlu ganti ganti sensor, kecuali kalau di Indonesia sudah berlaku EURO 2, Smile)

2. Apakah ECUAvanzaXenia non VVTI sudah dipersiapkan bisa membaca Sensor Oksigen. (maksud saya, kalau ECUnya sudah bisa, berarti AvanzaXenia non VVTI tinggal masang OksigenSensornya saja.

3. Apakah potensio meter itu bekerja dengan membandingkan kadar oksigen sisa bahan bakar di Exhaust manifold dengan kadar bahan bakar sebelum terbakar (adanya di Filter box kan, sensor ini ?)

4. Jika ternyata SubSensor Oxigen tersebut tidak ada, artinya ECU AVanza Xenia VVT-i tersebut tidak bisa mengetahui apakah CC masih berfungsi atau tidak, artinya gambar mal function di Ode meter tidak pernah menyala. (ini bisa madu bisa racun juga nih). artinya satu satunya cara adalah dengan melihat CC tersebut secara manual. Seperti CC yang bisa merah membara, atau tiba tiba bensin menjadi boros, ada indikator lain ngak yah pak ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 09-11-2006 10:58

BUDI Menulis:
Data yg dikirim oleh oxygen sensr di Avanza/Xenia VVTi adalah tegangan listrik AC (bolak-balik). Tegangan AC yg dihasilkan oksigen sensor sebanding dgn konsentrasi oksigen di exhaust manifold yi :


Pak Budi,

Signal yang dihasilkan oleh Oxygen sensor adalah tegangan DC bukannya AC ... Bolak-baliknya signal (bouncing signal) pada alat ukur itu menunjukkan sedikit banyaknya konsentrasi dalam gas buang ... sehingga voltase-nya yang diukur oleh alat ukur akan bolak-balik dan ini sesuai dengan kerja ECU yang mengurangi dan menambah pasikan BBM. Penambahan dan pengurangan pasokan BBM ini yang akan mengubah kandungan/konsentrasi Oksigen dalam gas buang. Yang saya amati dalam alat ukur AFR ... pada kondisi cruising (hih speed) ... signal ini bouncing dari lean ke rich sebanyak 8 kali/detik ... cukup cepat ... Pada saat WOT ... maka ECU tidak mengindhkan lagi signal dari ECU dan ECU akan memompa BBM lebih banyak supaya kondisinya RICH (Open Loop) ... untuk mencegah engine overheated. Pada saat Coast down ... ECU juga gak mengindahkan signal dari O2S dalam beberapa saat (jadi Open Loop) ... setelah itu balik lagi ke Closed Loop.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - BUDI - 09-11-2006 11:08

PenyuTurbo Menulis:

BUDI Menulis:
Data yg dikirim oleh oxygen sensr di Avanza/Xenia VVTi adalah tegangan listrik AC (bolak-balik). Tegangan AC yg dihasilkan oksigen sensor sebanding dgn konsentrasi oksigen di exhaust manifold yi :


Pak Budi,

Signal yang dihasilkan oleh Oxygen sensor adalah tegangan DC bukannya AC ... Bolak-baliknya signal (bouncing signal) pada alat ukur itu menunjukkan sedikit banyaknya konsentrasi dalam gas buang ... sehingga voltase-nya yang diukur oleh alat ukur akan bolak-balik dan ini sesuai dengan kerja ECU yang mengurangi dan menambah pasikan BBM. Penambahan dan pengurangan pasokan BBM ini yang akan mengubah kandungan/konsentrasi Oksigen dalam gas buang. Yang saya amati dalam alat ukur AFR ... pada kondisi cruising (hih speed) ... signal ini bouncing dari lean ke rich sebanyak 8 kali/detik ... cukup cepat ... Pada saat WOT ... maka ECU tidak mengindhkan lagi signal dari ECU dan ECU akan memompa BBM lebih banyak supaya kondisinya RICH (Open Loop) ... untuk mencegah engine overheated. Pada saat Coast down ... ECU juga gak mengindahkan signal dari O2S dalam beberapa saat (jadi Open Loop) ... setelah itu balik lagi ke Closed Loop.


Tks pak Penyu Turbo atas koreksinya. Memang benar tegangan sensor oksigennya DC cuman ECU-nya yg membuat sinusiodal (crossing di 0,45 volt) utk memperoleh/menstabilkan AFR di 1:14,7/stoichiometric-nya. Untuk A/X VVTi jumlah sinusoidal minimum sebanyak 8 kali setiap 10 detik pada 3000 rpm utk mengecek kondisi sensor oksigen masih baik atau sudah perlu diganti.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - BUDI - 09-11-2006 11:34

Anton G Menulis:

BUDI Menulis:
1. Oksigen sensor utk mengecek konsentrasi oksigen dari hasil pembakaran di exhaust manifold yi makin tinggi konsentrasi oksigennya berarti campuran bensin/udara (Air Fuel Ratio/AFR) yg dibakar dalam mesin terlalu kurus, sebaliknya makin rendah konsentrasi oksigennya berarti campuran bensin/udara (AFR)-nya terlalu gemuk.
Data yg dikirim oleh oxygen sensr di Avanza/Xenia VVTi adalah tegangan listrik AC (bolak-balik). Tegangan AC yg dihasilkan oksigen sensor sebanding dgn konsentrasi oksigen di exhaust manifold yi :
- Apabila tegangan sensor oksigen > 0,45 volt (naik/tinggi) maka berarti campuran AFR terlalu kaya (richer)
- Sebaliknya tegangan sensor oksigen < 0,45 volt (turun/rendah) maka berarti campuran AFR terlalu kurus (leaner)
- Kondisi yg ideal (AFR = 1 : 14,7) adalah ketika tegangan sensor oksigen tsb di 0,45 volt.
CATT : krn signal sensor oksigen tsb yg kecil maka pengukuran tegangan sensor oxygen hanya dapat dilakukan dgn voltmeter digital saja (voltmeter yg mempunyai tahanan dalam 1 Mega ohm ke atas) agar signal sensor oksigen tsb tidak terhubung singkat oleh voltmeter.

2. Ada dua macam fungsi & lokasi pemasangan sensor oksigen pada mesin yi :

- Pertama : sensor oksigen yg dipasang SEBELUM Catalytic Conveter (CC) utk memberikan feedback tegangan ke ECU agar ECU dapat mengatur AFR seoptimal mungkin secara otomatis agar tercapai AFR = 1:14,7/stoichiometric-nya supaya bensin lebih hemat, power/torsi lebih optimal & CC bekerja lebih efisien (CC tidak cepat mampet).
Sensor oksigen sebelum CC sudah terpasang di Avanza/Xenia VVTi. Tetapi blum tersedia pada A/X non VVTiHikhik shg pengaturan emisi CO di A/X non-VVTi masih secara manual (melalui potensiometer).

- Kedua : sensor oksigen yg dipasang SETELAH CC utk mengecek efektifitas kinerja CC yi : klu sensor oksigen ini tidak menghasilkan tegangan (0 volt) berarti saringan CC telah bekerja optimal (efisiensi CC masih dalam kondisi baik & blum mampet). Sebaliknya klu sensor oksigen ini menghasilkan tegangan AC (> 0 volt) maka berarti kinerja CC tidak efisien lagi shg CC perlu diganti.
Sayangnya pihak TAM/ADM blum berniat utk melengkapi sensor oksigen kedua ini di Avanza/Xenia VVTi-INDONESIAHikhik, berbeda dengan beberapa Avanza yg diekspor sudah dilengkapi dgn sensor oksigen kedua ini, spt Avanza VVTi yg diekpor ke Thailand, Meksiko & Hong Kong.


Tanya lanjut yah..

1. Bisa ngak Sensor tersebut saya ganti dengan tegangan Fixed 0.45 Volt, gunanya adalah supaya saya ngak perlu ganti ganti sensor, kecuali kalau di Indonesia sudah berlaku EURO 2, Smile)

2. Apakah ECUAvanzaXenia non VVTI sudah dipersiapkan bisa membaca Sensor Oksigen. (maksud saya, kalau ECUnya sudah bisa, berarti AvanzaXenia non VVTI tinggal masang OksigenSensornya saja.

3. Apakah potensio meter itu bekerja dengan membandingkan kadar oksigen sisa bahan bakar di Exhaust manifold dengan kadar bahan bakar sebelum terbakar (adanya di Filter box kan, sensor ini ?)

4. Jika ternyata SubSensor Oxigen tersebut tidak ada, artinya ECU AVanza Xenia VVT-i tersebut tidak bisa mengetahui apakah CC masih berfungsi atau tidak, artinya gambar mal function di Ode meter tidak pernah menyala. (ini bisa madu bisa racun juga nih). artinya satu satunya cara adalah dengan melihat CC tersebut secara manual. Seperti CC yang bisa merah membara, atau tiba tiba bensin menjadi boros, ada indikator lain ngak yah pak ?


1. Nggak bisa pak karena cara ECU menstabilkan AFR di 1:14,7 (stoichiometric-nya) secara otomatis & dinamik (bukan statis pak!) dgn memberikan signal rich/lean berulang-ulang ke EFI (injeksi bensin) & kemudian membaca feedback hasil pembakarannya melalui oksigen sensor tsb. Jadi sebenarnya saat ECU & sensor oksigen bekerja maka tegangan oksigen sensor akan selalu ber-fluktuasi diantara 0,1 volt (AFR kurus) s/d 0,9 volt (AFR kaya) (dgn batas minimalnya adalah 0,40 volt - 0,55 volt) dan kinerja sistem ECU & feedback sensor oksigen akan tercapai klu jumlah fluktuasi tegangan tsb minimal 8 kali selama 10 detik pada 3000 rpm. Cara menghitung jumlah fluktuasi tegangan ini bisa dicek di terminal #1 (+) & #4 (-) di DLC3 (terminal OBD2) melalui voltmeter jarum 5 volt dgn menghitung jumlah simpangan jarum voltmeter tsb selama 10 detik. Klu jumlah simpangan jarum voltmeter selama 10 detik kurang dari 8 kali pada 3000 rpm berarti sensor oksigen sudah malas (sudah terkontaminasi) shg sensor oksigen sudah perlu diganti.
NOTE : saat menghitung jumlah simpangan jarum voltmeter tsb, jangan lupa men-short kan terminal #4-#12 (E1-TE1) di DLC3 (terminal OBD2) supaya kompensator ECU tidak diaktifkan.

2. ECU A/X non-VVTi blum tersedia fasilitas utk inputan feedback sensor oksigen, shg klu mau pasang sensor oksigen harus ganti ECU.
Sebaliknya sudah dilengkapi dgn potesiometer yg dialiri arus oleh ECU A/X non-VVTi sbg referensi utk penyetelan emisi CO-nya (penyetelan AFR) secara manual.

3. Potensiometer di A/X non-VVTi TIDAK membandingkan apapun, hanya dilewati arus listrik dari ECU shg potensiometer tsb akan menghasilkan tegangan ke ECU sbg referensi ECU utk menentukan AFR atau emisi CO-nya.

4. Benar klu sensor oksigen kedua tidak ada di A/X VVTi maka ECU tidak dapat mengetahui kapan CC sudah tidak efisien lagi & harus diganti maka bisa saja exhaust manifold sebelum CC membara s/d mesin mati & tidak mau distart lagi krn back pressure meningkat apabila CC-nya mampet/tidak efisien lagi.
Sedangkan lampu kuning gambar engine (MIL/Malfunction Indicator Lamp) adalah lampu yg dipasang agar pengemudi saat mengemudi mobil secara normal dapat mengetahui adanya kegagalan fungsi sistem kontrol emisi, yaitu termasuk kegagalan fungsi sensor-sensornya (spt sensor MAP, throttle position, ISCV, TWS, G1, NE dll) & juga kegagalan fungsi feedback sensor oksigen pertama dan/atau kedua. Jadi lampu MIL ini tidak hanya akan menyala saat sensor oksigen kedua gagal berfungsi spt yg Bapak kira.

Klu pendapat sy, konsumen A/X di Indonesia TETAP dinomor dua-kan oleh TAM & ADM sejak lahirnya A/X non VVTi s/d A/X VVTi di Indonesia krn perlengkapan standard A/X Indonesia yg sangat minim (sensor oksigen cuman pakai satu saja) & kualitas spare partnya yg tidak no.1 (as roda disambung las/friction welded). Jadi inilah nasib kita pemakai A/X di Indonesia yg krg diutamakan oleh pabrikan bangsa kita Indonesia sendiri, ITULAH INDONESIA.HahaHaha


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 09-11-2006 11:52

Anton G Menulis:
Tanya lanjut yah..

1. Bisa ngak Sensor tersebut saya ganti dengan tegangan Fixed 0.45 Volt, gunanya adalah supaya saya ngak perlu ganti ganti sensor, kecuali kalau di Indonesia sudah berlaku EURO 2, Smile)


Bisa aja Boss ... cuman ECU itu bodo-bodo pinter ... kalau dipanteng di tegangan 0.45 volt terus ... maka ECU akan menganggap O2S rusak ... jadi ECU akan menyuntikkan BBM lebih banyak dalam arti kata RUNNING RICH dengan tujuan supaya mesin gak terlalu panas hingga menyebabkan kerusakan ... kalau udah begini ... malah jadi boros. Boros berarti banyak BBM yang gak terbakar ... akibatnya Catalytic Converter akan bekerja ekstra keras untuk mengubah BBM yang belum terbakar ini menjadi CO2 dan H2O ... Karena BBM itu edalah energi carrier ... maka pengubahan/konversi BBM menjadi H2O dan CO2 akan menghasilkan panas ... Jika BBM-nya yang dikonversi oleh CAT berlebihan ... hasilnya CAT akan overheated ... rusak dan jebol atau mampet.


Anton G Menulis:
2. Apakah ECUAvanzaXenia non VVTI sudah dipersiapkan bisa membaca Sensor Oksigen. (maksud saya, kalau ECUnya sudah bisa, berarti AvanzaXenia non VVTI tinggal masang OksigenSensornya saja.


Dasarnya penerapan ECU itu untuk mengatur pembakaran dalam mesin secara lebih akurat karena dipaksa adanya issue Environment Friendly ... jadi perangkatnya mesti komplit termasuk O2S dalam arti kata sebagai Benteng Pertama. Jika kendali O2S ini masih belum memberikan emisi gas yang bersih ... maka benteng terakhir adalah Catalytic Converter.

Bisa saja O2S tidak dimasukkan kedalam perangkat sensor pengaturan BBM ... jadi Open Loop ... walaupun terminal elektriknya udah dipersiapkan ... cuman gak dipakai dan cuman ngubah mapping program. Jika ECU yang ini digunakan juga untuk yang VVTI ... tanpa mengubah programnya ... walaupun dipasang O2S ... ya tetap tidak akan terbaca oleh ECU (signalnya gak digubris) ... lha wong programnya gak diubah ... cuman nyambung kabel aja. Al-hasil masang O2S maupun tidak masang O2S pada VVTI (tanpa ngubah program dalemnya) ...warning light-nya (Emission Control Check) untuk O2S gak akan pernah triggered.[/quote]


Anton G Menulis:
3. Apakah potensio meter itu bekerja dengan membandingkan kadar oksigen sisa bahan bakar di Exhaust manifold dengan kadar bahan bakar sebelum terbakar (adanya di Filter box kan, sensor ini ?)


Yup, ... membandingkan konsentrasi oksigen sisa gas pembakaran dengan konsentrasi oksigen udara luar ... karena dalam konstruksi O2S ... ada dua chamber (ruangan) ... satu ruangan untuk tempat sample gas buang dan satu ruangan algi untuk sample udara luar.

Anton G Menulis:
4. Jika ternyata SubSensor Oxigen tersebut tidak ada, artinya ECU AVanza Xenia VVT-i tersebut tidak bisa mengetahui apakah CC masih berfungsi atau tidak, artinya gambar mal function di Ode meter tidak pernah menyala. (ini bisa madu bisa racun juga nih). artinya satu satunya cara adalah dengan melihat CC tersebut secara manual. Seperti CC yang bisa merah membara, atau tiba tiba bensin menjadi boros, ada indikator lain ngak yah pak ?


MADU buat si penjual ... karena ngirit. Jika terjual 100rb unit mobil sedang harga 1 O2S adalah 100rb perak misalnya ... maka madu yang dikantongin adalah 100rb x 100rb = 10M.

RACUN buat si pembeli ... karena gak bisa tahu mapet gak-nya Catalytic Converter ... jika mampet dikit aja ... udah akan menaikkan sistem Back Pressure knalpot ... hasilnya mobil akan kurang tenaga nya alias LOYO dan BOROS BBM. Kalau Catalytic Converter Masih Lancar dan ternyata BBM yang gak terbakar ini cukup banyak ... maka CAT akan membara dan mempercepat Platina (Catalyst) akan meleleh dan rusak alias gak fungsi ... nah pada saat membara ini ... cabin akan terasa panas banget .... walaupun makai AC .... Racun...Racun...Racun.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - BUDI - 09-11-2006 13:09

Pak Anton G,

Penjelasan hal sensor oksigen yg cukup lengkap bisa coba di klik di http://www.aa1car.com/library/o2sensor.htm mudah-mudahan informasi ini berguna.
Klu di A/X VVTi sudah pakai sensor oksigen 4 leads yg dilengkapi dgn heater.Topdeh


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - zhe_ya - 09-11-2006 13:18

PenyuTurbo Menulis:

Den Bagus Menulis:
Shifu PPT & all ...

Saya punya pengalaman waktu pakai mobil diesel, rem saya pasti nyelonong setelah melewati genangan air setinggi 1/4-1/2 roda, akibatnya setelah lewat genangan air saya pasti kocok2 itu rem supaya pakem kembali, kalo itu tergolong gejala apa & krn kerusakan apa ya ? ...

Apakah untuk mobil2 baru bisa mengalami seperti itu juga ? ...

Tks


Termasuk dari jenis GREEN FADE ... antara kanvas dengan cakram. Genangan air di jalan itu juga mengandung minyak (walaupun sedikit) ... jadi campuran antara minyak dan air yang terjebak antara kanvas dan cakram. Disamping itu juga tergantung dari jenis Kanvas yang dipakai ... apakah efektif digunakan pada temperature rendah (jenis selulosa) atau efektif pada temperature tinggi (jenis metal). Umumnya yang kanvas dijual di pasaran adalah campuran dari selulosa dengan serbuk metal ... untuk mengkompensasi ke-efektifan pengereman pada suhu rendah dan suhu tinggi. Bisa di check pada warna kanvasnya. Jika warna kanvas coklat berarti kanvasnya dari jenis selulosa (empuk) ... sedang yang warnanya hitam adalah kanvas metal ... campuran keduanya akan memberikan warna Coklat - kehitaman. Jika banyak coklatnya maka lebih banyak selulosanya dan cocok untuk pengereman pada temperatur rendah. Jika banyak hitamnya ... maka lebih banyak metalnya dan cocok untuk pengereman suhu tinggi.

Mobil baru pun bisa mengalami hal yang serupa.


Pak Penyu, soal green fade ini:
Berarti tiap penggantian kanvas/pad baru terjadi proses 'bedding-in' atau ngelapisi permukaan rotor dengan material dari kanvas tsb?
Prosedur yang benar seperti apa seharusnya?
Trims sebelumnya


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - zhe_ya - 09-11-2006 13:35

Soal O2 Sensor:
A/X non vvti kan nggak punya logic untuk baca input O2 Sensor. Nah apa ada cara ngakali-nya, misal signalnya digabung sama MAP sensor...?

Misal si O2 sensor itu akan memberi adjustment negatif terhadap output MAP sensor, sehingga hasilnya ECU ketipu lagi, dan akan kasih perintah untuk mengurangi/menambah catu BBM bedasarkan jumlah (MAP sensor + O2 Sensor).

Apa bisa begitu ya? 095


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 09-11-2006 16:32

zhe_ya Menulis:
Pak Penyu, soal green fade ini:
Berarti tiap penggantian kanvas/pad baru terjadi proses 'bedding-in' atau ngelapisi permukaan rotor dengan material dari kanvas tsb?
Prosedur yang benar seperti apa seharusnya?
Trims sebelumnya


Yess Boss, setiap ganti kanvas baru mesti dilakukan proses Bedding-In sesuai dengan petunjuk dan pelaksanaan yang tertera pada jenis kanvas yang digunakan.

Bahwa setiap kanvas baru itu permukaan-nya masih ada lapisan resin PHENOLIC-nya ... resin ini mesti ditransfer ke permukaan cakram, ... prosedur umunya adalah sbb :

1. Setelah kanvas dipasang ... Jalan di tol (jalan bebas hambatan) ... sampai mencapai kecepatan 100kpj atau 110kpj ... kemudian di rem dengan tekanan sedang sampai mobil melambat pada kecepatan 40kpj. Lepaskan Rem dan gas lagi ampe 100kpj atau 110 kpj. Rem lagi ... tapi dengan tekanan pedal rem lebih keras ketimbang yang pertama ... ampe kecepatan 60 kpj. Ulangi prosedure tersebut sebanyak 10 KALI.

2. Setelah itu pada kecepatan 60kpj ... (setelah prosedur atas selesai) ... mobil di rem sampai deket-deket berhenti ... tapi gak boleh berhenti dengan adjusment tekanan kaki pada pedal rem (biar resin phenolicnya ter-transfer dengan bagus dan merata) .... lepas dan percepat lagi ke kecepatan 60kpj dan rem lagi seperti diatas ... yang ini diulang sebanyak 3 kali udah mencukupi.

Selesai sudah Proses Bedding-In ... dalam hal ini Permukaan kanvas baru udah sesuai dengan permukaan cakram. Begitu juga pada saat ganti cakram ... kanvasnya sebaiknya diganti juga yang baru sekalipun masih tebal.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 09-11-2006 16:36

zhe_ya Menulis:
Pak Penyu, soal green fade ini:
Berarti tiap penggantian kanvas/pad baru terjadi proses 'bedding-in' atau ngelapisi permukaan rotor dengan material dari kanvas tsb?
Prosedur yang benar seperti apa seharusnya?
Trims sebelumnya


Gua boleh jawa yah Zheya, Pak penyu lagi sibuk kali.

Bedding-in ini bukan proses yang terjadi pada penggantian kanvas/pad baru, tetapi proses yang harus kita lakukan pada saat ganti kanvas rem.

Caranya, pada saat setelah ganti kampas rem, maka kita larikan tuh mobil dengan kecepatan tinggi, kemudian kita rem, gas, rem lagi, gas, rem lagi, demikian seterusnya. Tujuannya adalah agar terjadi pemindahan resin pada lapisan kampas rem yang paling luar ke rotor pada suhu yang tinggi.

Maka apabila resin tersebut telah menempel dengan baik di rotor, maka diharapkan kampas rem akan pakem dan tidak bunyi..!!!, dengan catatan kampas rem yang digunakan bukan kampas rem murah karena resinnya tidak ditempelkan pada suhu yang tinggi.

(Jadi ingat dulu pernah jualan kampas rem Bajaj, DIY.. kagak pake resin resin tuh, cuman berhubung karena buat bajaj, kampas remnya bunyi juga kagak kedengaran, jangankan bunyi kampas rem, audionya si Chandra juga kagak kedengaran kalau dipasang di Bajaj Smile)


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Den Bagus - 09-11-2006 16:40

PenyuTurbo Menulis:

zhe_ya Menulis:
Pak Penyu, soal green fade ini:
Berarti tiap penggantian kanvas/pad baru terjadi proses 'bedding-in' atau ngelapisi permukaan rotor dengan material dari kanvas tsb?
Prosedur yang benar seperti apa seharusnya?
Trims sebelumnya


Yess Boss, setiap ganti kanvas baru mesti dilakukan proses Bedding-In sesuai dengan petunjuk dan pelaksanaan yang tertera pada jenis kanvas yang digunakan.

Bahwa setiap kanvas baru itu permukaan-nya masih ada lapisan resin PHENOLIC-nya ... resin ini mesti ditransfer ke permukaan cakram, ... prosedur umunya adalah sbb :

1. Setelah kanvas dipasang ... Jalan di tol (jalan bebas hambatan) ... sampai mencapai kecepatan 100kpj atau 110kpj ... kemudian di rem dengan tekanan sedang sampai mobil melambat pada kecepatan 40kpj.  Lepaskan Rem dan gas lagi ampe 100kpj atau 110 kpj. Rem lagi ... tapi dengan tekanan pedal rem lebih keras ketimbang yang pertama ... ampe kecepatan 60 kpj. Ulangi prosedure tersebut sebanyak 10 KALI.

2. Setelah itu pada kecepatan 60kpj ... (setelah prosedur atas selesai) ... mobil di rem sampai deket-deket berhenti ... tapi gak boleh berhenti dengan adjusment tekanan kaki pada pedal rem (biar resin phenolicnya ter-transfer dengan bagus dan merata) .... lepas dan percepat lagi ke kecepatan 60kpj dan rem lagi seperti diatas ... yang ini diulang sebanyak 3 kali udah mencukupi.

Selesai sudah Proses Bedding-In ... dalam hal ini Permukaan kanvas baru udah sesuai dengan permukaan cakram. Begitu juga pada saat ganti cakram ... kanvasnya sebaiknya diganti juga yang baru sekalipun masih tebal.


Shifu PT, prosedurnya kok "birokrat" banget sih ...
Ada cara pintas yang dianggap pantas gak ? ...


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 09-11-2006 16:44

zhe_ya Menulis:
Soal O2 Sensor:
A/X non vvti kan nggak punya logic untuk baca input O2 Sensor. Nah apa ada cara ngakali-nya, misal signalnya digabung sama MAP sensor...?

Misal si O2 sensor itu akan memberi adjustment negatif terhadap output MAP sensor, sehingga hasilnya ECU ketipu lagi, dan akan kasih perintah untuk mengurangi/menambah catu BBM bedasarkan jumlah (MAP sensor + O2 Sensor).

Apa bisa begitu ya? 095


Hehehehehe ... bisa-bisa ECU-nya kalang kabut ... MAP dan O2S ... jalurnya lain dan signalnya lain. Untuk Narrow Bandwith O2S ... signalnya maksimum 1 volt ... sedang MAP ... umumnya 0-5 Volts ..... Narrow Band O2S ini cocok untuk street uses dan irit BBM.

Umumnya cara kerja MAP ini bergandeng tangan dengan TPS ... Throttle Position Sensor yang juga 0-5 volts signal ... berubah secara linier dengan adanya rheostat ... hal ini yang sering menyulitkan setting pada low speed dan pada saat deselerasi - akselerasi pada putaran rendah ... Umumnya rheostat pada TPS ini besarnya 5k Ohm ... kalau dipasangin resistor 2k Ohm ... paralel dengan rheostat ... hasil signalnya gak linier ... lebih bagus dan response-nya juga bagus pada putaran rendah dan pada saat deselerasi-akselerasi pada putaran rendah. Ada kemungkinan dengan acara ini A/X gak ndut-ndutan lagi ... ketimbang mesti makai ECU non-VVTi.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 09-11-2006 16:48

PenyuTurbo Menulis:

zhe_ya Menulis:
Pak Penyu, soal green fade ini:
Berarti tiap penggantian kanvas/pad baru terjadi proses 'bedding-in' atau ngelapisi permukaan rotor dengan material dari kanvas tsb?
Prosedur yang benar seperti apa seharusnya?
Trims sebelumnya


Yess Boss, setiap ganti kanvas baru mesti dilakukan proses Bedding-In sesuai dengan petunjuk dan pelaksanaan yang tertera pada jenis kanvas yang digunakan.

Bahwa setiap kanvas baru itu permukaan-nya masih ada lapisan resin PHENOLIC-nya ... resin ini mesti ditransfer ke permukaan cakram, ... prosedur umunya adalah sbb :

1. Setelah kanvas dipasang ... Jalan di tol (jalan bebas hambatan) ... sampai mencapai kecepatan 100kpj atau 110kpj ... kemudian di rem dengan tekanan sedang sampai mobil melambat pada kecepatan 40kpj.  Lepaskan Rem dan gas lagi ampe 100kpj atau 110 kpj. Rem lagi ... tapi dengan tekanan pedal rem lebih keras ketimbang yang pertama ... ampe kecepatan 60 kpj. Ulangi prosedure tersebut sebanyak 10 KALI.

2. Setelah itu pada kecepatan 60kpj ... (setelah prosedur atas selesai) ... mobil di rem sampai deket-deket berhenti ... tapi gak boleh berhenti dengan adjusment tekanan kaki pada pedal rem (biar resin phenolicnya ter-transfer dengan bagus dan merata) .... lepas dan percepat lagi ke kecepatan 60kpj dan rem lagi seperti diatas ... yang ini diulang sebanyak 3 kali udah mencukupi.

Selesai sudah Proses Bedding-In ... dalam hal ini Permukaan kanvas baru udah sesuai dengan permukaan cakram. Begitu juga pada saat ganti cakram ... kanvasnya sebaiknya diganti juga yang baru sekalipun masih tebal.


Yah udah dijawab toh, kirain belum, yah yang ini lebih jelas dah..

Bang penyu, Apakah Proses Bedding-in ini, berlaku juga kalau ganti kanvas rem motor ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 09-11-2006 16:48

Den Bagus Menulis:
Shifu PT, prosedurnya kok "birokrat" banget sih  ...
Ada cara pintas yang dianggap pantas gak ? ...


Habis mau gimana lagi ... itu secara umum ... untuk pintasnya ... cek kanvas yang akan digunakan ... mesti ada prosedur bed-in nya. Biasanya juga Birokrat ... mau jalan pintas mesti KKN dengan yang bikin kanvas ... pesen khusus supaya gak perlu bed-in ... HahaHahaHaha.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Den Bagus - 09-11-2006 16:55

PenyuTurbo Menulis:

Den Bagus Menulis:
Shifu PT, prosedurnya kok "birokrat" banget sih  ...
Ada cara pintas yang dianggap pantas gak ? ...


Habis mau gimana lagi ... itu secara umum ... untuk pintasnya ... cek kanvas yang akan digunakan ... mesti ada prosedur bed-in nya. Biasanya juga Birokrat ... mau jalan pintas mesti KKN dengan yang bikin kanvas ... pesen khusus supaya gak perlu bed-in ... HahaHahaHaha.


Shifu PT, apa gak perlu check-in dulu sebelum bed-in ... Smile (j/k)


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - BUDI - 09-11-2006 16:56

PenyuTurbo Menulis:
Umumnya rheostat pada TPS ini besarnya 5k Ohm ... kalau dipasangin resistor 2k Ohm ... paralel dengan rheostat ... hasil signalnya gak linier ... lebih bagus dan response-nya juga bagus pada putaran rendah dan pada saat deselerasi-akselerasi pada putaran rendah. Ada kemungkinan dengan acara ini A/X gak ndut-ndutan lagi ... ketimbang mesti makai ECU non-VVTi.


He he he akhirnya rahasia ECU FIXED FUEL kebuka juga nih.Topdeh
Cuman ditambah 1 (satu) tahanan paralel + kapasitor agar lebih halus TPS-nya yg harganya tidak lebih dari Rp 500,- aza tetapi nyatanya ECU FIXED FUEL dijual Rp 1 juta oleh TAM/ADM.
Ndut-ndutan/sendatnya sih hanya berkurang banyak (ttp tidak hilang 100%) & kec rendah pada rpm rendahnya tidak ada sendat lagi, tetapi pemakaian bensin sedikit lebih boros di rpm rendahnya.

Pak Penyu klu rheostat TPS di-paralel dgn suatu tahanan tsb mustinya mapping ECU perlu diubah nggak sih ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 09-11-2006 17:09

BUDI Menulis:

PenyuTurbo Menulis:
Umumnya rheostat pada TPS ini besarnya 5k Ohm ... kalau dipasangin resistor 2k Ohm ... paralel dengan rheostat ... hasil signalnya gak linier ... lebih bagus dan response-nya juga bagus pada putaran rendah dan pada saat deselerasi-akselerasi pada putaran rendah. Ada kemungkinan dengan acara ini A/X gak ndut-ndutan lagi ... ketimbang mesti makai ECU non-VVTi.


He he he akhirnya rahasia ECU FIXED FUEL kebuka juga nih.Topdeh
Cuman ditambah 1 (satu) tahanan paralel + kapasitor agar lebih halus TPS-nya yg harganya tidak lebih dari Rp 500,- aza tetapi nyatanya ECU FIXED FUEL dijual Rp 1 juta oleh TAM/ADM.
Ndut-ndutan/sendatnya sih hanya berkurang banyak (ttp tidak hilang 100%) & kec rendah pada rpm rendahnya tidak ada sendat lagi, tetapi pemakaian bensin sedikit lebih boros di rpm rendahnya.

Pak Penyu klu rheostat TPS di-paralel dgn suatu tahanan tsb mustinya mapping ECU perlu diubah nggak sih ?


Gak usah ... karena range voltagenya tetep sama 0-5 volts ... cuman antara 0-5 Volts ... yang stok perubahannya linier ... sedang kalau dipasangin resistor tambahan jadi gak linier ... dari 0 melengkung ke atas menuju 5 Volts (kaya parabola - Cembung atau cekung tergantung dari sisi mana melihatnya).


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 09-11-2006 17:15

Apa sih fungsi dari TPS itu, dan apa pula hubungannya dengan Mapping ECU. memangnya cara kerjanya ECU dengan membaca tabel yah, makanya perlu di mapping segala, setiap terjadi perubahan ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - zhe_ya - 09-11-2006 18:12

PenyuTurbo Menulis:
Gak usah ... karena range voltagenya tetep sama 0-5 volts ... cuman antara 0-5 Volts ... yang stok perubahannya linier ... sedang kalau dipasangin resistor tambahan jadi gak linier ... dari 0 melengkung ke atas menuju 5 Volts (kaya parabola - Cembung atau cekung tergantung dari sisi mana melihatnya).


Pak Penyu kalo objective nya untuk irit maka resistor itu baiknya dipasang bagaimana?
misal kalo 5 volt = full throttle maka
1/2 throttle jadi berapa volt...(misal) 1 volt atau 4 volt?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - BUDI - 09-11-2006 18:51

PenyuTurbo Menulis:

BUDI Menulis:

PenyuTurbo Menulis:
Umumnya rheostat pada TPS ini besarnya 5k Ohm ... kalau dipasangin resistor 2k Ohm ... paralel dengan rheostat ... hasil signalnya gak linier ... lebih bagus dan response-nya juga bagus pada putaran rendah dan pada saat deselerasi-akselerasi pada putaran rendah. Ada kemungkinan dengan acara ini A/X gak ndut-ndutan lagi ... ketimbang mesti makai ECU non-VVTi.


He he he akhirnya rahasia ECU FIXED FUEL kebuka juga nih.Topdeh
Cuman ditambah 1 (satu) tahanan paralel + kapasitor agar lebih halus TPS-nya yg harganya tidak lebih dari Rp 500,- aza tetapi nyatanya ECU FIXED FUEL dijual Rp 1 juta oleh TAM/ADM.
Ndut-ndutan/sendatnya sih hanya berkurang banyak (ttp tidak hilang 100%) & kec rendah pada rpm rendahnya tidak ada sendat lagi, tetapi pemakaian bensin sedikit lebih boros di rpm rendahnya.

Pak Penyu klu rheostat TPS di-paralel dgn suatu tahanan tsb mustinya mapping ECU perlu diubah nggak sih ?


Gak usah ... karena range voltagenya tetep sama 0-5 volts ... cuman antara 0-5 Volts ... yang stok perubahannya linier ... sedang kalau dipasangin resistor tambahan jadi gak linier ... dari 0 melengkung ke atas menuju 5 Volts (kaya parabola - Cembung atau cekung tergantung dari sisi mana melihatnya).


Tks pak Penyu atas penjelasannya.

Btw yg dimaksud dgn perlunya re-mapping ECU krn ECU A/X sudah pakai sistem ESA (Electronic Spark Advance) utk Ignition Spark Management klu kurva lurusnya diubah menjadi melengkung maka hal tsb akan dikompensasikan oleh sistem ESA tsb.
Sebagai contohnya waktu signal sensor MAP di-paralel dgn kapasitor maka transient tegangan sensor MAP sedikit diubah (tidak lurus lagi tetapi agak lengkung/gradually) setelah diamati melalui Toyota Intelligent Tester-2 (IT2) ternyata saat kurva tegangan signal sensor MAP tsb lebih tinggi tegangannya dibanding kurva originalnya maka sistem ESA tsb juga akan lebih memundurkan waktu pengapian (retarded) dari originalnya shg keinginan utk meningkatkan performa mesin dgn sedikit mengemukan AFR (menambah semprotan bensin) dgn cara menaikan kurva tegangan sensor MAP tidak berhasil.
Apakah perubahan kurva TPS (Throttle Position Sensor) tsb tidak dikompensasi pula oleh sistem ESA di mapping ECU-nya ? Krn menurut TAM/ADM selain modif di TPS utk menaikan jumlah bensin yg disemprotkan ECU di rpm rendah, juga dilakukan re-mapping ESA-nya agar tidak mengubah waktu pengapiannya.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 09-11-2006 21:18

Anton G Menulis:
Apa sih fungsi dari TPS itu, dan apa pula hubungannya dengan Mapping ECU. memangnya cara kerjanya ECU dengan membaca tabel yah, makanya perlu di mapping segala, setiap terjadi perubahan ?


Fungsinya untuk menentukan Beban Mesin (Engine Load), berdasarkan bukaan Throttle Plate (butterfly) sehingga bisa diprediksi jumlah udara yang masuk ... supaya ECU bisa ngeset berapa jumlah BBM yang harus disemburkan kedalam ruang bakar supaya AFR-nya sesuai dengan pemetaan-nya (Mapping). Bukaan butterfly ini akan memperkecil vakum pada intake manifold ... yang kemudian oleh MAP dikirimkan ke ECU supaya ECU bisa menentukan/ngetung Efisiensi Volumetrik. Ditambah dengan RPM Sensor dan ECT Engine Coolant Temperature) Sensor ... maka ECU dapat memberikan komando pada bukaan injector dan VVT pulley untuk menggerakan camshaft intake valve.

Hehehehehehe tambah rumit aja .... WallbashWallbashWallbash


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 09-11-2006 21:30

zhe_ya Menulis:

PenyuTurbo Menulis:
Gak usah ... karena range voltagenya tetep sama 0-5 volts ... cuman antara 0-5 Volts ... yang stok perubahannya linier ... sedang kalau dipasangin resistor tambahan jadi gak linier ... dari 0 melengkung ke atas menuju 5 Volts (kaya parabola - Cembung atau cekung tergantung dari sisi mana melihatnya).


Pak Penyu kalo objective nya untuk irit maka resistor itu baiknya dipasang bagaimana?
misal kalo 5 volt = full throttle maka
1/2 throttle jadi berapa volt...(misal)  1 volt atau 4 volt?


Supaya irit ya pekerjaan mapping-nya yang harus diubah ... pemetaan antara putaran mesin (RPM) dan AFR-nya ... bukan dari voltase sensornya.

Pemasangan resistor ini bertujuan untuk memperbaiki Engine Response pada putaran rendah dan pada saat terjadi deselerasi dan akselerasi ... dalam arti kata memperbaiki DRIVABILITY ...

IRIT ... tapi kalau ndut-ndutan terus bersama INUL ... kan ngeselin. Yang penting drivability enak ... sedap ... dan nyaman WhistlingWhistlingWhistling


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 09-11-2006 21:53

BUDI Menulis:
Btw yg dimaksud dgn perlunya re-mapping ECU krn ECU A/X sudah pakai sistem ESA (Electronic Spark Advance) utk Ignition Spark Management klu kurva lurusnya diubah menjadi melengkung maka hal tsb akan dikompensasikan oleh sistem ESA tsb.
Sebagai contohnya waktu signal sensor MAP di-paralel dgn kapasitor maka transient tegangan sensor MAP sedikit diubah (tidak lurus lagi tetapi agak lengkung/gradually) setelah diamati melalui Toyota Intelligent Tester-2 (IT2) ternyata saat kurva tegangan signal sensor MAP tsb lebih tinggi tegangannya dibanding kurva originalnya maka sistem ESA tsb juga akan lebih memundurkan waktu pengapian (retarded) dari originalnya shg keinginan utk meningkatkan performa mesin dgn sedikit mengemukan AFR (menambah semprotan bensin) dgn cara menaikan kurva tegangan sensor MAP tidak berhasil.
Apakah perubahan kurva TPS (Throttle Position Sensor) tsb tidak dikompensasi pula oleh sistem ESA di mapping ECU-nya ? Krn menurut TAM/ADM selain modif di TPS utk menaikan jumlah bensin yg disemprotkan ECU di rpm rendah, juga dilakukan re-mapping ESA-nya agar tidak mengubah waktu pengapiannya.


Sebenarnya driver utama ESA adalah Knock Sensor ... yang selalu memonitor BBM yang dipakai (Premium atau Pertamax atau Pertamax Plus atau Shell atau Petronas) ... berdasar informasi knock sensor inilah ESA akan bekerja ... memanjukan dan memundurkan spark timing supaya gak terjadi pinging/knocking/ngelitik.

Sekiranya knock sensor gak dipasang ... maka penggunaan ESA yang mengikuti signal MAP atau juga signal TPS ... ya sebenarnya gak efektif atau bukan pada tempatnya ... istilahnya SADIS (Salah Disain) ... dan hanya bertujuan untuk mengurangi waktu pembakaran sehingga power yang dihasilkan gak optimum. Mungkin disinilah letaknya Marketing yang A/X bisa minum Premium walaupun kompresinya 10:1 ... lha wong spark timingnya juga melibatkan MAP dan mungkin juga TPS. Padahal MAP dan TPS ini kan untuk menentukan jumlah udara yang masuk dan volumetrik effisiensinya (dapet engine load) sehingga catuan BBM akan mengikuti pemetaan yang udah diprogram. Itu semua menurut saya lho ... bisa saja saya yang keliru.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 09-11-2006 21:54

Den Bagus Menulis:

PenyuTurbo Menulis:

Den Bagus Menulis:
Shifu PT, prosedurnya kok "birokrat" banget sih  ...
Ada cara pintas yang dianggap pantas gak ? ...


Habis mau gimana lagi ... itu secara umum ... untuk pintasnya ... cek kanvas yang akan digunakan ... mesti ada prosedur bed-in nya. Biasanya juga Birokrat ... mau jalan pintas mesti KKN dengan yang bikin kanvas ... pesen khusus supaya gak perlu bed-in ... HahaHahaHaha.


Shifu PT, apa gak perlu check-in dulu sebelum bed-in ...  Smile (j/k)


Ya mesti check-in dulu supaya waktu bed-in nya gak digrebek ama hansip ... WhistlingWhistlingWhistling


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 09-11-2006 21:57

Representasi penambahan Resistor pada TPS (Throttle Position Sensor) ... lhooo ... bukannya Tempat Pemungutan Suara ... ntar dikira kampanya gw ... Topdeh




RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 09-11-2006 22:01

Anton G Menulis:
Bang penyu, Apakah Proses Bedding-in ini,  berlaku juga kalau ganti kanvas rem motor ?


Sama aja sih ... sepanjang menyangkut kanvas dan cakram.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 16-11-2006 18:14

Apa sih yang dimaksud dengan "GOOP problems" , dalam hubungannya dengan oli ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Bobby Sant - 16-11-2006 18:32

PenyuTurbo Menulis:

BUDI Menulis:
Btw yg dimaksud dgn perlunya re-mapping ECU krn ECU A/X sudah pakai sistem ESA (Electronic Spark Advance) utk Ignition Spark Management klu kurva lurusnya diubah menjadi melengkung maka hal tsb akan dikompensasikan oleh sistem ESA tsb.
Sebagai contohnya waktu signal sensor MAP di-paralel dgn kapasitor maka transient tegangan sensor MAP sedikit diubah (tidak lurus lagi tetapi agak lengkung/gradually) setelah diamati melalui Toyota Intelligent Tester-2 (IT2) ternyata saat kurva tegangan signal sensor MAP tsb lebih tinggi tegangannya dibanding kurva originalnya maka sistem ESA tsb juga akan lebih memundurkan waktu pengapian (retarded) dari originalnya shg keinginan utk meningkatkan performa mesin dgn sedikit mengemukan AFR (menambah semprotan bensin) dgn cara menaikan kurva tegangan sensor MAP tidak berhasil.
Apakah perubahan kurva TPS (Throttle Position Sensor) tsb tidak dikompensasi pula oleh sistem ESA di mapping ECU-nya ? Krn menurut TAM/ADM selain modif di TPS utk menaikan jumlah bensin yg disemprotkan ECU di rpm rendah, juga dilakukan re-mapping ESA-nya agar tidak mengubah waktu pengapiannya.


Sebenarnya driver utama ESA adalah Knock Sensor ... yang selalu memonitor BBM yang dipakai (Premium atau Pertamax atau Pertamax Plus atau Shell atau Petronas) ... berdasar informasi knock sensor inilah ESA akan bekerja ... memanjukan dan memundurkan spark timing supaya gak terjadi pinging/knocking/ngelitik.

Sekiranya knock sensor gak dipasang ... maka penggunaan ESA yang mengikuti signal MAP atau juga signal TPS ... ya sebenarnya gak efektif atau bukan pada tempatnya ... istilahnya SADIS (Salah Disain) ... dan hanya bertujuan untuk mengurangi waktu pembakaran sehingga power yang dihasilkan gak optimum. Mungkin disinilah letaknya Marketing yang A/X bisa minum Premium walaupun kompresinya 10:1 ... lha wong spark timingnya juga melibatkan MAP dan mungkin juga TPS. Padahal MAP dan TPS ini kan untuk menentukan jumlah udara yang masuk dan volumetrik effisiensinya (dapet engine load) sehingga catuan BBM akan mengikuti pemetaan yang udah diprogram. Itu semua menurut saya lho ... bisa saja saya yang keliru.


Pak, kayaknya kompresi AX udah gak 10:1.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - BUDI - 16-11-2006 18:48

Bobby Sant Menulis:

PenyuTurbo Menulis:

BUDI Menulis:
Btw yg dimaksud dgn perlunya re-mapping ECU krn ECU A/X sudah pakai sistem ESA (Electronic Spark Advance) utk Ignition Spark Management klu kurva lurusnya diubah menjadi melengkung maka hal tsb akan dikompensasikan oleh sistem ESA tsb.
Sebagai contohnya waktu signal sensor MAP di-paralel dgn kapasitor maka transient tegangan sensor MAP sedikit diubah (tidak lurus lagi tetapi agak lengkung/gradually) setelah diamati melalui Toyota Intelligent Tester-2 (IT2) ternyata saat kurva tegangan signal sensor MAP tsb lebih tinggi tegangannya dibanding kurva originalnya maka sistem ESA tsb juga akan lebih memundurkan waktu pengapian (retarded) dari originalnya shg keinginan utk meningkatkan performa mesin dgn sedikit mengemukan AFR (menambah semprotan bensin) dgn cara menaikan kurva tegangan sensor MAP tidak berhasil.
Apakah perubahan kurva TPS (Throttle Position Sensor) tsb tidak dikompensasi pula oleh sistem ESA di mapping ECU-nya ? Krn menurut TAM/ADM selain modif di TPS utk menaikan jumlah bensin yg disemprotkan ECU di rpm rendah, juga dilakukan re-mapping ESA-nya agar tidak mengubah waktu pengapiannya.


Sebenarnya driver utama ESA adalah Knock Sensor ... yang selalu memonitor BBM yang dipakai (Premium atau Pertamax atau Pertamax Plus atau Shell atau Petronas) ... berdasar informasi knock sensor inilah ESA akan bekerja ... memanjukan dan memundurkan spark timing supaya gak terjadi pinging/knocking/ngelitik.

Sekiranya knock sensor gak dipasang ... maka penggunaan ESA yang mengikuti signal MAP atau juga signal TPS ... ya sebenarnya gak efektif atau bukan pada tempatnya ... istilahnya SADIS (Salah Disain) ... dan hanya bertujuan untuk mengurangi waktu pembakaran sehingga power yang dihasilkan gak optimum. Mungkin disinilah letaknya Marketing yang A/X bisa minum Premium walaupun kompresinya 10:1 ... lha wong spark timingnya juga melibatkan MAP dan mungkin juga TPS. Padahal MAP dan TPS ini kan untuk menentukan jumlah udara yang masuk dan volumetrik effisiensinya (dapet engine load) sehingga catuan BBM akan mengikuti pemetaan yang udah diprogram. Itu semua menurut saya lho ... bisa saja saya yang keliru.


Pak, kayaknya kompresi AX udah gak 10:1.


Klu dibrosurenya Toyota Avanza Malaysia & Thailand jelas-jelas tertulis compression ratio 10 : 1 (mesinnya = Avz VVTi 1300cc S A/T).
Klu yg non-VVTi kurang tahu pak, ttp kayaknya P/N head cylinder & pistonnya sama aza antara non VVTi & VVTi yg lama kok.

Klu mesin K3-VE2 yg nyampe 110 HP/7000 rpm (NA) itu compression rationya 11 : 1.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 16-11-2006 18:54

Bobby Sant Menulis:
Pak, kayaknya kompresi AX udah gak 10:1.


Test aja Warm Crank Compressiom ... kalau tekanan-nya disekitar 140 psi s/d 160 psi ... berarti CR nya deket-deket +/- 10 : 1.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 16-11-2006 18:56

Anton G Menulis:
Apa sih yang dimaksud dengan "GOOP problems" , dalam hubungannya dengan oli ?


Mesti ditanyain ke yang Empoenya Web ... karena banyank menyangkut Anjing.095


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Bobby Sant - 16-11-2006 19:28

PenyuTurbo Menulis:

Anton G Menulis:
Apa sih yang dimaksud dengan "GOOP problems" , dalam hubungannya dengan oli ?


Mesti ditanyain ke yang Empoenya Web ... karena banyank menyangkut Anjing.095


Itu mah guk...guk... Haha


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - BUDI - 16-11-2006 19:45

PenyuTurbo Menulis:

Bobby Sant Menulis:
Pak, kayaknya kompresi AX udah gak 10:1.


Test aja Warm Crank Compressiom ... kalau tekanan-nya disekitar 140 psi s/d 160 psi ... berarti CR nya deket-deket +/- 10 : 1.


Betul pak, crank compressionnya mesin A/X non-VVTi sekitar 150 psi.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Chandra - 18-11-2006 21:21

waduh, kalo masuk thread turbo lebih seru nih Pak Penyu Turbo..
Yagak tapi makasih deh.. ada tambahan ilmu nih


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - BUDI - 20-11-2006 16:35

PenyuTurbo Menulis:

Bobby Sant Menulis:
Pak, kayaknya kompresi AX udah gak 10:1.


Test aja Warm Crank Compressiom ... kalau tekanan-nya disekitar 140 psi s/d 160 psi ... berarti CR nya deket-deket +/- 10 : 1.


Pak Bobby,

Coba klik di http://img241.imageshack.us/my.php?image=efisystempage061hi8.jpg utk referensi batas crank compression di mesin K3-VE A/X VVTi yi 1471 kPa pada 330 rpm, lengkap dgn cara pengetesannya.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Bobby Sant - 20-11-2006 17:30

BUDI Menulis:

PenyuTurbo Menulis:

Bobby Sant Menulis:
Pak, kayaknya kompresi AX udah gak 10:1.


Test aja Warm Crank Compressiom ... kalau tekanan-nya disekitar 140 psi s/d 160 psi ... berarti CR nya deket-deket +/- 10 : 1.


Pak Bobby,

Coba klik di http://img241.imageshack.us/my.php?image=efisystempage061hi8.jpg utk referensi batas crank compression di mesin K3-VE A/X VVTi yi 1471 kPa pada 330 rpm, lengkap dgn cara pengetesannya.


Pak Budi, kalau mesin AX yg VVT-i gua percaya kompresinya udah 10:1 tapi kalau yg non VVT-i bisa jadi kops silinder sudah dirubah shg kompresinya sudah kurang dari 10:1.

Supaya jelas, si Andreas kudu ngetes nih...


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 22-11-2006 17:30

PenyuTurbo Menulis:
Kesian ini thread kagak ada yang nyentuh ... nambah 1 ... yang orang gak suka nanya :

PCV (Positive Crankcase Ventilation)

Dengan adanya naik turunnya Piston/silinder/seher dan adanya Gas-Gas pembakaran dalam ruang bakar (baik yang terbakar maupun yang gak termasuk di dalamnya uap air) yang menyusup melalui celah celah ring seher dan dinding silinder masuk ke dalam Ruangan Poros Engkol (Crankcase) ... lama-kelamaan tekanan dalam crankcase akan menjadi besar dan ada kemungkinan oli akan keluar melalui, yang pasti bila dibiarin ... campuran gas tersebut (termasuk uap oli) akan meng-kontaminasi oli membentuk asam yang bikin korosi komponen dalam mesin dan juga akan terjadi pembentukan sludge yang dapat mengeras dan merusakkan komponen dalam mesin. Gas-gas hasil pembakaran (atupun yang belum sempat ternakar) yang masuk kedalam ruangan poros engkol disebut dengan BLOWBY GAS.

Untuk menghindari hal tersebut ... maka dibuatlah sistem pernafasan atau Breathing System yang sering disebut dengan istilah PCV (Positive Crankcase Ventilation) ... dalam arti kata jika tekanan dalam crankcase melebihi tekanan luar (ambient Pressure) ... maka Campuran gas-gas ini (uap air + UHC + Uap Oli + CO2 + CO + NOx) dihisap keluar dan disalurkan kembali ke INTAKE Manifold untuk dibakar ulang supaya bila keluar knalpot udah bersihan dikit ... ketimbang langsung dibuang ke alam bebas. Komponennya berupa Breather Box (yang biasanya nempel di blok mesin) ... dari breather box disambung selang dengan cabang dua ... satu cabang langsung ke intake manifold dan satu cabang lagi disambungkan ke Air Intake Hose antara FB dengan Throttle Body.

Dengan kurun waktu ... PCV ini bisa tersumbat oleh endapan karbon/arang ... jika tersumbat maka tanda-tandanya adalah oli akan keluar/merembes melalui reservoir oli/blok mesin dan atau melalui Penutup Valve+Camshaft atau kadang-kadang keluar melalui Tutp Pengisian Oli.

Untuk memastikan tersumbat gak-nya PCV ... maka hidupkan mesin dalam kondisi idle (stasioner) ... kemudian buka tutup pengisian oli ... dan letakkan diatas lubangnya (jangan dikencangkan/diputar ... cukup diletakkan aja) ... amati baik-baik ... jika ternyata Tutup Pengisian Oli tersebut ... bergoyang mengikuti irama-nya si INUL ... artinya PCV sudah tersumbat ... perlu pembersihan sistem PCV-nya.

Akan tetapi jika Tutup Pengisian Oli tadi gak bergoyang bersama INUL ... maka merembesnya oli keluar dikarenakan gasket yang udah rusak ... dalam hal ini tinggal ganti Gasketnya ajah.


DIY penggantian PCV itu gampang ngak, Kalau DIY Gasket gampang juga ngak ? Seperti apa sih Bang ?


PS : Udah pernah cek pengukur oli mobil Avanzanya ngak, perasaan gua pengukur oli ini panjang bangat yah, sampai nariknya aja susah !!!


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 22-11-2006 17:39

Anton G Menulis:
DIY penggantian PCV itu gampang ngak,  Kalau DIY Gasket gampang juga ngak ? Seperti apa sih Bang ?

DIY PCV itu gak susah biasanya di block mesin cuman ada BREATHER VALVE atau kadang Oil Separator Box ... dari komponen ini disambung dengan hose/selang ... kemudian selangnya bercabang (pakai T-Branch ... sering disebut dengan FLAME TRAP) ... yang cabang kecil (ukuran selangnya kecil) menuju ke Intake Manifold Vacuum (tujuannya untuk mbantu ngisep kalau-kalau di Crankcase tekanannya positif) ... dan cabang yang stu lagi (selangnya biasanya agak besar) disambungkan ke Intake Hose antara FB dengan Trottle Body. Yang penting tahu sirkuitnya dan fungsinya ... baru kalau DIY udah ngerti apa yang mesti dilakuin.

Anton G Menulis:
PS : Udah pernah cek pengukur oli mobil Avanzanya ngak, perasaan gua pengukur oli ini panjang bangat yah, sampai nariknya aja susah !!!


Karena Oil Pan (reservoir oli) letaknya dibawah dan supaya gampang aksesnya ya mesti dibuat panjang. Kalau dibuat pebdek sekali bisa aja ... cuman kalau mau ngecek level oli mesti ngolong ... mau gak 095


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 23-11-2006 11:51

Chandra Menulis:
waduh, kalo masuk thread turbo lebih seru nih Pak Penyu Turbo..
Yagak tapi makasih deh.. ada tambahan ilmu nih


Dah tak pindahin ke Modif ... Turbocharger Whistling


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 24-11-2006 20:51

PenyuTurbo Menulis:

BUDI Menulis:
Data yg dikirim oleh oxygen sensr di Avanza/Xenia VVTi adalah tegangan listrik AC (bolak-balik). Tegangan AC yg dihasilkan oksigen sensor sebanding dgn konsentrasi oksigen di exhaust manifold yi :


Pak Budi,

Signal yang dihasilkan oleh Oxygen sensor adalah tegangan DC bukannya AC ... Bolak-baliknya signal (bouncing signal) pada alat ukur itu menunjukkan sedikit banyaknya konsentrasi dalam gas buang ... sehingga voltase-nya yang diukur oleh alat ukur akan bolak-balik dan ini sesuai dengan kerja ECU yang mengurangi dan menambah pasikan BBM. Penambahan dan pengurangan pasokan BBM ini yang akan mengubah kandungan/konsentrasi Oksigen dalam gas buang. Yang saya amati dalam alat ukur AFR ... pada kondisi cruising (hih speed) ... signal ini bouncing dari lean ke rich sebanyak 8 kali/detik ... cukup cepat ... Pada saat WOT ... maka ECU tidak mengindhkan lagi signal dari ECU dan ECU akan memompa BBM lebih banyak supaya kondisinya RICH (Open Loop) ... untuk mencegah engine overheated. Pada saat Coast down ... ECU juga gak mengindahkan signal dari O2S dalam beberapa saat (jadi Open Loop) ... setelah itu balik lagi ke Closed Loop.


Tanya lanjut lagi deh...!!!

Jika saya tidak salah mencerna penjelasan dari para suhu, maka dalam pengertian saya bahwa ECU tersebut melakukan penambahan dan pengurangan pasokan BBM berdasarkan output dari Exhaust yang ditangkap oleh Oxigen Sensor. Jika sensornya mengirimkan lean (voltase kurang dari 0.45) maka ecu akan menambahkan BBM, jika RICH (voltase lebih besar dari 0.45) maka ECU akan mengurangi jumlah BBM.

Tujuan ECU adalah untuk mencapai kondisi lamda = 0 atau AFR = 1:14.7, sehingga didapatkan kondisi paling ideal dalam pembakaran tersebut.

Dalam pemikiran saya. Kondisi tersebut pasti akan sulit dicapai, karena ECU bekerja berdasarkan output yang bersifat variabel. jika lean maka tambah, jika rich kurangin. Satu satunya cara untuk mencapai tersebut terletak pada Styling Drive, itulah sebabnya styling drive tersebut sangat berpengaruh terhadap keiritan bensin. Makin konstan kita driving mobil maka akan makin irit BBMnya.

Yang menjadi pertanyaan saya adalah dalam hal penambahan aditif MPT. Bukankah salah satu fungsi dari MPT tersebut adalah membuat bensin menjadi terbakar semua, artinya tidak ada yang tersisa, Nah pada saat ini tercapai maka Sensor oksigen akan mengirimkan ke ECU volt rendah (karena jumlah oksigen yang keluar sedikit, soalnya sudah terbakar semua) dan karena volt yang dikirim ke ECU itu rendah, maka ECU akan menyemprotkan BBM lebih banyak lagi. dan kondisi ini akan terus berulang-ulang terjadi. Nah Kalau demikian kerjanya artinya

MAKAI MPT AKAN MEMBUAT BENSIN TAMBAH BOROS ? :ha.ha

Benar ngak yah ? Smile


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - BUDI - 25-11-2006 08:09

Pak Anton G,

Mungkin lebih baik pak Anton kenali cara kerja/pikir ECU dahulu di http://www.autoshop101.com/forms/h25.pdf (di page 15 dijelaskan cara kerja/pikir ECU dgn sensor O2 saat CLOSED LOOP OPERATION).


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Chandra - 25-11-2006 08:31

PenyuTurbo Menulis:

Chandra Menulis:
waduh, kalo masuk thread turbo lebih seru nih Pak Penyu Turbo..
Yagak tapi makasih deh.. ada tambahan ilmu nih


Dah tak pindahin ke Modif ... Turbocharger Whistling


matur sembah suwun ... kanjeng Penyu Turbo Haha


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 25-11-2006 21:54

Anton G Menulis:
Tanya lanjut lagi deh...!!!

Jika saya tidak salah mencerna penjelasan dari para suhu, maka dalam pengertian saya bahwa ECU tersebut melakukan penambahan dan pengurangan pasokan BBM berdasarkan output dari Exhaust yang ditangkap oleh Oxigen Sensor. Jika sensornya mengirimkan lean (voltase kurang dari 0.45) maka ecu akan menambahkan BBM, jika RICH (voltase lebih besar dari 0.45) maka ECU akan mengurangi jumlah BBM.


Itu dari cara penjelasan secara sederhana untuk khalayak ramai supaya mudah untuk dipahami, ada banyak parameter-parameter yang berubah setiap saat dan perlu adanya koreksi. O2S itu digunakan untuk closed loop ... yang mana kondisi yang sesuai untuk closed loop adalah pada saat putaran mesin (RPM) dan Beban Mesin (Engine Load) adalah +/- konstan (tetap) ... kondisi ini adalah kondisi IDLE (Stasioner) dan kondisi CRUISING atau percepatan gerak mobil yamg relatif kecil. Diluar batas-batas kondisi tersebut, maka yang digunakan adalah Fuel Map atau Engine Load Map ... dalam arti kata fueling mesin berdasarkan pada Open Loop Operation ... yaitu pada saat kondisi percepatan mobil cukup cepat, deceleration/perlambatan dan pada saat WOT (Wide Open Throttle).

Anton G Menulis:
Tujuan ECU adalah untuk mencapai kondisi lamda = 0 atau AFR = 1:14.7, sehingga didapatkan kondisi paling ideal dalam pembakaran tersebut.


Tujuan ECU adalah memanage catu BBM pada mesin agar diperoleh kondisi pengendaraan yang nyaman dan sebisa-bisanya diusahakan untuk Irit BBM.

Lambda = 1, didefinisikan pada saat terjadi kondisi Stoichiometric (benar secara kimia) ... yang secara umum untuk BBM premium atau pertamax atau pertamax plus adalah 14.7 : 1 sebagai referenci/acuan lambda = 1.

Lambda < 1 adalah kondisi RICH (Gemuk) dimana perbandingan Udara dan BBM lebih kecil dari kondisi stoich .... 12 : 1 misalnya. Atau jika dikatakan Lambda = 0.8 ... maka AFR-nya adalah = 0.8*14.7 = 11.76 dalam arti kata AFR 11.76 : 1 itu sama saja lambda = 0.8.

Lambda > 1 adalah kebalikan dari diatas ... yaitu kondisi LEAN (Kurus) yang mana perbandingan Udara dan BBM melebihi kondisi stoich ... misalnya 17 : 1 ... AFR 17:1 ini adalah lambda = 17/14.7 = 1.16.

Pengambilan skala 1 pada lambda disesuaikan dengan skala pada signal O2S ... maka orang sering menyebut LAMBDA SENSOR atau OXYGEN SENSOR ... dua istilah yang identik.

Anton G Menulis:
Dalam pemikiran saya. Kondisi tersebut pasti akan sulit dicapai, karena ECU bekerja berdasarkan output yang bersifat variabel. jika lean maka tambah, jika rich kurangin. Satu satunya cara untuk mencapai tersebut terletak pada Styling Drive, itulah sebabnya styling drive tersebut sangat berpengaruh terhadap keiritan bensin. Makin konstan kita driving mobil maka akan makin irit BBMnya.


Memang kondisi ideal itu sulit untuk dicapai dalam arti kata Kenyamanan berkendara (performance dan Drivability) dengan Objective Irit BBM sulit untuk dicapai bersamaan ... hanya para engineer berusaha untuk meng-OPTIMUM kan kondisinya. Antara Racing Car dan Street Car adalah berbada dalam memprogram management mesin ... Jarang sekali Racing Car diset mesti IRIT BBM ... demikian juga sebaliknya Steet Car jarang di set untuk kegunaan Racing ... kecuali harus dengan modifikasi.

Pada kenyataannya perilaku para driver ini yang sering punya keinginan yang muluk-muluk ... sering mbejek pedal gas atau speeding dan maunya IRIT BBM. Perlu diingat bahwa berat kendaraan itu mempunyai kelembaman ... sehingga untuk mencapai pada kecepatan tertentu tidaklah dengan serta-merta ... perlu waktu dan percepatan. Semakin besar percepatannya untuk berat kendaraan tertentu maka menurut Bung NEWTON ... akan diperlukan gaya yang lebih besar ... yang Ujung-Ujungnya Powernya mesti dibesarin ... Membesarkan Power/tenaga ... bukan dengan acara hanya menambah udara (oksigen) akan tetapi BBM ... BBM inilah yang memberikan tenaga sedang Oksigen diperlukan untuk mengubah energi yang terkandung dalam BBM menjadi TENAGA Gerak.

Anton G Menulis:
Yang menjadi pertanyaan saya adalah dalam hal penambahan aditif MPT. Bukankah salah satu fungsi dari MPT tersebut adalah membuat bensin menjadi terbakar semua, artinya tidak ada yang tersisa, Nah pada saat ini tercapai maka Sensor oksigen akan mengirimkan ke ECU volt rendah (karena jumlah oksigen yang keluar sedikit, soalnya sudah terbakar semua) dan karena volt yang dikirim ke ECU itu rendah, maka ECU akan menyemprotkan BBM lebih banyak lagi. dan kondisi ini akan terus berulang-ulang terjadi. Nah Kalau demikian kerjanya artinya

MAKAI MPT AKAN MEMBUAT BENSIN TAMBAH BOROS ? :ha.ha

Benar ngak yah ? Smile


ECU dalam menentukan jumlah perbandingan AFR tidaklah memperhitungkan Parameter Sifat Fisik Kemampuan Penguapan BBM ... yang dihtung hanyalah jumlah udara dan jumlah BBM yang harus disemburkan.

Berdasar pada kenyataan bahwa penguapan BBM itu tidak 100%, katakanlah hanya 80% ... maka pada saat ECU mencatu BBM pada kondisi Lambda = 1 ... yang terjadi adalah AFR LEAN (kurus) tenaga akan berkurang dari apa yang diharapkan ... dengan adanya sensor dari O2S ... maka akan dikoreksi ... BBM yang disemburkan lebih banyak sehingga jumlah uap BBM yang bercampur dengan Udara menjadi deket dengan kondisi Lambda = 1.

Penambahan MPT itu untuk membantu penguapan BBM hingga deket-deket ke 100% ... sehingga antara AFR programmed dengan yang aktual terjadi kesesuaian (AFR menjadi akurat) ... Power bertamah ... bukan karena MPT menambah tenaga ... MPT hanya membantu mengubah tenaga yang mubazir menjadi tenaga yang berguna.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 26-11-2006 03:12

MANAJEMEN MESIN

Dasar-Dasar dan Istilah Manajemen Mesin

Sistem Manajemen mesin-mesin moderen (generasi baru), dengan diperkenalkannya berbaga macam sistem speperti VVT-I, VVTL-I, VTEC, I-VETC, VANOS, Double VANOS, MIVEC dsb ... adalah sistem yang bertujuan untuk dasarnya adalah untuk (1). Mencatu BBM kedalam ruang bakar pada jumlah yang betul. (2) Membakar Campuran Udara dan BBM pada waktu yang tepat. Itu semua dikendalikan oleh computer yang dipasang di mobil ... yang dikenal dengan sebutan ECU (Engine Control Unit) atau EMS (Engine Management System) atau ECM (Engine Control Managemet). Apapun istilahnya ... tujuannya adalah sama.

Lalu Apa itu ECU/EMS/ECM 095
ECU/EMS/ECM adalah perangkat komputer (custome built) yang mengendalikan pengoperasian mesin dengan cara memonitor Putaran Mesin, Beban dan Temperature/Suhu Mesin, jumlah udara yang masuk dalam ruang bakar dan sebagai feedbacknya akan mengatur jumlah catuan BBM dan pengapian/pembakaran secara tepat dan efisien. Sistem tersebut akan terkandung dua sub-sistem utama ... yaitu Injection System (Sistem Injeksi) dan Ignition System (Sistim Pembakaran).

Dah ngantuk, ... berhenti dulu disini ... dan bersambung ...


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 27-11-2006 03:09

MANAJEMEN MESIN

Apa sebenarnya pengertian dan maksud MAP095

Catatan : MAP disini bukan yang Manifold Absolute Pressure

Banyak diantara kita yang udah sering mendengar istilah "Mapped Ignition" (Peta Pengapian ... kalau bisa diterjemahkan demikian) dan "Mapped Injection" (Peta Injeksi) ... akan tetapi gak dimenegrti apa sebenarnya yang dimaksud dengan istilah diatas.

Kita ketahui bahwa mesin itu beroperasi memerlukan pengaturan BBM dan pengaturan timing pembakaran yang tentunya berubah mengikuti kondisi mesin. Dua kondisi penentu beroperasinya mesin adalah PUTARAN (RPM) dan BEBAN MESIN ... dalam istilahe wong londo Engine Speed dan Engine Load. Sebuah PETA (MAP) adalah tidak lebih sebuah tabel hubungan antara Putaran dan Beban yang didalamnya diprogram pencatuan BBM dan Timing Pembakaran yang sesuai dengan putaran dan beban mesin tersebut.

Secara sekilas, tampak ada dua jenis pemetaan ... (1) Injector Timing atau Peta BBM yang sesuai untuk setiap kombinasi Putaran dan Beban Mesin ... (2) Ignition Timing atau Peta Pengapian yang sesuai untuk setiap kombinasi Putaran dan Beban Mesin ... semuanya udah diprogram dalam EMS (Engine Management System)

Putaran Mesin (RPM) itu didapat dari adanya sensor yang dipasang pada Poros Engkol (Crankshaft) ataupun bisa juga diletakkan di distributor pengapian busi. Sedang Beban Mesin diperoleh dengan menggunakan TPS (Throttle Position Sensor - Sensor Bukaan Skep) atau MAF (Mass Air Flow). Kedua parameter itulah sebagai kunci untuk menentukan setingan BBM dan timing Pengapian.

Sebagai contoh Peta Pengapian adalah seperti berikut :



Posisi Horisontal adalah sisi Putaran Mesin (RPM) ... dibuat peningkatan untuk setiap 1000 RPM. Untuk program yang lebih halus lagi interval pembagiannya untuk setiap 500 RPM ... kalau mau lebih halus lagi ya 250 RPM.

Posisi Vertikal adalah sisi Beban Mesin ... yang dibagi kedalam 8 bagian. 0 untuk posisi skep masih tertutup (idle/stasioner) dan 7 untuk posisi skep terbuka penuh.

Contohnya : pada Putaran 3000 RPM dan Beban Mesin (bukaan skep) setengah (nilai 4) ... maka timing pengapiannya adalah 25.

Angka 25 ini adalah besar sudut (dalam derajad) sebelum TDC (Top Dead Center) ... sering dikenali dengan ADVANCE TIMING.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - zhe_ya - 27-11-2006 05:39

Pak Penyu,
Berarti kalau di mesin jaman dulu fungsi pemunduran waktu timing terhadap beban mesin diwakili oleh "vacuum advancer" yang nempel di distributor ya? Dan timing pengapian nggak berubah terhadap rpm (kalau masih pakai platina)?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Den Bagus - 27-11-2006 08:57

Anton G Menulis:
Gua juga sayang nih ama thread, cuman sementara ini masih bingung mau nanya apa ? Jadi supaya ini thread ngak mati mending gua kirim tips deh yang gua ambil dari mobilku.com

Sayangi sistem exhaust

Catalytic Converter adalah komponen paling mahal dan –mungkin- paling dikenal dalam sistem exhaust. Fungsi utamanya adalah membakar unsur-unsur hidrokarbon (unsur utama pembentuk bensin) yang belum terbakar. Catalytic converter disusun oleh komponen-komponen kimiawi yang terkuras seiring waktu. Komponen kimiawi itu dilepas untuk bereaksi dengan hidrokarbon yang menghasilkan gas-gas ramah lingkungan. Jadi catalytic converter punya umur, yang bila tiba waktunya harus diganti. Indikasinya, bila tercium bau bensin dari ujung knalpot meskipun mesin bergerak halus dan efisien. Karena harganya mahal, maka beri perhatian lebih pada problem-problem kecil yang bisa mengurangi usia pakai catalytic converter.


Sorry mundur lagi, abis mau maju udah mentok ... hehe

Mohon pencerahannya, gimana sih cara menganalisa kesehatan CC ? ...
Maksudnya biar bisa tau berapa lama lagi usia pakainya (biar gak jantungan ketika CC-nya divonis mati, sementara usia pakai normal-nya maksimal berapa lama ya ...
Trus kalo CC udah divonis mati efeknya apa aja ya ...

-taunyacumanyetirdoanknih-


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 27-11-2006 09:55

zhe_ya Menulis:
Pak Penyu,
Berarti kalau di mesin jaman dulu fungsi pemunduran waktu timing terhadap beban mesin diwakili oleh "vacuum advancer" yang nempel di distributor ya? Dan timing pengapian nggak berubah terhadap rpm (kalau masih pakai platina)?


Boil-boil zaman dulu ... yang masih pakai platina (istilahnya) .... timingnya sama disepanjang putaran mesin ... Jika ada kejadian ngelitik di mesin ... ya terpaksa tangan kita yang maju mundurin (muter maju dan mundur distributor) timing sampai gak ngelitik.

Boil gw walaupun udah ada EFI ... tapi untuk fueling aja ... sedang timing masih ngatur sendiri melalui distributor Wallbash


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - BUDI - 27-11-2006 14:18

Pak Penyu Turbo,

Mau nanya dikit lagi pak.

1. Klu terjadi "Internal EGR" yg berlebihan shg sebagian besar gas exhaust terhisap balik ke intake manifold, maka hal apa saja yg akan dirasakan oleh sensor oksigen ?
Lebih kurus/leaner atau lebih kaya/richer dibandingkan jika tidak/sedikit terjadi internal EGR saja.

2. Klu terjadi kebocoran kecil di up-stream exhaust manifold (sebelum sensor oksigen) maka sensor oksigen dapat memberikan signal lebih kurus/leaner ke ECU shg ECU akan memperkaya AFR akibatnya pemakaian bensin jadi boros. Setuju khan.
Yg mau ditanyakan klu CC (Catalytic Converter) dicopot & sensor oksigen tetap dipakai shg sensor oksigen dapat berhubungan langsung dgn udara luar (yg mengandung 78% oksigen) di ujung knalpot, apakah sensor oksigen juga akan memberikan signal lebih kurus/leaner ke ECU spt klu terjadi kebocoran kecil di up-stream exhaust manifold diatas ? Klu ya, berarti saat mencopot CC maka perlu dipasangin "one way valve" di saluran knalpot-nya.

Mohon pencerahannya... Tks.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 27-11-2006 18:43

PenyuTurbo Menulis:
MANAJEMEN MESIN

Sebagai contoh Peta Pengapian adalah seperti berikut :



Posisi Horisontal adalah sisi Putaran Mesin (RPM) ... dibuat peningkatan untuk setiap 1000 RPM. Untuk program yang lebih halus lagi interval pembagiannya untuk setiap 500 RPM ... kalau mau lebih halus lagi ya 250 RPM.



Interval RPM di mapping AvanzaXenia berapa rpm yah ?.




Kalau


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 27-11-2006 18:48

PenyuTurbo Menulis:
Contohnya : pada Putaran 3000 RPM dan Beban Mesin (bukaan skep) setengah (nilai 4) ... maka timing pengapiannya adalah 25.

Angka 25 ini adalah besar sudut (dalam derajad) sebelum TDC (Top Dead Center) ... sering dikenali dengan ADVANCE TIMING.



Timing itu kan waktu Kok satuannya jadi Derajat yah ?

Mohon pencerahannya Bang ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 27-11-2006 18:54

BUDI Menulis:
Pak Penyu Turbo,

Mau nanya dikit lagi pak.

1. Klu terjadi "Internal EGR" yg berlebihan shg sebagian besar gas exhaust terhisap balik ke intake manifold, maka hal apa saja yg akan dirasakan oleh sensor oksigen ?
Lebih kurus/leaner atau lebih kaya/richer dibandingkan jika tidak/sedikit terjadi internal EGR saja.

2. Klu terjadi kebocoran kecil di up-stream exhaust manifold (sebelum sensor oksigen) maka sensor oksigen dapat memberikan signal lebih kurus/leaner ke ECU shg ECU akan memperkaya AFR akibatnya pemakaian bensin jadi boros. Setuju khan.
Yg mau ditanyakan klu CC (Catalytic Converter) dicopot & sensor oksigen tetap dipakai shg sensor oksigen dapat berhubungan langsung dgn udara luar (yg mengandung 78% oksigen) di ujung knalpot, apakah sensor oksigen juga akan memberikan signal lebih kurus/leaner ke ECU spt klu terjadi kebocoran kecil di up-stream exhaust manifold diatas ? Klu ya, berarti saat mencopot CC maka perlu dipasangin "one way valve" di saluran knalpot-nya.

Mohon pencerahannya... Tks.



Hal inilah juga yang membuat saya jadi ragu atas perhitungan test pemakain bensin atas perubahan Header yang saya lakukan. Berhubung drat baut dari Sensor Oksigen saya sudah rusak, maka saya curiga adanya kebocoran kecil yang terjadi didalam perjalan Tol tersebut. Sehingga ECU mengira bahwa oksigen berlebihan didalam keluaran Exhaust tersebut(dianggap Lean). Akibatnya ECU akan menyemprotkan BBM lebih banyak dari yang semestinya.

Pak Budi, Kalau Sensor Oksigen Avanza VVT-i belinya dimana yah ?,


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 27-11-2006 19:05

BUDI Menulis:
Pak Anton G,

Mungkin lebih baik pak Anton kenali cara kerja/pikir ECU dahulu di http://www.autoshop101.com/forms/h25.pdf (di page 15 dijelaskan cara kerja/pikir ECU dgn sensor O2 saat CLOSED LOOP OPERATION).


Eh. Udah ada toh...!!!, Thank's pak Budi...!!!


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - BUDI - 27-11-2006 19:35

Anton G Menulis:
Hal inilah juga yang membuat saya jadi ragu atas perhitungan test pemakain bensin atas perubahan Header yang saya lakukan. Berhubung drat baut dari Sensor Oksigen saya sudah rusak, maka saya curiga adanya kebocoran kecil yang terjadi didalam perjalan Tol tersebut. Sehingga ECU mengira bahwa oksigen berlebihan didalam keluaran Exhaust tersebut(dianggap Lean). Akibatnya ECU akan menyemprotkan BBM lebih banyak dari yang semestinya.

Pak Budi, Kalau Sensor Oksigen Avanza VVT-i belinya dimana yah ?,

Pak Anton,

Udah ganti header ya ? Kenapa drat baut sensor oksigennya bisa sampai rusak pak ? Sebaiknya sensor oksigen ini tetap dipasang diatas (diposisi awalnya) krn klu dipasang dibawah tempat duduk (dekat posisi CC yg baru) maka akan mudah rusak saat terkena air/banjir (mendadak didinginkan).
Sensor oksigen utk Avanza VVTi P/N 89465-BZ070 @ Rp 265 rb, coba cek ke TAM NSD Sunter tel 6515551 biasanya ada simpan stok.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 27-11-2006 19:55

BUDI Menulis:

Anton G Menulis:
Hal inilah juga yang membuat saya jadi ragu atas perhitungan test pemakain bensin atas perubahan Header yang saya lakukan. Berhubung drat baut dari Sensor Oksigen saya sudah rusak, maka saya curiga adanya kebocoran kecil yang terjadi didalam perjalan Tol tersebut. Sehingga ECU mengira bahwa oksigen berlebihan didalam keluaran Exhaust tersebut(dianggap Lean). Akibatnya ECU akan menyemprotkan BBM lebih banyak dari yang semestinya.

Pak Budi, Kalau Sensor Oksigen Avanza VVT-i belinya dimana yah ?,

Pak Anton,

Udah ganti header ya ? Kenapa drat baut sensor oksigennya bisa sampai rusak pak ? Sebaiknya sensor oksigen ini tetap dipasang diatas (diposisi awalnya) krn klu dipasang dibawah tempat duduk (dekat posisi CC yg baru) maka akan mudah rusak saat terkena air/banjir (mendadak didinginkan).
Sensor oksigen utk Avanza VVTi P/N 89465-BZ070 @ Rp 265 rb, coba cek ke TAM NSD Sunter tel 6515551 biasanya ada simpan stok.


Drat bautnya rusak karena bukanya kayaknya salah deh095

Oksigen sensor tetap dipasang diatas, pada pipa header utama.

Wah mahal juga yah Rp. 265 ribu, Entar coba deh di Las mati saja. Soalnya kayaknya O2Snya belum rusak sih. Dratnya doang yang rusak.

Thank's pak Budi...!!!


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 27-11-2006 20:33

Den Bagus Menulis:
Sorry mundur lagi, abis mau maju udah mentok ... hehe

Mohon pencerahannya, gimana sih cara menganalisa kesehatan CC ? ...
Maksudnya biar bisa tau berapa lama lagi usia pakainya (biar gak jantungan ketika CC-nya divonis mati, sementara usia pakai normal-nya maksimal berapa lama ya ...
Trus kalo CC udah divonis mati efeknya apa aja ya ...

-taunyacumanyetirdoanknih-


Wah ... udah kaya undur-undur yang mundur terus ... hehehehehehe ...

Ada beberapa jenis kerusakan CC :

1. Lapisan catalyst-nya (berupa Platina) sudah tidang befungsi lagi sebagai pengubah gas buang berbahaya menjadi tidak berbahaya, yaitu mengubah UHC menjadi CO2 dan H2O, mengubah CO menjadi CO2 dan mengubah NOx menjadi N2. Untunk ngetesnya mesti dengan alat test emisi ... atau ... jika alat test emisi (biasanya Polantas atau BERES ada) gak tersedia .... ya periksa aja kalau mobil udah panas (pada operating temperature) ... tapi bila kita berada dibelakang boil masih berasa bau BBM ... itu alamat CC-nya udah gak berfungsi.

2. Terjadi Penumpukan Endapan Karbon yang menyelimuti Platina ... ini berarti sudah ada sumbatan terjadi di CC. Cara ngetesnya ... pakai Vakum gauge yang disambung ke intake manifold ... sekiranya putaran RPM stasioner itu normal dan jarum vakum gauge bergerak dari angka -17 kemudian 0 dan balik lagi ke -17 secara berterusan ... maka ini gejala CC udah tersumbat. System Back Pressure akan membesar dan hasilnya mobil gak ada tenaganya dan Boros BBM.

3. Kerusakan karena struktur keramiknya udah hancur ... cara ngetesnya dengan cara CC diketok secara perlahan ... kalau terdengar bunyi ... klontangan ... berarti keramiknya udah hancur dan cek seperti no. 1.

Usia CC ini sebenarnya ditargetkan sama dengan usia design mobil ... namun karena kondisi pengopeasian yang bermacam-macam dan bervariasi ... maka susah untuk ditentukan kapan rusaknya ... maka kembali ke Point 1, 2 dan 3 diatas. Begitupun kalau CC udah mati maka kembali ke point 1, 2 dsan 3 diatas.

Yang jelas jika CC mati ... berarti boilnya gak ramah lingkungan.Whistling


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 27-11-2006 20:36

Den Bagus Menulis:
Sorry mundur lagi, abis mau maju udah mentok ... hehe

Mohon pencerahannya, gimana sih cara menganalisa kesehatan CC ? ...
Maksudnya biar bisa tau berapa lama lagi usia pakainya (biar gak jantungan ketika CC-nya divonis mati, sementara usia pakai normal-nya maksimal berapa lama ya ...
Trus kalo CC udah divonis mati efeknya apa aja ya ...

-taunyacumanyetirdoanknih-


Wah ... udah kaya undur-undur yang mundur terus ... hehehehehehe ...

Ada beberapa jenis kerusakan CC :

1. Lapisan catalyst-nya (berupa Platina) sudah tidang befungsi lagi sebagai pengubah gas buang berbahaya menjadi tidak berbahaya, yaitu mengubah UHC menjadi CO2 dan H2O, mengubah CO menjadi CO2 dan mengubah NOx menjadi N2. Untunk ngetesnya mesti dengan alat test emisi ... atau ... jika alat test emisi (biasanya Polantas atau BERES ada) gak tersedia .... ya periksa aja kalau mobil udah panas (pada operating temperature) ... tapi bila kita berada dibelakang boil masih berasa bau BBM ... itu alamat CC-nya udah gak berfungsi.

2. Terjadi Penumpukan Endapan Karbon yang menyelimuti Platina ... ini berarti sudah ada sumbatan terjadi di CC. Cara ngetesnya ... pakai Vakum gauge yang disambung ke intake manifold ... sekiranya putaran RPM stasioner itu normal dan jarum vakum gauge bergerak dari angka -17 kemudian 0 dan balik lagi ke -17 secara berterusan ... maka ini gejala CC udah tersumbat. System Back Pressure akan membesar dan hasilnya mobil gak ada tenaganya dan Boros BBM.

3. Kerusakan karena struktur keramiknya udah hancur ... cara ngetesnya dengan cara CC diketok secara perlahan ... kalau terdengar bunyi ... klontangan ... berarti keramiknya udah hancur dan cek seperti no. 1.

Usia CC ini sebenarnya ditargetkan sama dengan usia design mobil ... namun karena kondisi pengopeasian yang bermacam-macam dan bervariasi ... maka susah untuk ditentukan kapan rusaknya ... maka kembali ke Point 1, 2 dan 3 diatas. Begitupun kalau CC udah mati maka kembali ke point 1, 2 dsan 3 diatas.

Yang jelas jika CC mati ... berarti boilnya gak ramah lingkungan.Whistling


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 27-11-2006 21:22

BUDI Menulis:
Pak Penyu Turbo,

Mau nanya dikit lagi pak.

1. Klu terjadi "Internal EGR" yg berlebihan shg sebagian besar gas exhaust terhisap balik ke intake manifold, maka hal apa saja yg akan dirasakan oleh sensor oksigen ?
Lebih kurus/leaner atau lebih kaya/richer dibandingkan jika tidak/sedikit terjadi internal EGR saja.


O2S gak mau tau tentang internal EGR ... yang dia ukur hanya sisa O2 yang melewati dia.

AFR bisa aja sesuai dengan yang telah diprogram (RICH atau LEAN) dalam ECU ... hanya saja jumlah udara yand di deteksi oleh ECU dalam menentukan AFR tidak memasukkan faktor internal EGR. Yang jelas kontaminasi internal EGR yang berlebihan ini hanya mengurangi jumlah kandungan O2 ... akibatnya pembakaran tidak akan sempurna ... Torsi Drop (resp. Power Drop).

Contoh ECU mendeteksi (melalui sensor MAP, TPS dan intake temperatur) jumlah udara masuk adalah 14.7 gram. Dalam 14.7 gram udara tersebut kandungan O2 nya adalah 2.94 gram. Jika ada kontaminasi internal EGR maka dari 14.7 gram udara yang dideteksi itu maka kandungan O2 nya akan kurang dari 2.94 gram tergantung dari besar kecilnya kontaminasi internal EGR. Jika ECU ngeset pada AFR 14.7 : 1 ... maka ECU akan menyuntikkan BBM sebanyak 1 gram (1.3 cc) diharapkan akan terbakar habis dengan O2 sebanyak 2.94 gram ... Oleh karena pada kenyataannya kandungan O2 nya kurang dari 2.94 gram (adanya kontaminasi internal EGR) ... pembakarannya gak sempurna.

Dalam hal ini O2S akan mendeteksi kalau ECU menyuntikkan BBM berlebihan ... dari situ ECU akan melakukan koreksi untuk mengurangi BBM yang disuntikkan ke dalam ruang bakar ... tentu saja pengurangan penyuntikan BBM ini juga akan menurunkan Torsi (resp. power).

BUDI Menulis:
2. Klu terjadi kebocoran kecil di up-stream exhaust manifold (sebelum sensor oksigen) maka sensor oksigen dapat memberikan signal lebih kurus/leaner ke ECU shg ECU akan memperkaya AFR akibatnya pemakaian bensin jadi boros. Setuju khan.

SETUJU.

BUDI Menulis:
Yg mau ditanyakan klu CC (Catalytic Converter) dicopot & sensor oksigen tetap dipakai shg sensor oksigen dapat berhubungan langsung dgn udara luar (yg mengandung 78% oksigen) di ujung knalpot, apakah sensor oksigen juga akan memberikan signal lebih kurus/leaner ke ECU spt klu terjadi kebocoran kecil di up-stream exhaust manifold diatas ? Klu ya, berarti saat mencopot CC maka perlu dipasangin "one way valve" di saluran knalpot-nya.


Sekiranya O2S itu ditempatkan diujung knalpot (tail pipe) ... memang akan berhubungan dengan udara luar yang mengandung 21% O2 (maaf dikoreksi bukan 78% Oksigen ... yang 78% itu Nitrogen). Itu sebabnya O2S sedapat-dapatnya diletakkan di upstream (Exhaust Manifold atau header) diharapkan (dan memang kecil sekali persentasenya) pada posisi ini tidak akan ada kontaminasi O2 dari luar yang menyusup masuk dari tail pipe menuju ke O2S (karena tekanan udara luar lebih kecil dari tekanan sistem knalpot). Kalaulah ada kontaminasi O2 datang dari Kebocoran Exhaust Gasket atau ada kebocoran pipa header Upstream terhadap posisi O2S atau kebocoran pada lokasi penempatan O2S (Las-lasan yang bocor). Dari situ bisa disimpulkan tidak perlunya pemasangan One Way Valve di saluran knalpot, downstream terhadap lokasi O2S pada saat nyopot CC.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 27-11-2006 21:25

Anton G Menulis:
Interval RPM di mapping AvanzaXenia berapa rpm yah ?.


Yang ini Gak Tahu ... mesti ditanyai ke TAM program mapping-nya.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 27-11-2006 21:43

Anton G Menulis:
Timing itu kan waktu Kok satuannya  jadi Derajat yah ?

Mohon pencerahannya Bang ?


Oleh karena waktu pada timing itu bergantung pada kecepatan sudut (yaitu putaran mesin) ... maka akan lebih mudah menggunakan derajad sudut ketimbang satuan waktu ... kalau sudut sudah ditentukan maka waktu akan mengikuti sesuai dengan putaran mesin (RPM). Kalau waktu yang ditentukan dalam milidetik misalnya ... maka gak akan sinkron dengan RPM.

Dalam bahasa matematik ... JikA timing sudut A dan putaran B maka waktu C ... yang gak bisa dibalik ... Jika waktu C maka timing sudut A dan Putaran B.

Contoh :

Sudut timing 25 derajad pada putaran 3000 RPM ... maka satu putaran (360 derajad) akan berlangsung (memerlukan waktu) selama 20 ms. untuk 25 derajad perlu waktu 25/360 * 20 ms = 1.38888888888888888888888888888888888888888888888 ms.

Sekarang ... kalau dibalik ... bagaimana kita memasukkan waktu dalam ms ... alat apa yang bisa bikin inputan waktu 095 Katakanlah ada Alat X ... dia ngasih input 1.38888 ... maka tidaklah akan berakibat sudut timing 25 derajad dan pada putaran 3000 RPM Yagak

Yang mudah adalah sensor posisi ... Camshaft Position Sensor ... sensor ini yang ngasih inputan ke ECU ... sehingga ECU bisa majuin dan mundurin sesuai dengan program mapping ECU yang dikombinasikan dengan Knock Sensor ... Getoh.Topdeh


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 27-11-2006 21:51

Anton G Menulis:
Drat bautnya rusak karena bukanya kayaknya salah deh095

Oksigen sensor tetap dipasang diatas, pada pipa header utama.

Wah mahal juga yah Rp. 265 ribu, Entar coba deh di Las mati saja. Soalnya kayaknya O2Snya belum rusak sih. Dratnya doang yang rusak.

Thank's pak Budi...!!!


Pakai Anti Seize Compound yang tahan panas ... disamping anti seize ini akan menutup adanya kebocoran ... juga akan mencegah melekatnya drat O2S dengan lobangnya (panas tinggi ... kayak las) ... makanya di cariin dulu anti seize compound. Jangan buru-buru ngeluarin 265rb dulu ... sayang.Whistling


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 30-11-2006 11:47

Bang Penyu, Apa sih kelebihan dan kekurangan pemasangan kawat nyamuk pada Saringan Udara ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 01-12-2006 19:02

Sistem MAP(Mass Air Presure) sama MAS(Mass Air Flow) itu bagusan mana yah ?


Bisa ngak diganti yang tadinya mobil menggunakan Sistem MAP di switch ke Sensor yang menggunakan Sistem MAS ? atau sebaliknya ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 01-12-2006 19:19

Anton G Menulis:
Sistem MAP(Mass Air Presure) sama MAS(Mass Air Flow) itu bagusan mana yah ?


Lebih bagusan MAF ketimbang MAP ... karena ada apa-apa kebocoran yang dapat mempengruhi vakum dalam intake maka MAP akan pengaruh. Cuman MAF lebih mahal ... sebagai gambaran MAF rata-rata untuk boil2 mewah harganya sekitar 5 jeti (kalau rusak) ... biasanya sih bisa tahan sampai cukup lama selama rajin ngebersihin/ganti air filter.

Anton G Menulis:
Bisa ngak diganti yang tadinya mobil menggunakan Sistem MAP di switch ke Sensor yang menggunakan Sistem MAS ? atau sebaliknya ?


Sepanjang outpunya mempunyai voltase yang sama bisa aja diganti. Cuman untuk AX ... klau ngelihat posisi FB dengan Throttle Body ... rasanya susah untuk ganti kecuali modifikasi pada FB.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 01-12-2006 19:26

Anton G Menulis:
Bang Penyu, Apa sih kelebihan dan kekurangan pemasangan kawat nyamuk pada Saringan Udara ?


Yang jelas kalau ada saringan nyamuknya ... maka kalau banyak nyamuk yang masuk akan kesaring semuanya. Adanya saringan nyamuk aliran udara jadi terhambat (ada penghalang) ... ini dari segi aliran udara. Sekiranya saringan nyamuk dibuat dari bahan aluminium ... ya dia akan menyerap sedikit panas udara yang masuk sehingga udara yang telah melaluinya relatif lebih dingin ... dengan catatan kalau suhu saringan nyamuknya lebih rendah dari suhu udara yang masuk ... kalau suhunya lebih tinggi dari suhu udara masuk ... maka panas akan dibawa oleh udara segar masuk ke ruang mesin. Ada plus minusnya. Minusnya karena udara tambah panas maka makin renggang ... jumlah oksigennya berkurang .... PLUS-nya dengan sedikit penambahan suhu pada udara yang masuk akan membantu untuk meningkatkan penguapan bensin sewaktu diinjeksi dari injektor.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - stieven - 02-12-2006 06:54

PenyuTurbo Menulis:

Anton G Menulis:
Bang Penyu, Apa sih kelebihan dan kekurangan pemasangan kawat nyamuk pada Saringan Udara ?


Yang jelas kalau ada saringan nyamuknya ... maka kalau banyak nyamuk yang masuk akan kesaring semuanya. Adanya saringan nyamuk aliran udara jadi terhambat (ada penghalang) ... ini dari segi aliran udara. Sekiranya saringan nyamuk dibuat dari bahan aluminium ... ya dia akan menyerap sedikit panas udara yang masuk sehingga udara yang telah melaluinya relatif lebih dingin ... dengan catatan kalau suhu saringan nyamuknya lebih rendah dari suhu udara yang masuk ... kalau suhunya lebih tinggi dari suhu udara masuk ... maka panas akan dibawa oleh udara segar masuk ke ruang mesin. Ada plus minusnya. Minusnya karena udara tambah panas maka makin renggang ... jumlah oksigennya berkurang .... PLUS-nya dengan sedikit penambahan suhu pada udara yang masuk akan membantu untuk meningkatkan penguapan bensin sewaktu diinjeksi dari injektor.


suhu udara sarang nyamuk lebih rendah atau tinggi tergantung apa pak penyu???
apa tergantung suhu ruang mesin dan suhu di luar??
apa itu yg menyebabkan kadang tarikan mesin kurang responsif kadang resposif..
soalnya kalo malem mobil saya lebih enak di bandingkan siang hari....095095
belum di coba waktu subuh pak penyuHaha mungkin lebih jreng kali yahHaha


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - zhe_ya - 02-12-2006 07:16

PenyuTurbo Menulis:
PLUS-nya dengan sedikit penambahan suhu pada udara yang masuk akan membantu untuk meningkatkan penguapan bensin sewaktu diinjeksi dari injektor.

Pak Penyu..
suhu yang diperlukan untuk penguapan bensin yang optimal seharusnya berapa?
Di satu sisi kan udara didinginkan -> tambah padat, itu bagus
Di sisi lain udara dipanaskan -> membantu penguapan, itu juga bagus..
095095


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - zhe_ya - 02-12-2006 07:17

Mungkin emang harus kombinasi yah.. udara padat dan suhu cukup tinggi... jadi kesimpulannya..
pasang TURBO dong...
halah...


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - BUDI - 02-12-2006 10:14

zhe_ya Menulis:

PenyuTurbo Menulis:
PLUS-nya dengan sedikit penambahan suhu pada udara yang masuk akan membantu untuk meningkatkan penguapan bensin sewaktu diinjeksi dari injektor.

Pak Penyu..
suhu yang diperlukan untuk penguapan bensin yang optimal seharusnya berapa?
Di satu sisi kan udara didinginkan -> tambah padat, itu bagus
Di sisi lain udara dipanaskan -> membantu penguapan, itu juga bagus..
095095

Mustinya yg the best adalah udara dingin dibakar dgn bensin panas.Yagak


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 02-12-2006 12:19

stieven Menulis:
suhu udara sarang nyamuk lebih rendah atau tinggi tergantung apa pak penyu???
apa tergantung suhu ruang mesin dan suhu di luar??

Tergantung dari laju transfer panas mesin masuk ke Filter Box-nya. Kalau melihat posisi FM A/X ini ada diatas Head Cover (terutama kalau lagi idle), panas mesin akan mudah masuk.


stieven Menulis:
apa itu yg menyebabkan kadang tarikan mesin kurang responsif kadang resposif..
soalnya kalo malem mobil saya lebih enak di bandingkan siang hari....095095
belum di coba waktu subuh pak penyuHaha mungkin lebih jreng kali yahHaha


Itu sebabnya kurang responsif atau kadang responsif, seperti ada restriction (pembatasan) aliran.

Coba perhatikan pada saat Kurang Responsif : Apa betul ... setelah idle cukup lama ... kemudian jalan ? ... Setelah jalan lancar ... selang beberapa lama ... baru akan kelihatan/dirasakan ada peningkatan respons ?

Diwaktu malam ... udara relatif lebih dingin dari siang hari. Dari formula Gas P = d*R*T, dimana d adalah density (kerapatan), R adalah konstanta Gas ... maka dengan penurunan T (suhu), pada P (Pressure) yang tetap ... nilai d mesti naik (lebih besar). Meningkatnya nilai D ini menunjukkan kandungan Oksigennya akan bertambah ... sehingga pembakaran akan tambah sempurna ... Powernya akan bertambah dan mengakibatkan respons mesin lebih bagus.

Waktu subuh respons-nya lebih bagus lagi kayak Toekangweb ... Yagak


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 02-12-2006 12:23

zhe_ya Menulis:
Mungkin emang harus kombinasi yah.. udara padat dan suhu cukup tinggi... jadi kesimpulannya..
pasang TURBO dong...
halah...


Yang dilakukan pabrikan mobil memang masang Supercharger atau Turbocharger ... yang dalam hal ini Efisiensi Volumetrik bisa sampai ke 130% ... sedang kalau N/A (Natural Aspirated) ... maksimum yang bisa dicapai (secara teoritis) adalah 100% ... namun kebanyakan cuman 96%.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - ANDRE@s - 02-12-2006 12:40

BUDI Menulis:

PenyuTurbo Menulis:
PLUS-nya dengan sedikit penambahan suhu pada udara yang masuk akan membantu untuk meningkatkan penguapan bensin sewaktu diinjeksi dari injektor.

Mustinya yg the best adalah udara dingin dibakar dgn bensin panas.Yagak
[/quote]
Yg The best :Cold Air Intake + Pemanas bensin dong?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 02-12-2006 12:53

zhe_ya Menulis:

PenyuTurbo Menulis:
PLUS-nya dengan sedikit penambahan suhu pada udara yang masuk akan membantu untuk meningkatkan penguapan bensin sewaktu diinjeksi dari injektor.

Pak Penyu..
suhu yang diperlukan untuk penguapan bensin yang optimal seharusnya berapa?
Di satu sisi kan udara didinginkan -> tambah padat, itu bagus
Di sisi lain udara dipanaskan -> membantu penguapan, itu juga bagus..
095095


Optimum-nya ini yang gak ada harga yang mutlak ... range antara 20 ke 25 derajat Celsius ... dan mesti diimbangi Permukaan dalam Intake Runner nya kasar ... walaupun kekasaran ini mengurangi sedikit Efisiensi Volumetrik ... tapi dari segi bantuan penguapan bensin akan lebih besar ... ketimbang yang permukaan nya halus.

Kadang-kadang orang melakukan polishing permukaan dalam Intake Runner (intake Manifold) ... salah satu sisi membantu meningkatkan jumlah udara yang masuk (peningkatan efisiensi volumetrik) ... di lain sisi ... akan menurunkan bantuan penguapan bensin. Umumnya standard pabrikan makai permukaan dalam kasar.

Secara pribadi gw lebih suka yang permukaannya kasar ... supaya penguapan Bensin bisa sebesar mungkin supaya bisa terbakar semua, yang terbuang dikit aja. Dari data statistik ... 90% pnurunan performa/kerusakan mesin itu disebabkan oleh berapa banyak Bensin yang gak terbakar ... semakin besar jumlah bensin yang gak terbakar maka semakin cepat mesin itu akan mengalami kerusakan (gak tahan lama) ... sedang bila bensin yang gak terbakar itu jumlahnya sedikit ... hasilnya mesin akan akan tahan lama dan tetap perform.

Contoh adalah RX300 (tahon 98) gw ... yang selalu gw isi MPT (supaya Bensin bisa terbakar habis) .... sekarang udah mendekati 90rb km .... yang sering saya ganti cuman :

1. Oli mesin (setiap 5rb km)
2. Oli Transmisi (setiap 5rb km)
3. Kuras Radiator (setiap 10 rb km)
4. Kuras PS Fluid (Tiap 10rb km)
5. Ganti Brake Pad kalau udah tipis.
6. Ganti Ban kalau udah botak dan kantong tebal ... kalau lagi tongpes ... pakai ban second ... HahaHahaHaha

Kemarin malam reset ECU lagi dan isi MPT (diubah sedikit komposisi kandungannya) ... mau ngetes/ngecek jalan santai ... bisa dapet 1 : 12. Jarang-jarang dapet segini irit ... biasanya cuman 1 : 10.5

PS : Untuk boil-boil di negara 4 musim ... biasanya di FB-nya dipasangin HEATER ... digunakan pada musim dingin/sejuk.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 04-12-2006 13:27

BUDI Menulis:
Pak Anton,

Udah ganti header ya ? Kenapa drat baut sensor oksigennya bisa sampai rusak pak ? Sebaiknya sensor oksigen ini tetap dipasang diatas (diposisi awalnya) krn klu dipasang dibawah tempat duduk (dekat posisi CC yg baru) maka akan mudah rusak saat terkena air/banjir (mendadak didinginkan).
Sensor oksigen utk Avanza VVTi P/N 89465-BZ070 @ Rp 265 rb, coba cek ke TAM NSD Sunter tel 6515551 biasanya ada simpan stok.


Pak Budi, Part number B9465-BZ070 atau B9465-BZ010 ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 04-12-2006 14:58

Anton G Menulis:

BUDI Menulis:
Pak Anton,

Udah ganti header ya ? Kenapa drat baut sensor oksigennya bisa sampai rusak pak ? Sebaiknya sensor oksigen ini tetap dipasang diatas (diposisi awalnya) krn klu dipasang dibawah tempat duduk (dekat posisi CC yg baru) maka akan mudah rusak saat terkena air/banjir (mendadak didinginkan).
Sensor oksigen utk Avanza VVTi P/N 89465-BZ070 @ Rp 265 rb, coba cek ke TAM NSD Sunter tel 6515551 biasanya ada simpan stok.


Pak Budi, Part number B9465-BZ070 atau B9465-BZ010 ?

Tadi saya telepon balik ke Sunter, ternyata kata sunter emang benar bahwa part number tersebut adalah = B9465-BZ070. Untung saya tidak jadi pesan ke Auto2000 Bintaro karena menurut Auto2000 Bintaro part yang ada di mereka adalah B9465-BZ010. BZ070 belum ada di komputer ?

Mungkin karena masih dalam tahap inventory Cheking di Sunter tersebutlah yang membuat part tersebut tidak ada di komputer.

Emang Auto2000 sudah Online yah komputerisasinya diseluruh cabang?




RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 06-12-2006 06:26

zhe_ya Menulis:
Mungkin emang harus kombinasi yah.. udara padat dan suhu cukup tinggi... jadi kesimpulannya..
pasang TURBO dong...
halah...


Mau jadi sponsornya masang Turbo nech 095


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - BUDI - 06-12-2006 08:35

Anton G Menulis:

Anton G Menulis:

BUDI Menulis:
Pak Anton,

Udah ganti header ya ? Kenapa drat baut sensor oksigennya bisa sampai rusak pak ? Sebaiknya sensor oksigen ini tetap dipasang diatas (diposisi awalnya) krn klu dipasang dibawah tempat duduk (dekat posisi CC yg baru) maka akan mudah rusak saat terkena air/banjir (mendadak didinginkan).
Sensor oksigen utk Avanza VVTi P/N 89465-BZ070 @ Rp 265 rb, coba cek ke TAM NSD Sunter tel 6515551 biasanya ada simpan stok.


Pak Budi, Part number B9465-BZ070 atau B9465-BZ010 ?

Pak Anton G, dulunya aslinya memang sama P/N-nya pak yi 89465-BZ010 lha wong sebenarnya barangnya juga sama cuman yg utk AVS kabel heaternya sudah dipotong habis sampai pangkalnya, jadi kabel yg dikeluarkan dari sensor cuman 2 kabel saja (warna biru-putih).
Eh setelah di-reklarifikasikan kembali ke Sdr Tunggul/TAM kok seminggu kemudian sudah berubah dari 89465-BZ010 (AVS) @ Rp 224 rb menjadi 89465-BZ070 (A/X VVTi) @ rp 265 rb sekaligus harga dinaikkan
.YagakHahaHahaHaha


Tadi saya telepon balik ke Sunter, ternyata kata sunter emang benar bahwa part number tersebut adalah = B9465-BZ070. Untung saya tidak jadi pesan ke Auto2000 Bintaro karena menurut Auto2000 Bintaro part yang ada di mereka adalah B9465-BZ010. BZ070 belum ada di komputer ?

Mungkin karena masih dalam tahap inventory Cheking di Sunter tersebutlah yang membuat part tersebut tidak ada di komputer.

A2K Bintaro masih pakai data base yg aslinya pak ! Blum sempat diama Sdr. Tunggul/TAM, mungkin lupa kali dia yg lagi sibuk memonitor website ini.
Emang Auto2000 sudah Online yah komputerisasinya diseluruh cabang?




RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 06-12-2006 09:28

BUDI Menulis:
Pak Budi, Part number B9465-BZ070 atau B9465-BZ010 ?

Pak Anton G, dulunya aslinya memang sama P/N-nya pak yi 89465-BZ010 lha wong sebenarnya barangnya juga sama cuman yg utk AVS kabel heaternya sudah dipotong habis sampai pangkalnya, jadi kabel yg dikeluarkan dari sensor cuman 2 kabel saja (warna biru-putih).
Eh setelah di-reklarifikasikan kembali ke Sdr Tunggul/TAM kok seminggu kemudian sudah berubah dari 89465-BZ010 (AVS) @ Rp 224 rb menjadi 89465-BZ070 (A/X VVTi) @ rp 265 rb sekaligus harga dinaikkan
.YagakHahaHahaHaha


Tadi saya telepon balik ke Sunter, ternyata kata sunter emang benar bahwa part number tersebut adalah = B9465-BZ070. Untung saya tidak jadi pesan ke Auto2000 Bintaro karena menurut Auto2000 Bintaro part yang ada di mereka adalah B9465-BZ010. BZ070 belum ada di komputer ?

Mungkin karena masih dalam tahap inventory Cheking di Sunter tersebutlah yang membuat part tersebut tidak ada di komputer.

A2K Bintaro masih pakai data base yg aslinya pak ! Blum sempat diama Sdr. Tunggul/TAM, mungkin lupa kali dia yg lagi sibuk memonitor website ini.
Emang Auto2000 sudah Online yah komputerisasinya diseluruh cabang?


Terakhir saya telepon ke Sunter ke nomor telepon yang PAk budi sebutkan di Extension sparepart 2806. Saya diberitahukan harganya 285.000. Memang sebelum inventory checking saya telepon juga Tgl 30 November 2006. Mereka masih menyebutkan harganya sebesar Rp. 265.000.- . Jadi kenaikan sebesar Rp. 20.000 tersebut kayaknya terjadi sejak awal Desember 2006.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 07-12-2006 23:14

Anton G Menulis:
Terakhir saya telepon ke Sunter ke nomor telepon yang PAk budi sebutkan di Extension sparepart 2806. Saya diberitahukan harganya 285.000. Memang sebelum inventory checking saya telepon juga Tgl 30 November 2006. Mereka masih menyebutkan harganya sebesar Rp. 265.000.- . Jadi kenaikan sebesar Rp. 20.000 tersebut kayaknya terjadi sejak awal Desember 2006.


Masih relatif cukup murah sekiranya O2S nya bisa sehat ampai 80rb km ... so biaya Life Cycle DOC Rp. 3.56 Whistling


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 09-12-2006 08:25

EFI

Pada Mesin yang sudah menggunakan sistem EFI (Electronic Injection System), Bensin disemburkan kedalam ruang bakar dengan menggunakan INJECTOR. Sistem EFI bekerja dengan menggunakan parameter parameter untuk dimonitor dengan perantaraan BERBAGAI MACAM SENSOR yang kemudian ditransfer ke ECU (Engine Control Unit) atau EMS (Engine Management System) atau ECM (Engine Control Management), dari sini ECU/EMS/ECM akan menyemburkan jumlah Bensin yang diperlukan.

EFI system memerlukan Fuel Pump (Pompa Bensin ... hehehehehe bukan SPBU) dengan tekanan yang cukup tinggi, sekitar 43 psi, dan tekanan ini dikendalikan oleh komponen yang disebut dengan FPR (Fuel Pressure Regulator), biasanya dipasang diujung FUEL RAIL untuk menjaga agar tekanan sistem tetap konstan.

Pada mesin yang dilengkapi dengan TEBABO ... maka tekanan boost (Boost Pressure) akan memberikan efek yang negatif (problem) pada sistem tekanan supply Bensin pada saat Injector Terbuka (ketika menyemburkan Bensin). Problem inilah yang mesti ditanggulangi oleh adanya FPR pada saat tekanan boost semakin besar. FPR ini akan dihubungkan dengan Vakum intake/manifold menggunakan selang. Pada saat ada tekanan boost dari TEBABO, maka FPR ini akan menaikkan tekanan sistem supply bensin sebesar 1 psi untuk setiap kenaikan tekanan boost sebesar 1 psi. Setiap kenaikan tekanan boost sebesar 1 psi, maka tambahan tenaga yang akan dihasilkan adalah sekitar +/- 10 HP.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 11-12-2006 17:57

Pada saat kondisi Idle.

Apakah Throtleplate juga terbuka ? Jika iya apa yang membukanya, bukan gas tidak di injak ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - BUDI - 11-12-2006 18:00

Anton G Menulis:
Pada saat kondisi Idle.

Apakah Throtleplate juga terbuka ? Jika iya apa yang membukanya, bukan gas tidak di injak ?


Klu pedal gas tidak ditekan mustinya skep throttle tidak terbuka (TPS=0%), cuman jgn lupa A/X juga punya ISCV yg akan membuka saat A/C on, air radiator belum cukup panas (periode warming-up) dll. utk menaikkan rpm saat beban mesin bertambah.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 11-12-2006 18:08

BUDI Menulis:

Anton G Menulis:
Pada saat kondisi Idle.

Apakah Throtleplate juga terbuka ? Jika iya apa yang membukanya, bukan gas tidak di injak ?


Klu pedal gas tidak ditekan mustinya skep throttle tidak terbuka (TPS=0%), cuman jgn lupa A/X juga punya ISCV yg akan membuka saat A/C on, air radiator belum cukup panas (periode warming-up) dll. utk menaikkan rpm saat beban mesin bertambah.


Kalau Throtle plate tidak terbuka, lantas pada saat kondisi idle, udara diambil darimana yah?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 12-12-2006 09:34

Apa sih perbedaan antara ?

Injector DURATION Increation dengan Injector FREQUENCY Increation ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 12-12-2006 10:05

Anton G Menulis:

BUDI Menulis:

Anton G Menulis:
Pada saat kondisi Idle.

Apakah Throtleplate juga terbuka ? Jika iya apa yang membukanya, bukan gas tidak di injak ?


Klu pedal gas tidak ditekan mustinya skep throttle tidak terbuka (TPS=0%), cuman jgn lupa A/X juga punya ISCV yg akan membuka saat A/C on, air radiator belum cukup panas (periode warming-up) dll. utk menaikkan rpm saat beban mesin bertambah.



Kalau Throtle plate tidak terbuka, lantas pada saat kondisi idle, udara diambil darimana yah?


Coba buka itu throttle body (buka FB nya) ... maka akan kelihatan di dinding lubang throttle sebelum throttle plate ada lubang-lubang. Lubang itu disambungin ke alat yang nempel di throttle body bagian luar (deket dengan TPS) ... alatnya disebut dengan ISCV (Idle Speed Control Valve) atau IACV (Idle Air Control Valve) ... Besar atau jumlah udara yang dimasukin (atau di bypass) bergantung kepada beban mesin ... dalam arti kata kalau waktu Idle AC nya ON maka mesti nambah udara ... atau stirnya digerak-gerakkan ... mesti nambah udara juga ... adanya fungsi yang seperti ini kadang orang menyebut Idle Speed Up Valve.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 12-12-2006 10:11

Anton G Menulis:
Apa sih perbedaan antara ?

Injector DURATION Increation dengan Injector FREQUENCY Increation ?


Cuman dibolak balik aja supaya gak GOSONG.

Frequency itu gampangnya Bolak Balik dalam setiap satuan waktu ... misal 10/detik ... kalau di kovert ke dalam duration (waktu) untuk sekali bolak balik .... berarti duration-nya adalah 1/10 detik = 100 milidetik.

Itu INCREATION atau INCREMENT 095


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 12-12-2006 11:01

PenyuTurbo Menulis:

Anton G Menulis:
Apa sih perbedaan antara ?

Injector DURATION Increation dengan Injector FREQUENCY Increation ?


Cuman dibolak balik aja supaya gak GOSONG.

Frequency itu gampangnya Bolak Balik dalam setiap satuan waktu ... misal 10/detik ... kalau di kovert ke dalam duration (waktu) untuk sekali bolak balik .... berarti duration-nya adalah 1/10 detik = 100 milidetik.

Itu INCREATION atau INCREMENT 095


Kalimatnya persisnya seperti ini.

As intake air volume increases, injector duration increases

As engine rpm increases, injector frequency increases.

sehingga saya menerjemahkannya, jika Air volume meningkat maka bensin harus disemport lebih banyak dari biasanya. (durasi disini saya anggap lamanya penyemporatan di perpanjang, misalnya tadinya 1 cc persekali semprot, sekarang menjadi 2 cc persekali semprot)

Sementara jika rpm meningkat, maka frequencynya yang ditingkatkan, (misalnya tadinya 10 kali perdetik, menjadi 15 kali perdetik)

Benar ngak terjemahan saya tersebut ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 12-12-2006 11:32

Anton G Menulis:

PenyuTurbo Menulis:

Anton G Menulis:
Apa sih perbedaan antara ?

Injector DURATION Increation dengan Injector FREQUENCY Increation ?


Cuman dibolak balik aja supaya gak GOSONG.

Frequency itu gampangnya Bolak Balik dalam setiap satuan waktu ... misal 10/detik ... kalau di kovert ke dalam duration (waktu) untuk sekali bolak balik .... berarti duration-nya adalah 1/10 detik = 100 milidetik.

Itu INCREATION atau INCREMENT 095


Kalimatnya persisnya seperti ini.

As intake air volume increases, injector duration increases

As engine rpm increases, injector frequency increases.

sehingga saya menerjemahkannya, jika Air volume meningkat maka bensin harus disemport lebih banyak dari biasanya. (durasi disini saya anggap lamanya penyemporatan di perpanjang, tadinya 1 cc persekali semprot, sekarang menjadi 2 cc persekali semprot)

Sementara jika rpm meningkat, maka frequencynya yang ditingkatkan, (tadinya 10 kali perdetik, menjadi 15 kali perdetik)

Benar ngak terjemahan saya tersebut ?


Coba lihat postingan antara RPM, Engine Load dan Injector PULSE ... Injector Puilse (pulsa Injektor) inilah sebenarnya INJECTOR FREQUENCY ... cuman beda di KATA -nya yang satu makai PULSA ... yang satu FREKWENSI.

Air Voulme meningkat ... artinya jumlah udara meningkat ... jumlah oksigen bertambah ... misalnya yang tadinya volumenya 100 liter per menit menjadi 200 Liter per menit. 100 liter udara punya berat 122 gram, 200 liter udara punya berat 244 gram.

Karena ECU udah ngeset AFR nya adalah 14.7 (misalnya) ... maka BBM yang harus disemburkan :

100 liter udara ----> BBM = 122/14.7 gram = 8.30 gram= 10.92 cc BBM
200 liter udara ----> BBM = 244/14.7 gram = 16.60 gram = 21.84 cc BBM.

Ukuran injektor itu lubangnya tertentu ... flow rate nya juga tertentu (bergantung pada tekanan dari fuel pump) ... Pada tekanan fuel pump yang sama maka waktu yang diperlukan untuk nyembur 21.84 cc BBM tentunya lebih lebih banyak ... maka dikatakan ... As intake air volume increases, injector duration increases ...

As engine rpm increases, injector frequency increases.

Ini kondisi AKSELERASI (ACCELERATION). Masing-masing mempunyai satuan relatif terhadap waktu ... yang satu PUTARAN/MENIT ... yang satu lagi PULSA/MENIT (FREQUENCY)... RPM naik ... tentunya ada yang menyebabkan putarannya naik ... yaitu energi datangnya dari BBM ... catuan ini pengukurannya dengan Pulsa atau frequency ... jadi kalau RPM naik ... PULSA nya naik ... alias BBM nya akan cepat habis.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 12-12-2006 14:40

Apa sih kegunaan dari part part berikut

1. Camshaft Position Sensor
2. Switch tekanan oli ?
3. Solenoid Valve VVT-i
4. Kenapa Kran buang angin tutup radiator harus dibuka pada saat nguras radiator ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Prio - 12-12-2006 16:07

Anton G Menulis:
Apa sih kegunaan dari part part berikut
4. Kenapa Kran buang angin tutup radiator harus dibuka pada saat nguras radiator ?


Bantuin jawab ya...

Kran tsb harus dibuka untuk menyamakan tekanan udara didalam dan diluar radiator sehingga seluruh air radiator terbuang sempurna, alias tdk ada air radiator lama yg masih ketinggalan di dlm radiator.

Sebaliknya waktu pengisian kembali harus dipastikan tidak ada udara yg ketinggalan di saluran buang angin tsb krn udara yg tertinggal dpt menurunkan titik didih air radiator (maksudnya turun adalah kalau tanpa udara air radiator mendidih di 120 derajat maka kalau ada udaranya titik didih turun jadi 110 derajat)


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 12-12-2006 16:08

Anton G Menulis:
Apa sih kegunaan dari part part berikut

1. Camshaft Position Sensor
2. Switch tekanan oli  ?
3. Solenoid Valve VVT-i
4. Kenapa Kran buang angin tutup radiator harus dibuka pada saat nguras radiator ?


Camshaft position sensor itu untuk mengetahui kedudukan sensor. Jika ada perubahan beban mesin ... perubahan MAP atau perubahan TPS atau perubahan putaran mesin semuanya diolah oleh ECU dan dihitung untuk mendapatkan sebesar mungkin Efisiensi Volumetrik ... dari perhitungan ECU ini maka didapatlah kedudukan Camshaft yang harus diubah. Maka dengan mengetahui kedudukan camshaft sebelum adanya perubahan ... maka ECU ini akan memerintahkan mobule VVTI untuk ngubah kedudukan Camshaft.

Setelah Module VVTI menerima perintah dari ECU untuk ngubah kedudukan Camshat ... maka module VVTI akan mengirimkan signal ke OCV (Oil Control Valve) atau Oil Solenoid Control Valve untuk mengatur TEKANAN OLI yang akan diteruskan ke SPROCKET ... dengan adanya perubahan tekanan Oli yang dilakukan oleh OCV ini yang nyampai ke Sprocket ... maka Sprocket akan berubah posisinya. Karena Sprockeet itu jadi satu ama Camshaft ... ya tentunya Camshaft nya akan berubah posisinya sesuai yang diinginkan oleh ECU. Kedudukan Camshaft yang baru ini dideteksi oleh CPS (Camshaft Position Sensor) dan signalnya dikirimkan ke ECU sebagai UPDATE posisi/kedudukan Camshaft dan kedudukan camshfat ini akan menentukan TIMING dari VALVE ... begitu seterusnya ... itulah yang disebut VVTI ... Variable Valve Timing with Intellegent.

Timing ini bisa diterapkan pada Intake Valve maupun pada Exhaust valve. Jika cuman pada intake Valve ... namanya ya VVTI ... sedang jika ada dua camshaft yang bisa ngatur intake dan exhaust valve ... dinamai DUAL VVTI.

Jika pada kecepatan tinggi (RPM TINGGI ---> biasanya diatas 6000 RPM) ditambahkan alat untuk memperlebar bukaan Valve dan akan aktif jika melawati putaran yang dirancang (6000 RPM misalnya) ... alat ini disebut dengan HIGH LIFT CAM Device ... dan mobilnya ada capnya VVTL-I ...
==========================
Kran air radiator mesti dibuka pada saat nguras air radiator adalah bertujuan untuk mengeluarkan UDARA yang terjebak dalam water (coolant) pendingin ... sering disebut dengan AIR BLEEDING (ingat air ini adalah air Londo Inggris ... bukan air Indonesia). Jika gak dikeluarkan maka udara ... pada saat coolant/water mulai memanas ... maka udara yang terjebak ini akan menimbulkan :

1. Tekanan sistem pendingin Radiator akan membesar/meningkat dengan tajam sehingga Pipa/Selang radiator maupun radiatornya bisa pecah.

2. Kapasitas panas Udara adalah kecil ... jadi panas dari mesin yang bisa diserap dan didinginkan oleh radiator jadi berkurang. Jika panas mesin yang diserap oleh sistem pendingin (coolant) berkurang (karena ada udara di dalamnya) ... maka mesin akan OVERHEAT ... bisa-bisa jebol mesinnya.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - dani3 - 15-12-2006 21:19

Om-om para pakar dan dosen mesin, numpang tanya dong yang dimaksud dk/daya kuda itu apa sih?
cth 1000 cc = 67 dk.
apa sih angka 67 dk itu? klo selama ini sih saya mikirnya adalah seperti mobil dipacu sampai top speed nah itu sama saja dengan mobil yang ditarik oleh 67 kuda!
(sorry yah pemikirannya seperti ini soalnya bukan orang teknik mesin!) mohon pencerahannya dong tapi bahasanya jangan klewat tinggi, tar saya gak lulus-lulus dari universitas AvanzaXenia.net.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 15-12-2006 23:34

dani3 Menulis:
Om-om para pakar dan dosen mesin, numpang tanya dong yang dimaksud dk/daya kuda itu apa sih?
cth 1000 cc = 67 dk.
apa sih angka 67 dk itu? klo selama ini sih saya mikirnya adalah seperti mobil dipacu sampai top speed nah itu sama saja dengan mobil yang ditarik oleh 67 kuda!
(sorry yah pemikirannya seperti ini soalnya bukan orang teknik mesin!) mohon pencerahannya dong tapi bahasanya jangan klewat tinggi, tar saya gak lulus-lulus dari universitas AvanzaXenia.net.


HahaHahaHaha Bisa beli Ijabsah dari mbak Nike ..... Whistling

Bro,

Kalau dari definisi :

Tenaga (belum dikudain) = Kerja Tiap satuan Waktu.
Kerja = Gaya x Jarak Perpindahan =  Force x Displacement
HP = 745.7 Joule/detik = 745.7 Watt = 33.000 lbs.ft/min.

Dari sejarahnya adalah sebagai berikut :
Kita semua mungkin mengetahui bahwa mesin uap yang pertama kali yang nemuin adalah si James Watt. Si James Watt ini bukannya orang marketing ... cuman dia mesti masarin produknya (mesin uap) ... cuman gimana bikin spek mesin uapnya ... nah untuk nolong dari segi marketingnya maka si Doi (James Watt) memperkenalkan istilah Horsepower. Dengan persetujuan bahwa dia akan menerima ROYALTY sebanyak 1/3 bagian dari keuntungan penambangan Batu Bara yang menggunakan mesin-mesin uapnya. Cuman cara ini gak jalan terutama bagi customer yang gak menggunakan mesin uapnya. Maka dipakailah istilah Horse (Kuda) untuk menggantikan Horsepower (Daya Kuda).

Si James Watt ini menetukan bahwa seekor kuda dapat memutar roda penggerus batu bara sebanyak 144 kali dalam satu jam ... atau 2.4 kali putaran setiap menit. Roda yang digunakan mempunyai radiur (jari-jari) 12 ft. Ini berarti jarak yang ditempuh oleh Kuda tersebut dalam tiap menit adalah = 2.4 x 12 ft x 2 pi = 2.4 x 12 x 2 x (3.14) = 180.864 ft.

Kemudian si James Watt menduga/menilai bahwa seekor kuda dapat menarik dengan gaya sebesar 180 lbf (pound force). Ini berarti bahwa menurut definisi yang ditulis diatas Tenaga = Kerja tiap satuan waktu :

Tenaga = (180 lbf) x (2.4 x 12 ft x 2 x pi) = 32.555 ft.lbf/min yang supaya gampangnya dibulatkan menjadi 33.000 ft.lbf/min.

Setelah itu untuk menentukan tenaga digunakanlah HORSEPOWER = HP.

Tentang 1000 cc = 67 dk ... sebenarnya bukan persamaan kayak gitu ... cuman Mesin dengan Kapasitas 1000 cc dapat menghasilkan Maksimum Tenaga sebesar 67 HP = 67 dk ... tentunya pada putaran mesin tertentu ... karena dalam mesin ... Power = Torque x RPM ... dan kalau meminjam istilahnya James Watt diatas ... :

1. Roda penggerus batu bara ini di identikkan dengan Crankshaft (poros Engkol) ...

2. Putaran roda penggerus batu bara di-identikan dengan putaran mesin RPM (Round Per Menit) ... kalau satu kuda bisa muter 2.4 kali putaran per menit untuk diameter roda 12 ft (3,66 meter).

3. Torque (Torsi) di-identikkan dengan kekuatan kuda (gaya kuda). Kalau dalam mesin datangnya tenaga ini dari pembakaran BBM, sedang tenaga kuda didapat dari pembakaran rumput dalam perutnya.

Tergantung dari kapasitas perut kuda (dalam hal ini adalah kapasitas ruang bakar mesin), maka tenaga maksimum yang dapat dihasilkan oleh mesin 1000 cc itu adalah 67 HP (67 dk) ... sebenarnya pengukurannya melalui jumlah kalori BBM kemudian ditransfer kedalam satuan daya kuda ... 1 HP = 745.7 Watt. Seringnya dilakukan dengan pengukuran dynamometer pada roda gila (flywheel) ... ada roda dan ada radius roda ... seperti roda penggerus batu bara dengan radius nya 12 ft.

Roda Gila, dari keadaan berputar, untuk menghentikannya (dengan menggunakan dynamometer diatas) ... maka akan didapatlah tenaga yang disebut BHP = Brake Horse Power atau gampangnya Horse Power.

Tentang Top Speed ... maka ini ada hubungannya dengan Maksimum Tenaga yang bisa dihasilkan :

Tenaga adalah = Kerja tiap satuan waktu = Force x Displacement/time.

Jarak dibagi waktu adalah Kecepatan ... maka Tenaga = Gaya x Kecepatan ... P = F x V.

Pada kondisi kesetimbangan yaitu pada saat mobil berada dalam kecepatan konstan ... tenaga yang dihasilkan oleh mesin akan dijadikan gaya pendorong dan gaya pendorong ini akan sama dengan Gaya Gesek Ban dengan Jalan ditambah Gaya tahan Udara (gaya hambat aerodinamik). Kalau gaya pendorong ini masih lebih besar dari jumlah gaya gesekan ban dan gaya tahan angin (udara) maka mobil masih akan mengalami percepatan ... masih ada tarikannya ... pada saat tertentu maka gaya dorong boil ini akan sama dengan gaya gesek ban dan gaya tahan udara ... alias dirasakan gak ada tarikan lagi ... udah mentok :

Fboil = Fban + Faero ... jika kedua ruas dikalikan dengan kecepatan ... maka didapat :

Fboil x V = (Fban x V) x (Faero x V)

Fboil x V = Tenaga Boil pada roda = Wheel Horse Power
Fban x V = tenaga gesek ban dan jalan yang berubah menjadi panas ban.
Faero x V = Tenaga Tahanan Aerodinamik = 1/2 x Cd x A x d x V^3

Cd = Koeffisien Tahanan Udara/angin = Drag Coefficient
A = Luas Permukaan Frontal Boil
d = Massa Jenis (density) udara/angin
V = kecepatan boil.

Tenaga Maksimum Boil akan berkait dengan Gaya dorong Maksimum Mobil dan ini akan berkait dengan Kecepatan Maksimum Boil ... maka jelaslah bahwa TOP SPEED akan terkait dengn MAKSIMUM HORSE POWER sesuai dengan keseimbangan energi diatas.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - dani3 - 16-12-2006 07:41

O....hhhh gitu ya.....,
Trims berat om PenyuTurbo, penjelasannya cukup baik dan jelas walau masih o-on nih saya, saya print aja biar bisa dibaca ulang dan lebih jelas lagi mengartikannya. Sekali lagi trims berat.
Asal jangan dosen Nike bikin midtest dadakan aja, blon siap ujian bu! he..he.. :0 Smile


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 19-12-2006 14:30

dani3 Menulis:
O....hhhh gitu ya.....,
Trims berat om PenyuTurbo, penjelasannya cukup baik dan jelas walau masih o-on nih saya, saya print aja biar bisa dibaca ulang dan lebih jelas lagi mengartikannya. Sekali lagi trims berat.
Asal jangan dosen Nike bikin midtest dadakan aja, blon siap ujian bu! he..he.. :0 Smile


Sekiranya masih dirasakan ada yang gak ngerti ... bisa ditanyain lagi ... gw coba njawab sebisanya ... HahaHahaHaha


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 22-12-2006 15:56

Camlobe itu apa dan fungsinya apa yah ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 22-12-2006 15:57

Kalau di referensi ECU sering ditulis BI-Metal, artinya apa yah ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 26-12-2006 01:12

Anton G Menulis:
Camlobe itu apa dan fungsinya apa yah ?


Fungsinya untuk mbuka katup dan ngatur timing bukaannya.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - dani3 - 26-12-2006 21:23

Pak dosen PenyuTurbo mo nanya lagi nih, di hal-hal yg sebelumnya dibicarakan mengenai pembakaran bensin pada mesin mobil adalah udara yang masuk sebaiknya dingin karena o2 yang padat sementara bensinnya harus lebih panas supaya pembakaran lebih sempurna dan tentunya akan menambah tenaga dan irit bensinnya (Itu yang saya tangkap dari tulisan para pakar klo ngak salah)
Nah klo seperti itu kesimpulannya ada 1 pertanyaan dari saya :
1. apakah air(H20) yang menguap akan berubah menjadi oksigen(02)? bila jawabannya iya maka saya akan mencoba sedikit eksperimen untuk mobil saya tanpa harus menambah peralatan tertentu yang membebani kinerja maupun tenaga mobil saya.
mohon jawabannya Pak dosen Penyu Turbo. Trims berat sebelumnya.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 26-12-2006 22:55

dani3 Menulis:
Pak dosen PenyuTurbo mo nanya lagi nih, di hal-hal yg sebelumnya dibicarakan mengenai pembakaran bensin pada mesin mobil adalah udara yang masuk sebaiknya dingin karena o2 yang padat sementara bensinnya harus lebih panas supaya pembakaran lebih sempurna dan tentunya akan menambah tenaga dan irit bensinnya (Itu yang saya tangkap dari tulisan para pakar klo ngak salah)
Nah klo seperti itu kesimpulannya ada 1 pertanyaan dari saya :
1. apakah air(H20) yang menguap akan berubah menjadi oksigen(02)? bila jawabannya iya maka saya akan mencoba sedikit eksperimen untuk mobil saya tanpa harus menambah peralatan tertentu yang membebani kinerja maupun tenaga mobil saya.
mohon jawabannya Pak dosen Penyu Turbo. Trims berat sebelumnya.


HahaHahaHaha Dosen Universitas Terbuka 095

Air (H2O) yang menguap akan menjadi Uap Air (VAPOR). Untuk memisahkan Air (H2O) menjadi H2 dan O2 diperlukan energi sebesar (kalau ingatan saya benar) 298 kilo Joule tiap mole air. BBM yang disemburkan kedalam ruang bakar mempunyai jumlah mole tertentu dan akan bereaksi dengan O2 (reaksi pembakaran) membentuk gas-gas CO, CO2 dan UAP AIR (Uap H2O) dan panas yang terjadi dalam ruang bakar belumlah mencukupi untuk memecahkan struktur ikatan kimia H2O menjadi gas H2 dan O2.

Kira2 eksperimen-nya kayak apa nih 095 Mau bikin mesin dengan Bahan Bakar Hydrogen 095095095


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Den Bagus - 27-12-2006 08:46

Katanya urutan penyalaan untuk mesin 6 silinder itu : 1-5-3-6-2-4
Nah kalo untuk mesin 4 silinder (AX) urutannya gimana ? ... 1-3-4-2 atau 1-2-4-3 ? ....
Trus kalo untuk 3 silinder (Mi & Li) berarti 1-3-2 kah ? ...

Tks


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 27-12-2006 09:07

Den Bagus Menulis:
Katanya urutan penyalaan untuk mesin 6 silinder itu : 1-5-3-6-2-4
Secara umum begitu

Nah kalo untuk mesin 4 silinder (AX) urutannya gimana ? ... 1-3-4-2 atau 1-2-4-3 ? ....
Kebanyakan boil 1-3-4-2 ... cuman untuk mesin FORD makai 1-2-4-3. Urutan silinder untuk RWD dari depan ke belakang 1-2-3-4, sedang untuk FWD dari kiri ke kanan (saat kita ngelihat mesin) 1-2-3-4

Trus kalo untuk 3 silinder  (Mi & Li) berarti 1-3-2 kah ? ...
Tul ... 1-3-2 ... confirm.

Tks




RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Chandra - 27-12-2006 09:12

PenyuTurbo Menulis:
Katanya urutan penyalaan untuk mesin 6 silinder itu : 1-5-3-6-2-4
Secara umum begitu

Nah kalo untuk mesin 4 silinder (AX) urutannya gimana ? ... 1-3-4-2 atau 1-2-4-3 ? ....
Kebanyakan boil 1-3-4-2 ... cuman untuk mesin FORD makai 1-2-4-3. Urutan silinder untuk RWD dari depan ke belakang 1-2-3-4, sedang untuk FWD dari kiri ke kanan (saat kita ngelihat mesin) 1-2-3-4.[/color]

Trus kalo untuk 3 silinder  (Mi & Li) berarti 1-3-2 kah ? ...
Tul ... 1-3-2 ... confirm.

Tks


Halah, gak mudeng.. lagi ngomong HP ... O2 ... trus kesini..
ini refer kemana ya 1-3-4-2 or 1-3-2 nya ??? Haha


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Den Bagus - 27-12-2006 11:43

Chandra Menulis:

PenyuTurbo Menulis:
Katanya urutan penyalaan untuk mesin 6 silinder itu : 1-5-3-6-2-4
Secara umum begitu

Nah kalo untuk mesin 4 silinder (AX) urutannya gimana ? ... 1-3-4-2 atau 1-2-4-3 ? ....
Kebanyakan boil 1-3-4-2 ... cuman untuk mesin FORD makai 1-2-4-3. Urutan silinder untuk RWD dari depan ke belakang 1-2-3-4, sedang untuk FWD dari kiri ke kanan (saat kita ngelihat mesin) 1-2-3-4.[/color]

Trus kalo untuk 3 silinder  (Mi & Li) berarti 1-3-2 kah ? ...
Tul ... 1-3-2 ... confirm.

Tks


Halah, gak mudeng.. lagi ngomong HP ... O2 ... trus kesini..
ini refer kemana ya 1-3-4-2 or 1-3-2 nya ??? Haha


Sorry bro kalo gak nyambung sequence-nya, tapi ini sangat prinsipil kok di dunia mesin ...

Jadi untuk AX urutan penyalaan silindernya : 1-2-4-3 kah ? ...

Katanya satu siklus mesin 4 tak menghabiskan 720 derajat untuk kegiatan intake,kompresi,gerak,exhaust. Yang gua ingin tahu ngitungnya searah atau berlawanan jarum jam ya ? ... (eniwei sudut penyalaan untuk AX berapa ya ? ...)

Kayaknya dulu gua pernah baca postingnya Om Anton G menanyakan prinsip kerja tiap silinder, tapi dimana ya, udah dicari gak nemu2 juga ...
Kalo untuk 4 silinder berarti urutan penyalaan tiap silindernya berselisih 720 derajat / 4 silinder = 180 derajat (katanya ...).


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 27-12-2006 12:03

Den Bagus Menulis:

Chandra Menulis:

PenyuTurbo Menulis:
Katanya urutan penyalaan untuk mesin 6 silinder itu : 1-5-3-6-2-4
Secara umum begitu

Nah kalo untuk mesin 4 silinder (AX) urutannya gimana ? ... 1-3-4-2 atau 1-2-4-3 ? ....
Kebanyakan boil 1-3-4-2 ... cuman untuk mesin FORD makai 1-2-4-3. Urutan silinder untuk RWD dari depan ke belakang 1-2-3-4, sedang untuk FWD dari kiri ke kanan (saat kita ngelihat mesin) 1-2-3-4.[/color]

Trus kalo untuk 3 silinder  (Mi & Li) berarti 1-3-2 kah ? ...
Tul ... 1-3-2 ... confirm.

Tks


Halah, gak mudeng.. lagi ngomong HP ... O2 ... trus kesini..
ini refer kemana ya 1-3-4-2 or 1-3-2 nya ??? Haha


Sorry bro kalo gak nyambung sequence-nya, tapi ini sangat prinsipil kok di dunia mesin ...

Jadi untuk AX urutan penyalaan silindernya : 1-2-4-3 kah ? ...  

Untuk AX : 1-3-4-2. Itulah sebabnya konstruksi header 4-2-1, maka pasangannya adalah (1-4) dan (3-2).

Katanya satu siklus mesin 4 tak menghabiskan 720 derajat untuk kegiatan intake,kompresi,gerak,exhaust. Yang gua ingin tahu ngitungnya searah atau berlawanan jarum jam ya ? ... (eniwei sudut penyalaan untuk AX berapa ya ? ...)

Tergantung dari putarannya (umumnya adalah CCW berlawanan dengan arah jarum jam) ... yang menjadi acuan adalah BDC (Bottom Dead Center) dan TDC (Top Dead Center).

Sudut penyalaan bergantung pada PUTARAN MESIN dan OCTANE BBM ... biasanya dinyatakan dalam derajad BTDC (Before Top Dead Center). Fase pembakaran selesai biasanya berada pada 10 derajad ATDC (After Top Dead Center) ... Jika Advance Timing dilakukan pada 15 derajad BTDC ... maka lama pembakaran adalah 15 deg BTDC + 10 deg ATDC = 25 derajad
.


Kayaknya dulu gua pernah baca postingnya Om Anton G menanyakan prinsip kerja tiap silinder, tapi dimana ya, udah dicari gak nemu2 juga ...
Kalo untuk 4 silinder berarti urutan penyalaan tiap silindernya berselisih 720 derajat / 4 silinder = 180 derajat (katanya ...).




RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Den Bagus - 27-12-2006 13:30

PenyuTurbo Menulis:
Untuk AX : 1-3-4-2. Itulah sebabnya konstruksi header 4-2-1, maka pasangannya adalah (1-4) dan (3-2).


ic ... (sambil mantuk-mantuk ... hehe)

Eniwei kalo untuk urutan penyalaan mesin FORD 1-2-4-3, pasangan konstruksi header 4-2-1 nya sama juga kan ? .... (1-4) dan (2-3)

Trus kalo dari gambar design header dibawah ini, berarti pasanganya (1-2) & (4-3), ini untuk mesin apa ya ? ...




RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Chandra - 27-12-2006 14:02

Den Bagus Menulis:

PenyuTurbo Menulis:
Untuk AX : 1-3-4-2. Itulah sebabnya konstruksi header 4-2-1, maka pasangannya adalah (1-4) dan (3-2).


ic ... (sambil mantuk-mantuk ... hehe)

Eniwei kalo untuk urutan penyalaan mesin FORD 1-2-4-3, pasangan konstruksi header 4-2-1 nya sama juga kan ? .... (1-4) dan (2-3)

Trus kalo dari gambar design header dibawah ini, berarti pasanganya (1-2) & (4-3), ini untuk mesin apa ya ? ...   


he he.. ini kan design PPT bos.. lu nanya balik apa ngetest nih ??? Haha


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - bankdjo - 27-12-2006 14:25

weleh...,weleh..., istilahnya susah banget, aku gak ngerti babar pisan.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 27-12-2006 14:31

bankdjo Menulis:
weleh...,weleh..., istilahnya susah banget, aku gak ngerti babar pisan.


Istilah apa bro ... gak ada yang istimewa kok 095


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 27-12-2006 14:32

Chandra Menulis:
he he.. ini kan design PPT bos.. lu nanya balik apa ngetest nih ??? Haha


HahaHahaHaha Mid-Test sebelum Ujian ... Yagak


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Den Bagus - 27-12-2006 14:45

Chandra Menulis:
he he.. ini kan design PPT bos.. lu nanya balik apa ngetest nih ??? Haha


Karena gua belum pe-de sama logika gua, makanya gua minta kunci jawaban-nya ke PPT ...
Kalo gua salah mbaca gambar tersebut ya mohon dikoreksi ... gitu bos ...


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Chandra - 27-12-2006 14:49

Den Bagus Menulis:

Chandra Menulis:
he he.. ini kan design PPT bos.. lu nanya balik apa ngetest nih ??? Haha


Karena gua belum pe-de sama logika gua, makanya gua minta kunci jawaban-nya ke PPT ...
Kalo gua salah mbaca gambar tersebut ya mohon dikoreksi ... gitu bos ...



gak apa2 kok Boss Bagus... tinggal tunggu klarifikasi PPT...
btw, gw tetep gak mudeng.. masalah ini nih ..

Penyu Turbo Menulis:
Katanya urutan penyalaan untuk mesin 6 silinder itu : 1-5-3-6-2-4
Secara umum begitu

Nah kalo untuk mesin 4 silinder (AX) urutannya gimana ? ... 1-3-4-2 atau 1-2-4-3 ? ....
Kebanyakan boil 1-3-4-2 ... cuman untuk mesin FORD makai 1-2-4-3. Urutan silinder untuk RWD dari depan ke belakang 1-2-3-4, sedang untuk FWD dari kiri ke kanan (saat kita ngelihat mesin) 1-2-3-4.[/color]

Trus kalo untuk 3 silinder (Mi & Li) berarti 1-3-2 kah ? ...
Tul ... 1-3-2 ... confirm.

Tks


lagi ngomong apa an sih ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Den Bagus - 27-12-2006 14:54

Chandra Menulis:

Den Bagus Menulis:

Chandra Menulis:
he he.. ini kan design PPT bos.. lu nanya balik apa ngetest nih ??? Haha


Karena gua belum pe-de sama logika gua, makanya gua minta kunci jawaban-nya ke PPT ...
Kalo gua salah mbaca gambar tersebut ya mohon dikoreksi ... gitu bos ...



gak apa2 kok Boss Bagus... tinggal tunggu klarifikasi PPT...
btw, gw tetep gak mudeng.. masalah ini nih ..

Penyu Turbo Menulis:
Katanya urutan penyalaan untuk mesin 6 silinder itu : 1-5-3-6-2-4
Secara umum begitu

Nah kalo untuk mesin 4 silinder (AX) urutannya gimana ? ... 1-3-4-2 atau 1-2-4-3 ? ....
Kebanyakan boil 1-3-4-2 ... cuman untuk mesin FORD makai 1-2-4-3. Urutan silinder untuk RWD dari depan ke belakang 1-2-3-4, sedang untuk FWD dari kiri ke kanan (saat kita ngelihat mesin) 1-2-3-4.[/color]

Trus kalo untuk 3 silinder  (Mi & Li) berarti 1-3-2 kah ? ...
Tul ... 1-3-2 ... confirm.

Tks


lagi ngomong apa an sih ?


Ngomongin urutan kerja silinder bos, katanya silinder itu kerjanya gak sekaligus, jadi ada sequence-nya 1-3-4-2 artinya silinder 1 duluan disusul silinder 3 dst ... (gua juga taunya setelah ikutan training gas engine generator ... hehe)


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Chandra - 27-12-2006 14:58

Den Bagus Menulis:
Ngomongin urutan kerja silinder bos, katanya silinder itu kerjanya gak sekaligus, jadi ada sequence-nya 1-3-4-2 artinya silinder 1 duluan disusul silinder 3 dst ... (gua juga taunya setelah ikutan training gas engine generator ... hehe)


i c... urutan kerja silinderrrrr toh ... he he.. sementara ada 5 ma 6 nya... itu yg pake 6 silinder gitu ... ok deh boss bagus.. dicopy gitu gantiiiii Topdeh


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 27-12-2006 14:58

Chandra Menulis:

Den Bagus Menulis:

Chandra Menulis:
he he.. ini kan design PPT bos.. lu nanya balik apa ngetest nih ??? Haha


Karena gua belum pe-de sama logika gua, makanya gua minta kunci jawaban-nya ke PPT ...
Kalo gua salah mbaca gambar tersebut ya mohon dikoreksi ... gitu bos ...



gak apa2 kok Boss Bagus... tinggal tunggu klarifikasi PPT...
btw, gw tetep gak mudeng.. masalah ini nih ..

Penyu Turbo Menulis:
Katanya urutan penyalaan untuk mesin 6 silinder itu : 1-5-3-6-2-4
Secara umum begitu

Nah kalo untuk mesin 4 silinder (AX) urutannya gimana ? ... 1-3-4-2 atau 1-2-4-3 ? ....
Kebanyakan boil 1-3-4-2 ... cuman untuk mesin FORD makai 1-2-4-3. Urutan silinder untuk RWD dari depan ke belakang 1-2-3-4, sedang untuk FWD dari kiri ke kanan (saat kita ngelihat mesin) 1-2-3-4.[/color]

Trus kalo untuk 3 silinder  (Mi & Li) berarti 1-3-2 kah ? ...
Tul ... 1-3-2 ... confirm.

Tks


lagi ngomong apa an sih ?


Kalau gua pahami sih kira kira begini kali yah. CMIIW yah.

Misalnya Avanza polanya adalah 1-4-3-2

Piston itukan bergerak bergantian, untuk mesin 4 Cylender, maka pada saat piston 1 & 4 naik, maka piston piston 3 & 2 turun. pada saat 1 & 4 naik maka Distrubotor akan menyalakan busi 1 & 4. Demikian juga sebaliknya pada saat piston 3 & 2 naik, maka 1 & 4 akan turun.

Pada saat 1 & 4 naik maka akan terjadi ledakan, dan saat ledakan terjadi maka Valve buka akan terbukan, exhaustnya kan keluar melalui header 1 & 4. demikian juga pada ledakan terjadi di piston 1 & 4.

Itulah sebabnya Design Ignition harus sama dengan Design Header. Untuk Avanza xenia net pola 4-2 menggunakan pola 1&4, serta 3&2 pada collectornya.

Benar ngak Bang Penyu ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Den Bagus - 27-12-2006 15:14

Anton G Menulis:
Piston itukan bergerak bergantian, untuk mesin 4 Cylender, maka pada saat piston 1 & 4 naik, maka piston piston 3 & 2 turun.  pada saat 1 & 4 naik maka Distrubotor akan menyalakan busi 1 & 4. Demikian juga sebaliknya pada saat piston 3 & 2 naik, maka 1 & 4 akan turun.


Yang gua tahu untuk 1 siklus : intake-kompresi-gerak-exhaust = 720 derajat, jadi untuk 4 silinder perbedaan sequence-nya 720/4=180 derajat antar silineder/piston-nya (jadi bukan bersamaan) ... cmiiw


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 27-12-2006 15:33

Den Bagus Menulis:

Anton G Menulis:
Piston itukan bergerak bergantian, untuk mesin 4 Cylender, maka pada saat piston 1 & 4 naik, maka piston piston 3 & 2 turun.  pada saat 1 & 4 naik maka Distrubotor akan menyalakan busi 1 & 4. Demikian juga sebaliknya pada saat piston 3 & 2 naik, maka 1 & 4 akan turun.


Yang gua tahu untuk 1 siklus : intake-kompresi-gerak-exhaust = 720 derajat, jadi untuk 4 silinder perbedaan sequence-nya 720/4=180 derajat antar silineder/piston-nya (jadi bukan bersamaan) ... cmiiw


Piston itu kan gerakannya hanya turun naik, terus hitung 720 derajatnya darimana yah ?

Mungkin hitungan 720 derajatnya adalah putaran crankshaftnya, bukan pistonnya.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Den Bagus - 27-12-2006 16:01

Anton G Menulis:
Piston itu kan gerakannya hanya turun naik, terus hitung 720 derajatnya darimana yah ?

Mungkin hitungan 720 derajatnya adalah putaran crankshaftnya, bukan pistonnya.


Kayaknya betul tuh ... hehe

just fyi ... untuk mesin s/d 6 silinder konstruksinya segaris (IN LINE type) -> ngitungnya 1 terdepan dst berurutan.
sementara untuk mesin > 6 silinder konstruksinya sejajar (V type) -> ngitungnya 1 terdepan dan selanjutnya zig-zag (kiri-kanan) berurutan.

Pertanyaan buat shifu : Nentuin silinder no 1 gimana ya ? ...
Kalo disuruh tebak2an gua pilih yg terdekat dgn radiator no.1 nya ...hehe

Ini ada oleh2 gambar GEG for info aja ... (gimana mbelahnya ya ... hehe)
Ada yang punya mesin AX dibelah kayak ini gak ... Haha




RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 27-12-2006 16:07

Den Bagus Menulis:

Anton G Menulis:
Piston itu kan gerakannya hanya turun naik, terus hitung 720 derajatnya darimana yah ?

Mungkin hitungan 720 derajatnya adalah putaran crankshaftnya, bukan pistonnya.


Kayaknya betul tuh ... hehe

just fyi ... untuk mesin s/d 6 silinder konstruksinya segaris (IN LINE type) -> ngitungnya 1 terdepan dst berurutan.
sementara untuk mesin > 6 silinder konstruksinya sejajar (V type) -> ngitungnya 1 terdepan dan selanjutnya zig-zag (kiri-kanan) berurutan.

Pertanyaan buat shifu : Nentuin silinder no 1 gimana ya ? ...
Kalo disuruh tebak2an gua pilih yg terdekat dgn radiator no.1 nya ...hehe

Ini ada oleh2 gambar GEG for info aja ... (gimana mbelahnya ya ... hehe)
Ada yang punya mesin AX dibelah kayak ini gak ... Haha


Kok lu bisa dapat training ginian dari kantor, emang kerja lu berhubungan dengan mesin juga yah ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 27-12-2006 17:01

Oli transmisi sama Oli Powerstering itu sama ngak sih ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Den Bagus - 27-12-2006 17:10

Anton G Menulis:
Oli transmisi sama Oli Powerstering itu sama ngak sih ?


Oli transmisi = Oli gearbox
Oli differensial = Oli gardan


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Den Bagus - 27-12-2006 17:24

Anton G Menulis:
Kok  lu bisa dapat training ginian dari kantor, emang kerja lu berhubungan dengan mesin juga yah ?


Sebenernya kemaren itu salah materi training, masa tukang setrum dicekokin Gas Engine Operation & Maintenance, seharusnya dicekokin Electric Power Generation (generator set yg dikopel sama engine), tapi ada point positive-nya juga sih, jadi tahu sedikit mengenai filosofi mesin ... dan jadi binun sendiri kalo dianalogikan ke AX engine ... Haha


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 27-12-2006 18:07

Den Bagus Menulis:

Anton G Menulis:
Kok  lu bisa dapat training ginian dari kantor, emang kerja lu berhubungan dengan mesin juga yah ?


Sebenernya kemaren itu salah materi training, masa tukang setrum dicekokin Gas Engine Operation & Maintenance, seharusnya dicekokin Electric Power Generation (generator set yg dikopel sama engine), tapi ada point positive-nya juga sih, jadi tahu sedikit mengenai filosofi mesin ... dan jadi binun sendiri kalo dianalogikan ke AX engine ... Haha


Busyet trainig jauh jauh tapi salah materi, bukan salah kirim orang yah ? Smile

Tukang setrum ?, berarti lu orang Electro yah ? Kalau orang Electro mah pasti jago baca ECU. Gambarnya pake gambar Electro semua, Gua masih bingung baca dan lihat gambar gambarnya.., Kasih kursus dasar mengenai Electro dong...!!! Biar bisa baca gambar ECU.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 27-12-2006 20:34

Den Bagus Menulis:
ic ... (sambil mantuk-mantuk ... hehe)

Eniwei kalo untuk urutan penyalaan mesin FORD 1-2-4-3, pasangan konstruksi header 4-2-1 nya sama juga kan ? .... (1-4) dan (2-3)

Trus kalo dari gambar design header dibawah ini, berarti pasanganya (1-2) & (4-3), ini untuk mesin apa ya ? ...   


Pak Den Bagus ini jangan mantuk-mantuk terus toh ... hehehehehe ...

Secara umum penjodohan yang (1-4) dan (2-3) itu untuk menghindari dua pulsa datang bersamaan di kolektor supaya proses scavenging (pengosongan gas buang) dari slinder berjalan dengan baik ... dan itu udah banyak dipraktekkan hampir di setiap pembuat header ... sering dikenali dengan NON-SEQUENTIAL PAIRING.

Tentang pemasangan/penjodohan (1-2) dan (3-4) pada header adalah Penjodohan (paring) secara berurutan (SEQUENTIAL) ... Tujuannya adalah untuk memperlebar kurva torsi dalam arti kata dari putaran rendah ke putaran tinggi torsinya agar mendekati FLAT ... dan penjodohan secara berurutan itu untuk memelihara kecepatan pengeluaran Gas buang dari Kolektor ... ini sering digunakan untuk boil-boil racing ... disamping kurva torsinya lebar ... tarikan diharapkan OK dalam arti kata tidak ngempos pada setiap gigi untuk jangkauan putaran mesin bawah sampai menengah atas.

Kalau mantuk-mantuk bisa2 gak lulus ntar ... mbak Nike gak berani ngeluarin Ijabsah. HahaHahaHaha


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - dani3 - 27-12-2006 20:48

OOOOOO... pak PenyuTurbo saya kirain H20 klo menguap akan menjadi O2 gitu gak taunya salah lagi saya. he..he.. berarti ngak jadi eksperimen dong!. tadinya klo emang uap air itu jadi O2 saya mau coba ambil dari buangan air AC yang di didihkan/dipanaskan dari panas mesin mobil pak! he...he...
Nah klo itu tidak dimungkinkan bagaimana dengan udara AC yang dingin? apakah Udara AC itu cukup padat O2nya pak PenyuTurbo? Nah klo udara AC memang padat O2 saya mau coba ambil sebagian udara AC didalam kabin mobil untuk disalurkan menuju ruang TB yah klo ngak salah!

tapi klo udara AC yang dingin itu tidak padat dengan O2
ya berarti percuma juga ya pak Penyu Turbo saya coba dengan udara AC. Mentok deh mikirnya saya, pak Penyu Turbo.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 27-12-2006 20:52

Anton G Menulis:

Chandra Menulis:

Den Bagus Menulis:

Chandra Menulis:
he he.. ini kan design PPT bos.. lu nanya balik apa ngetest nih ??? Haha


Karena gua belum pe-de sama logika gua, makanya gua minta kunci jawaban-nya ke PPT ...
Kalo gua salah mbaca gambar tersebut ya mohon dikoreksi ... gitu bos ...



gak apa2 kok Boss Bagus... tinggal tunggu klarifikasi PPT...
btw, gw tetep gak mudeng.. masalah ini nih ..

Penyu Turbo Menulis:
Katanya urutan penyalaan untuk mesin 6 silinder itu : 1-5-3-6-2-4
Secara umum begitu

Nah kalo untuk mesin 4 silinder (AX) urutannya gimana ? ... 1-3-4-2 atau 1-2-4-3 ? ....
Kebanyakan boil 1-3-4-2 ... cuman untuk mesin FORD makai 1-2-4-3. Urutan silinder untuk RWD dari depan ke belakang 1-2-3-4, sedang untuk FWD dari kiri ke kanan (saat kita ngelihat mesin) 1-2-3-4.[/color]

Trus kalo untuk 3 silinder  (Mi & Li) berarti 1-3-2 kah ? ...
Tul ... 1-3-2 ... confirm.

Tks


lagi ngomong apa an sih ?


Kalau gua pahami sih kira kira begini kali yah. CMIIW yah.

Misalnya Avanza polanya adalah 1-4-3-2

Piston itukan bergerak bergantian, untuk mesin 4 Cylender, maka pada saat piston 1 & 4 naik, maka piston piston 3 & 2 turun.  pada saat 1 & 4 naik maka Distrubotor akan menyalakan busi 1 & 4. Demikian juga sebaliknya pada saat piston 3 & 2 naik, maka 1 & 4 akan turun.

Pada saat 1 & 4 naik maka akan terjadi ledakan, dan saat ledakan terjadi maka Valve buka akan terbukan, exhaustnya kan keluar melalui header 1 & 4. demikian juga pada ledakan terjadi di piston 1  & 4.

Itulah sebabnya Design Ignition harus sama dengan Design Header. Untuk Avanza xenia net pola 4-2 menggunakan pola 1&4, serta 3&2 pada collectornya.

Benar ngak Bang Penyu ?


Wah udah pada hebat-hebat nech ....

Seperti dijelaskan diatas ... pola penjodohan pipa utama header dengan sistim berurutan (SEQUENTIAL) ... ini diharapkan kecepatan gas akan terpelihara keluar dari kolektor. Akibatnya pumping loss akan menjadi kecil dan kurva torsi akan menjadi lebar (widen and Flatten).

Penomoran urutan PENEMPATAN SILINDER untuk RWD adalah dari depan ... 1-2-3-4 ... Sedang URUTAN FIRINGnya berbeda ... katakan urutan FIRING nya adalah 1-3-4-2 ... maka setelah Silinder No. 1 busi membakar ... diikuti oleh silinder No. 4 kemudian Silinder No. 2 dan terakhir Silinder No. 3. ... begitu seterusnya.

Jadi secara gamblangnya :

1. Penjodohan SEQUENTIAL berdasarkan Urutan Tempat Posisi Silinder menjadi NON Sequential bila dilihat dari URUTAN FIRING.

2. Penjodohan NON-SEQUENTIAL berdasarkan Urutan Tempat/Posisi SIlinder ... dapat dikatakan SEQUENTIAL bila dilihat dari URUTAN FIRING ... karena urutan FIRING 1-2 adalah berdekatan sedang FIRING 3 dan 4 juga berdekatan dan hampir dikatakan bersamaan.

HahaHahaHaha Kelihatannya masih ada yang WallbashWallbashWallbash


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 27-12-2006 21:35

Anton G Menulis:

Den Bagus Menulis:

Anton G Menulis:
Piston itukan bergerak bergantian, untuk mesin 4 Cylender, maka pada saat piston 1 & 4 naik, maka piston piston 3 & 2 turun.  pada saat 1 & 4 naik maka Distrubotor akan menyalakan busi 1 & 4. Demikian juga sebaliknya pada saat piston 3 & 2 naik, maka 1 & 4 akan turun.


Yang gua tahu untuk 1 siklus : intake-kompresi-gerak-exhaust = 720 derajat, jadi untuk 4 silinder perbedaan sequence-nya 720/4=180 derajat antar silineder/piston-nya (jadi bukan bersamaan) ... cmiiw


Piston itu kan gerakannya hanya turun naik, terus hitung 720 derajatnya darimana yah ?

Mungkin hitungan 720 derajatnya adalah putaran crankshaftnya, bukan pistonnya.


INTAKE-KOMPRESI-GERAK-EXHAUST atau HISAP-TEKAN-MENGEMBANG-BUANG ada empat langkah atau 4 STROKE. SATU PUTARAN PENUH adalah 360 DERAJAD. SATU LANGKAH (STROKE) memerlukan 180 DERAJAD ... jadi 4 LANGKAH (STROKE) memerlukan 4 x 180 derajad = 720 derajad.

Jika SATU PUTARAN PENUH adalah 360 Derajad ... maka 720 DERAJAD EKIVALEN dengan 2 (DUA) PUTARAN --- Setiap 4 langkah (stroke) komplit maka jumlah putarannya adalah 2 dan SATU KALI PENGAPIAN.

Jika dikatakan Putaran Mesin adalah 3600 RPM (RAOUND PER MEINUTE) ... maka satu detik berputar sebanyak 3600/60 = 60 putaran per detik. Jika setiap 2 putaran adalah satu kali pengapian ... maka 60 putaran akan terjadi 30 kali pengapian. Jadi pada putaran mesin 3600 RPM ... pengapiannya 30 kali per detik.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - dani3 - 27-12-2006 23:16

Trims seberat- beratnya Pak PenyuTurbo atas kuliah malam ini!
Nanti saya coba menghub. DenBagus yang tukan nyetrum.
Pak Den Bagus bagaimana saya bisa menghubungi Anda? karena saya butuh banyak bantuan juga dari Anda Den Bagus!


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 27-12-2006 23:38

dani3 Menulis:
Nah klo itu tidak dimungkinkan bagaimana dengan udara AC yang dingin? apakah Udara AC itu cukup padat O2nya pak PenyuTurbo? Nah klo udara AC memang padat O2 saya mau coba ambil sebagian udara AC didalam kabin mobil untuk disalurkan menuju ruang TB yah klo ngak salah!

tapi klo udara AC yang dingin itu tidak padat dengan O2
ya berarti percuma juga ya pak Penyu Turbo saya coba dengan udara AC. Mentok deh mikirnya saya, pak Penyu Turbo.


Sesuai dengan formula gas ideal P = D R T --- D (density) = P/RT

Maka dengan penurunan Temperature (pada tekanan yang sama) tentu saja D (density) udara akan meningkat/membesar.

Pada kondis atmosfer dan pada permukaan laut Density udara adalah 1.22 kg/m3 = 1.22 gram/liter udara. Dalam hal ini P = 1 atmosfer, dan T = 20 oC = 293.15 K (Kelvin). Jika temperaturnya menurun ke 10 derajad Celcius (misalnya) dan pada tekanan tetap = 1 atmosfer ... maka density udara pada temparatur 10 derajad adalah =

1.22 grm/liter x (20 + 273.15)/(10 + 273.15) =
1.22 gram/liter x (293.15/283.15) = 1.263 gram/liter.

Ingat perhitungannya ... temperatur mesti dijadikan dulu ke derajad Kelvin = derajad Celsius + 273.15.

Jadi pada Temperature 20 oC, 1 Atm, density udara = 1.22 gram/liter dan pada Temperature 10 oC, 1 Atm, density udara = 1.263 gram/liter.

Oksigen (O2) dalam udara hanya 20% ... sehingga jumlah O2 :
- Pada Temperature 20 oC = 20% x 1.22 gram/liter = 0.244 gram/liter.
- Pada temperature 10 oC = 20% x 1.265 gram/liter = 0.253 gram/liter.

Jelas bahwa udara yang lebih dingin, dengan tekanan yang sama ... jumlah Oksigen nya (O2) akan lebih banyak.

Bisa saja Air Intake Hose dimasukkan ke dalam cabin boil ... cuman yaitu ... waktu REVV (RPM meninggi) ... suara Penghisapan UDARA ngalahin suara Audio System dalam Cabin. Gw pernah nyoba masukin hose ukuran kecil aja ... udah ada temennya dalam cabin ... seolah-olah ada ular mendesis ... apalagi kalau intake hose yang 2" besarnya .... Cara demikian Gak Praktis ... menggangu keheningan dalam cabin.

Yang terbaik kalau mau eksperimen yaitu tadi ... bukan cuman nambahin O2 tapi nambahin sumber energi-nya H2 ... disamping BBM.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Den Bagus - 28-12-2006 07:24

@ Anton G : Background gua di arus kuat (AC), jadi kalo masalah arus lemah (DC) ya same2lah belajar-nya ... hehe

@dani3 : saya pasti bisa memberikan bantuan do'a ... hehe


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Den Bagus - 28-12-2006 07:31

PenyuTurbo Menulis:
Wah udah pada hebat-hebat nech ....

Seperti dijelaskan diatas ... pola penjodohan pipa utama header dengan sistim berurutan (SEQUENTIAL) ... ini diharapkan kecepatan gas akan terpelihara keluar dari kolektor. Akibatnya pumping loss akan menjadi kecil dan kurva torsi akan menjadi lebar (widen and Flatten).

Penomoran urutan PENEMPATAN SILINDER untuk RWD adalah dari depan ... 1-2-3-4 ... Sedang URUTAN FIRINGnya berbeda ... katakan urutan FIRING nya adalah 1-3-4-2 ... maka setelah Silinder No. 1 busi membakar ... diikuti oleh silinder No. 4 kemudian Silinder No. 2 dan terakhir Silinder No. 3. ... begitu seterusnya.

Jadi secara gamblangnya :

1. Penjodohan SEQUENTIAL berdasarkan Urutan Tempat Posisi Silinder menjadi NON Sequential bila dilihat dari URUTAN FIRING.

2. Penjodohan NON-SEQUENTIAL berdasarkan Urutan Tempat/Posisi SIlinder ... dapat dikatakan SEQUENTIAL bila dilihat dari URUTAN FIRING ... karena urutan FIRING 1-2 adalah berdekatan sedang FIRING 3 dan 4 juga berdekatan dan hampir dikatakan bersamaan.

HahaHahaHaha Kelihatannya masih ada yang WallbashWallbashWallbash


ic, terima design header plus filosofi, emang gak ada matinya ... Topdeh


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Chandra - 28-12-2006 07:34

Den Bagus Menulis:

PenyuTurbo Menulis:
Wah udah pada hebat-hebat nech ....

Seperti dijelaskan diatas ... pola penjodohan pipa utama header dengan sistim berurutan (SEQUENTIAL) ... ini diharapkan kecepatan gas akan terpelihara keluar dari kolektor. Akibatnya pumping loss akan menjadi kecil dan kurva torsi akan menjadi lebar (widen and Flatten).

Penomoran urutan PENEMPATAN SILINDER untuk RWD adalah dari depan ... 1-2-3-4 ... Sedang URUTAN FIRINGnya berbeda ... katakan urutan FIRING nya adalah 1-3-4-2 ... maka setelah Silinder No. 1 busi membakar ... diikuti oleh silinder No. 4 kemudian Silinder No. 2 dan terakhir Silinder No. 3. ... begitu seterusnya.

Jadi secara gamblangnya :

1. Penjodohan SEQUENTIAL berdasarkan Urutan Tempat Posisi Silinder menjadi NON Sequential bila dilihat dari URUTAN FIRING.

2. Penjodohan NON-SEQUENTIAL berdasarkan Urutan Tempat/Posisi SIlinder ... dapat dikatakan SEQUENTIAL bila dilihat dari URUTAN FIRING ... karena urutan FIRING 1-2 adalah berdekatan sedang FIRING 3 dan 4 juga berdekatan dan hampir dikatakan bersamaan.

HahaHahaHaha Kelihatannya masih ada yang WallbashWallbashWallbash


ic, terima design header plus filosofi, emang gak ada matinya ... Topdeh



iki ngomongin header, AC, arus lemah ato IC sih ?? HahaHaha


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Den Bagus - 28-12-2006 07:38

Chandra Menulis:
iki ngomongin header, AC, arus lemah ato IC sih ?? HahaHaha


pokoke sing cucuk yo dibungkus waeklah ... HahaHaha


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - dani3 - 28-12-2006 08:46

Oh Den Bagus klo dibantu dengan doa wae aku tetep ora iso wong background ne screen printing!

rekan rekan rr ada yang punya backgroud DC?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 28-12-2006 09:19

Chandra Menulis:

Den Bagus Menulis:

PenyuTurbo Menulis:
Wah udah pada hebat-hebat nech ....

Seperti dijelaskan diatas ... pola penjodohan pipa utama header dengan sistim berurutan (SEQUENTIAL) ... ini diharapkan kecepatan gas akan terpelihara keluar dari kolektor. Akibatnya pumping loss akan menjadi kecil dan kurva torsi akan menjadi lebar (widen and Flatten).

Penomoran urutan PENEMPATAN SILINDER untuk RWD adalah dari depan ... 1-2-3-4 ... Sedang URUTAN FIRINGnya berbeda ... katakan urutan FIRING nya adalah 1-3-4-2 ... maka setelah Silinder No. 1 busi membakar ... diikuti oleh silinder No. 4 kemudian Silinder No. 2 dan terakhir Silinder No. 3. ... begitu seterusnya.

Jadi secara gamblangnya :

1. Penjodohan SEQUENTIAL berdasarkan Urutan Tempat Posisi Silinder menjadi NON Sequential bila dilihat dari URUTAN FIRING.

2. Penjodohan NON-SEQUENTIAL berdasarkan Urutan Tempat/Posisi SIlinder ... dapat dikatakan SEQUENTIAL bila dilihat dari URUTAN FIRING ... karena urutan FIRING 1-2 adalah berdekatan sedang FIRING 3 dan 4 juga berdekatan dan hampir dikatakan bersamaan.

HahaHahaHaha Kelihatannya masih ada yang WallbashWallbashWallbash


ic, terima design header plus filosofi, emang gak ada matinya ... Topdeh



iki ngomongin header, AC, arus lemah ato IC sih ?? HahaHaha


Jadi ngomongin OBLOK-OBLOK .... HahaHahaHaha


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 28-12-2006 09:26

PenyuTurbo Menulis:
INTAKE-KOMPRESI-GERAK-EXHAUST atau HISAP-TEKAN-MENGEMBANG-BUANG ada empat langkah atau 4 STROKE. SATU PUTARAN PENUH adalah 360 DERAJAD. SATU LANGKAH (STROKE) memerlukan 180 DERAJAD ... jadi 4 LANGKAH (STROKE) memerlukan 4 x 180 derajad = 720 derajad.

Jika SATU PUTARAN PENUH adalah 360 Derajad ... maka 720 DERAJAD EKIVALEN dengan 2 (DUA) PUTARAN --- Setiap 4 langkah (stroke) komplit maka jumlah putarannya adalah 2 dan SATU KALI PENGAPIAN.

Jika dikatakan Putaran Mesin adalah 3600 RPM (RAOUND PER MEINUTE) ... maka satu detik berputar sebanyak 3600/60 = 60 putaran per detik. Jika setiap 2 putaran adalah satu kali pengapian ... maka 60 putaran akan terjadi 30 kali pengapian. Jadi pada putaran mesin 3600 RPM ... pengapiannya 30 kali per detik.


SATU PUTARAN PENUH yang dimaksud adalah putaran CRANKSHAFT atau hanya istilah yang digunakan pada saat piston turun dan naik itu dianggap satu putaran penuh

HISAP itu terjadi pada saat piston TURUN yah ?
TEKAN pada saat piston naik ?
Ngembang = ketikan mendekati TDC ?
BUANG = pada saat valve buang terbuka ?

Benar ngak bang seperti itu ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 28-12-2006 09:28

Distributor itu cara kerjanya bagaimana sih Bang dalam hal pengapiannya ?

Kemudian dalam mobil yang masih menggunakan platina, platina itu gunanya apa apakah sama gunanya dengan Distributor diatas ?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 28-12-2006 16:42

Anton G Menulis:

PenyuTurbo Menulis:
INTAKE-KOMPRESI-GERAK-EXHAUST atau HISAP-TEKAN-MENGEMBANG-BUANG ada empat langkah atau 4 STROKE. SATU PUTARAN PENUH adalah 360 DERAJAD. SATU LANGKAH (STROKE) memerlukan 180 DERAJAD ... jadi 4 LANGKAH (STROKE) memerlukan 4 x 180 derajad = 720 derajad.

Jika SATU PUTARAN PENUH adalah 360 Derajad ... maka 720 DERAJAD EKIVALEN dengan 2 (DUA) PUTARAN --- Setiap 4 langkah (stroke) komplit maka jumlah putarannya adalah 2 dan SATU KALI PENGAPIAN.

Jika dikatakan Putaran Mesin adalah 3600 RPM (RAOUND PER MEINUTE) ... maka satu detik berputar sebanyak 3600/60 = 60 putaran per detik. Jika setiap 2 putaran adalah satu kali pengapian ... maka 60 putaran akan terjadi 30 kali pengapian. Jadi pada putaran mesin 3600 RPM ... pengapiannya 30 kali per detik.


SATU PUTARAN PENUH yang dimaksud adalah putaran CRANKSHAFT atau  hanya istilah yang digunakan pada saat piston turun dan naik itu dianggap satu putaran penuh

HISAP itu terjadi pada saat piston TURUN yah ? Setebgah Putaran Crankshaft dari TDC ke BDC --- piston turun.

TEKAN pada saat piston naik ? Setengah Putaran Crankshaft dari BDC ke TDC kemudian busi nyala --- piston naik.

Ngembang = ketikan mendekati TDC ? Setengah Putaran crankshaft dari TDC ke BDC, gas yang terbakar mengembang/nekan silinder jadi Torsi --- piston turun.

BUANG = pada saat valve buang terbuka ? Setengah Putaran Crankshaft dari BDC ke TDC, gas yang bikin torsi tadi dikeluarkan --- piston naik.




RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 28-12-2006 16:54

Anton G Menulis:
Distributor itu cara kerjanya bagaimana sih Bang dalam hal pengapiannya ?

Mendistribusi arus ke masing-masing Kabel busi dengan cara memutar mengikuti putaran mesin sesuai dengan urutan pengapian. Dari COIL nyambung ke DISTRIBUTOR satu cable menyalurkan Arus (Voltase). Di Distributor ada 5 sambungan Kabel ... satu berada di tengah datang dari COIL ... dikenali dengan distributoir rotor, yang empat mengelilingi yang akan disambungkan ke BUSI. Rotor Akan berputar mengikuti putaran mesin ... setiap bersentuhan dengan konduktor yang mengelilingi maka pada saat itu disalurkan arus (tegangan) ke busi yang bersangkutan.

Kemudian dalam mobil yang masih menggunakan platina, platina itu gunanya apa apakah sama gunanya dengan Distributor diatas ?

Prinsipnya sama saja dengan yang diatas hanya dalam hal ini pengapian sesuai dengan buka tutupnya platina. Dan tetap saja ada satu supply arus (voltase) dari COIL.




RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Den Bagus - 28-12-2006 17:12

PenyuTurbo Menulis:

Anton G Menulis:
Distributor itu cara kerjanya bagaimana sih Bang dalam hal pengapiannya ?

Mendistribusi arus ke masing-masing Kabel busi dengan cara memutar mengikuti putaran mesin sesuai dengan urutan pengapian. Dari COIL nyambung ke DISTRIBUTOR satu cable menyalurkan Arus (Voltase). Di Distributor ada 5 sambungan Kabel ... satu berada di tengah datang dari COIL ... dikenali dengan distributoir rotor, yang empat mengelilingi yang akan disambungkan ke BUSI. Rotor Akan berputar mengikuti putaran mesin ... setiap bersentuhan dengan konduktor yang mengelilingi maka pada saat itu disalurkan arus (tegangan) ke busi yang bersangkutan.


Kemaren di training GEG gua dikenalin dengan yang namanya si Ignition Transformer (mengubah Low Voltage input menjadi High Voltage spark output) & si Magneto (untuk menyetel sudut penyalaan), kalo di analogikan ke AX jadi apaan tuh ya ? ...


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 28-12-2006 17:28

Den Bagus Menulis:

PenyuTurbo Menulis:

Anton G Menulis:
Distributor itu cara kerjanya bagaimana sih Bang dalam hal pengapiannya ?

Mendistribusi arus ke masing-masing Kabel busi dengan cara memutar mengikuti putaran mesin sesuai dengan urutan pengapian. Dari COIL nyambung ke DISTRIBUTOR satu cable menyalurkan Arus (Voltase). Di Distributor ada 5 sambungan Kabel ... satu berada di tengah datang dari COIL ... dikenali dengan distributoir rotor, yang empat mengelilingi yang akan disambungkan ke BUSI. Rotor Akan berputar mengikuti putaran mesin ... setiap bersentuhan dengan konduktor yang mengelilingi maka pada saat itu disalurkan arus (tegangan) ke busi yang bersangkutan.


Kemaren di training GEG gua dikenalin dengan yang namanya si Ignition Transformer (mengubah Low Voltage input menjadi High Voltage spark output) & si Magneto (untuk menyetel sudut penyalaan), kalo di analogikan ke AX jadi apaan tuh ya ? ...


AX udah makai DIRECT Ignition (kagak ada distributornya lagi) ... umumnya 1 busi 1 ignition coil. Jika makai sistem WASTE SPARK ... 1 ignition coil dipakai untuk 2 busi.

Dah gak ada kabel busi ... ignition coil nya udah ada di masing-masing kepala busi ... yang betuknya mirip kotak korek api warna hitam di atas lubang busi.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Den Bagus - 28-12-2006 17:33

PenyuTurbo Menulis:
AX udah makai DIRECT Ignition (kagak ada distributornya lagi) ... umumnya 1 busi 1 ignition coil. Jika makai sistem WASTE SPARK ... 1 ignition coil dipakai untuk 2 busi.


ic ... (biasa aja, gak pake mantuk2 lagi ... HahaHaha) ...

eniwei kalo utk menyetel sudut penyalaan di AX lewat ECU kah ? ...


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 28-12-2006 17:52

Den Bagus Menulis:

PenyuTurbo Menulis:
AX udah makai DIRECT Ignition (kagak ada distributornya lagi) ... umumnya 1 busi 1 ignition coil. Jika makai sistem WASTE SPARK ... 1 ignition coil dipakai untuk 2 busi.


ic ... (biasa aja, gak pake mantuk2 lagi ... HahaHaha) ...

eniwei kalo utk menyetel sudut penyalaan di AX lewat ECU kah ? ...


HahaHahaHaha Kepala udah ringan ... hehehehe ... jadi gak mantuk2 ... shock absorber dan coilnya udah match ... gak mentul-mentul.

Nyetel sudut penyalaan 095 ... itulah sebenarnya REMAP ECU ... yang di setel2 adalah pemetaan (Mapping) Ignition dan Injector Pulse ... mau DASTEK kah ... mau apa namanya ... yang diubah cuman mapping ignition dan Injector Pulse (Fueling).

Kalau program pick-up (pengambilan) signal sensor-sensor ... cuman pabrikan yang megang. Kadang-kadang ada mis-match. Memang para pemasang CHIPS dan Para RE-MAPPer claim bisa dapetin Tenaga yang lebih ... jelas aja karena Pabrikan ngeset tuning akan disesuaikan dengan MASA GARANSI yang diberikan ... dan ini mendikte Mapping ECU untuk tidak mengeluarkan tenaga yang maksimum yang sebenarnya bisa akan tetapi disembunyikan. Sedang para CHIPers dan RE-MAPPers gak memperhatikan aspek (umur mesin atau jangka hayat mesin) tersebut. Bagi mereka yang penting bisa mengeluarkan power yang disembunyikan tadi dan disukai para pencari tambahan/pemburu tenaga... Power Hunter.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - dani3 - 28-12-2006 19:13

Pak PenyuTurbo,...Sedang para CHIPers dan RE-MAPPers gak memperhatikan aspek (umur mesin atau jangka hayat mesin) tersebut.....

Pak PenyuTurbo saya tidak ambil pusing dgn istilah mapp ataupun ecu, akan tetapi yang bikin timbul pertanyaan adalah "Umur Mesin/Jangka hayat mesin"
emang AX ada umur mesin-nya? emang berapa tahun umur mesinnya AX? dan bila nanti sudah waktunya mati apa gak bisa lagi dipakai tuh mobil AX? Tapi jelasinnya
jangan pake bahasa yang tinggi yah pak dosen Penyu!
Trims


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 28-12-2006 21:06

dani3 Menulis:
Pak PenyuTurbo,...Sedang para CHIPers dan RE-MAPPers gak memperhatikan aspek (umur mesin atau jangka hayat mesin) tersebut.....

Pak PenyuTurbo saya tidak ambil pusing dgn istilah mapp ataupun ecu, akan tetapi yang bikin timbul pertanyaan adalah "Umur Mesin/Jangka hayat mesin"
emang AX ada umur mesin-nya? emang berapa tahun umur mesinnya AX? dan bila nanti sudah waktunya mati apa gak bisa lagi dipakai tuh mobil AX? Tapi jelasinnya
jangan pake bahasa yang tinggi yah pak dosen Penyu!
Trims


Tentang umur ini ... sebenarnya setiap component mempunyai service life sendiri sendiri berbantung pada amplitudo siklus pembebanan yang terjadi.

Dari sisi manufacture maka umur ini disesuaikan dengan Waktu/masa Garansi yang diberikan yaitu katakanlah 100 000 km atau 3 tahun. Designer merancang untuk meminimalkan replacement/pergantian komponen untuk waktu yang diberikan agar meminimalkan replacement cost. Ini akan mendikte simulasi pembebanan mobil atau mesinnya sehingga akan tahan pada masa garansi yang diberikan pada tingkat replacement cost yang sudah diprediksi. Jika dalam masa garansi itu ada perubahan pada komponen mesin yang dilakukan oleh customer sehingga mengubah spec standarnya ... maka garansi akan VOID atau hangus atau Batal.

Selepas masa garansi habis/selesai ... manufacture gak ambil pusing tentang bagaimana mobil tersebut diperlakukan ... yang jelas sesuai dengan hukum fisiknya :

1. Semakin besar amplitudo siklus pembabanan ... maka semakin pendeklah umurnya.

2. Metoda dan praktek perawatan (Maintenance Practices) juga akan mempengaruhi panjang pendeknya umur.

Perawatan selama dalam waktu garansi adalah berbeda dengan perawatan pada saat setelah garansi. Pada masa garansi ... manufacture akan memberikan interval yang cukup panjang pada replacebale items untuk meminimalkan biaya perawatan selama masa garansi dengan prediksi umurnya akan dapat mencapai waktu garansi yang diberikan.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - dani3 - 28-12-2006 22:11

Hemm...gitu toh maksudnya, kirain saking majunya teknologi maka umur mesin bisa mati, gak taunya masalah
boil minta jajan toh! he...he...
Thanks jawabannya pak Penyu Turbo.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Den Bagus - 29-12-2006 14:06

Den Bagus Menulis:
just fyi ... untuk mesin s/d 6 silinder konstruksinya segaris (IN LINE type) -> ngitungnya 1 terdepan dst berurutan.
sementara untuk mesin > 6 silinder konstruksinya sejajar (V type) -> ngitungnya 1 terdepan dan selanjutnya zig-zag (kiri-kanan) berurutan.

Pertanyaan buat shifu : Nentuin silinder no 1 gimana ya ? ...
Kalo disuruh tebak2an gua pilih yg terdekat dgn radiator no.1 nya ...hehe


Shifu kalo mesin V6 maksudnya mesin 6 silinder V type kah ?? ...
Kalo iya, berarti generalisasi saya di atas salah donk ya ... (tapi masih ada benernya juga kalo untuk Gas Engine Generator) ... hehe

eniwei boleh tahu keuntungan & kerugian mesin kontruksi silinder INLINE vs V type ? ...

Tks


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 29-12-2006 19:26

Den Bagus Menulis:

Den Bagus Menulis:
just fyi ... untuk mesin s/d 6 silinder konstruksinya segaris (IN LINE type) -> ngitungnya 1 terdepan dst berurutan.
sementara untuk mesin > 6 silinder konstruksinya sejajar (V type) -> ngitungnya 1 terdepan dan selanjutnya zig-zag (kiri-kanan) berurutan.

Pertanyaan buat shifu : Nentuin silinder no 1 gimana ya ? ...
Kalo disuruh tebak2an gua pilih yg terdekat dgn radiator no.1 nya ...hehe


Shifu kalo mesin V6 maksudnya mesin 6 silinder V type kah ?? ...
Kalo iya, berarti generalisasi saya di atas salah donk ya ... (tapi masih ada benernya juga kalo untuk Gas Engine Generator) ... hehe

eniwei boleh tahu keuntungan & kerugian mesin kontruksi silinder INLINE vs V type ? ...

Tks


Untuk V6 berarti posisi silindernya terbagi dua 3-3 dan langkah (naik turun piston) berbentuk huruf V. Sudut V ini ada yang 60 derajad ... ada juga yang 90 derajad. Umumnya penomoran silinder V6 dikelompokkan menjadi silinder ganjil dan kelompok silinder Genap ... yaitu satu sisi penomorannya 1-3-5 dan sisi lain penomorannya 2-4-6. Untuk Firing bisa 1-2-3-4-5-6 ... lebih gampang.

V6 ini mesinnya lebih kompak ketimbang In Line. Kompaknya ini akan memudahkan konfigurasi jika dipasang sebagai FWD (Front Wheel Drive), sedang untuk In Line mesinnya terlalu panjang untuk dipasang dalam konfigurasi FWD dan pada umumnya in Line 6 Cylinders digunakan dalam konfigurasi RWD (Rear Wheel Drive).

Dari Segi berat ... karena V6 lebih kompak maka tentu saja akan lebih ringan ketimbang yang IL-6. Generasi terdahulu boil jepang makai IL-6 ... cuman untuk weight reduction requirement ... maka diubah menjadi V6. Untuk BM ... jarang menggunakan V6 dan kebanyakan BM (bisa dikatakan hampir semua mesin BM) selalu IL --- RWD Rear Wheel Drive. Secara umum untuk 0-400 m, RWD lebih cepet waktunya ketimbang FWD ... tapi untuk jarak yang lebih panjang FWD bisa jadi akan lebih cepat karena HP/Weight Rationya umumnya lebih besar ketimbang yang RWD ... karena RWD disamping mesinnya relatif lebih berat ... maka tambahan gardan dan differential akan menambah berat boil RWD.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Bobby Sant - 31-12-2006 21:57

Yang lulus dapet gelar Sarjana Tehnik dari AvanzaXenia.net TopdehTopdehTopdeh


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Don - 31-12-2006 22:23

PenyuTurbo Menulis:

Den Bagus Menulis:

Den Bagus Menulis:
just fyi ... untuk mesin s/d 6 silinder konstruksinya segaris (IN LINE type) -> ngitungnya 1 terdepan dst berurutan.
sementara untuk mesin > 6 silinder konstruksinya sejajar (V type) -> ngitungnya 1 terdepan dan selanjutnya zig-zag (kiri-kanan) berurutan.

Pertanyaan buat shifu : Nentuin silinder no 1 gimana ya ? ...
Kalo disuruh tebak2an gua pilih yg terdekat dgn radiator no.1 nya ...hehe


Shifu kalo mesin V6 maksudnya mesin 6 silinder V type kah ?? ...
Kalo iya, berarti generalisasi saya di atas salah donk ya ... (tapi masih ada benernya juga kalo untuk Gas Engine Generator) ... hehe

eniwei boleh tahu keuntungan & kerugian mesin kontruksi silinder INLINE vs V type ? ...

Tks


Untuk V6 berarti posisi silindernya terbagi dua 3-3 dan langkah (naik turun piston) berbentuk huruf V. Sudut V ini ada yang 60 derajad ... ada juga yang 90 derajad. Umumnya penomoran silinder V6 dikelompokkan menjadi silinder ganjil dan kelompok silinder Genap ... yaitu satu sisi penomorannya 1-3-5 dan sisi lain penomorannya 2-4-6. Untuk Firing bisa 1-2-3-4-5-6 ... lebih gampang.

V6 ini mesinnya lebih kompak ketimbang In Line. Kompaknya ini akan memudahkan konfigurasi jika dipasang sebagai FWD (Front Wheel Drive), sedang untuk In Line mesinnya terlalu panjang untuk dipasang dalam konfigurasi FWD dan pada umumnya in Line 6 Cylinders digunakan dalam konfigurasi RWD (Rear Wheel Drive).

Dari Segi berat ... karena V6 lebih kompak maka tentu saja akan lebih ringan ketimbang yang IL-6. Generasi terdahulu boil jepang makai IL-6 ... cuman untuk weight reduction requirement ... maka diubah menjadi V6. Untuk BM ... jarang menggunakan V6 dan kebanyakan BM (bisa dikatakan hampir semua mesin BM) selalu IL --- RWD Rear Wheel Drive. Secara umum untuk 0-400 m, RWD lebih cepet waktunya ketimbang FWD ... tapi untuk jarak yang lebih panjang FWD bisa jadi akan lebih cepat karena HP/Weight Rationya umumnya lebih besar ketimbang yang RWD ... karena RWD disamping mesinnya relatif lebih berat ... maka tambahan gardan dan differential akan menambah berat boil RWD.


Tambahan:

Ada lagi mesin Boxer, hampir sama seperti V6, V8 atau V10... cuma posisinya belawanan 180 derajat, seperti di VW Beatle/Combi lama.
Pesawat2 kecil bermesin piston masih banyak yg pake jenis mesin seperti ini.

Ada lagi mesin Radial 4, 6, 8, 12, 24 silinder, posisinya silindernya bener2 muter... kalo 12 silinder berarti tiap 30 derajat ada 1 silinder. ada juga yg 24 silinder mirip seperti yg 12 silinder, tapi tiap 30 derajat ada 2 silinder... bisa diliat dimesin pesawat DC3.
Mesin2 ini juga cuma cocok buat pesawat.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 01-01-2007 17:13

Mau posting sketsa ... photobucket nya lagi susah ... entar tunggu kalau dah OK YagakTopdeh


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Bobby Sant - 01-01-2007 18:38

PenyuTurbo Menulis:
Mau posting sketsa ... photobucket nya lagi susah ... entar tunggu kalau dah OK YagakTopdeh


Kirim aja ke email gua bobby@anjingkita.com . Internet gua udah bisa buka semua web luar negeri.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 01-01-2007 20:40

Bobby Sant Menulis:

PenyuTurbo Menulis:
Mau posting sketsa ... photobucket nya lagi susah ... entar tunggu kalau dah OK YagakTopdeh


Kirim aja ke email gua bobby@anjingkita.com . Internet gua udah bisa buka semua web luar negeri.


mau email-pun yahoo nya gak beres ... mesti nunggu 3 minggu katanya.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Bobby Sant - 01-01-2007 21:07

PenyuTurbo Menulis:
mau email-pun yahoo nya gak beres ... mesti nunggu 3 minggu katanya.


Ok, menu attachment utk PPT sudah dibuka, silakan attach di forum.


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 01-01-2007 21:44

Bobby Sant Menulis:

PenyuTurbo Menulis:
mau email-pun yahoo nya gak beres ... mesti nunggu 3 minggu katanya.


Ok, menu attachment utk PPT sudah dibuka, silakan attach di forum.


Boss belum dibuka lagi lah itu giliran Keran PDAM-nya HahaHahaHaha jadi belum bisa Attach ... Wallbash


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Chandra - 02-01-2007 06:58

OOT dikit ya.. PPT .. boleh tolong tengok thread header design AX non VVT-i dong... he he... Topdeh


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - PenyuTurbo - 02-01-2007 07:57

Chandra Menulis:
OOT dikit ya.. PPT .. boleh tolong tengok thread header design AX non VVT-i dong... he he... Topdeh


HahaHahaHaha Udah ditengokin tuh .... bukak terus bengkel knalpot dan turbo modif .... CHANDRA POWER WORKS ... Whistling


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - dani3 - 02-01-2007 19:31

PPT menulis:
Antara pelat elektroda positf dengan negatif jangan sampai bersentuhan ... kalau bersentuhan langsung memang korslet ... kayak sel-sel AKI aja ... cuman kalau aki media nya adalah H2SO4 (sulfuric acid).

Nah nih die nih klo gitu bagaimana klo pake Accu tapi diisinya ama air aja pak penyu bisa gak? jadi gak ribet buat bikin eletrodanya lagi?


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Bobby Sant - 02-01-2007 19:45

PenyuTurbo Menulis:

Bobby Sant Menulis:
Apa akan koslet kalau air sampai habis?

Jika air-nya habis ... maka media yang ada diantara pelat elektroda positif dan negatif adalah udara ... maka elektrolisanya akan berhenti dengan sendirinya karena antara pelat elektroda positif dan negatif kan gak nyambung ...

Kalau busi dengan 30.000 Volts akan terjadi loncatan bunga api ... antara pelat positif dengan pelat negatif ... hanya dengan 12 Volt ... gak akan ada loncatan bunga api.


Kalau alat ini bisa bikin irit kenapa gak ada yg produksi secara massal utk dijual atau kenapa pabrik mobil gak bikin seperti ini ?

Itu alat murah dan gampang dibikin ... bahkan dengan DIY ... orang lebih suka jual yang mahal ... apalagi kalau menghadapi customer yang sukanya mahal ... Gengsi ... maka muncullah mobil HYBRID. Walaupun claim bisa dapat 55 MPG (1 : 23) namun on the road cuman di dapat 30 MPG (1 : 15) ... ini di USA.

Seperti halnya penggunaan pupuk organik yang murah dan baik untuk kesuburan tanah. Kenapa pupuk semacam ini susah untuk dipasarkan 095 Karena udah ada pembuat pupuk kimia dan pabrik ini akan fight back ... dapurnya terganggu.

Demikian halnya dengan alat diatas ... yang gak suka dengan alat itu adalah yang bikin BBM dan yang bikin mobil ... dapurnya akan terganggu ... kalaulah FC nya bisa lebih irit sampai 100% ... maka penjualan BBM akan merosot 100% ... yang jual BBM akan mengeluh. Dilain pihak jika FC irit sekali ... ini menunjukkan mesin bekerja dengan efisien sekali ... jika mesin udah efisien ... maka hukum fisiknya mengatakan ... umur sebuah sistem akan meningkat jika sistem itu bekerja secara efisien ... ini berarti umur mesin akan bertambah lama ... dan ini gak disukai ama pabrikan mobil ... karena produk2 baru nya akan mengalami penurunan omset.


Oh gitu toh. Tengkiyu buat penjelasannya.

Ada yg mau produksi alat ini gak? jadi orang kayak gua yg takut lisrik tinggal beli dan pasang alias tau beres.

Mungkin modalnya gak sampai 200 ribu ya? Kalau bisa iritin BBM sampai 100%, dijual 500 ribu pasti laku. Alat penghemat BBM kayak Khaos aja yg cuman iritin BBM 10-20% dijual 1,5 juta.

Hayo, siapa yg mau produksi??? Ntar, diiklanin deh....


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Bobby Sant - 02-01-2007 20:37

Topik Pembangkit Hydrogen gua pisah.

Klik http://www.avanzaxenia.net/showthread.php?tid=1733 untuk melanjutkan diskusi tentang Pembangkit Hydrogen.



RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Anton G - 01-03-2007 15:05



Bagi yang belum bisa membayangkan apa yang terjadi di ruang bakar. Saya kirimkan Animasi pembakaran mesin 4 stroke. Semoga membantu

1. Hisap
2. Kompres
3. Bakar
4. Buang


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - azmech - 22-03-2007 21:15

ni topik bagus bgt euy.......n saran dunk...topik power dan torque juga dijadiin topik penting......elmunya langka boowww.......dosen MPD gw aja blom tentu bs ngejelasin sebaik Pak Penyu Turbo....Mantap mantap


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - akhyar98 - 01-10-2008 01:37

ngomongin siklus.. ada yg punya data timingnya AX ga? misalnya berapa derajat sebelum/sesudah TDC nya?

sama dimensi camshaftnya kalo ada.. Winking

sama timing VVTnya itu sendiri.. dia main di semua putarankah? trus gesernya berapa derajat?

belum nemu nih pdf yg lengkap buat mesin AX..


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - Steven Wadyamandala - 30-04-2009 20:24

Om, nanya donk..kenapa mesin 1000cc A/X (avanza ada gak 1000cc?) sma pabriknya gak dibuat aluminium aja tu crank pulleynya..kan lebih enteng, trus masalah ac on off juga jadi gak nyentak...kalo kita modif sendiri takutnya kan pengaruh sama crank sensor, puteran water pump, oil pump (betul gak?)

sori kalo OOT..


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - arh4n4 - 15-07-2009 12:59

good info, nice info, high level languange machine, ra donk blast...095


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - b483 3CA - 14-11-2009 21:29

PenyuTurbo Menulis:
Bro's semua,

Buat yang sudah memahami apa saja istilah yang terkait pada mesin ... dimohon untuk menuliskan di Topik ini ... for the benefit of A/X members.

Contohnya :

MISFIRE
Dikatakan MISFIRE apabila Loncatan Bunga API Busi tidak cukup kuat untuk membakar campuran udara/bbm dalam silinder (ruang bakar) pada saat yang ditentukan. Lemahnya Loncatan Bunga Api bisa diakibatkan dari adanya pembasahan busi oleh BBM dan atau oli, coil yang lemah/rusak, Gap Busi terlalu lebar Relatif Terhadap Perbandingan Kompresi Mesin, Timing yang gak bener, Kebocoran pada Kabel Busi, dan kekeliruan pemasangan kabel busi yang gak ngikutin urutan pengapian/pembakaran/penyalaan busi (crossfireing).


wakh...Si Bi8iN klo saat mo jalan, ketika pedal gas ditekan, terkadang rpm drop, apa karena hal ini ych 095


RE: Pemahaman Istilah Pada Mesin - b483 3CA - 14-11-2009 21:52

Anton G Menulis:
Gua juga sayang nih ama thread, cuman sementara ini masih bingung mau nanya apa ? Jadi supaya ini thread ngak mati mending gua kirim tips deh yang gua ambil dari mobilku.com

======================================================
Sayangi sistem exhaust


Exhaust seal pantang bocor. Kalau terjadi, tekanan balik pada sistem exhaust akan drop dan menggangu kerja catalytic converter. Indikasi bocor, suara mesin sedikit beda atau pada kondisi idle terasa kasar. Untuk memastikan diperlukan pemeriksaan mekanis khusus.

======================================================


exhaust seal itu yg mana ych? seal antara blok mesin dan header atw antara header dg pipa knalpot 095
sejak balita (<1.000km), sy sdh claim ke beres tentang adanya bunyi jangkrik (krik...krik...krik) disekitar header. Mobil keluaran toko, serasa spt angkot yg sdh beroperasi puluhan taun Bercucuran. Sy amati, Bunyi ini terjadi hanya jika mobil sdh menempuh jarak sekitar 10km dan hanya terjadi di RPM 1.050an (jika RPM berada sedikit dibawah/diatas RPM tersebut, bunyi tdk terjadi). Jika mesin dimatikan, maka bunyi jangkrik akan muncul kembali setelah mobil menempuh jarak sekitar 10km kemudian. Setelah 6x diperbaiki (6x bolak-balik ke beres Wallbash) akhirnya penyebab sumber bunyi diketahui dari packing yg kurang rapat antara header & saluran knalpot (menurut SA). Pengantian packing dilakukan, dan bunyi jangkrik hilang.
Diusianya yang sekarang (15.000km), bunyi jangkrik yang sama kembali muncul Tuh Bercucuran
Mohon petunjuk & pencerahan dari para sesepuh mengenai hal ini, apakah hal ini akan menurunkan performancenya?