Avanza Xenia - Forum Pemilik / Pengguna Avanza & Xenia
Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Versi Cetak

+- Avanza Xenia - Forum Pemilik / Pengguna Avanza & Xenia (http://www.avanzaxenia.net)
+-- Forum: Rumpi Lah Yao! (/forumdisplay.php?fid=26)
+--- Forum: Aturan Lalu Lintas & Cara Berkendara (/forumdisplay.php?fid=195)
+--- Topik: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas (/showthread.php?tid=14805)


Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 24-08-2009 15:33

Yaaak bagi Axneter yg ingin lebih tau mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Bisa ditnyakan disini...Topdeh
semoga jawaban yg ane berikan memuaskan dan berguna buat Axneter semua....
bagi yg berminat untuk mengetahui isi UU No.22 lebih dalam ane ada soft copy dalam bentuk PDF nya....Topdeh
yg berminat silahkan reply email nya dan akan ane kirim secepat nya...
trimsss yaahhhh........KissesKisses

( Pindahan dari Ngobrol2 yah..) Kisses


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Tenzo - 24-08-2009 15:54

mengenai pelindung kepala ber SNI sudah diatur dalam UU ini blm Om??


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 24-08-2009 16:45

Tenzo Menulis:
mengenai pelindung kepala ber SNI sudah diatur dalam UU ini blm Om??

Sudah bro... sudah jelas diatur dalam pasal 57 ayat 2
Pasal 57
(1)Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan wajib dilengkapi dengan perlengkapan Kendaraan Bermotor.
(2)Perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Sepeda Motor berupa helm standar nasional Indonesia.

jd siap2 yg helm nya ga Standar Nasional Indonesia (SNI) bakalan kena tilang.... Tongue1


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 24-08-2009 21:45

Menjawab pertanyaan Bro Pras...
" wah... asyik juga nih...ikutan nanya ah... gue punya mocin, kapasitasnya cuma 50cc, itu harus pake STNK ga kalo dibawa jalan??? "

Menurut pasal Pasal 64
(1)Setiap Kendaraan Bermotor wajib diregistrasikan.
(2)Registrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a.registrasi Kendaraan Bermotor baru;
b.registrasi perubahan identitas Kendaraan Bermotor dan pemilik;
c.registrasi perpanjangan Kendaraan Bermotor; dan/atau
d.registrasi pengesahan Kendaraan Bermotor.
(3)Registrasi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk:
a. tertib administrasi;
b. pengendalian dan pengawasan Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Indonesia;
c. mempermudah penyidikan pelanggaran dan/atau kejahatan;
d. perencanaan, operasional Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; dan
e. perencanaan pembangunan nasional

dan Pasal 68
(1)Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan wajib dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.

(2)Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat data Kendaraan Bermotor, identitas pemilik, nomor registrasi Kendaraan Bermotor, dan masa berlaku.

(3)Tanda Nomor Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat kode wilayah, nomor registrasi, dan masa berlaku.

JAdi Jawaban nya WAJIB Praaasss.... huahahahaha....
awas lo keluar2 ntar di tilang ga ada surat2 ....HahaHaha


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Miko - 24-08-2009 22:00

Om Fir... kalo motor besar jadul yang uda lama di gudang gimana? barangkali dari awal juga kagak ada surat suratnya... ada rencana pemutihan gak? dulu pernah denger dari IMBI mau ada tapi batal...


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - aligobel - 24-08-2009 22:07

mau dunk om..

aan.gobel@yahoo.com krim ksini ya


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 24-08-2009 22:10

Miko Menulis:
Om Fir... kalo motor besar jadul yang uda lama di gudang gimana? barangkali dari awal juga kagak ada surat suratnya... ada rencana pemutihan gak? dulu pernah denger dari IMBI mau ada tapi batal...


Waduh klo Pemutihan ane kurang tau om...
Registrasi dan Identifikasi Kendaraan adalah Wewenang Dari Polri om....
Klo menurut saya sih lebih baik di bikinkan saja om... biar aman klo dijalan...Gozkirpma

@aligobel : Email Sent...


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - blackxexi - 24-08-2009 23:35

mau juga dong om
ray_dcs@yahoo.com


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - aligobel - 25-08-2009 00:33

tkx om dh dtrima,Topdeh
lg cba mempelajari-a..Haha


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Lixen - 25-08-2009 02:12

Kalo motor yg pake listrik gmn? apa termasuk kendaraan bermotor yg wajib punya stnk, tetangga ane ada yg punya tp dia ga pake stnk


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - fikhen27 - 25-08-2009 03:42

kirimin jg om ke tauvikht@gmail.com


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Gado2Enak - 25-08-2009 04:41

Katanya dengan UU yang baru itu, pengemudi motor akan semakin merajalela dan seenaknya sendiri di jalanan, terutama untuk musuh bebuyutan pengemudi mobil, aku juga belum tahu pasal2 mana yang mengakomodasinya, belum baca semuanya.

Apa benar demikian ?


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Pras - 25-08-2009 06:57

juga mau tanya lagi... ada ga larangan atau batasan-batasan yg berhubungan mengenai kaca film? kan polisi suka usil tuh kalo ama mobil yg kaca film di windshield-nya gelap gulita...


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - adies - 25-08-2009 09:45

om fir...mau dong kirim jg ke : adies_kung@yahoo.com
thx ya om Gozkirpma


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 25-08-2009 09:48

Lixen Menulis:
Kalo motor yg pake listrik gmn? apa termasuk kendaraan bermotor yg wajib punya stnk, tetangga ane ada yg punya tp dia ga pake stnk


Setiap Kendaraan yg Beroperasi di jalan dan digunakan dijalan hukum nya wajib dilengkapi surat2 Kendaraan om..
Pasal 68
(1)Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan wajib dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.

harus nya pake tuuh... kan biasa nya diurus oleh yg jual....??

@ all request email : Sent semua yaaa....
mohon komentar nya disini...


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Gado2Enak - 25-08-2009 09:51

Pras Menulis:
juga mau tanya lagi... ada ga larangan atau batasan-batasan yg berhubungan mengenai kaca film? kan polisi suka usil tuh kalo ama mobil yg kaca film di windshield-nya gelap gulita...


Makasih bro Pras udah di tanyakan. Whistling


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - aa ambay - 25-08-2009 09:58

Gado2Enak Menulis:

Pras Menulis:
juga mau tanya lagi... ada ga larangan atau batasan-batasan yg berhubungan mengenai kaca film? kan polisi suka usil tuh kalo ama mobil yg kaca film di windshield-nya gelap gulita...


Makasih bro Pras udah di tanyakan. Whistling


di daerahku malah mobil pjrnya kfnya gelap banget, kaya mbl penculik !!!Wallbash


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 25-08-2009 10:03

Gado2Enak Menulis:
Katanya dengan UU yang baru itu, pengemudi motor akan semakin merajalela dan seenaknya sendiri di jalanan, terutama untuk musuh bebuyutan pengemudi mobil, aku juga belum tahu pasal2 mana yang mengakomodasinya, belum baca semuanya.

Apa benar demikian ?


ahhh ga ada tuh om.... ane blom nemuin yg kaya gitu...
sekarang malah Motor harus brd di jalur kiri ..
sudah diatur dengan jelas dalam UU ini..
Pasal 108
(1)Dalam berlalu lintas Pengguna Jalan harus menggunakan jalur Jalan sebelah kiri.
(2)Penggunaan jalur Jalan sebelah kanan hanya dapat dilakukan jika:
a.Pengemudi bermaksud akan melewati Kendaraan di depannya; atau
b.diperintahkan oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk digunakan sementara sebagai jalur kiri.
(3)Sepeda Motor, Kendaraan Bermotor yang kecepatannya lebih rendah, mobil barang, dan Kendaraan Tidak Bermotor berada pada lajur kiri Jalan.

@ Pras :
Menengenai Kaca Film tidak diatur dalam UU ini... karena UU tidak mengatur secara detail... seperti hal nya bentuk Ukuran Plat nomor...
Hal2 tersebut akan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) atau Keputusan Kapolri... yg akan segera dibuat....
makanya jng gelap2 pras.... Tongue_out


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - aa ambay - 25-08-2009 10:09

Firdaus Fanani Menulis:

Gado2Enak Menulis:
Katanya dengan UU yang baru itu, pengemudi motor akan semakin merajalela dan seenaknya sendiri di jalanan, terutama untuk musuh bebuyutan pengemudi mobil, aku juga belum tahu pasal2 mana yang mengakomodasinya, belum baca semuanya.

Apa benar demikian ?


ahhh ga ada tuh om.... ane blom nemuin yg kaya gitu...
sekarang malah Motor harus brd di jalur kiri ..
sudah diatur dengan jelas dalam UU ini..
Pasal 108
(1)Dalam berlalu lintas Pengguna Jalan harus menggunakan jalur Jalan sebelah kiri.
(2)Penggunaan jalur Jalan sebelah kanan hanya dapat dilakukan jika:
a.Pengemudi bermaksud akan melewati Kendaraan di depannya; atau
b.diperintahkan oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk digunakan sementara sebagai jalur kiri.
(3)Sepeda Motor, Kendaraan Bermotor yang kecepatannya lebih rendah, mobil barang, dan Kendaraan Tidak Bermotor berada pada lajur kiri Jalan.

tapi gimana tuh truck yang suka jalan disebelah kanan, kayaknya didiemin aje ??


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 25-08-2009 10:15

aa ambay Menulis:
tapi gimana tuh truck yang suka jalan disebelah kanan, kayaknya didiemin aje ??


Yah memang ini masalah penanganan dan pengawasan dr petugas kepolisian...
mungkin luput dr pengawasan mereka...Kisses Berbaik Sangka Mode : ON


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - BM Yudha - 25-08-2009 18:19

Haloo brooo.....
I juga mau dong dikirim UU yg baru.... thank's

thebotol@yahoo.com


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Gado2Enak - 25-08-2009 21:37

aa ambay Menulis:
tapi gimana tuh truck yang suka jalan disebelah kanan, kayaknya didiemin aje ??


itu seh sopir nggak tahu diri, udah tahu jalannya pelan nggak bisa kenceng, maksa mabil jalur cepat, yang akhirnya bikin macet di belakangnya . . .

di tol Cikampek banyak tuh, apalagi bis2 nya, petugasnya dah pusing kali yah karena banyak banget truk2nya . . .


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 26-08-2009 07:56

BM Yudha Menulis:
Haloo brooo.....
I juga mau dong dikirim UU yg baru.... thank's

thebotol@yahoo.com


Sent bro... Gozkirpma


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Fawwas Kautsar - 26-08-2009 09:21

i mau juga yah om.....

igoen69i@yahoo.com...


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Jemmy Christianto - 26-08-2009 10:19

kirim ke akyu donk Om....jemoth_ch@yahoo.com


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Tenzo - 26-08-2009 14:26

Om Fir, mengenai bike rack di mbl ada aturannya ga sih?? takut mau bw sepedah keluar kota takut ada yg iseng


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 27-08-2009 13:27

Tenzo Menulis:
Om Fir, mengenai bike rack di mbl ada aturannya ga sih?? takut mau bw sepedah keluar kota takut ada yg iseng


bike rack nya yg digandeng dibelakang monbil apa yg diatas mobil om...??
btw ente kmana ajaaa...??Kisses
secara umum nya seperti ini :
Pasal 58
Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan dilarang memasang perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas.


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Tenzo - 27-08-2009 14:48

dibelakang mbl Om, nempel.


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 27-08-2009 19:35

Tenzo Menulis:
dibelakang mbl Om, nempel.


penjelasan dalam UU cuma ini om...
mungkin akan diperjelas lg dalam Peraturan Pemerintah (PP)...

Pasal 50
(1)Uji tipe sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (2) huruf a wajib dilakukan bagi setiap Kendaraan Bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan, yang diimpor, dibuat dan/atau dirakit di dalam negeri, serta modifikasi Kendaraan Bermotor yang menyebabkan perubahan tipe.

(2)Uji tipe sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
a.pengujian fisik untuk pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan yang dilakukan terhadap landasan Kendaraan Bermotor dan Kendaraan Bermotor dalam keadaan lengkap; dan
b.penelitian rancang bangun dan rekayasa Kendaraan Bermotor yang dilakukan terhadap rumah-rumah, bak muatan, kereta gandengan, kereta tempelan, dan Kendaraan Bermotor yang dimodifikasi tipenya.

(3)Uji tipe sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh unit pelaksana uji tipe Pemerintah.

(4)Ketentuan lebih lanjut mengenai uji tipe dan unit pelaksana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3) diatur dengan peraturan pemerintah.

Pasal 52
(1)Modifikasi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dapat berupa modifikasi dimensi, mesin, dan kemampuan daya angkut.

(2)Modifikasi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak boleh membahayakan keselamatan berlalu lintas, mengganggu arus lalu lintas, serta merusak lapis perkerasan/daya dukung jalan yang dilalui.

(3)Setiap Kendaraan Bermotor yang dimodifikasi sehingga mengubah persyaratan konstruksi dan material wajib dilakukan uji tipe ulang.

(4)Bagi Kendaraan Bermotor yang telah diuji tipe ulang sebagaimana dimaksud pada ayat (3), harus dilakukan registrasi dan identifikasi ulang.

kalo melihat dan membaca UU ini, berarti om tenzo melakukan modifikasi yg berkaitan dengan kemampuan daya angkut, brarti harus melakukan registrasi dan identifikasi ulang. yang ane tangkap sih begitu...


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Vincentius Haryanto - 27-08-2009 21:33

Om, Fir...mohon penjelasan ttg Pasal 68 ayat 4.....tentang pelat nomor (sekarang khan byk yg dimodif tuh...)
Apa denda / hukuman pelangaran pasal dan ayat tsb ya..?


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 28-08-2009 08:08

Vincentius Haryanto Menulis:
Om, Fir...mohon penjelasan ttg Pasal 68 ayat 4.....tentang pelat nomor (sekarang khan byk yg dimodif tuh...)
Apa denda / hukuman pelangaran pasal dan ayat tsb ya..?


Penjelasan tentang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor harus memenuhi syarat bentuk, ukuran, bahan, warna, dan cara pemasangan. tidak diatur secara detail dalam UU ini, Nanti akan diterbitkan Peraturan Kapolri mengenai hal ini, hal ini tertera pada Pasal 68 Ayat 6 :
Pasal 68
(6)Ketentuan lebih lanjut mengenai Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor diatur dengan peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

dan sanksi Pidana adalah ini :
Pasal 280
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Peraturan Kapolri ini akan diterbitkan paling lambat 1 tahun dr disahkan nya UU ini.... Kisses


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - yudha rahmana - 02-09-2009 07:48

minta file ny dong omm...

email : yudha.rahmana@yahoo.com


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 02-09-2009 08:15

yudha rahmana Menulis:
minta file ny dong omm...

email : yudha.rahmana@yahoo.com


Email Sent...Topdeh


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Gemilar - 28-11-2009 07:15

ai juga mao dong Bang....
gemilar.sapta@gmail.com


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - blackxexi - 19-12-2009 10:53

blackxexi Menulis:
mau juga dong om
ray_dcs@yahoo.com

dari bulan agustus masih belom terima juga, prangkonya kurang om?
diskriminasi nih Whistling


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 28-12-2009 12:28

blackxexi Menulis:

blackxexi Menulis:
mau juga dong om
ray_dcs@yahoo.com

dari bulan agustus masih belom terima juga, prangkonya kurang om?
diskriminasi nih Whistling


astaga mohon maaf om....
ampe lupa....
segera dikirim om... KissesKisses
maaf ya.... Kisses


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - kariage - 28-12-2009 12:53

Firdaus Fanani Menulis:

blackxexi Menulis:

blackxexi Menulis:
mau juga dong om
ray_dcs@yahoo.com

dari bulan agustus masih belom terima juga, prangkonya kurang om?
diskriminasi nih Whistling


astaga mohon maaf om....
ampe lupa....
segera dikirim om... KissesKisses
maaf ya.... Kisses


mau juga dunk om, makasih..
jauzadenta@gmail.com


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 28-12-2009 12:55

kariage Menulis:

Firdaus Fanani Menulis:

blackxexi Menulis:

blackxexi Menulis:
mau juga dong om
ray_dcs@yahoo.com

dari bulan agustus masih belom terima juga, prangkonya kurang om?
diskriminasi nih Whistling


astaga mohon maaf om....
ampe lupa....
segera dikirim om... KissesKisses
maaf ya.... Kisses


mau juga dunk om, makasih..
jauzadenta@gmail.com


Sent 4 Both of you.... KissesKisses


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - kariage - 28-12-2009 22:42

terimakasih Om Fir..

kariage


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - dianfatur - 29-12-2009 09:14

selamat pagi oom Firdaus, banyak hal yang ingin ditanyakan, tetapi dikit-dikit ajah, mudah2an umur kita masih panjang ...

pertama, saya juga minta dikirim softcopynya, dianfatur@yahoo.com
kedua, setelah diberlakukannya penggunaan helm standard tanpa disadari ada sesuatu yang berubah, kita melihat banyak sekali sepeda motor lalu-lalang seperti robot dalam film power ranger. saya tidak bisa mengenali apakah yang lewat itu saya kenal atau tidak, anak2 atau dewasa, laki2 atau perempuan, dsb. apakah hal ini tidak menyulitkan pihak berwajib untuk mencari buron misalnya, dan merubah budaya kita yang ingin bertegur sapa misalnya, dsb. sering saya kaget sendiri kalo ada sepeda motor nubruk pager dan masuk ke garasi, setelah buka helm baru tahu kalo itu anak saya ...

apakah design helm standard tidak bisa diperbaiki supaya memenuhi syarat keamanan pengendara, tetapi identitas pemakainya masih bisa dikenali ? ini termasuk penggunaan kaca film pada mobil kali yah oom?
sementara itu saja dulu, uneg2 lain menyusul ... kamsiah ...


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - blackxexi - 29-12-2009 09:58

Firdaus Fanani Menulis:

blackxexi Menulis:

blackxexi Menulis:
mau juga dong om
ray_dcs@yahoo.com

dari bulan agustus masih belom terima juga, prangkonya kurang om?
diskriminasi nih Whistling


astaga mohon maaf om....
ampe lupa....
segera dikirim om... KissesKisses
maaf ya.... Kisses


tengkyu om Topdeh


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 29-12-2009 18:03

dianfatur Menulis:
selamat pagi oom Firdaus, banyak hal yang ingin ditanyakan, tetapi dikit-dikit ajah, mudah2an umur kita masih panjang ...

pertama, saya juga minta dikirim softcopynya, dianfatur@yahoo.com
kedua, setelah diberlakukannya penggunaan helm standard tanpa disadari ada sesuatu yang berubah, kita melihat banyak sekali sepeda motor lalu-lalang seperti robot dalam film power ranger. saya tidak bisa mengenali apakah yang lewat itu saya kenal atau tidak, anak2 atau dewasa, laki2 atau perempuan, dsb. apakah hal ini tidak menyulitkan pihak berwajib untuk mencari buron misalnya, dan merubah budaya kita yang ingin bertegur sapa misalnya, dsb. sering saya kaget sendiri kalo ada sepeda motor nubruk pager dan masuk ke garasi, setelah buka helm baru tahu kalo itu anak saya ...

apakah design helm standard tidak bisa diperbaiki supaya memenuhi syarat keamanan pengendara, tetapi identitas pemakainya masih bisa dikenali ? ini termasuk penggunaan kaca film pada mobil kali yah oom?
sementara itu saja dulu, uneg2 lain menyusul ... kamsiah ...


berhubung ane lg diluar kota dan Soft copy UU nya ada dikantor blom bisa kirim dulu nih bro...
tapi begitu ane pulang ane lngsung kirim deh... Gozkirpma
begini om Helm standar SNI ini kan punya kriteria2 tertentu.....
seperti tebal busa, kekerasan bahan pelindung luar helm, melindungi bagian2 rawan dari kepala seperti otak belakang dll dan masih banyak kriteria lain nya.....
helm berstandar SNI kan tidak terbatas pada helm full face saja, tetapi helm2 half face juga banyak yg berstandar SNI om....
kLo masalah mencari buron kan banyak cara om... :p
jangan gara2 mencari buron keselamatan pengendara motor yg lain jd terancam om....
kecelakaan dijalan raya itu kebanyakan terjadi pada pengendara sepeda motor loh...


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - dianfatur - 30-12-2009 14:28

Firdaus Fanani wrote : helm berstandar SNI kan tidak terbatas pada helm full face saja, tetapi helm2 half face juga banyak yg berstandar SNI om....

Oh gitu ya, soalnya pengendara motor di sekitar saya semuanya gak kelihatan mukanya, kalo ditambah jacket makin sempurna tidak dikenali.
Inget dulu waktu masih sekolah, masuk ke polres cimahi, disuruh push-up gara2 pake kacamata item, tapi itu sih jaman dulu ...

Soal softcopy UU santai aja oom, itu kan buat referensi, sekali-kali dibaca ...

Makasih pencerahannya, tar kirim uneg-uneg lagi ....


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - jhon_123 - 13-01-2010 09:06

Firdaus Fanani Menulis:

Tenzo Menulis:
mengenai pelindung kepala ber SNI sudah diatur dalam UU ini blm Om??

Sudah bro... sudah jelas diatur dalam pasal 57 ayat 2
Pasal 57
(1)Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan wajib dilengkapi dengan perlengkapan Kendaraan Bermotor.
(2)Perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Sepeda Motor berupa helm standar nasional Indonesia.

jd siap2 yg helm nya ga Standar Nasional Indonesia (SNI) bakalan kena tilang.... Tongue1


Setau saya, helm yang standar SNI diuji dengan benturan berkecepatan +- 48 KM/jam. sebelum UU ini ada, saya sudah pake helm full face MDS yg diuji dengan benturan 60 s/d 80 KM/ jam tapi ga ada sticker SNI.

Apakah pake helm tersebut juga terkategori melanggara UU ini? kalo cuma pasang sticker SNI, semua juga bisa.


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - dianfatur - 13-01-2010 09:33

Tak Mau Disemprit? Kenali UU Lalu Lintas Baru!
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
Senin, 11 Januari 2010 | 08:02 WIB
Kompas/Agus Susanto

JAKARTA, KOMPAS.com — Mulai Januari 2010 ini, UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 akan efektif berlaku, menggantikan UU Nomor 14 Tahun 1992. Banyak peraturan baru yang harus dicermati jika tak mau disemprit ketika berkendara. Sebab, hingga saat ini tak sedikit yang tak mengetahui aturan-aturan baru yang diberlakukan UU ini. Sanksi pidana dan denda bagi para pelanggarnya pun tak main-main. Jika dibandingkan UU yang lama, UU Lalu Lintas yang baru menerapkan sanksi yang lebih berat. Berikut ini beberapa hal yang sebaiknya diketahui oleh para pengguna kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat/lebih:

• Kenakan Helm Standar Nasional Indonesia (SNI)
Jangan lagi kenakan helm batok. Gunakanlah helm SNI. Selain karena alasan keselamatan, menggunakan helm jenis ini sudah menjadi kewajiban seperti diatur dalam Pasal 57 Ayat (2) dan Pasal 106 Ayat (8). Sanksi bagi pelanggar aturan ini, pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Pasal 291). Sanksi yang sama juga akan dikenakan bagi penumpang yang dibonceng dan tidak mengenakan helm SNI.

• Pastikan Perlengkapan Berkendara Komplet
Bagi para pengendara roda empat atau lebih, coba pastikan kelengkapan berkendara Anda. UU Lalu Lintas No 22 Tahun 2009, dalam Pasal 57 Ayat (3) mensyaratkan, perlengkapan sekurang-kurangnya adalah sabuk keselamatan, ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, helm, dan rompi pemantul cahaya bagi pengemudi kendaraan bermotor roda empat/lebih yang tak memiliki rumah-rumah dan perlengkapan P3K. Bagaimana jika tak dipenuhi? Sanksi yang diatur bagi pengendara yang menyalahi ketentuan ini akan dikenakan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000, seperti diatur dalam Pasal 278

• Tak Punya SIM? Denda Rp 1 Juta
Ketentuan yang satu ini mungkin harus menjadi perhatian lebih. Jika selama ini denda bagi pengendara yang tak punya SIM hanya sekitar Rp 20.000, UU Lalu Lintas yang baru tak mau memberikan toleransi bagi pengendara yang tak mengantongi lisensi berkendara. Sanksi pidana ataupun denda yang diterapkan tak lagi ringan. Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dan tidak memiliki SIM, akan dipidana dengan pidana kurungan empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta (Pasal 281).

• Konsentrasi dalam Berkendara
Pasal 283 UU Lalu Lintas mengatur, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi, dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 750.000

• Perhatikan Pejalan Kaki dan Pesepeda
Para pengendara, baik roda dua maupun roda empat/lebih, harus mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. Bagi mereka yang tidak mengindahkan aturan Pasal 106 Ayat (2) ini, dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000

• Lengkapi kaca spion dan lain-lain
- Pengemudi sepeda motor
Diwajibkan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban (diatur Pasal 106 Ayat (3)). Sanksi bagi pelanggarnya diatur Pasal 285 Ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

- Pengemudi roda empat/lebih
Bagi pengendara roda empat/lebih diwajibkan memenuhi persyaratan teknis yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu tanda batas dimensi badan kendaraan, lampu gandengan, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, kedalaman alur ban, kaca depan, spakbor, bumper, penggandengan, penempelan, dan penghapus kaca. Pasal 285 Ayat (2) mengatur, bagi pelanggarnya akan dikenai sanksi pidana paling lama dua bulan kurungan atau dendan paling banyak Rp 500.000.

• STNK, Jangan Lupa
Setiap bepergian, jangan lupa pastikan surat tanda nomor kendaraan bermotor sudah Anda bawa. Kalau kendaraan baru, jangan lupa membawa surat tanda coba kendaraan bermotor yang ditetapkan Polri. Jika Anda alpa membawanya, sanksi kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 akan dikenakan bagi pelanggarnya (Pasal 288 Ayat (1)).

• SIM Harus yang Sah Ya…
Pasal 288 Ayat (2) mengatur, bagi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dapat menunjukkan SIM yang sah dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan dan/atau denda paling banyak Rp 250.000.

• Pengemudi atau Penumpang Tanpa Sabuk Pengaman, Sanksinya Sama
Ini harus jadi perhatian bagi pengemudi mobil dan penumpangnya. Jangan lupa mengenakan sabuk pengaman selama perjalanan Anda. Selain untuk keselamatan, juga untuk menghindari sanksi pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 seperti diatur dalam Pasal 289.

• Nyalakan Lampu Utama pada Malam Hari
Saat berkendara pada malam hari, pastikan lampu utama kendaraan Anda menyala dengan sempurna. Bagi pengendara yang mengemudikan kendaraannya tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari, dipindana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Pasal 293).

• Wajib Nyalakan Lampu pada Siang Hari
Para pengendara motor yang berkendara pada siang hari diwajibkan menyalakan lampu utama. Sekarang, sudah bukan sosialisasi lagi. Bagi pelanggarnya akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp 100.000.

• Berbelok, Berbalik Arah, Jangan Lupa Lampu Isyarat!
Setiap pengendara yang akan membelok atau berbalik arah, diwajibkan memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan. Jika melanggar ketentuan ini, Pasal 284 mengatur sanksi kurungan paling banyak satu bulan atau denda Rp 250.000

• Jangan Sembarangan Pindah Jalur
Para pengemudi yang akan berpindah jalur atau bergerak ke samping, wajib mengamati situasi lalu lintas di depan, samping dan dibelakang kendaraan serta memberikan isyarat. Jika tertangkap melakukan pelanggaran, akan dikenai sanksi paling lama satu bulan kurungan atau denda Rp 250.000 (Pasal 295)

• Stop! Belok kiri tak boleh langsung
Ini salah satu peraturan baru dalam UU Lalu Lintas yang baru. Pasal 112 ayat (3) mengatur, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri. Bunyi pasal tersebut “Pada persimpangan jalan yang dilengkapi dengan alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas atau pemberi isyarat lalu lintas”.

• Balapan di Jalanan, Denda Rp 3 Juta!
Pengendara bermotor yang balapan di jalan akan dikenai pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3.000.000 (Pasal 297)

• Sesuaikan Jalur dengan Kecepatan
Ketentuan mengenai jalur atau lajur merupakan salah satu ketentuan baru yang dimasukkan dalam UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009, yang diatur dalam Pasal 108. Agar menjadi perhatian, selengkapnya bunyi pasal tersebut adalah
(1) Dalam berlalu lintas pengguna jalan harus menggunakan jalur jalan sebelah kiri
(2) Penggunaan jalur jalan sebelah kanan hanya dapat dilakukan jika
a. pengemudi bermaksud akan melewati kendaraan di depannya; atau
b. diperintahkan oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk digunakan sementara sebagai jalur kiri
(3) Sepeda motor, kendaraan bermotor yang kecepatannya lebih rendah, mobil barang, dan kendaraan tidak bermotor berada pada lajur kiri jalan.
(4) Penggunaan lajur sebelah kanan hanya diperuntukkan bagi kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi, akan membelok kanan, mengubah arah atau mendahului kendaraan lain.

Aturan-aturan baru yang diterapkan di UU Lalu Lintas yang baru ini harus menjadi perhatian bagi para pengendara. Selain demi keselamatan, tentunya juga untuk menghindari merogoh kocek cukup dalam karena ditilang. Sanksi denda yang dikenakan lumayan besar jika dibandingkan dengan UU yang lama. Selamat berkendara!


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - black.avanza - 16-01-2010 08:28

om...kalo yang belok kiri gimana?kan kadang ga ada lampu isyarat belok kirinya...tapi ditulis kiri langsung...itu boleh belok ato ga?kan sama-sama tau...pak pul disini suka jebak kita ama aturan...lalu,gimana kalo ada lampu isyarat tapi pak pul nya suru kita belok?jadinya aturan dibuat,aturan dilanggar oleh dia juga...sama kayak penggunaan jalur busway...aturannya kendaraan pribadi ga boleh masuk...tapi kadang disuru masuk...nah,kan kita jadi bingung tuh...nanti biasanya boleh masuk,suatu saat malah ditilang...Tearyeyes


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - black.avanza - 16-01-2010 08:31

jhon_123 Menulis:
Setau saya, helm yang standar SNI diuji dengan benturan berkecepatan +- 48 KM/jam. sebelum UU ini ada, saya sudah pake helm full face MDS yg diuji dengan benturan 60 s/d 80 KM/ jam tapi ga ada sticker SNI.

Apakah pake helm tersebut juga terkategori melanggara UU ini? kalo cuma pasang sticker SNI, semua juga bisa.


jangan-jangan helm cetok juga masuk SNI...SuperSuper


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 02-02-2010 11:15

black.avanza Menulis:
om...kalo yang belok kiri gimana?kan kadang ga ada lampu isyarat belok kirinya...tapi ditulis kiri langsung...itu boleh belok ato ga?kan sama-sama tau...pak pul disini suka jebak kita ama aturan...lalu,gimana kalo ada lampu isyarat tapi pak pul nya suru kita belok?jadinya aturan dibuat,aturan dilanggar oleh dia juga...sama kayak penggunaan jalur busway...aturannya kendaraan pribadi ga boleh masuk...tapi kadang disuru masuk...nah,kan kita jadi bingung tuh...nanti biasanya boleh masuk,suatu saat malah ditilang...Tearyeyes


nah yg perlu diperhatikan adalah tulisan belok kirinya langsung nya itu resmi apa nggak om...
kalo yg resmi pasti beda om... yg paling gampang pasti dibawah rambu nya ada logo Perhubungan nya om...
nah klo yg resmi brarti boleh bro...
perhubungan tahun ini akan meng anggarakan pengadaan rambu masalah ini, tp harus di inventarisisr dulu kira2 mana yg perlu dan boleh langsung dan mana yg enggak om....
nah klo misal nya belok kiri dilaranag langsung tp petugas memerintahkan langsung, om sebaik nya mengikuti perintah petugas itu, karena prioritas pengaturan dijalan adalah petugas dilapangan baru diikuti dengan rambu dan marka om... Kisses


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - dianfatur - 02-02-2010 11:47

mau tanya lagi oom ...,
kaca film (khususnya pd kaca depan) dipasang untuk melindungi mata dari sengatan sinar matahari yg berlimpah khususnya di daerah khatulistiwa, ini efektif untuk siang hari, sayangnya akan mengurangi pandangan pada malam hari. solusinya kekuatan lampu depan dinaikan dari 2x sampe 20x dari standar, ini juga efektif bagi yg pake, tapi membuat pengendara lain menjadi buta (sementara atau permanen).
dua hal diatas (kf & hl) menjadi topik hangat di mana2, juga disini. yg mau saya tanyakan apakah hal2 seperti ini sudah tercakup dalam uu baru ?

makasih yah ... Topdeh


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 02-02-2010 12:00

dianfatur Menulis:
mau tanya lagi oom ...,
kaca film (khususnya pd kaca depan) dipasang untuk melindungi mata dari sengatan sinar matahari yg berlimpah khususnya di daerah khatulistiwa, ini efektif untuk siang hari, sayangnya akan mengurangi pandangan pada malam hari. solusinya kekuatan lampu depan dinaikan dari 2x sampe 20x dari standar, ini juga efektif bagi yg pake, tapi membuat pengendara lain menjadi buta (sementara atau permanen).
dua hal diatas (kf & hl) menjadi topik hangat di mana2, juga disini. yg mau saya tanyakan apakah hal2 seperti ini sudah tercakup dalam uu baru ?

makasih yah ... Topdeh


memang hal2 yg mendetail untuk masalah2 teknis seperti hal itu tidak ada dalam UU om...
nanti diatur dalam PP atau SKEP Kapolri....
nah PP dan SKEP nya masih dalam tahap penggodokan dan mungkin dalam waktu dekat akan keluar....
sabar ya om....
ntar pasti saya info kan disini ...Kisses


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Fawwas Kautsar - 02-02-2010 12:26

om firdaus mo nanya yah,
sehubungan dengan diberlakukannya uud lalin no 22 tahun 2009, apakah kita bisa melaporkan atau mengadukan atau memidanakan seorang supir atau pengendara motor [ dengan bukti-bukti yang kuat ]jika,
1. Dalam mengendarai kendaraannya cenderung ugal-ugalan dan bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain.
2. Mengambil lajur didepan kita secara mendadak tanpa lampu tanda belok, sehingga dapat membahayakan dirinya sendiri atau diri kita.
3. Tidak berhenti pada saat ada penyeberang jalan lewat zebra cross padahal kendaraan yang lain sudah berhenti untuk memberi prioritas kepada penyeberang jalan. [ istilahnya pengendara tersebut menerobos ]
4. Jika ada iring-iringan pejabat yang dikawal tapi bukan setingkat RI I [ kecuali iring-iringan jenazah atau mobil ambulan atau mobil pemadam kebakaran ] yang menerobos lampu merah..padahal kondisi jalanan lagi macet dan mereka tidak mau antri...Wallbash

karena kalo saya baca uud tersebut yang harus aktif adalah hanya aparat, sementara jumlahnya ga sepadan dengan tingkat disiplin dan ruwetnya lalulintas yang ada, dalam hal ini orangnya yang melapor kepada aparat kepolisian

thanks om


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 02-02-2010 16:22

Fawwas Kautsar Menulis:
om firdaus mo nanya yah,
sehubungan dengan diberlakukannya uud lalin no 22 tahun 2009, apakah kita bisa melaporkan atau mengadukan atau memidanakan seorang supir atau pengendara motor [ dengan bukti-bukti yang kuat ]jika,
1. Dalam mengendarai kendaraannya cenderung ugal-ugalan dan bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain.
2. Mengambil lajur didepan kita secara mendadak tanpa lampu tanda belok, sehingga dapat membahayakan dirinya sendiri atau diri kita.
3. Tidak berhenti pada saat ada penyeberang jalan lewat zebra cross padahal kendaraan yang lain sudah berhenti untuk memberi prioritas kepada penyeberang jalan. [ istilahnya pengendara tersebut menerobos ]
4. Jika ada iring-iringan pejabat yang dikawal tapi bukan setingkat RI I [ kecuali iring-iringan jenazah atau mobil ambulan atau mobil pemadam kebakaran ] yang menerobos lampu merah..padahal kondisi jalanan lagi macet dan mereka tidak mau antri...Wallbash

karena kalo saya baca uud tersebut yang harus aktif adalah hanya aparat, sementara jumlahnya ga sepadan dengan tingkat disiplin dan ruwetnya lalulintas yang ada, dalam hal ini orangnya yang melapor kepada aparat kepolisian

thanks om

Kalo untuk pelaporan asal di sertakan bukti yg kuat (saya jg ga tau nih defini bukti yg kuat menurut Kepolisian... 095) saya rasa bisa melaporkan nya langsung kepada petugas yg ada di lokasi terdekat pada tempat kejadian om....
memang jumlah aparat dilapangan saya rasa jg kurang om...
makanya cenderung sikap pengguna jalan colong2 ngan sama petugas... :p


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Fawwas Kautsar - 02-02-2010 16:49

kalo mengaca / bercermin [ bener ga...] dari point 4 maka sangat wajar kalo masyarakat kita pada ga disiplin dijalan, soalnya pejabat aja minta didahulukan dan bahkan sering melanggar aturan lalin....Marah


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 03-02-2010 18:05

Fawwas Kautsar Menulis:
kalo mengaca / bercermin [ bener ga...] dari point 4 maka sangat wajar kalo masyarakat kita pada ga disiplin dijalan, soalnya pejabat aja minta didahulukan dan bahkan sering melanggar aturan lalin....Marah


nah kalo masalah pejabat memang harus didahulukan om...
pejabat yg harus didahulukan paling tidak setingkat menteri om...
atau tamu negara ....
karena memang kadang2 urusan mereka menyangkut urusan yg penting atau malah sangat penting om....
jd bukan hanya asal pejabat ya om...
kalo ga salah minimal setingkat menteri atau tamu penting negara om...


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Prio - 04-02-2010 07:52

Firdaus Fanani Menulis:

Fawwas Kautsar Menulis:
kalo mengaca / bercermin [ bener ga...] dari point 4 maka sangat wajar kalo masyarakat kita pada ga disiplin dijalan, soalnya pejabat aja minta didahulukan dan bahkan sering melanggar aturan lalin....Marah


nah kalo masalah pejabat memang harus didahulukan om...
pejabat yg harus didahulukan paling tidak setingkat menteri om...
atau tamu negara ....
karena memang kadang2 urusan mereka menyangkut urusan yg penting atau malah sangat penting om....
jd bukan hanya asal pejabat ya om...
kalo ga salah minimal setingkat menteri atau tamu penting negara om...


jadi ingat ada kejadian menteri yg terlambat datang padahal udah dijadwalkan mau ketemu sama menteri dari jepang. Alasannya kena macet TuhTuhTuh


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 04-02-2010 08:17

Prio Menulis:

Firdaus Fanani Menulis:

Fawwas Kautsar Menulis:
kalo mengaca / bercermin [ bener ga...] dari point 4 maka sangat wajar kalo masyarakat kita pada ga disiplin dijalan, soalnya pejabat aja minta didahulukan dan bahkan sering melanggar aturan lalin....Marah


nah kalo masalah pejabat memang harus didahulukan om...
pejabat yg harus didahulukan paling tidak setingkat menteri om...
atau tamu negara ....
karena memang kadang2 urusan mereka menyangkut urusan yg penting atau malah sangat penting om....
jd bukan hanya asal pejabat ya om...
kalo ga salah minimal setingkat menteri atau tamu penting negara om...


jadi ingat ada kejadian menteri yg terlambat datang padahal udah dijadwalkan mau ketemu sama menteri dari jepang. Alasannya kena macet TuhTuhTuh


Nah ntu dia alesan nya.... Tongue_outTongue_out
saya mau kasih contoh cuma ga enak ..... hahahahaha
kan bisa bikin malu negara .....
makanya perlu pengawalan dan prioritas dijalan...
menteri kan kalo ga penting2 amat ga bakal keluar kantor om....


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - bangades - 22-04-2010 23:56

om, bisa minta soft copy UU 29 nya? ke terra_ade@yahoo.com ya.. tengkyu..


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - tediyuwono - 23-04-2010 16:05

Definisi "kecuali hari libur" yg sering ada dalam keterangan tambahan tanda lalu lintas itu diatur dimana ya?? dan apa definisinya?? Sabtu masuk hari libur tidak? kalo di tanya jawab polda metro dijawab bukan hari libur, kalo tanya ke polda jawa tengah dijawab sabtu hari libur ... 2-2nya tidak menjawab untuk pertanyaan itu definisinya diatur dimana.


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 23-04-2010 19:38

tediyuwono Menulis:
Definisi "kecuali hari libur" yg sering ada dalam keterangan tambahan tanda lalu lintas itu diatur dimana ya?? dan apa definisinya?? Sabtu masuk hari libur tidak? kalo di tanya jawab polda metro dijawab bukan hari libur, kalo tanya ke polda jawa tengah dijawab sabtu hari libur ... 2-2nya tidak menjawab untuk pertanyaan itu definisinya diatur dimana.


om definisi hari libur itu kan dah pasti hari libur resmi...
hari libur resmi kan ditandai dengan tanggal yg berwarna merah om....
jd jelas hari sabtu bukan hari libur om....
hanya yg tanggal merah aja om....
ga tau dapet rujukan darimana itu Polda Jawa Tengah kalo sabtu libur... 095095


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Otniel - 05-05-2010 15:49

Bro Firdaus, kemaren Supir pickup gw di stop ama oknum Polantas karena muatan kaca yang melebihi panjang bak mobil -/+ 50cm, trus oknum tersebut nanya klu mao damai bayar 500k sambil mengeluarkan pasal ini itu tentu si supir ga ngerti pasal2 itu yang minta di tilang aja.

Yang saya tanyakan emangnya kelebihan volume muatan barang dendanya sampai 500k?

Thanks ya Pak..


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 05-05-2010 20:38

Otniel Menulis:
Bro Firdaus, kemaren Supir pickup gw di stop ama oknum Polantas karena muatan kaca yang melebihi panjang bak mobil -/+ 50cm, trus oknum tersebut nanya klu mao damai bayar 500k sambil mengeluarkan pasal ini itu tentu si supir ga ngerti pasal2 itu yang minta di tilang aja.

Yang saya tanyakan emangnya kelebihan volume muatan barang dendanya sampai 500k?

Thanks ya Pak..


ini bro pasal terkait nya..
Bagian Ketujuh
Pengawasan Muatan Barang
Pasal 169
(1) Pengemudi dan/atau Perusahaan Angkutan Umum barang wajib mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi Kendaraan, dan kelas jalan.

ini pasal denda nya...
Pasal 307
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor Angkutan Umum Barang yang tidak mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

jadi benar bro denda nya 500rb rupiah...


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Otniel - 06-05-2010 08:17

Firdaus Fanani Menulis:

Otniel Menulis:
Bro Firdaus, kemaren Supir pickup gw di stop ama oknum Polantas karena muatan kaca yang melebihi panjang bak mobil -/+ 50cm, trus oknum tersebut nanya klu mao damai bayar 500k sambil mengeluarkan pasal ini itu tentu si supir ga ngerti pasal2 itu yang minta di tilang aja.

Yang saya tanyakan emangnya kelebihan volume muatan barang dendanya sampai 500k?

Thanks ya Pak..


ini bro pasal terkait nya..
Bagian Ketujuh
Pengawasan Muatan Barang
Pasal 169
(1) Pengemudi dan/atau Perusahaan Angkutan Umum barang wajib mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi Kendaraan, dan kelas jalan.

ini pasal denda nya...
Pasal 307
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor Angkutan Umum Barang yang tidak mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

jadi benar bro denda nya 500rb rupiah...



Terimakasih Pak Firdaus,
Berarti kalau disidang ntar saya harus bayar 500k? trus dibayar dimana di Bank BRI atau di lokasi sidang?


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Dimas Agus Riananda - 06-05-2010 16:12

klo bayar 500K, bukan damai dong 095095


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 06-05-2010 23:03

Otniel Menulis:

Firdaus Fanani Menulis:

Otniel Menulis:
Bro Firdaus, kemaren Supir pickup gw di stop ama oknum Polantas karena muatan kaca yang melebihi panjang bak mobil -/+ 50cm, trus oknum tersebut nanya klu mao damai bayar 500k sambil mengeluarkan pasal ini itu tentu si supir ga ngerti pasal2 itu yang minta di tilang aja.

Yang saya tanyakan emangnya kelebihan volume muatan barang dendanya sampai 500k?

Thanks ya Pak..


ini bro pasal terkait nya..
Bagian Ketujuh
Pengawasan Muatan Barang
Pasal 169
(1) Pengemudi dan/atau Perusahaan Angkutan Umum barang wajib mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi Kendaraan, dan kelas jalan.

ini pasal denda nya...
Pasal 307
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor Angkutan Umum Barang yang tidak mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

jadi benar bro denda nya 500rb rupiah...



Terimakasih Pak Firdaus,
Berarti kalau disidang ntar saya harus bayar 500k? trus dibayar dimana di Bank BRI atau di lokasi sidang?


tenang aja bro.. biasa nya kalo disidang denda nya lebih kecil dr denda pasal... tergantung hakim nya aja....
makanya kalo diajak damai lebih baik sidang....
denda nya ga sebesar pasal nya dan uang nya masuk ke negara.... TopdehTopdeh


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Otniel - 14-05-2010 19:48

Firdaus Fanani Menulis:

Otniel Menulis:

Firdaus Fanani Menulis:

Otniel Menulis:
Bro Firdaus, kemaren Supir pickup gw di stop ama oknum Polantas karena muatan kaca yang melebihi panjang bak mobil -/+ 50cm, trus oknum tersebut nanya klu mao damai bayar 500k sambil mengeluarkan pasal ini itu tentu si supir ga ngerti pasal2 itu yang minta di tilang aja.

Yang saya tanyakan emangnya kelebihan volume muatan barang dendanya sampai 500k?

Thanks ya Pak..


ini bro pasal terkait nya..
Bagian Ketujuh
Pengawasan Muatan Barang
Pasal 169
(1) Pengemudi dan/atau Perusahaan Angkutan Umum barang wajib mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi Kendaraan, dan kelas jalan.

ini pasal denda nya...
Pasal 307
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor Angkutan Umum Barang yang tidak mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

jadi benar bro denda nya 500rb rupiah...



Terimakasih Pak Firdaus,
Berarti kalau disidang ntar saya harus bayar 500k? trus dibayar dimana di Bank BRI atau di lokasi sidang?


tenang aja bro.. biasa nya kalo disidang denda nya lebih kecil dr denda pasal... tergantung hakim nya aja....
makanya kalo diajak damai lebih baik sidang....
denda nya ga sebesar pasal nya dan uang nya masuk ke negara.... TopdehTopdeh


Terimakasih Pak Firdaus, kemaren supir gw ikut disidang dan mbayar denda kena 80k doang...
Betul mendingan kita ikut disidang aja...


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 15-06-2010 11:50

iya bro...
nih ane kasih tau satu lg tips...ingat kan masalah slip biru dan slip merah...
orang2 pada kebanyakan minta slip biru kata nya lebih mudah dan murah...
pdahall.... Tuh

Pasal 267
(1)Setiap pelanggaran di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang diperiksa menurut acara pemeriksaan cepat dapat dikenai pidana denda berdasarkan penetapan pengadilan.
(2)Acara pemeriksaan cepat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan tanpa kehadiran pelanggar.
(3)Pelanggar yang tidak dapat hadir sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat menitipkan denda kepada bank yang ditunjuk oleh Pemerintah.
(4)Jumlah denda yang dititipkan kepada bank sebagaimana dimaksud pada ayat (3) sebesar denda maksimal yang dikenakan untuk setiap pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
(5)Bukti penitipan uang denda wajib dilampirkan dalam berkas bukti pelanggaran.

lihat ayat 4 yg ane bold....
bila kita minta slip biru petugas dilapangan akan menulis denda di surat tilang sebesar denda maksimal om...
makanya mending klo kena tilang lebih baik ikut sidang aja...
denda sidang tergantung hakim di pengadilan om.. biasa nya jauh lebih murah...
malah kadang lebih murah daripada kita "damai" .... Whistling
memang korban waktu om...
tapi ya konsekuensi dr kesalahan kita...


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - dianfatur - 20-09-2010 08:39

Firdaus Fanani Menulis:

dianfatur Menulis:
setelah diberlakukannya penggunaan helm standard tanpa disadari ada sesuatu yang berubah, kita melihat banyak sekali sepeda motor lalu-lalang seperti robot dalam film power ranger. saya tidak bisa mengenali apakah yang lewat itu saya kenal atau tidak, anak2 atau dewasa, laki2 atau perempuan, dsb. apakah hal ini tidak menyulitkan pihak berwajib untuk mencari buron misalnya, dan merubah budaya kita yang ingin bertegur sapa misalnya, dsb.
apakah design helm standard tidak bisa diperbaiki supaya memenuhi syarat keamanan pengendara, tetapi identitas pemakainya masih bisa dikenali?


begini om Helm standar SNI ini kan punya kriteria2 tertentu.....
seperti tebal busa, kekerasan bahan pelindung luar helm, melindungi bagian2 rawan dari kepala seperti otak belakang dll dan masih banyak kriteria lain nya.....
helm berstandar SNI kan tidak terbatas pada helm full face saja, tetapi helm2 half face juga banyak yg berstandar SNI om....
kLo masalah mencari buron kan banyak cara om... :p
jangan gara2 mencari buron keselamatan pengendara motor yg lain jd terancam om....
kecelakaan dijalan raya itu kebanyakan terjadi pada pengendara sepeda motor loh...


jadi ingat perampokan CIMB Niaga Medan 18 Agustus 2010 (satu hari setelah HUT-RI) dimana pada hari itu juga rekaman lengkap perampokan mulai kedatangannya hingga mereka kabur bisa dilihat di internet dan siaran2 berita di tv, fakta bahwa sampai hari ini belum terungkap siapa pelakunya dan apa motif dibelakangnya, hanya karena semua pelakunya (16 orang) menggunakan helm tertutup yang dengan santainya mereka mengendarai sepeda motor melewati banyak petugas di jalanan.

saya bukan pembuat keputusan dalam hal ini (apalagi peramal), tapi bahwa saran diatas layak diperhitungkan, dan bukan tidak mungkin hal2 yang tidak diinginkan akan terjadi hanya karena membuat peraturan tanpa memperhitungkan akibat sampingnya, mudah2an sih tidak ... Yagak


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 20-09-2010 09:59

dianfatur Menulis:
jadi ingat perampokan CIMB Niaga Medan 18 Agustus 2010 (satu hari setelah HUT-RI) dimana pada hari itu juga rekaman lengkap perampokan mulai kedatangannya hingga mereka kabur bisa dilihat di internet dan siaran2 berita di tv, fakta bahwa sampai hari ini belum terungkap siapa pelakunya dan apa motif dibelakangnya, hanya karena semua pelakunya (16 orang) menggunakan helm tertutup yang dengan santainya mereka mengendarai sepeda motor melewati banyak petugas di jalanan.

saya bukan pembuat keputusan dalam hal ini (apalagi peramal), tapi bahwa saran diatas layak diperhitungkan, dan bukan tidak mungkin hal2 yang tidak diinginkan akan terjadi hanya karena membuat peraturan tanpa memperhitungkan akibat sampingnya, mudah2an sih tidak ... Yagak


yah susah juga om....
cuma klo data yg itu disandingkan dengan data yg ini kira2 pembuat kebijakan milih yg mana om... YesYes

“Angka kematian akibat kecelakaan jalan raya di Indonesia setiap tahun rata-rata sekitar 8.000 jiwa, jauh lebih besar dari laporan korban tewas akibat perang Vietnam ,”

"Rata-rata korban meninggal dunia akibat kecelakaan jalan raya itu merupakan kelompok usia produktif dan sebagian besar adalah pengendara sepeda motor,"

Oleh karena itu, UU tentang lalulintas, dan angkutan jalan itu dinilai sudah wajar diterapkan, sebagai upaya meminimalkan korban akibat kecelakaan secara nasional yang hingga saat ini masih tinggi.

"UU itu sendiri memberikan disiplin sekaligus kesadaran bagi pengendara karena dengan melakukan pelanggaran maka sanksi dan dendanya sangat tinggi. Kondisi tersebut tentunya membuat efek jera bagi mereka yang melanggar," tambahnya.


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - dianfatur - 20-09-2010 10:09

dianfatur Menulis:
apakah design helm standard tidak bisa diperbaiki supaya memenuhi syarat keamanan pengendara, tetapi identitas pemakainya masih bisa dikenali?


maksudnya supaya 2 tujuan itu tercapai oom, helm mutlak diperlukan dengan identitas orang tetap harus mudah dikenali ... Topdeh


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 20-09-2010 10:16

dianfatur Menulis:

dianfatur Menulis:
apakah design helm standard tidak bisa diperbaiki supaya memenuhi syarat keamanan pengendara, tetapi identitas pemakainya masih bisa dikenali?


maksudnya supaya 2 tujuan itu tercapai oom, helm mutlak diperlukan dengan identitas orang tetap harus mudah dikenali ... Topdeh


nah itu da yg saya bilang susah, identitas orang sebagian besar bisa dikenali dr wajah/kepqala wajah, nah organ vital manusia juga salah satu nya yg paling rentan adalah kepala, nah dalam kecelakaan penyebab kematian adalah kebanyakan karena luka parah dikepala om...
makanya kepala harus dilindungi sedemikian rupa dengan helm yg nyaris menutup seluruh bagian dr kepala....
ujung2 nya ane rasa yah artikel yg td ane posting om....
korban meninggal lebih banyak dr kecelekaan, ya prioritas yg harus dibenahi dulu ya masalah pelindung kepala, masalah perampokan adalah masalah keamanan, ane rasa Polisi punya cara2 jitu buat mengetahui identitas pelaku... Gozkirpma
kmaren nonton berita...
kaya nya sebagian dah ada yg ketangkep yah.... 095
Densus ngejar rampok juga ya ternyata, ane kira teroris doang... Tongue_out


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - ewan - 12-08-2011 11:53

baru baca nih om td didetik..Bercucuran


Penutup Got di Jalan Sudirman Makan Korban Pengendara Motor Wanita


Jakarta - Buruknya jalanan Ibukota kembali makan korban. Seorang pemotor tewas di depan Gedung Summitmas 2, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, karena diseruduk bus ketika berusaha menghindari penutup got yang tidak rata.

"Sepertinya pengendara motornya wanita dan jenazahnya sudah ditutupi koran," kata saksi mata bernama Zulkifli, kepada detikcom, Kamis (11/8/2011) pukul 09.20 WIB.

Zulkifli mengatakan, penutup got di Jalan Sudirman memang tidak rata dengan jalan. Penutup got yang terletak di lajur kanan mengarah ke Blok M ini terkadang tertutup air pada saat pagi. "Saya tidak tahu airnya dari mana tapi kalau pagi sering tertutup air," kata pekerja di perkantoran Summitmas ini.

Zulkifli menyatakan, seorang pengendara motor juga terjatuh saat menghindari tutup got di Jalan Sudirman pada Rabu (10/8) kemarin. Untungnya korban tidak mengalami luka serius. "Saya selalu mengambil lajur kiri untuk menghindari tutup got itu," katanya.

Zulkifli mengatakan, saat ini tiga orang petugas kepolisian sudah berada di lokasi kecelakaan. Peristiwa ini membuat lalu lintas di depan gedung Summitmas tersendat. "Para pengendara masih bisa lewat melalui lajur paling kiri," katanya.

TMC Polda Metro Jaya melansir, kecelakaan ini terjadi antara bus Bianglala 44 (Senen-Ciledug) bernomor polisi B 7783 XA dengan sepeda motor bernomor polisi B 3388 TBG.



btw...
ini bs kena pidana pasal UU Lalulintas yg 2009 itu dong yah om?095?yang pasal 273;1-4 buat penyelenggara jalan..Yagak

UU No 22 Tahun 2009 Pasal 273 ayat 1 s.d 4
Setiap penyelenggara jalan yang tidak dengan segera memperbaiki jalan yang rusak mengakibatkan kecelakaan :

1. Luka Ringan, Penjara 6 Bulan Denda 12 Juta
2. Luka Berat, Penjara 1 tahun Denda 24 Juta
3. Meninggal, Penjara 5 Tahun Denda 120 Juta


KETENTUAN PIDANA
Pasal 273

(1) Setiap penyelenggara Jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki Jalan yang rusak yang mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan Kendaraan dan/atau barang dipidana dengan penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

(2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).

(3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah).

(4) Penyelenggara Jalan yang tidak memberi tanda atau rambu pada Jalan yang rusak dan belum diperbaiki sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah).




klo gini prosesnya gmn om? jd yg tanggung jawab tuh siapa?095


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 26-09-2011 17:00

ewan Menulis:
baru baca nih om td didetik..Bercucuran


Penutup Got di Jalan Sudirman Makan Korban Pengendara Motor Wanita


Jakarta - Buruknya jalanan Ibukota kembali makan korban. Seorang pemotor tewas di depan Gedung Summitmas 2, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, karena diseruduk bus ketika berusaha menghindari penutup got yang tidak rata.

"Sepertinya pengendara motornya wanita dan jenazahnya sudah ditutupi koran," kata saksi mata bernama Zulkifli, kepada detikcom, Kamis (11/8/2011) pukul 09.20 WIB.

Zulkifli mengatakan, penutup got di Jalan Sudirman memang tidak rata dengan jalan. Penutup got yang terletak di lajur kanan mengarah ke Blok M ini terkadang tertutup air pada saat pagi. "Saya tidak tahu airnya dari mana tapi kalau pagi sering tertutup air," kata pekerja di perkantoran Summitmas ini.

Zulkifli menyatakan, seorang pengendara motor juga terjatuh saat menghindari tutup got di Jalan Sudirman pada Rabu (10/8) kemarin. Untungnya korban tidak mengalami luka serius. "Saya selalu mengambil lajur kiri untuk menghindari tutup got itu," katanya.

Zulkifli mengatakan, saat ini tiga orang petugas kepolisian sudah berada di lokasi kecelakaan. Peristiwa ini membuat lalu lintas di depan gedung Summitmas tersendat. "Para pengendara masih bisa lewat melalui lajur paling kiri," katanya.

TMC Polda Metro Jaya melansir, kecelakaan ini terjadi antara bus Bianglala 44 (Senen-Ciledug) bernomor polisi B 7783 XA dengan sepeda motor bernomor polisi B 3388 TBG.



btw...
ini bs kena pidana pasal UU Lalulintas yg 2009 itu dong yah om?095?yang pasal 273;1-4 buat penyelenggara jalan..Yagak

UU No 22 Tahun 2009 Pasal 273 ayat 1 s.d 4
Setiap penyelenggara jalan yang tidak dengan segera memperbaiki jalan yang rusak mengakibatkan kecelakaan :

1. Luka Ringan, Penjara 6 Bulan Denda 12 Juta
2. Luka Berat, Penjara 1 tahun Denda 24 Juta
3. Meninggal, Penjara 5 Tahun Denda 120 Juta


KETENTUAN PIDANA
Pasal 273

(1) Setiap penyelenggara Jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki Jalan yang rusak yang mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan Kendaraan dan/atau barang dipidana dengan penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

(2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).

(3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah).

(4) Penyelenggara Jalan yang tidak memberi tanda atau rambu pada Jalan yang rusak dan belum diperbaiki sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah).




klo gini prosesnya gmn om? jd yg tanggung jawab tuh siapa?095


maaf baru di respon...
penyelenggara jalan adalah kementerian Pekerjaan Umum
si korban bisa menuntut atau memperkarakan kejadian ini dengan dasar UU LLAJ 2009
memang belum ada kejadian korban memperkarakan kecelakaan yg disebabkan sarana dan prasarana jalan kepengadilan..
mungkin krn ketidaktahuan... 095


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Bayu Suta - 26-09-2011 18:09

Firdaus Fanani Menulis:
maaf baru di respon...
penyelenggara jalan adalah kementerian Pekerjaan Umum
si korban bisa menuntut atau memperkarakan kejadian ini dengan dasar UU LLAJ 2009
memang belum ada kejadian korban memperkarakan kecelakaan yg disebabkan sarana dan prasarana jalan kepengadilan..
mungkin krn ketidaktahuan... 095


Bisa jadi seperti itu om, dimedia tidak sedikit meliput yg kecelakaan evaluasi lebih ke pengemudi atau evaluasi terhadap kendaraan tersebut seperti berita hot kali ini pak mentri evaluasi avanza...

*gak kebayang klo pd nuntut LLAJ kecelakaan karena disebabkan sarana jalan yg jelek berapa bnyak dalam 1thn LLAJ ganti rugi terhadap korban...


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Red Bull - 28-09-2011 12:01

Mau tanya om kalo ketentuan mengenai kaca film bagaimana ya? Baca dikoran beberapa hari lalu aparat merazia mobil2 plat merah milik pemerintahan di kantornya yg kaca film nya lebih dari 30 persen sampai dirobek ditempat segala. Sebelum razia ke masyarakat mereka mau razia dulu ke para pejabat utk memberi contoh katanya. Sebenernya ketentuan mengenai kaca film bagaimana om dan cara ngukurnya bagaimana?


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - w_nairda - 28-09-2011 12:36

Red Bull Menulis:
Mau tanya om kalo ketentuan mengenai kaca film bagaimana ya? Baca dikoran beberapa hari lalu aparat merazia mobil2 plat merah milik pemerintahan di kantornya yg kaca film nya lebih dari 30 persen sampai dirobek ditempat segala. Sebelum razia ke masyarakat mereka mau razia dulu ke para pejabat utk memberi contoh katanya. Sebenernya ketentuan mengenai kaca film bagaimana om dan cara ngukurnya bagaimana?


Kalau merujuk ke Keputusan Menteri Perhubungan KM.439/U/Phb-76 tahun 1976 sih, diatur tingkat kebeningannya 70% (berarti kaca film max 30%).

Klo SK Gubernur DKI Jakarta klo gak salah ketebalan kf max 40% (pas dulu SK tentang 3 in 1, seinget saya)

Klo di UU lantas yang baru, pelanggaran bakal kena Rp 5jt...Wallbash


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Red Bull - 28-09-2011 14:45

w_nairda Menulis:

Red Bull Menulis:
Mau tanya om kalo ketentuan mengenai kaca film bagaimana ya? Baca dikoran beberapa hari lalu aparat merazia mobil2 plat merah milik pemerintahan di kantornya yg kaca film nya lebih dari 30 persen sampai dirobek ditempat segala. Sebelum razia ke masyarakat mereka mau razia dulu ke para pejabat utk memberi contoh katanya. Sebenernya ketentuan mengenai kaca film bagaimana om dan cara ngukurnya bagaimana?


Kalau merujuk ke Keputusan Menteri Perhubungan KM.439/U/Phb-76 tahun 1976 sih, diatur tingkat kebeningannya 70% (berarti kaca film max 30%).

Klo SK Gubernur DKI Jakarta klo gak salah ketebalan kf max 40% (pas dulu SK tentang 3 in 1, seinget saya)

Klo di UU lantas yang baru, pelanggaran bakal kena Rp 5jt...Wallbash


Cara ngukurnya gimana ya?095 pake alat atau feeling?


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - w_nairda - 28-09-2011 15:18

Red Bull Menulis:

w_nairda Menulis:

Red Bull Menulis:
Mau tanya om kalo ketentuan mengenai kaca film bagaimana ya? Baca dikoran beberapa hari lalu aparat merazia mobil2 plat merah milik pemerintahan di kantornya yg kaca film nya lebih dari 30 persen sampai dirobek ditempat segala. Sebelum razia ke masyarakat mereka mau razia dulu ke para pejabat utk memberi contoh katanya. Sebenernya ketentuan mengenai kaca film bagaimana om dan cara ngukurnya bagaimana?


Kalau merujuk ke Keputusan Menteri Perhubungan KM.439/U/Phb-76 tahun 1976 sih, diatur tingkat kebeningannya 70% (berarti kaca film max 30%).

Klo SK Gubernur DKI Jakarta klo gak salah ketebalan kf max 40% (pas dulu SK tentang 3 in 1, seinget saya)

Klo di UU lantas yang baru, pelanggaran bakal kena Rp 5jt...Wallbash


Cara ngukurnya gimana ya?095 pake alat atau feeling?


Klo menurut berita waktu razia angkot kemarin, orang dishubnya bawa alat pengukur autolight. Jelasnya tuh alat kyk gmn saya gak tahu.

*Saya tahunya lightmeter buat foto...Tongue1

sumber detiknews


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Bayu Suta - 28-09-2011 17:02

Depan 60% samping dan blakang 80%..... >> Don't worry dijalan bnyak temennya om Yes


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - kend - 29-09-2011 10:04

Om Fanani,
banyak diskusi di warung kopi, dimana orang rada tidak terima klu di razia polisi, dimana pertanyaan polisi sampai detil perlengkapan kendaraan, sampai pentil ban pun bisa di permasalahkan klu tidak ada. klu emang polisi berdasarkan undang2 khan beliau2 tidak salah menertibkan, justru masyarakat kita yg harus di beri edukasi supaya tidak nyalahin polisi terus.

Donk....

menurut undang2,
perlengkapan apa yg harus ada di kendaraan?

menurut ane, pentil mah sepele banget, tapi klu lampu depan mati, lampu rem mati, patut di tidak tegas karena bener celaka orang.
ini sih maunya ane, tetap seperti apa sih yg di atur di undang?
atau jangan2 ada peraturan bahwa tekanan ban segala harus di perhatikan ( ini juga sebenarnya sangat penting).

thanks pencerahannya


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - adin ramadhani - 29-09-2011 13:36

w_nairda Menulis:

Red Bull Menulis:
Mau tanya om kalo ketentuan mengenai kaca film bagaimana ya? Baca dikoran beberapa hari lalu aparat merazia mobil2 plat merah milik pemerintahan di kantornya yg kaca film nya lebih dari 30 persen sampai dirobek ditempat segala. Sebelum razia ke masyarakat mereka mau razia dulu ke para pejabat utk memberi contoh katanya. Sebenernya ketentuan mengenai kaca film bagaimana om dan cara ngukurnya bagaimana?


Kalau merujuk ke Keputusan Menteri Perhubungan KM.439/U/Phb-76 tahun 1976 sih, diatur tingkat kebeningannya 70% (berarti kaca film max 30%).

Klo SK Gubernur DKI Jakarta klo gak salah ketebalan kf max 40% (pas dulu SK tentang 3 in 1, seinget saya)

Klo di UU lantas yang baru, pelanggaran bakal kena Rp 5jt...Wallbash

bukannya yg skrng marak razia KF buat angkot aja ya???karna tindak lanjut dari banyaknya kasus pemerkosaan yg trjadi diangkutan kota.....cmiiw.
emang buat kendaraan pribadi mau di razia juga???ko ga denger beritanya ya???(was2 neh,soal'e kf mobil ane depan 60%,sampingk-ki+belakang 80%.....WhistlingWhistling) tapi ane ada alesannya pasang kf dengan komposisi kaya begono,dikarnakan waktu pasang ni kf ane msh dilampung+lagi marak penjebolan mobil2 "dokter muda" di rsam lampung,jadi ane gelapin dah tuh kaca mobil ane,biar ga keliatan langsung isi daleman mobilnya (supaya lebih aman gituu.....Topdeh),salah ga tuh ane msng kf dgn kompisisi bgt095095


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Red Bull - 29-09-2011 15:26

Bayu Suta Menulis:
Depan 60% samping dan blakang 80%..... >> Don't worry dijalan bnyak temennya om Yes


Mantap Om! Topdeh saya juga mau begitu biar isi mobil tidak menggoda maling yang terkutuk dan gak panas kalo lewat jalur pantura... tapi biasalah polisi daerah suka "iseng"... kalo ditilang doang sih mending kalo sampe dirobek rugi bandar


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - kend - 30-09-2011 08:23

kend Menulis:
Om Fanani,
banyak diskusi di warung kopi, dimana orang rada tidak terima klu di razia polisi, dimana pertanyaan polisi sampai detil perlengkapan kendaraan, sampai pentil ban pun bisa di permasalahkan klu tidak ada. klu emang polisi berdasarkan undang2 khan beliau2 tidak salah menertibkan, justru masyarakat kita yg harus di beri edukasi supaya tidak nyalahin polisi terus.

Donk....

menurut undang2,
perlengkapan apa yg harus ada di kendaraan?

menurut ane, pentil mah sepele banget, tapi klu lampu depan mati, lampu rem mati, patut di tidak tegas karena bener celaka orang.
ini sih maunya ane, tetap seperti apa sih yg di atur di undang?
atau jangan2 ada peraturan bahwa tekanan ban segala harus di perhatikan ( ini juga sebenarnya sangat penting).

thanks pencerahannya


Up... sundul.. belum dapat tanggapan soalnya...


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - Firdaus Fanani - 12-10-2011 16:48

kend Menulis:

kend Menulis:
Om Fanani,
banyak diskusi di warung kopi, dimana orang rada tidak terima klu di razia polisi, dimana pertanyaan polisi sampai detil perlengkapan kendaraan, sampai pentil ban pun bisa di permasalahkan klu tidak ada. klu emang polisi berdasarkan undang2 khan beliau2 tidak salah menertibkan, justru masyarakat kita yg harus di beri edukasi supaya tidak nyalahin polisi terus.

Donk....

menurut undang2,
perlengkapan apa yg harus ada di kendaraan?

menurut ane, pentil mah sepele banget, tapi klu lampu depan mati, lampu rem mati, patut di tidak tegas karena bener celaka orang.
ini sih maunya ane, tetap seperti apa sih yg di atur di undang?
atau jangan2 ada peraturan bahwa tekanan ban segala harus di perhatikan ( ini juga sebenarnya sangat penting).

thanks pencerahannya


Up... sundul.. belum dapat tanggapan soalnya...


mohon maaf baru bisa bales om...
menurut UU No. 22 Tahun 2009 tng LLAJ disebutkan bahwa..
Bagian Keempat
Perlengkapan Kendaraan Bermotor
Pasal 57
(1)Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan wajib dilengkapi dengan perlengkapan Kendaraan Bermotor.
(2)Perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Sepeda Motor berupa helm standar nasional Indonesia.
(3)Perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih sekurang-kurangnya terdiri atas:
a.sabuk keselamatan;
b.ban cadangan;
c.segitiga pengaman;
d.dongkrak;
e.pembuka roda;
f.helm dan rompi pemantul cahaya bagi Pengemudi Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih yang tidak memiliki rumah-rumah; dan
g.peralatan pertolongan pertama pada Kecelakaan Lalu Lintas.

(4)Ketentuan lebih lanjut mengenai perlengkapan Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan peraturan pemerintah.
Untuk PP yg baru sekarang masih dalam tahap pembahasan om..
jd sementara PP yg lama masih berlaku, yaitu PP no.44 Tahun 1993
untuk link download PP nya bisa di dapat disini :
http://hubdat.web.id/peraturan-pemerintah/82-pp-no-44-tahun-1993-ttg-kendaraan-dan-pengemudi/download
dan untuk download UU no.22 tahun 2009 LLAJ bisa di download disini :
http://hubdat.web.id/uu/288-uu-nomor-22-tahun-2009-tentang-lalu-lintas-dan-angkutan-jalan/download
mudah2an penjelasan diatas bisa mencerahkan om.. Kisses


RE: Tanya Jawab Mengenai UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas - w_nairda - 12-10-2011 16:53

Topdeh

Berarti ada amunisi nih buat menangkal oknum2 yang mengada-ngada kalau kena razia.