Avanza Xenia - Forum Pemilik / Pengguna Avanza & Xenia
Info Seputar Merawat Bayi/Balita --> NEW: Menolong Balita yang Tersedak - Versi Cetak

+- Avanza Xenia - Forum Pemilik / Pengguna Avanza & Xenia (http://www.avanzaxenia.net)
+-- Forum: Rumpi Lah Yao! (/forumdisplay.php?fid=26)
+--- Forum: Kesehatan (/forumdisplay.php?fid=122)
+--- Topik: Info Seputar Merawat Bayi/Balita --> NEW: Menolong Balita yang Tersedak (/showthread.php?tid=13107)


Info Seputar Merawat Bayi/Balita --> NEW: Menolong Balita yang Tersedak - chris.ho - 03-04-2009 16:09

DAFTAR ISI

HAL 1 :
Setelah Bayi Lahir, Segera Lakukan IMD
30 Hari Pertama Menjadi Ibu
ASI Eksklusif ASI sebagai nutrisi terbaik bagi bayi memang tidak terbantahkan
Memandikan bayi
Bedak dan minyak telon
Menggendong bayi [1]
Kiat mengatasi masalah saat menyusui
Tips memperbanyak ASI

HAL 2 :
Saat Bayi Bersendawa ; Cara Aman Menggendong Bayi [2]

HAL 3 :
Mencukur Rambut Bayi
Bayi Menangis Waktu Mandi
Mempelajari Tangisan Bayi
Tips Merawat Kulit Bayi yang Berjerawat
Mitos merawat bayi
Tips Menciptakan Bayi Pintar
Panduan Singkat Merawat Bayi

HAL 4 :
Stroller Bikin si Kecil Terlambat Berjalan?
Mencegah Kolik pada Anak
Bagaimana membedakan tangisan biasa dengan tangisan kolik
Mitos dan Fakta Seputar Menyusui
Kiat Memilih Botol Susu Bayi

HAL 5 : Bayi Tidak Boleh Nonton TV?
HAL 7 : Bayi Tak Perlu Diajari Berjalan?
HAL 8 : Berapa Lama Si Kecil Membutuhkan Waktu Tidur?
HAL 9 : Saat si Kecil Tumbuh Gigi Pertama
HAL 10 : Aku Tak Mau Potong Rambut!

HAL 12 :
Warna Pup Bayi Anda Berubah-ubah? Jangan Panik!
Sejuta Manfaat Tengkurap
Bayi Happy, Dewasa Bahagia
Kenali Tanda Stres pada Bayi
Empeng: Baik atau Buruk?
13 Hal Penting Saat Merawat Bayi
Memotong Kuku Bayi
Hemat Sehat dengan Popok Kain
Kenali Ruam Berbahaya pada Anak

HAL 13:
Bising di Mal Bisa Sebabkan Tuli pada Balita
Kenali Pertolongan Pertama Saat Anak Kejang
7 pertanyaan seputar obat bayi
Susu HMF

HAL 14:
Dijual: Susu HMF

HAL 15:
Agar Kepala Bayi Enggak Peyang
Melatih Si Kecil Berbicara
Membersihkan Telinga, Mata, dan Hidung Bayi
Menolong Balita yang Tersedak


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 03-04-2009 17:15

30 Hari Pertama Menjadi Ibu

Setelah melahirkan, selama masih di rumah sakit, Anda dibantu oleh para perawat dan juga dokter dalam menangani si kecil. Tetapi bagaimana dengan hari_hari selanjutnya?

Saat yang dinantikan itu akhirnya tiba. Ya, setelah sembilan bulan mengandung, kemudian detik-detik persalinan yang mendebarkan pun terlewati dengan lancar, kini saatnya menikmati peranan Anda menjadi seorang ibu. Tetapi, apakah Anda benar-benar tahu bagaimana seharusnya merawat seorang bayi? Ya, ada kalanya proses menjadi ibu “baru” dirasakan tidak mudah. Apalagi, kala harus meninggalkan rumah sakit dan membawa si kecil ke rumah.
Berikut ini adalah tips yang dapat dimanfaatkan oleh Anda, para ibu “baru”.


ASI Eksklusif ASI sebagai nutrisi terbaik bagi bayi memang tidak terbantahkan

Nah, bagi Anda yang bertekad memberikan ASI Eksklusif , dr. Jeanne Roos Tikoalu, SpA, dokter spesialis anak, RSIA Yadika Jakarta, menyarankan :
1. Biasakan bayi menyusu pada balon-bukan puting.
Keberhasilan pemberian ASI, selain dengan melakukan inisiasi dini, ditentukan pula dengan tata cara pemberian ASI. Usahakan dan biasakan bayi menyusu pada balon, bukan puting. “Puting adalah saluran keluar ASI. Disekitar lingkar puting terdapat kulit berwarna kecoklatan disebut dengan aerola. Aerola berfungsi sebagai “gudang ASI”. Menyusu pada balon berarti menghisap ASI dari aerola, lalu air susu akan keluar dari puting,”terang dr. Jeanne.

2. Jangan takut kekurangan ASI. Pasalnya, memang sampai usia bayi menginjak hari ke-7, ASI ibu kuantitasnya sedikit.
Tetapi jangan lantas menyerah. Pada dasarnya kuantitas ASI secara alamiah akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Pada hari pertama, kebutuhan ASI adalah 60ml per kg berat badan, sedangkan hari ke-2 naik menjadi 80ml, sementara hari ketiga menjadi 100ml dan seterusnya. Selain itu pada prinsipnya, semakin sering bayi disusui, produksi ASI akan semakin banyak.

3. BAB sering.
Saat pulang ke rumah dan tetap memberikan ASI Eksklusif apabila menemukan bayi Anda mencret/diare atau frekuensi buang air besar (BAB)-nya relatif sering, jangan panik. Tetaplah memberikan ASI yang cukup. “Sebenarnya ASI, apalagi ASI awal (kolostrum) memiliki fungsi yang sangat banyak. Selain sebagai antibodi, juga bersifat membersihkan usus bayi,”kata dr. Jeanne. Jadi memang, bagi bayi ASI Eksklusif, 1-2 bulan pertama BAB-nya memang sering. ASI membersihkan usus bayi dengan tujuan untuk mempersiapkan usus si kecil pada pola makan berikutnya.
Tetapi perlu diingat, bila BAB cair terjadi pada bayi Anda dikarenakan ASI maka si kecil tetap aktif, lincah, ceria, buang air kecil (BAK) lebih dari 6 kali sehari, dan sama sekali tidak kehilangan nafsu makan. Sebaliknya, apabila terjadi karena penyebab lainnya, bayi akan terlihat lesu, rewel, dan BAK kurang dari 6 kali sehari, disertai adanya tanda-tanda bayi kekurangan cairan maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak.

4. Perhatikan pola makan Anda.
Diare pada bayi seringkali berkaitan pula dengan pola makan ibu. Oleh karenanya setelah pulang ke rumah, pastikan Anda tetap mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat, terutama 2-3 bulan pertama. Hindarilah sambal, santan, kopi, dan soda karena jenis makanan dan minuman tersebut dapat mempercepat pergerakan usus bayi sehingga BAB nya akan nenjadi semakin sering lagi.


Memandikan bayi

1. Pastikan lingkungan tempat bayi akan dimandikan dalam keadaan hangat. Tutuplah jendela, matikan AC dan kipas angin. Ini dilakukan untuk menghindarkan bayi dari kemungkinan kedinginan/hipotermia.
2. Sebelum menyiapkan air, siapkan dulu perlengkapannya. Misalnya, sabun, shampo, handuk, perelak (alas tidur yang umumnya terbuat dari plastik/karet), popok, pakaian,dll. Tata dengan baik agar memudahkan proses saat mandi dan pasca mandi.
3. Setelah air disiapkan, sabuni bayi di atas perelak menggunakan waslap yang terlebih dulu dibasahi air hangat. Lakukan dengan hati-hati ke seluruh tubuhnya.
4. Angkat dan masukan secara perlahan si kecil ke dalam bak air hangat, lalu basuh badannya hingga bersih.
5. Saat membersihkan kulit kepala, bila dikehendaki Anda bisa menutupi telinga si kecil dengan kapas agar bayi terhindar dari kemungkinan kemasukan air.
6. Angkat dan keringkan bayi dengan handuk bersih hingga kering.

Sementara itu, Alan Greene MD, dalam situs drgreene.com menambahkan sejumlah hal, seperti :
1. Hati-hati dengan suhu air mandi.”Bayi, merasakan panas maupun dingin lebih sensitif dari orang dewasa. Bila perlu Anda dapat membeli bath thermometer yang bisa mengindikasikan temperatur suhu air dalam bak mandi,”katanya.
2. Sebagian bayi merasakan rasa takut terhadap air. Untuk membuatnya nyaman, Anda bisa menyanyi atau mengajaknya berbicara ketika memandikan si kecil.


Bedak dan minyak telon

Setelah bayi dikeringkan dengan handuk, jauhkan bayi dari handuk bekas pakai. Untuk memastikan air bekas mandi benar-benar kering, Anda bisa menggunakan bedak/talk bayi (baby powder). Namun, menurut dr Jeanne, yang ada sejumlah hal yang harus diperhatikan, antara lain :

1. Hindari penggunaan puff (alat yang biasa digunakan untuk mengambil dan meratakan bedak di tubuh bayi).
Puff dikhawatirkan akan menghantarkan butiran bedak ke lubang hidung sehingga dimungkinkan mengganggu saluran pernafasan bayi. Terutama terhadap bayi yang memiliki bakat alergi kuat. Taburi saja bedak secukupnya ke telapak tangan Anda, lalu ratakan dengan telapak tangan lainnya -sebisa mungkin jauh dari hidung bayi kemudian usapkan kedua telapak tangan Anda tersebut pada dada, perut dan punggung bayi.

2. Jangan berlebihan.
Bedak memiliki sifat menyerap air. Dengan demikian, salah satu fungsinya sebagai penyerap air bekas mandi yang mungkin tidak terserap oleh handuk. Dengan terserap sempurnanya air bekas mandi dapat menghindari bayi dari kemungkinan sakit akibat kedinginan. Tapi gunakan seperlunya.

3. Bedak dulu baru minyak telon.
Bukan sebaliknya. Setelah daerah dada, perut, dan punggung bayi kering secara sempurna -dengan bantuan bedak kini saatnya “menghangatkan” bayi dengan minyak telon di area yang sama dan apabila diinginkan bisa juga mengolesi telapak kaki dan telapak tangannya. Dengan demikian, efek hangat akan dirasakan si kecil secara optimal.

4. Hindari penggunaan bedak di daerah anus dan kemaluan bayi.
Setelah bayi BAB dab BAK hati-hati dalam membersihkan bagian anus dan kemaluan. Gunakan kapas steril yang telah dibasahi air bersih pada kondisi normal (bukan air panas/hangat) untuk membersihkannya. Atau, bisa memanfaatkan tissue basah khusus bayi -sejauh tidak menyebabkan bayi alergi. Setelah selesai, tidak perlu menggunakan bedak.
“Butiran-butiran bedak apabila masuk ke bagian vital tersebut, menurut penelitian bisa memicu terjadinya infeksi saluran kemih dan-meski masih kontroversi dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya kanker usus besar setelah dewasa kelak,”kata dr. Jeanne. Meski pun masih kontroversi, tetapi bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati.


Menggendong bayi

Dengan kondisinya yang mungil dan belum bisa berjalan, secara alamiah bayi perlu digendong. Tetapi, dalam menggendong bayi pun sebaiknya Anda hati-hati, karena kondisi tulang bayi, terutama pada bagian leher masih sangat lunak. Kepala bayi harus selalu ditahan agar tidak bergeser secara keras/berlebih, baik ke kiri-ke kanan maupun ke depan-kebelakang. Pada waktu mengangkat bayi, gunakan ke dua belah tangan sehingga Anda dapat menopang bayi dengan baik, terutama bila dia digendong dalam posisi tegak.

Nah, semoga tips-tips di atas dapat sedikit membantu Anda dalam menyambut, dan membawa si buah hati ke rumah untuk Anda rawat. Selamat menikmati peran sebagai seorang ibu ya, jangan lupa untuk mengajak suami ikut berperan. PG
http://www.naya.web.id/2008/01/02/30-hari-pertama-menjadi-ibu/


RE: [TIPS] Merawat Bayi - fajarw - 03-04-2009 17:16

oom chris, dulu gw beli buku 40 hari setelah melahirkan
Lumayan berguna lho.


RE: [TIPS] 30 Hari Pertama Menjadi Ibu - agung_baskoro - 03-04-2009 17:16

pas bgt ni artikel..... HPL anakku 19 Mei... Nambah ilmu lagi... thanks om...


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 03-04-2009 17:20

Setelah Bayi Lahir, Segera Lakukan IMD

Inisiasi menyusui dini (IMD) merupakan langkah awal tumbuh kembang anak yang optimal. Oleh karena itu, bayi yang baru lahir harus segera diberikan kesempatan untuk mulai insiasi menyusu sendiri.

Dr. Utami Roesli, SpA, spesialis anak dari RS. St Carolus menerangkan cara melatih bayi untuk melakukan IMD adalah dengan membiarkan kontak kulit bayi dengan kulit ibu setidaknya satu jam atau lebih sampai menyusui awal selesai.

"Bayi yang lahir normal diletakan di perut ibu segera setelah lahir. Dengan kulit ibu melekat pada kulit bayi selama setidaknya 1 jam, dalam usia 20 menit bayi merangkak kearah balon, dan pada 50 menit bayi tersebut akan menyusu," terang dr. Utami, di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu ( 21/6 ).

Jangan khawatir bayi akan kedinginan, karena kulit ibu mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan suhunya dengan suhu yang dibutuhkan bayi.

Terdapat lima tahapan perilaku bayi sebelum menyusui. Dalam 30 menit pertama adalah istirahat siaga, bayi sesekali melihat ibunya dan menyesuaikan dengan lingkungan. Tahap kedua, 30 hingga 40 menit bayi akan mengeluarkan suara gerakan menghisap, memasukan tangan ke mulut. Selanjutnya, bayi akan mengeluarkan air liur. Setelah itu, kaki bayi akan menekan-nekan perut ibu untuk bergerak ke arah balon.

Lalu, pada tahap akhir, bayi akan menjilat-jilat ibu, menyentuh puting dengan tangannya, menghentakan kepala ke dada ibu menoleh ke kanan dan ke kiri. "Setelah itu bayi akan menemukan puting, menjilat, mengulum puting susu, membuka mulut dan melekat dengan baik," terangnya.

Bila dalam satu jam menyusu awal belum juga terjadi, dekatkan bayi ke puting ibu. Namun jangan memasukan puting ke mulut bayi, beri waktu 30 menit atau 1 jam lagi. "Rawat juga ibu dan bayinya dalam satu ruangan, dalam jangkauan ibu selama 24 jam. Berikan ASI saja tanpa makanan lain tidak diberi dot atau empeng," kata dia.

Ia mengungkapkan, bayi yang lahir normal dan dipisahkan dari ibunya, 50 persen tidak bisa menyusu. Sementara bayi yang lahir dengan tindakan dan dipisahkan dari ibunya, 100 persen tidak bisa menyusu.

Meski IMD sangat dibutuhkan, lanjut dia, kondisi ibu dan bayi juga harus dalam keadaan stabil. "Jika terjadi pendarahan pada ibu, baik karena operasi atau apapun, segera hentikan IMD, karena hasilnya justru tidak akan maksimal," terangnya.
http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/06/21/11344574/setelah.bayi.lahir.segera.lakukan.imd


RE: [TIPS] Merawat Bayi - Jenz - 03-04-2009 19:42

nice topik bro.
secara gw masi kuliah blom ada istri
cikakakakakakaka
tapi ini info yg bgs untuk kedepannya. hahahahahaha


RE: [TIPS] Merawat Bayi - Fen-fen - 03-04-2009 22:01

wah,thread bagus nih chris..bisa bisa buat sharing2 juga tentang ngurus bayi.. salut..Topdeh


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 17-04-2009 17:02

Kiat mengatasi masalah saat menyusui

a. Puting susu datar dan terpendam
Cara mangatasinya: Puting susu ditarik-tarik sampai menonjol, kalau perlu dengan bantuan pompa susu.


b. Puting lecet dan nyeri
Hal ini disebabkan oleh karena posisi menyusui atau cara menghisap yang salah, puting susu belum meregang (belum siap untuk disusui), dan hisapan bayi sangat kuat.

Cara mengatasinya:
- Mulai menyusui pada puting yang tidak sakit
- Susui sebelum bayi sangat lapar agar menghisapnya tidak terlalu kuat
- Perbaiki cara menghisap, bibir bayi menutupi areola diantara gusi atas dan bawah
- Jangan membersihkan puting dengan sabun atau alkohol
- Perhatikan cara melepaskan mulut bayi dari puting setelah selesai menyusui.
- Letakkan jari kelingking di sudut bawah
- Keluarkan sedikit ASI untuk dioles pada puting selesai menyusui
- Biarkan puting kering sebelum memakai BH
- Kalau lecet tidak sembuh dalam 1 minggu, rujuk ke Puskesmas
- Usahakan bayi menghisap sampai kebagian hitam disekitar puting (aerola).


c. balon bengkak
Sekitar hari ke 3-4 balon sering terasa lebih penuh atau tegang disertai rasa nyeri.

Cara mengatasinya:
- Susuilah bayi sesuai kebutuhan
- Susuilah bayi tanpa dijadwal sesuai kebutuhan
- Keluarkan ASI dengan pompa atau manual dengan tangan bila produksi ASI melebihi kebutuhan bayi
- Untuk mengurangi rasa sakit, kompres dengan air hangat
- Lakukan pengurutan mulai dari puting kearah pangkal.


d. Saluran ASI tersumbat
Cara mengatasinya:
- Kelurakan ASI dengan tangan/pompa
- Kompres air hangat sebelum menyusui, kompres air dingin setelah menyusui


e. Radang balon
Terjadi pada 1-3 minggu setelah melahirkan.
Tanda-tandanya adalah:
- Kulit balon tampak lebih merah
- balon mengeras
- Nyeri dan berbenjol-benjol

Cara mengatasinya:
- Tetap menyusui bayi
- Bila disrtai demam dan nyeri dapat diberi obat penurun demam dan menghilangkan rasa nyeri
- Bila belum berhasil segera rujuk ke Puskesmas
- Lakukan perawatan balon secara baik dan teratur.


f. balon abses
Abses pada balon disebabkan karena radang balon. Untuk sementara balon yang abses tidak dipakai untuk menyusui. Segeralah menemui dokter atau bidan. Setalah sembuh bayi dapat menyusui kembali.


g. Produksi ASI kurang
- Ibu perlu menjaga ketenangan pikiran
- Cukup istirahat dan mempertinggi rasa percaya diri akan kemampuan menyusui bayinya
- Makanan ibu cukup bergizi
- Tingkatkan frekuensi menghisap/menyusui


h. Bingung puting
Bila ibu bekerja atau karena sesuatu hal bayi terpaksa diberikan susu buatan, berikan dengan sendok, jangan dengan dot susu botol karena menyusui dari dot berlainan dengan puting ibu. Ini untuk menghindari agar bayi tidak bingung puting.

Jangan lupa untuk mempertahankan dan mempertinggi produksi ASI dengan cara :
- Merawat balon dan senam balon.
- Memperhatikan makanan ibu menyusui.
- Ibu menyusui makan lebih banyak dari biasanya dan minum 6-8 gelas sehari.
- Banyak istirahat.
- Menjaga ketenangan pikiran dan mempertinggi rasa percaya diri akan kemampuan menyusui bayinya.
- Teruskan menyusui. Hisapan bayi akan merangsang produksi ASI.


Relaktasi
Apabila menyusui terhenti untuk sementara karena sesuatu sebab dan ibu ingin menyusui lagi, maka caranya adalah dengan memberikan kesempatan pada bayi menghisap balon 8-10 kali sehari, tiap kali selama 15 menit.
Apabila puting menjadi nyeri atau lecet, teruskan pemberian ASI tetapi waktunya lebih pendek, yaitu 2-3 menit tiap kali. Kalau ASI belum keluar, beri susu formula pengganti ASI sebagai tambahan. Rata-rata ASI diproduksi lagi setelah 1-2 minggu.
http://www.ibudananak.com/index.php?option=com_content&task=view&id=264&Itemid=9


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 17-04-2009 17:04

Tips memperbanyak ASI

Selain makan daun katuk ternyata masih banyak lagi makanan yang dapat membantu memperbanyak ASI. ASI sedikit? Tidak usah khawatir…

- Makanlah sayur katuk yang dimasak bening dan dicampur dengan jagung yang diiris. Sayuran yang satu ini memang sudah terkenal dalam memperbanyak produksi ASI.
- Jangan lupa dibantu dengan meminum susu ibu menyusui sebelum dan sesudah menyusui.
- Minum air putih sebanyak mungkin.
- Saat bangun di tengah malam, makanlah sedikit makanan, terutama kacang kacangan atau kacang kulit.
- Minumlah sari air dari akar jombang. Caranya :
30 gram akar jombang segar dipotong potong kecil.
rebus dalam 2 gelas air sampai mendidih selama 15 menit.
Setelah dingin saring dan minum sehari 2 kali. Masing masing setengah bagian.
- Kurangi makanan dan sayuran yang mengandung gas seperti brokoli dan kol.
- Sayuran seperti buncis, jagung, kacang, bayam duri, kacang panjang juga bisa loh bu membantu memperbanyak ASI. Boleh dicoba…
- Yang terpenting usahakan pikiran dan hati tenang. Jangan dalam keadaan sedih atau marah. Karena perasaan tersebut bisa mempengaruhi produksi ASI.

http://www.ibudananak.com/index.php?option=com_content&task=view&id=249&Itemid=9


RE: [TIPS] Merawat Bayi - blijunk - 17-04-2009 20:16

Nice info
Cocok untuk calon bapak kaya gw

Makasi yach Om Chris


RE: [TIPS] Merawat Bayi - Danny Krisnandi - 20-04-2009 11:55

chris.ho Menulis:
3. Bedak dulu baru minyak telon.
Bukan sebaliknya. Setelah daerah dada, perut, dan punggung bayi kering secara sempurna -dengan bantuan bedak kini saatnya “menghangatkan” bayi dengan minyak telon di area yang sama dan apabila diinginkan bisa juga mengolesi telapak kaki dan telapak tangannya. Dengan demikian, efek hangat akan dirasakan si kecil secara optimal.


Topdeh Bermanfaat banget niy infonyaTopdehTopdeh
Sekedar info, gak semua Minyak Telon cocok dengan anak kita jadi kalau kulitnya beruntusan, langsung ganti merk deh.. MT yang balsem juga ada..


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 24-04-2009 15:51

@ all - thanks atas dukungannya


Saat Bayi Bersendawa

Menyendawakan bayi tidak hanya dapat dilakukan oleh sang ibu, sang ayah pun bisa menyendawakan si kecil.


Cara Menyendawakan Bayi

1. Duduk tegak sambil memeluk bayi (over your shoulder).
Pada posisi ini, dagu si kecil sebaiknya berada di bahu Anda. Pegangi kepalanya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya engusap-usap punggungnya. Tidak ada salahnya Anda menaruh handuk kecil/sapu tangan di bahu Anda. Untuk berjaga-jaga si kecil gumoh/olab

2. Pegangi si kecil dalam posisi duduk di pangkuan Anda, di tengah-tengah paha (sitting on your lap).
Taruh satu tangan Anda di punggungnya, dan satu lagi di antara perut dan dadanya. Pastikan saja bahwa si kecil dalam posisi yang aman, dan nyaman. Setelah itu, usap dengan perlahan punggungnya sampai ia bersendawa.

3. Posisi menelungkup di atas paha (lying face down on your lap).
Hamparkan handuk di paha Anda. Dengan hati-hati tempatkan si kecil pada posisi telungkup di atas paha. Usap punggungnya dengan perlahan dengan tangan Anda.

4. Jika dikehendaki, konsultasikan dengan dokter anak
Mengenai posisi dan tata cara menyendawakan bayi yang paling tepat untuk si kecil sesuai tahapan usianya.


Kapan Bayi Perlu Disendawakan?

1. Setiap saat setelah selesai menyusui. Setelah si kecil merasa cukup kenyang menyusui, perlahan sendawakanlah. Ini penting bagi kenyamanan dan kesehatannya.

2. Jika si kecil mulai terlihat tidak nyaman atau rewel saat disusui, berhentilah untuk sejenak (sekitar 10-20 menit). Lalu, cobalah untuk menyendawakannya terlebih dulu.

3. Jika anda memberikan susu botol, sebaiknya bayi disendawakan setiap 60-90 ml. Tetapi, jika si kecil disusui dengan ASI sebaiknya ia disendawakan setiap kali akan berganti posisi/peralihan dari satu balon ke balon lainnya.

4. Adakalanya bayi terbangun dalam tidurnya karena kembung.
Sendawankanlah si kecil agar ia dapat kembali melanjutkan tidurnya dengan nyaman.

5. Jika bayi minum tergesa-gesa.
Tunggulah sampai ia mulai slowdown, lalu perlahan sendawakan si kecil. Setelah itu, Anda mulai dapat menyusui lagi.

http://www.kafebalita.com/content/articles/read/2008/04/saat-bayi-bersendawa-tips-untuk-ibu-baru/250


RE: [TIPS] Merawat Bayi - indoram - 24-04-2009 16:03

Kl anak gue mah lgsg gue tengkurepin aja, ntar jg sendawa sdr. Abis itu die ketawa-ketiwi, gak lama die tidur deh.......Yagak


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 24-04-2009 16:31

Wah, gampang bener yah anaknya, gak usah pake diusap2 duluGozkirpma


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 11-05-2009 13:26

Cara Aman Menggendong Bayi

Untuk urusan menggendong bayi, perempuan Indonesia tampaknya lebih andal. Coba Anda lihat gambar-gambar yang menampakkan para selebriti Hollywood membopong bayi. Terlihat cara mereka sedikit asal-asalan. Tak ada yang menggendong bayi sesuai "pakem", seperti yang kerap diajarkan ibu pada putrinya yang baru melahirkan. Boleh-boleh saja sih, menggendong bayi dengan gaya Anda sendiri. Namun Anda harus tetap mengikuti pakem yang disebutkan tadi, yaitu tidak membahayakan leher dan kepalanya yang masih lemah. Bopong bayi dengan cara yang aman agar ia merasa dilindungi, dan tidak menangis saat diangkat atau digendong.

1. Sebelum mengangkat bayi, sentuh dan katakan bahwa Anda berada di sisinya supaya ia tidak terkejut. Untuk mengangkat bayi yang sedang tidur tengkurap, selipkan satu tangan di bawah dagu dan lehernya, sedangkan tangan yang lain di bawah bokongnya. Untuk mengangkat bayi yang tidur telentang, letakkan lengan Anda di bawah tubuhnya untuk mendukung leher dan punggungnya.

2. Untuk menggendong bayi di depan tubuh Anda, letakkan pergelangan tangan Anda dari belakang ke selangkangannya, lalu gunakan telapak tangan untuk memegang pahanya. Gunakan tangan yang lain untuk menahan dada bayi, lalu tetap dekatkan tubuhnya pada tubuh Anda.

3. Jika menggendong dengan selendang atau baby carrier, pastikan penggendong terbuat dari bahan yang kuat. Pastikan juga lubang untuk kaki tidak terlalu besar sehingga mencegah bayi tergelincir.

4. Kadangkala bayi senang dibopong di pundak. Gunakan satu tangan untuk menahan leher dan kepalanya, dan tangan yang lain untuk menahan bokongnya. Hati-hati saat menggendong bayi yang baru lahir dengan cara seperti ini. Pastikan kepalanya tidak terlalu sering bergerak, entah ke samping kanan-kiri atau ke depan-belakang.

5. Jika umur bayi 6 bulan atau lebih, dan sudah bisa duduk, Anda dapat menggunakan backpack untuk membawanya. Pastikan dulu ia duduk dengan semestinya. Yang paling baik jika Anda memiliki bantalan frame sehingga bayi tidak terluka saat mengenainya.

6. Saat meletakkan kembali bayi ke tempat tidurnya, dekatkan bayi ke tubuh Anda saat Anda membungkuk di atas boks atau keretanya. Gunakan satu tangan untuk menahan bokongnya, dan tangan yang lain untuk menahan punggung, leher, dan kepalanya. Pertahankan posisi tangan Anda tersebut selama beberapa menit, sampai bayi merasa betul-betul nyaman. Setelah itu tariklah tangan Anda.

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/05/08/1636380/cara.aman.menggendong.bayi


RE: [TIPS] Merawat Bayi - b483 3CA - 11-05-2009 13:35

chris.ho Menulis:
Wah, gampang bener yah anaknya, gak usah pake diusap2 duluGozkirpma


klo kedua anak sy tidurnya sampe umur 5 taon masih minta diusap-usap tuh punggungnyaWhistling


RE: [TIPS] Merawat Bayi - Kresna CN - 11-05-2009 21:26

Rekan2 yg makai babysitter..bagi2 dong info yayasannya.Kisses
Lagi BBS nih (butuh babysitter)...Winking


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 13-05-2009 08:52

@ kresna - sama nih, lagi BBSTongue_out

Btw, kita lanjut bahas BBSnya disini yah Topdeh : http://www.avanzaxenia.net/showthread.php?tid=9594&page=2
Disana ada daftar Yayasannya. Rencana hari ini mau gua cobain telp satu2 nih....


RE: [TIPS] Merawat Bayi - Gado2Enak - 13-05-2009 08:55

Muantab.
Praktekkan dan kasih reviewnya yah Chris.


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 13-05-2009 08:57

Siap laksanakanTongue1


RE: [TIPS] Merawat Bayi - Kresna CN - 13-05-2009 10:02

chris.ho Menulis:
@ kresna - sama nih, lagi BBSTongue_out

Btw, kita lanjut bahas BBSnya disini yah Topdeh : http://www.avanzaxenia.net/showthread.php?tid=9594&page=2
Disana ada daftar Yayasannya. Rencana hari ini mau gua cobain telp satu2 nih....

Sip deh bro..Topdeh
Ditunggu reviewnya yah. Kisses


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 26-05-2009 13:35

Mencukur Rambut Bayi

Ada beragam alasan kenapa orangtua mencukur rambut bayi. Mulai ajaran agama, bagian dari budaya, sampai alasan kebersihan. Apa pun dasarnya, mencukur rambut bayi memang punya banyak manfaat, seperti;

Membersihkan lemak.
Saat melewati jalan lahir, banyak lemak dan "kotoran" rahim ibu yang menempel di sekujur tubuh bayi, termasuk di rambutnya. Dengan mencukur rambut bayi, sisa-sisa lemak tersebut diharapkan ikut terangkat. Belum lagi kotoran dari si bayi sendiri, seperti gumoh di bantal yang kemudian menempel di rambutnya. Dengan dikeramas saja mungkin tidak cukup, hingga tumpukan lemak dan kotoran tersebut harus dibersihkan dengan cara mencukur rambutnya.

Agar tak mudah teriritasi.
Dengan mencukur rambut bayi, ibu mudah mengamati kalau-kalau ada sesuatu yang tak diharapkan, seperti iritasi, bisul, luka, dan sebagainya. Mencukur rambut bahkan menjadi keharusan bila sudah terjadi infeksi, misalnya ada bisul di kepalanya.

Bersifat "mendinginkan".
Dengan tidak adanya rambut, tentu pergerakan udara di sekitar bayi akan mudah dinikmati oleh kulit kepalanya. Dengan begitu dia pasti akan merasa lebih nyaman, apalagi untuk bayi yang tinggal di iklim tropis.


Sejak awal kelahiran

Dilihat dari kepraktisannya, mencukur bayi di awal-awal kelahirannya lebih menguntungkan, karena bayi relatif tidak banyak bergerak. Hal ini tentu sangat membantu untuk mencegah luka karena terkena gunting. Lebih baik lagi jika proses pencukuran dilakukan saat ia sedang tidur pulas, atau saat sedang disusui. Gunakan gunting kecil khusus menggunting rambut bayi/anak (berujung tumpul) yang umumnya dijual ditoko perlengkapan anak/bayi. Mencukur plontos boleh-boleh saja, agar Anda bisa lebih cermat dan mudah mengontrol dan menjaga kesehatan kepala Si Kecil.

Supaya proses mencukur menyenangkan, siapkan dulu semua keperluannya. Mulai gunting rambut, kain lap, air hangat yang ditaruh di mangkuk yang berguna untuk membasahi rambut dan kepala Si Kecil sebelum dicukur, dan shampo untuk mencuci rambut setelah dicukur.

Jika momennya sudah tepat, yaitu saat bayi tidur atau menyusu, segeralah mencukur dengan langkah-langkah berikut;

* Pangku atau gendong bayi. Agar pencukuran lebih efektif, posisikan bayi setengah duduk sambil menyandarkan leher dan punggung bayi pada lengan kita. Hal ini agar posisi kepala bayi cukup terbuka bagian depan maupun belakangnya. Sehingga pencukuran dapat dilakukan langsung dari dahi menuju tengkuk.

* Basahi rambut bayi secukupnya dengan menggunakan kain lap bersih yang sudah disediakan (tidak perlu sampai basah kuyup). Tujuannya supaya rambut menjadi lemas dan mudah digunting. Sisir rambut ke arah belakang untuk mempermudah pencukuran.

* Gunakan satu tangan untuk memegang gunting, sementara satu tangan lagi untuk menjumput rambut. Kalau masih juga takut, minta bantuan suami. Satu memangku bayi dan lainnya menggunting rambut bayi. Mulailah mencukur dari depan ke belakang secara merata. Cukurlah pangkal rambutnya, bukan ujungnya hingga hasilnya lebih rapi. Tidak perlu terlalu menekan.

* Potong rambut sependek mungkin dengan menggunakan gunting yang ujungnya tumpul.

* Untuk membersihkan rambut di lipatan-lipatan yang sulit terjangkau, semisal di dekat tengkuk, regangkan lipatan kulit kepala dengan jari telunjuk dan jari tengah, baru kemudian mengguntingnya. Biasanya rambut sisa ini tidak tergunting dengan baik karena posisinya yang sulit diraih. Sebab itu tidak usah memaksakan harus bersih tuntas jika memang sulit dilakukan.

* Basuh kepala bayi dengan air hangat untuk membersihkan seluruh sisa cukuran. Sikat tengkuk bayi dan bagian lain setelah rambut kering untuk membersihkan sisa guntingan yang mungkin menempel di kulit. Gunakan sikat rambut bayi yang lembut.

Narasumber: Dr.S.C. Kurniati, SpKK, dari Klinik Nurnajmia Husada—Centro Havana De Latinos, Bumi Serpong Damai

(Gazali Solahuddin)
http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/05/25/17343790/mencukur.rambut.bayi


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 30-05-2009 08:45

Bayi Menangis waktu Mandi

Bayi sangat suka mandi, itu hal biasa. Tapi bagaimana kalau si kecil Anda ternyata tidak? Alih-alih berteriak gembira, si Kecil malah menjerit dan meronta saat dibawa masuk ke dalam bak mandinya. Bayi akan melakukan sesuatu saat ia merasa bahwa hal tersebut adalah menarik dan menyenangkan. Masalahnya, apa yang kita anggap sebagai hal yang menyenangkan belum tentu ditanggapi sama oleh si kecil. Demikian pula halnya dengan saat mandi. Untungnya, walaupun awalnya terlihat tidak suka, bayi umumnya akan segera menyukai kegiatan yang satu ini.

Lebih bersabar, itu kunci nomor satu. Jadikan suasana mandi menjadi waktu yang sangat menyenangkan dan ditunggu-tunggu, itu kunci berikutnya. Mulailah dengan awal yang baik. Gunakan bak yang nyaman dan ukurannya pas. Jangan lupa berikan air dengan suhu yang aman dan nyaman bagi bayi. Bila suka mendengar nyanyian Anda, boleh-boleh saja Anda nyanyikan lagu seperti lagu ?Bangun tidur? sambil membuka bajunya. Terkadang bayi bisa merasa tidak nyaman saat bajunya dibuka. Bila perlu, siapkan mainan khusus yang dapat menemaninya bermain saat mandi.

Bila ia sudah begitu gembira saat diajak mandi, jangan rusakkan dengan penggunaan sabun dan shampo yang tidak sesuai. Rasa perih pada mata akibat sabun atau shampo dapat membuyarkan segalanya. Ia menjadi takut karena tahu bahwa mandi akan memunculkan rasa pedih pada matanya. Karena itu, selalu gunakan sabun atau shampo yang sesuai untuknya. Bila masih menggunakan lap, gunakan selalu lap yang hangat dan lembut. Bila masih sulit juga, coba pindahkan waktu bershampo menjadi saat terakhir. Sebagian bayi tidak begitu suka bila matanya basah.

Ah, akhirnya selesai juga. Si kecil kini sudah segar dan nyaman. Bila sudah selesai, segera bungkus ia dalam handuk kering dan lembut. Bayi lebih mudah kehilangan panas dibanding orang dewasa, karena itu jangan biarkan ia terpapar dalam udara dingin terlalu lama. Kini si mungil sudah bersih dan segar. Berikan ia pakaian yang lembut dan sesuai. Sebelumnya, boleh saja bila Anda ingin mengusapkan minyak telon pada tubuhnya.

Selamat. Kini si kecil sudah sangat menyukai bahkan menanti saat mandinya. Oh ya, ada satu hal lagi. Jangan pernah meninggalkan si kecil dalam bak mandinya sendirian walaupun hanya untuk beberapa saat. ?Sekadar? mengangkat telepon yang berdering atau membuka pintu karena bel berdentang sudah cukup membawa bahaya bagi si mungil Anda. (*/infsht)
http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=2240&Itemid=12


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 30-05-2009 09:14

Mempelajari Tangisan Bayi

Setiap kali seorang bayi menangis, pasti si ibu akan menyorongkan payudaranya atau membopongnya.
Tapi, ketika dua hal itu sudah dilakukan, dan si mungil masih saja menangis, barulah si ibu bingung.

Nah, coba saja si ibu tahu arti tangisan itu, kan tak perlu bingung?

Tapi, bagaimana tahu arti tangisan bayi?

Tangisan merupakan alat komunikasi pertama yang dikuasai bayi. Lewat tangisan, bayi mengutarakan keinginan dan kebutuhannya secara efektif. Tak heran, bayi menghabiskan banyak waktu untuk aktivitas ini.

Dalam buku Your Child's Body Language, Dr. Richard Woolfson menjelaskan bahwa tangisan bayi mempunyai arti berbeda-beda. Setiap jenis tangisan mengkomunikasikan pesan tersendiri untuk ayah ibunya.

Di bawah ini beberapa contoh tangisan bayi dan cara mengatasinya.

Tangisan Aku Ingin Menyusu:
Bayi Anda akan mulai menangis jika lapar. Tangisannya biasanya berulang-ulang. Pertama, ia menangis lalu berhenti sejenak untuk mengambil napas, menangis lagi, berhenti sejenak untuk mengambil nafas, demikian seterusnya.
Mengatasinya, susui dia hingga kenyang. Atau, jangan-jangan sudah waktunya makan?

Tangisan Popokku Kotor:
Bayi lebih suka popoknya bersih dan kering. Jika popoknya basah ia akan menangis karena merasa tidak dari rasa tidak nyaman. Tangisan pengumumam popokku kotor biasanya perlahan, kemudian makin keras dan makin keras. Anda juga bisa memperhatikan bahwa ia bergeliut-geliut di tempat tidurnya.
Mengatasinya, segera periksa popoknya. Ia barangkali memerlukan popok yang baru.

Tangisan Badanku Sakiiit:
Semua bayi menangis jika ia merasa sakit. Tangisan jenis ini adalah tangisan bernada tinggi, hampir seperti jeritan, kemudian ia terengah-engah pada saat menarik nafas, lalu menjerit lagi.
Jalan keluar, cobalah temukan apa yang membuatnya kesakitan. Pegang perutnya, jangan-jangan kejang.
Goyang-goyang tangan, kaki atau leher dan kepalanya.
Jika ia menjerit lebih keras ketika menggoyang bagian tertentu, mungkin ada yang sakit karena terjatuh tanpa sepengetahuan Anda. Kompreslah bagian yang sakit dengan air hangat.

Tangisan Aku Bosan:
Bayi selalu memerlukan stimulasi dan akan timbul bosan jika ia tidak memperolehnya, atau bahkan bosan dengan satu aktivitas saja. Tangisan jenis ini dirancang untuk mendapat perhatian Anda. Makanya, tangisan ini lebih mirip teriakan ketimbang tangisan. Dan, ia akan tetap menagis seperti ini selama ia merasa bosan.
Mengatasinya, ganti aktivitasnya. Misal, temani dia bermain, menyenandungkan nyanyian, membacakan cerita atau bisa juga ajak jalan-jalan.

Tangisan minta gendong:
Bayi Anda akan menjadi cengeng jika lelah, walaupun ia mungkin tidak ingin tidur. Ia akan merengek dengan menjengkelkan. Kepalanya mungkin terangguk-angguk untuk beberapa detik, dan mungkin Anda melihat bahwa ia menggosok-gosokkan tangannya pada mata serta wajahnya.
Mengatasinya, ayunlah ia perlahan-lahan sampai akhirnya ia jatuh tertidur.

Tangisan kesepian:
Bayi Anda senang bergaul. Ia ingin Anda selalu berada di sisinya. Jika merasa kesepian, tangisannya akan terdengar menyedihkan. Seakan ia tengah sedih atau marah.
Mengatasinya, luangkan waktu bersamanya paling tidak sampai ia tenang. Jika Anda perlu menyelesaikan sesuatu, gendonglah ia sampai tenang, kemudian lanjutkan pekerjaan anda bersamanya di sisi Anda.


Nah, itulah beberapa ciri tangisan bayi Anda. Dan, kini sudah tahu rahasianya, kan? Jadi, jangan langsung nyorongkan balon lagi, ya? (ia/cbn/CN02)
(sumber: CyberNews Suara Merdeka)


RE: [TIPS] Merawat Bayi - indoram - 30-05-2009 10:13

Ngomong2 lu uda pernah bersihin pupnya lum.......????095095


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 30-05-2009 12:10

Gua blm pernah bersihin pupnya, suster yg bersihin, heheheTongue1

Blm pernah dikencingi juga. Soalnya tiap kali ngegendong, pas dia pake pampersTongue_out


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 04-06-2009 14:22

Sejak kemaren di pipi bayi gua keluar jerawat HikhikHikhik
Kasihan deh muka mulus2 gitu skrg ada beberapa jerawat yg diujungnya putih2 seperti nanah.
Setelah browsing, rupanya emang bisa yah bayi berjerawatTuh

Muka Bayi Berjerawat

Bintik-bintik kecil pada muka bayi serupa jerawat memang seringkali ditemukan. Kelainan ini disebut jerawat bayi (baby acne). Jerawat bayi dapat ditemukan baik pada bayi laki-laki maupun perempuan.Jerawat bayi paling sering ditemukan pada kedua pipi, bisa simteris atau tidak.

Jerawat bayi terjadi karena pengaruh hormon ibu yang masuk ke tubuh bayi melalui plasenta ketika bayi belum lahir. Setelah bayi lahir, hormon tersebut dikeluarkan secara perlahan. Hal ini menimbulkan pengaruh terhadap kelenjar lemak kulit, sehingga kulit bayi menjadi berlemak dan tumbuh jerawat.

Kelainan dapat menetap beberapa minggu. Bahkan ada yang berlangsung beberapa bulan. Karena hal ini merupakan hal normal, maka tidak perlu diobati. Pemberian bedak, baby oil, seringkali tidak menolong bahkan memperburuk keadaan..
http://jawabali.com/sehatbugar/muka-bayi-berjerawat


Tips Merawat Kulit Bayi yang Berjerawat

Merawat kulit bayi yang berjerawat tidak bisa disamaratakan dengan perlakuan pada orang dewasa. Inilah tipsnya

Bersihkan bagian tubuh si kecil yang ditumbuhi jerawat dengan air hangat bersih dan sabun mandi khusus untuk bayi, yang bersifat hipoalergenik.
Keringkan tubuhnya dengan handuk lembut yang bersih dan kering. Jangan digosok keras-keras.
Jika air susu menyiprat wajahnya, bersihkan segera dengan kapas dan air hangat. Penting bagi Anda untuk menjaga kulitnya selalu bersih dan kering
Kulit si kecil yang berjerawat, hanya boleh diolesi salep khusus sesuai resep dokter kulit anak, dan jangan dipencet-pencet jerawatnya. Jangan mengoleskan lotion atau krim pelembab kulit apa pun pada daerah yang ditumbuhi jerawat.
Jangan memakaikan baju yang berlebihan, misalnya karena Anda khawatir si kecil kedinginan. Pakaian yang berlapis-lapis, akan membuat permukaan kulit si kecil tidak bisa bernapas, dan malah akan merangsang tumbuhnya jerawat baru, atau memperparah jerawat yang sudah ada.
http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Tips/tips.merawat.kulit.bayi.yang.berjerawat/001/005/100/74/-/4


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 16-06-2009 12:39

Mitos mengenai menggendong bayi atau anak-anak balita

Anak balita yang memakai sepatu akan membantunya lebih cepat berjalan.
Salah. Justru kebalikannya. Membiarkan anak balita tidak memakai
sepatu dapat memperkuat otot kaki dan membantu si anak untuk belajar
berjalan. Begitu anak balita berjalan, tentu saja mereka memerlukan
sepatu yang nyaman yang sesuai dengan kakinya. Pilih sepatu yang
lunak, jangan yang keras atau kaku. Sepatu harus nyaman dan sesuai
dengan bentuk kaki anak. Beli yang tidak terlalu pas untuk memberi
ruang bagi pertumbuhannya.

Baby-walker membantu bayi lebih cepat belajar berjalan.
Salah. Bayi yang menghabiskan waktunya dengan walker belajar duduk,
merangkak, dan berjalan lebih lambat dari mereka yang belajar berjalan
sendiri. Duduk di walker membatasi gerakan otot mereka. Lebih
signifikan lagi, walker berbahaya. Hampir sekitar 14.000 kecelakaan
akibat pemakaian walker dan 34 anak meninggal sejak tahun 1973 karena
menggunakan walker.

Pemakaian gurita membentuk perut bayi bagus
Mitos yang keliru. Gurita yang secara tradisional dipakai luas di tanah air , tidak dianjurkan untuk dipakaikan kepada bayi, baik sebelum maupun setelah puntung tali pusat puput.

Anak yang sedang menderita demam karena sakit, tidak boleh mandi
Dalam masyarakat kita ada kepercayaan bahwa anak yang sakit campak tidak boleh kena air (dan angin). Hal ini keliru. Memang selama anak demam sebaiknya tidak dimandikan, namun tetap harus dibersihkan dengan waslap basah dan sabun. Bila berhari-hari kulitnya tidak dibersihkan , ia akan terancam oleh infeksi kulit.
http://dokteranakku.com/?p=156


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 16-06-2009 12:51

Tips Menciptakan Bayi Pintar

1. Kembangkan insting anda sebagai orang tua yang ingin memberikan terbaik untuk anak.
2. Kembangkan hubungan emosional anda dimana hal itu sangat berarti dan menyenangkan bagi bayi melalui membaca.
3. Pancing anak terlibat aktif saat membaca buku dengan pertanyaan seputar cerita yang baru dibaca, seperti pengenalan warna, gambar, bentuk atau penokohan cerita (apa saja yang memancing ketertarikan mereka maka gali lebih dalam!).
4. Aktifkan terus kekuatan cinta, sebagai tambahan saat bermain dengan anak, tambahan cinta dan kasih sayang pada bayi merupakan energi bagi kekuatan otaknya.
5. Berikan mainan yang sesuai dengan tahapan usia anak ;


Usia 0-4 bulan :

Menampilkan variasi mimik wajah ; menggerakkan secara perlahan benda di depan matanya ; mainan berwarna terang, menyanyikan lagu sederhana ; mengulang kata-kata; dan menerangkan kepada bayi aktivitas yang sedang dilakukan.

Usia 4-6 bulan :

Perkenalkan boneka bertekstur ; mainan blok dari plastik dan biarkan mereka mengadu kedua blok ; bermain musik dengan nada yang bervariasi ; tunjukkan buku dengan gambar objek berwarna terang.

Usia 6-18 bulan :

Berbicara dan berinteraksi sambil bertatap muka dapat meningkatkan hubungan antara suara bunyi dan kata ; mengenalkan anggota keluarga dan para tetangga yang sudah dikenal sekaligus memberitahukan namanya secara berulang ; menyanyikan lagu dengan nada berulang diikuti gerakan tangan ; bermain cilukba.

Usia 18-24 bulan :

Perkenalkan permainan sederhana seperti menaruh 3 benda berbeda warna dan bentuk lalu minta kepada anak untuk memberikan benda sesuai yang anda minta ; berbicara secara langsung sesering mungkin ; perkenalkan peralatan menulis dan menggambar seperti pensil, krayon dan kertas ; tanyakan “dimana dan apa” saat anda membacakan cerita untuk anak ; buat permainan bebas dengan boneka atau mainan favorit anak.

Usia 24-36 bulan

Berikan anak pujian dan penghargaan atas keberhasilan kemampuan motorik saat beraktivitas fisik ; dukung imajinasi /daya khayal anak dengan cara bermain boneka ; bantu anak mengenal kehidupan yang sebenarnya lewat permainan, seperti berbicara via telepon, bermain mobil-mobilan, minum teh bersama ; akrabkan anak dengan cerita sambil bertanya seputar cerita ; minta anak untuk menunjuk satu benda sesuai bunyi kata yang anda ucapkan saat sedang membaca buku bersama.

Usia 3-5 tahun :

Ajarkan berbagi melalui contoh sederhana ; bermain denga mengenalkan beberapa peraturan ; membatasi waktu menonton TV/video cukup 1-2 jam/hari dan dampingi anak sembari ciptakan percakapan interaktif seputar acara yang ditonton ; berikan pilihan seperti membaca buku atau bermain puzzle dan biarkan anak memilihnya ; batasi larangan (kata “tidak”) sekaligus beri penjelasan kenapa hal tersebut dilarang ; berikan anak tanggung jawab dan perhatian serta tunjukkan ketertarikan anda saat anak menceritakan pengalaman barunya ; luangkan waktu seiap hari untuk duduk bersama dan berbicara tentang aktivitas yang dilakukannya hari itu dan jadilah pendengar yang baik.
http://dokteranakku.com/?p=167


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 16-06-2009 12:55

Panduan Singkat Merawat Bayi

Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa hanya sedikit orang tua baru yang benar-benar memahami perkembangan kehidupan bayinya. Padahal berbagai informasi seputar bayi bisa didapat dari berbagai sarana seperti buku dan majalah.

Berikut panduan singkat yang mendasar dari tahapan perkembangan bayi :

1. Meraih dan mengambil sesuatu

Pada usia sekitar 4 bulan, kebanyakan bayi sudah bisa meraih dan mengambil benda yang ada di dekatnya. Anda dapat membantunya dengan cara, meletakkan mainan kesukaannya yang bisa ia jangkau. Dan bila ia sudah semakin ahli dalam hal ini, pastikan benda-benda berbahaya tidak ada dalam jangkauannya.


2. Benda permanen

Bayi berusi 4-7 bulan mulai mengenal keberadaan suatu benda-bahwa sesuatu atau seseorang itu ada, meskipun tidak terlihat. Nah, anda dpaat berpartisipasi membantunya dengan cara :
- Bermain sembunyi mainan-tapi sembunyikan sebagian saja , jangan semuanya, dan biarkan ia menemukan.
- Bermain ci luk ba
- Biarkan bayi mengetahui bahwa gerakan yang dia lakukan bisa menghasilkan sesuatu yang menyenangkan seperti, baby gym.


3. Komunikasi

Jauh sebelum bayi dapat mengeluarkan suatu vokal atau konsonan, ia sebenarnya sudah belajar berkomunikasi lewat tangisan, ekspresi, bahasa tubuh dalam menyampaikan keinginannya.

- Bayi usia 2 bulan sering mengeluarkan suara vokal seperti “ooh” dan “aaah”

- Bayi usia 6 bulan, mulai mengeluarkan “babababa”, tatata, atau “mamama”

- Bayi usia 8 bulan sudah merespon bila nama mereka dipanggil.

- Bayi usia 9 bulan sudah mengucapkan mama dan papa atau dada (tanpa arti) dengan beraneka suara dan ekspresi wajah

- Bayi usia satu tahun mampu mengucapkan satu atau dua kata pertama


Lantas, apa yang dapat kita lakukan untuk mengembangkan kemampuan bahasa dan bicaranya :

- Tirukan setiap bunyi suara yang dikeluarkan bayi

- Kenalkan suara dan kata baru pada bayi dan bantu dia mengucapkan kembali kata tersebut

- Manfaatkan situasi sehari-hari dalam memperkenalkan kosa kata baru dan minta respon balik anak

- Nyanyikan lagu sederhana yang berulang

- Bacakan buku untuknya (sebaiknya dimulai sejak bayi berumur 6 bulan)

- Sebutkan nama-nama benda, orang dan hewan yang anda tunjuk, serta tirukan suara hewan atau benda tersebut.

- Bersabarlah menghadapi anak. Meskipun dia sudah mampu mengucapkan beberapa kata tertentu, tapi ia butuh waktu lebih lama untuk mereka benar-benar mengucapkannnya.


4. Berbagi

Kemampuan ini baru bisa dikuasai anak seiring dengan pertambahan usianya selepas batita. Namun, kita dapat memperkenalkannya sejak awal dengan sering bercerita padanya tentang apa saja, terutama menyangkut perasaanya, kekecewaanya, kesenangannya dan minatnya.


5. Toilet learning

Kita dapat memperkenalkan toilet learning kepada anak bila ia sudah menunjukkan kesiapan. Kita bisa melihat tanda-tandanya melalui :

- Ia menunjukkan ketertarikan bila kita ajak ke dalam toilet (ketika didudukkan di kloset khusus atau saat melihat orang tua atau saudaranya di dalam toilet)

- Popoknya tetap kering selama kurang lebih 2 jam

- Ketika sedang asyik bermain, tiba-tiba ia merasa gelisah dengan popoknya atau ia akan mengatakannya

- Ia mampu mengungkapkan bahwa popoknya sudah basah atau kotor

http://dokteranakku.com/?p=183


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 18-06-2009 09:26

Stroller Bikin si Kecil Terlambat Berjalan?

LISA dan Tommy sedang berjalan-jalan di mal sambil bersenda gurau dengan bayi 6 bulan mereka yang ditempatkan di dalam kereta dorong bayi. "Loh, kalau sedang jalan-jalan begini jangan suka pakai stroller. Nanti anak kamu jadi malas. Bisa-bisa nanti dia jadi telat jalan deh," tutur seorang teman yang kebetulan berpapasan dengan pasangan muda itu.

Memang, kereta dorong bayi (stroller) kini merupakan alat perlengkapan bayi dengan kategori "wajib" dimiliki. Tentu saja, melalui alat bantu ini, Anda bisa membawa si kecil ke mana saja tanpa lelah menggendongnya. Tapi, kalau anak keseringan memakai stroller, apakah berpengaruh dengan cepat tidaknya belajar jalan? Wah, itu semua tergantung dari orangtua dan si anak. Loh, kok bisa?

Berikut ulasan dr Rini Sekartini SpAK, dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI Jaya) mengenai pengaruh stroller dengan cepat tidaknya anak belajar berjalan.

Menjadi Minus Bila...

Sebenarnya, penggunaan stroller secara tepat dan sesuai tidak berdampak apapun terhadap perkembangan motorik buah hati Anda. Lain masalahnya jika Anda menggunakannya secara tidak tepat.

Nah Moms, coba Anda telaah! Apakah sebagian besar waktu si kecil sehari-hari dihabiskan di atas stroller, padahal usianya sudah memungkinkan ia untuk belajar berjalan? Jika ya, berarti Anda kurang menstimulasi ia untuk belajar.

Terkadang, penyebab anak terlambat berjalan bukan karena si anak mengalami masalah atau kelainan, tetapi bisa jadi karena pola asuh orangtua yang keliru.

Ada Stroller, Orangtua Tak Repot

"Kamu di sini dulu ya sayang," kalimat itu senantiasa Moms ucapkan pada si kecil sembari mendudukkannya di atas stroller dan mengencangkan sabuk pengamannya. Padahal, si kecil yang berusia 8 bulan sudah menunjukkan minatnya untuk bergerak ke sana kemari, ia mulai berjalan "tatih" dan mencoba berdiri. Sayangnya, bukannya mendukung kemauannya, Anda yang merasa "direpotkan" dengan gerakannya, malah meredam kemauannya itu dengan alasan takut jatuh, nanti si kecil capek, dan sebagainya. Perlindungan yang terlalu berlebihan ini lah yang bisa saja membuat si kecil akhirnya menjadi "malas" melatih kakinya untuk berdiri dan berjalan.

Kali lain, saat Anda berjalan-jalan dengannya, ia sudah ingin "merangsek turun" dari strollernya, tapi Anda tak mengindahkannya agar acara jalan-jalan tadi berlangsung cepat dan praktis. Tak ayal, ia akhirnya terbiasa untuk duduk di atas stroller.

Bila ia diajak ke luar rumah, ia hanya mau ikut kalau didudukkan di atas stroller. Tak masalah kalau ia mau diturunkan sewaktu-waktu, tapi akan "berabe" bila si kecil akhirnya menganggap bahwa stroller adalah kakinya, yang bisa membawanya ke mana pun juga tanpa ia bersusah payah. Sebab, sudah pasti ada yang mendorong stroller tersebut, bukan?

Perhatikan Gelagat si Kecil

Nah, sikap orangtua yang memperlakukan anak dengan nyaman inilah yang terkadang membuat anak menjadi keenakan dan malas berjalan. Misalnya orangtua tak pernah memberdirikan anak karena khawatir anaknya jatuh, sehingga anak tak dirangsang menggunakan kakinya. Padahal, bila anak tak dirangsang secara fisik maka fisiknya pun bisa terlambat perkembangannya.

Selain itu, cepat atau tidaknya anak berjalan juga tergantung pada kesiapan diri sang anak sendiri. Meski kakinya sudah kuat tapi karena ia merasa belum waktunya atau ia belum mau berjalan, maka ia tak akan terdorong untuk berjalan. Nah, orangtua tak perlu memaksanya.

Amati tingkah laku anak, semakin ia siap, ia tak akan bisa 'duduk diam' di satu tempat, apalagi di atas stroller yang 'terikat'. Wah, kalau sudah begitu, si kecil sudah mau belajar berjalan tuh, Moms!

Tetap Stimulasi

Sebagai orangtua tetap berikan kesempatan pada si kecil untuk melatih perkembangan motoriknya seperti melatihnya belajar duduk dengan menggunakan matras, belajar merangkak, membantunya berdiri, merambat sampai akhirnya si kecil dapat berjalan dengan baik.

Namun ingat, sebaiknya bila anak sudah dapat berjalan lancar, penggunaan stroller harus dikurangi agar anak tidak menjadi malas berjalan. Walau begitu, pada situasi tertentu, stroller tetap bisa digunakan, misalnya dalam keadaan anak harus berjalan jauh supaya anak tidak lelah.
(Koran SI/Koran SI/tty)
http://lifestyle.okezone.com/read/2009/06/09/27/227635/27/stroller-bikin-si-kecil-terlambat-berjalan


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 20-06-2009 09:10

Mencegah Kolik pada Anak

Kolik biasa terjadi pada anak-anak usia 2 bulan hingga anak berusia 2-3 bulan. Kolik bukanlah jenis penyakit, melainkan sebuah kondisi yang diduga sebagai wujud rasa melilit di perut yang dialami bayi. Meski tidak membahayakan, namun kolik dialami oleh 20 persen bayi sehat di seluruh dunia. Hanya saja, datangnya kolik yang tiba-tiba, diiringi tangisan si kecil yang memilukan, membuat orangtua panik dan kepayahan.

Meski seringkali datang tiba-tiba dan tanpa tanda, kolik bisa dicegah. Antara lain dengan cara:

* Pemberian ASI secara eksklusif kepada bayi selama 6 bulan efektif mengurangi kejadian kolik pada bayi. Berikan ASI setiap kali bayi menginginkannya.

* Saat menyusui, posisikan bayi secara benar. Pangku bayi dengan wajah dan badannya menghadap balon. Pundak dan kaki bayi harus dalam posisi segaris. Tempelkan perut bayi pada perut Anda, atau bagian bawah balon yang tidak diisap. Tempelkan dagunya di balon Anda. Jika bayi menyusu pada balon kiri, letakkan kepalanya di siku lengan kiri ibu, sementara lengan kanan bayi seperti memeluk punggung ibu. Lengan kiri bayi bebas ke arah balon.

* ASI adalah makanan terbaik untuk bayi namun pada beberapa kasus ibu terpaksa memberikan susu formula. Jika kejadiannya seperti ini, maka berikan susu formula dalam porsi sedikit tapi sering, agar sistem pencernaan bayi mampu menyesuaikan diri. Hindari pemberian susu formula langsung dalam jumlah banyak. Ini bisa mengakibatkan penyerapan susu menjadi lebih lama, yang berakibat proses fermentasi pun jadi berlebih, dan akan memicu kolik.

* Pastikan lubang dot sesuai dengan kapasitas bayi mengisap, dan tak ada ruang kosong di dot yang terisi udara. Udara yang masuk ke dalam lambung bayi bisa memicu kolik.

* Selalu sendawakan bayi setiap usai menyusu, baik bagi bayi yang menyusu ASI maupun susu formula. Sendawa ini penting untuk mengeluarkan udara yang mungkin masuk ke dalam perut. Teknik menyendawakan bayi yang paling mudah adalah meletakkan bayi dalam posisi berdiri di pundak dan dada kita. Tepuk-tepuk perlahan bagian punggungnya sampai si kecil bersendawa.

* Berikan makanan sesuai kemampuan pencernaan bayi, jangan memberikan makanan semipadat atau padat sebelum usia 6 bulan.

* Ciptakan suasana tenang dan nyaman pada bayi karena diduga kolik pun bisa muncul jika bayi merasa kurang aman dan nyaman. Suasana tenang juga dapat membuat bayi mudah tidur sehingga ia akan merasa lebih nyaman. Jaga emosi di depan bayi, hindari marah, kesal, dan bersikap kasar karena akan membuat bayi merasa tidak nyaman.

* Libatkan ayah untuk bergantian mengurus si kecil agar Anda tidak kelelahan hingga memancarkan emosi negatif pada bayi.

* Saat mandi sore atau menjelang tidur, lakukan pijatan ringan berupa usapan horisontal dari bagian tengah ke pinggir perut dengan kedua telapak tangan kita. Gunakan minyak telon atau baby oil. Selanjutnya tekuk lutut bayi menekan perut agar udara yang ada di lambung tertekan keluar menjadi kentut.

* Ibu menyusui sebaiknya menghindari makanan dan minuman yang mengandung gas, pedas, atau asam hingga bayi berusia 3 bulan.

Narasumber: dr. Atilla Dewanti, Sp.A, dari Empati Development Centre
http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/06/20/02012560/mencegah.kolik.pada.anak


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 20-06-2009 09:12

Bila Bayi Menangis Berlebihan

Bagaimana membedakan tangisan biasa dengan tangisan kolik?

Tangisan kolik melengking tiba-tiba, dan berlangsung terus-menerus selama lebih dari 2-3 jam. Saat menangis kolik, bayi tampak gelisah, wajah memerah, tangan mengepal, serta tubuh dan lututnya terangkat.

Frekuensi kolik cukup unik, yaitu berlangsung tiga hari atau lebih berturut-turut dalam seminggu, selama paling sedikit tiga minggu. Kolik sendiri adalah nyeri perut akibat gangguan pada usus yang kerap dialami oleh bayi berusia 2 minggu hingga 2-3 bulan. Kolik cenderung memuncak pada enam minggu pertama setelah bayi lahir, kemudian mereda di antara usia 3 dan 4 bulan. Kolik biasanya menghilang di usia 5 bulan. Jika ternyata masih ada, kemungkinan si bayi menderita gangguan refluks.

Kolik bukan lah jenis penyakit, tetapi diduga sebagai wujud rasa melilit di perut yang dialami bayi. Kolik tidak membahayakan dan dialami oleh 20 persen bayi sehat di seluruh dunia. Hanya saja, datangnya kolik sering membuat para orangtua panik dan kepayahan.

Penyebab kolik belum diketahui secara pasti, tetapi diduga karena sistem pencernaan bayi belum sempurna, pemberian makanan padat terlalu cepat, bayi terlalu kenyang menyusu hingga perutnya juga terisi oleh udara, atau suasana tak nyaman yang akhirnya berimbas pada sistem pencernaan bayi. Gangguannya berupa kejang otot di dinding usus akibat masuknya udara ke dalam usus, kemudian ditunjukkan dengan perut yang kembung.

Serangan kolik biasanya datang dan hilang secara tiba-tiba. Bayi yang sebelumnya riang dan senang, di jam-jam tertentu bisa berubah menangis secara berlebihan tanpa disertai gejala sebelumnya. Selanjutnya, setelah menangis berjam-jam bayi akan berhenti menangis begitu saja, kembali riang, atau tertidur lelap.

Meskipun terjadi kapan saja namun banyak bayi yang mengalami kolik pada senja hari menjelang malam. Hingga kini belum diketahui pasti kenapa bisa demikian. Dugaan yang paling kuat karena fermentasi susu yang dikonsumsi sejak pagi hingga siang hari, baru terasa imbasnya di sore hari. Dugaan lainnya adalah perubahan cuaca dari sore ke malam yang membuat bayi harus beradaptasi dan merasa tidak nyaman. Begitu juga bayi yang terlalu kenyang minum susu (baik ASI maupun formula), karena dalam perutnya juga tersimpan banyak gas.

Yang jelas, setiap bayi bisa mengalami kolik, baik bayi yang mendapat ASI maupun susu formula. Namun, yang lebih sering terjadi adalah bayi yang mendapat susu formula karena kandungannya lebih sulit diserap. Susu formula mengandung kadar lemak dan karbohidrat lebih tinggi dibandingkan ASI. Tingginya kadar lemak dan karbohidrat inilah yang membuat penyerapannya juga lebih lama, butuh waktu sekitar 2 jam untuk dicerna.

Narasumber: dr. Atilla Dewanti, Sp.A., Empati Development Centre
http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/06/19/15372566/bila.bayi.menangis.berlebihan


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 20-06-2009 09:14

Mitos dan Fakta Seputar Menyusui

Ibu Menyusui Dilarang Makan Makanan Pedas?

Saat ibu menyusui, biasanya muncul aneka nasihat yang berbau anjuran dan larangan. Tidak boleh ini, harus itu, dan sebagainya. Padahal sering kali hal itu hanya mitos, lho. Nah, apalagi mitos dan fakta seputar menyusui?

Mitos: Sebelum menyusui, ASI yang keluar pertama harus dibuang dulu.
Fakta: Tidak perlu dibuang. ASI pertama yang keluar adalah kolostrum yang mengandung banyak zat antibodi untuk kekebalan tubuh. Sebelum menyusui, ibu boleh mengoleskan ASI kepada puting susu dan sekitarnya untuk mematikan kuman.

Mitos: ASI basi.
Fakta: Tidak ada istilah ASI basi selama ASI ada di balon ibu. ASI selalu dalam keadaan terlindungi dalam balon sehingga tak mungkin basi atau dingin karena selalu sesuai dengan suhu tubuh. ASI dianjurkan untuk tidak diberikan lagi bila dibiarkan dalam suhu ruang lebih dari 8 jam. Namun bila disimpan di kulkas bisa bertahan 2 minggu, bila di suhu freezer, bisa bertahan 2 bulan.

Mitos: Makanan pedas dan bersantan yang dikonsumsi ibu dapat menyebabkan bayi diare.
Fakta: Tak pernah terjadi bayi diare hanya karena makanan yang dikonsumsi ibunya. Meski begitu, sebaiknya ibu jangan mengonsumsi makanan yang terlalu merangsang karena ada juga bayi yang menjadi kembung.

Mitos: Ibu menyusui tak boleh minum es karena menyebabkan bayi pilek.
Fakta: Hal itu tak berhubungan sama sekali. Suhu ASI dalam balon tetap hangat 37 derajat celsius. Apa pun yang dikonsumsi ibu akan diserap darah dan akan diproduksi menjadi ASI.

Mitos: Semasa menyusui, ibu harus makan dua porsi lebih banyak.
Fakta: Sebetulnya tidak demikian. Yang penting adalah konsumsi menu seimbang. Bila ibu merasa lapar silakan makan, tetapi berhenti bila sudah kenyang. Perhatikan keseimbangan dan kecukupan gizinya. Sebaiknya ibu tidak diet karena memengaruhi komposisi ASI dan produksinya juga akan berkurang.

Mitos: balon besar berarti ASI berlimpah.
Fakta: Tidak benar. balon besar menandakan banyaknya lemak yang menunjang. Banyak sedikitnya produksi ASI bergantung pada gudang ASI yang di situ terdapat kelenjar-kelenjar susu yang menghasilkan ASI. Setiap ibu mempunyai kelenjar yang banyaknya kurang lebih sama.

Mitos: balon jadi kendur bila menyusui.
Fakta: Justru proses menyusui menyebabkan balon jadi kencang. Hal ini terjadi karena adanya kontraksi dari otot-otot dan kelenjar balon.

Mitos: Bayi dengan ASI eksklusif akan susah diberi makanan pendamping.
Fakta: Justru bayi yang mendapat ASI eksklusif nantinya lebih mudah menerima variasi rasa makanan pendamping. Pasalnya, bayi sudah terbiasa memperoleh rasa ASI yang variatif.

Mitos: Setelah ibu bekerja, produksi ASI akan berkurang.
Fakta: Tidak selalu. Caranya, sebelum dan setelah bekerja, ibu tetap memberikan ASI langsung kepada bayinya, sementara selama ibu bekerja, ASI tetap dikeluarkan dengan cara diperah setiap 3 jam sekali. Kalau hanya diperah saja tanpa disusukan langsung, produksinya pun akan berkurang karena isapan bayi dapat merangsang kerja otak untuk menghasilkan hormon prolaktin.

http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/06/19/11374969/ibu.menyusui.dilarang.makan.makanan.pedas


RE: [TIPS] Merawat Bayi - chris.ho - 03-07-2009 14:49

Kiat Memilih Botol Susu Bayi!

BAGI bayi yang minum susu formula, peranan si botol susu beserta dot-nya tentu sangat besar. Berilah botol susu dan dot yang sesuai dengan kebutuhan buah hati Anda.

Nah, agar Moms tak bingung memilih, hal-hal di bawah ini bisa dijadikan bahan pertimbangan! Berikut ulasan dr Rusmala Deviani SpA, dari RS Setia Mitra, Jakarta Selatan.

Sesuaikan ukurannya

Di pasaran terdapat berbagai ukuran botol, yang biasanya menyatu dengan dot. Botol kecil berukuran 30-50 ml, botol sedang berukuran 120 ml dan ukuran besar di atas 200 ml. Sesuaikan botol dengan banyaknya kebutuhan asupan susu si kecil setiap harinya.

Aman bagi kesehatan

Botol yang terbuat dari bahan gelas lebih awet, tahan lama dan proses sterilisasinya mudah. Hanya saja, botol ini cukup berat hingga kurang nyaman digunakan dan mudah pecah. Berbeda dengan botol plastik, botol ini lebih tahan lama. Bayi pun aman memegang botolnya sendiri.

Hindari botol dengan banyak gambar

Sebab, gambar-gambar itu berisiko terkelupas saat disterilisasi dalam air mendidih. Sedangkan botol dengan aksesori, seperti kepala boneka atau mainan boleh saja dijadikan pilihan, selama tak menyulitkan proses sterilisasi atau pemberian susu kepada bayi.

Memiliki regulator antisedak

Untuk bayi berusia 0-3 bulan, dapat menggunakan botol susu yang dilengkapi dengan regulator. Regulator merupakan alat yang berfungsi untuk mengatur aliran susu sesuai dengan irama isapan bayi. Dengan menggunakan regulator maka susu dari botol susu tidak akan mengalir bila tidak dihisap sehingga susu tidak mudah tumpah dan hal ini menghindari bayi tersedak. Dengan regulator maka dapat dihindari dot mengempis secara tiba-tiba dan terhisapnya udara oleh bayi yang dapat membuat bayi menjadi kembung. Sekat ini juga berguna untuk menahan aliran susu jika botol miring/terbalik. Jadi, saat bepergian di mana kita sering menyimpan botol dalam tas, tak ada kekhawatiran lagi air susu akan tumpah.

Botol susu dengan pegangan

Botol susu jenis ini diperuntukkan bagi bayi usia 6 bulan ke atas. Pada masa tersebut, berilah kesempatan pada si kecil untuk memegang botolnya sendiri. Dengan begitu, selain menikmati susu, kemampuan motoriknya juga akan terlatih.

Ukuran dot

Ukuran dot umumnya disesuaikan dengan ukuran mulut bayi. Untuk bayi kecil, berikan dot berukuran kecil dengan lubang yang kecil pula. Demikian juga dengan bayi yang memiliki tubuh sedang dan besar. Ukuran dot yang tidak sesuai bisa membuat bayi tersedak dan mengganggu pernapasan. Misal, bayi kecil diberi dot besar. Atau, bayi besar diberi dot kecil, maka dia akan cepat lelah karena kemampuan isapnya sangat kuat sementara volume air susu yang keluar amat sedikit.

Silikon atau Lateks?

Saat ini terdapat dua bahan dot yang banyak dijual di pasaran, yaitu silikon (umumnya berwarna putih) dan lateks (berwarna kuning). Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Dot karet lebih lentur dan lembut tapi umumnya mudah rusak. Dot karet juga mudah berjamur dan menimbulkan bau. Sebaliknya, silikon kurang lembek tapi awet dan tahan lama.

Nah, untuk memilih dot dengan bahan yang mana, kenali dulu refleks isap si kecil. Bila kemampuan mengisapnya cukup kuat, dot silikon bisa menjadi pilihan. Sebaliknya, jika refleks isapnya lemah, pilihlah dot karet. Yang pasti, jangan pilih dot dari bahan yang tidak fleksibel dan mudah rusak.
(Mom& Kiddie//tty)
http://lifestyle.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/06/09/196/227400/kiat-memilih-botol-susu-bayi


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Kiat Memilih Botol Susu Bayi - indoram - 03-07-2009 15:15

Uda bs apa aja bayi lu skrg? Uda 1 bln lewat ya skrg?

Kl mao beli botol bayi yg bagus ya Dr. Brown's ama satu lg gue lupa mereknya. Keduanya bs mengurangi gejala kolik.
Kl yg std2 ya pake pigeon jg uda ok kok.


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Kiat Memilih Botol Susu Bayi - chris.ho - 03-07-2009 15:51

@ indoram - iya, udah 1 bulan lebih. udah bisa ngoceh2 sendiri om, apalagi kalo diajak ngobrol, heheheTongue1

Tapi.............................................Suffer

chris.ho Menulis:
4 juni 2009
Sejak kemaren di pipi bayi gua keluar jerawat HikhikHikhik
Kasihan deh muka mulus2 gitu skrg ada beberapa jerawat yg diujungnya putih2 seperti nanah.
Setelah browsing, rupanya emang bisa yah bayi berjerawatTuh


.......ternyata sejak 4 jun susu formula yg diminum gak cocokTuh
Tadi pagi baru ke dokter spesialis alergi anak.
Selama 1 bulan ini anak gua :
- tiap sore nangis kenceng n susah diademin, sepertinya ini kolik
- suka kaget2an, tangan gemetar, mulut gerak2 mulu
- tahi kuping n upil byk mulu
- sering gumoh
- nafasnya berisik
- kaki suka menendang-nendang ke arah perut
- dll

Sekarang ini lg minum susu Nan Ha 1, liat perkembangan selama 10 hari. Moga2 sembuh . . . .


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Kiat Memilih Botol Susu Bayi - indoram - 03-07-2009 16:29

chris.ho Menulis:
@ indoram - iya, udah 1 bulan lebih. udah bisa ngoceh2 sendiri om, apalagi kalo diajak ngobrol, heheheTongue1

Tapi.............................................Suffer

chris.ho Menulis:
4 juni 2009
Sejak kemaren di pipi bayi gua keluar jerawat HikhikHikhik
Kasihan deh muka mulus2 gitu skrg ada beberapa jerawat yg diujungnya putih2 seperti nanah.
Setelah browsing, rupanya emang bisa yah bayi berjerawatTuh


.......ternyata sejak 4 jun susu formula yg diminum gak cocokTuh
Tadi pagi baru ke dokter spesialis alergi anak.
Selama 1 bulan ini anak gua :
- tiap sore nangis kenceng n susah diademin, sepertinya ini kolik
- suka kaget2an, tangan gemetar, mulut gerak2 mulu
- tahi kuping n upil byk mulu
- sering gumoh
- nafasnya berisik
- kaki suka menendang-nendang ke arah perut
- dll

Sekarang ini lg minum susu Nan Ha 1, liat perkembangan selama 10 hari. Moga2 sembuh . . . .


Mangkanye jd bapa jgn pelit ama anak, maonya yg murah mulu. Beliin tuh botol khusus yg gue bilang diatas, bs buat mengurangi gejala kolik.


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Kiat Memilih Botol Susu Bayi - chris.ho - 03-07-2009 16:36

indoram Menulis:
Mangkanye jd bapa jgn pelit ama anak, maonya yg murah mulu. Beliin tuh botol khusus yg gue bilang diatas, bs buat mengurangi gejala kolik.


Gua ada beli tuh yg bagus, apa yah mereknya......bentuknya spt balon gitu, jd gak akan ada udara di empengnya gitu. Krn hny ada satu, yah gantian ama botol yg biasaTongue1

Kolik yg dialami anak gua kan karena susu formula yg gak cocok omTongue_out


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Kiat Memilih Botol Susu Bayi - indoram - 03-07-2009 16:44

chris.ho Menulis:

indoram Menulis:
Mangkanye jd bapa jgn pelit ama anak, maonya yg murah mulu. Beliin tuh botol khusus yg gue bilang diatas, bs buat mengurangi gejala kolik.


Gua ada beli tuh yg bagus, apa yah mereknya......bentuknya spt balon gitu, jd gak akan ada udara di empengnya gitu. Krn hny ada satu, yah gantian ama botol yg biasaTongue1

Kolik yg dialami anak gua kan karena susu formula yg gak cocok omTongue_out


Belinya susu murahan sih. Kayak ane dong, 6 bln pertama pake BMT Platinum, skrg ganti Nutrilon Royal krn die lbh mao minum.
Jgn pake susu KLIM ya.......hahahaha

Btw, asi nya kenapa?


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Kiat Memilih Botol Susu Bayi - chris.ho - 03-07-2009 16:53

Gua kasih susu nutrilon royal gold, murah dr Hongkong Hikhik

asinya??? gua abisin, udah jatah bapanya ituTongue_out


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Kiat Memilih Botol Susu Bayi - indoram - 03-07-2009 17:02

chris.ho Menulis:
Gua kasih susu nutrilon royal gold, murah dr Hongkong Hikhik

asinya??? gua abisin, udah jatah bapanya ituTongue_out


Ya namanya jg susu murah, hasilnya jg murahan lah.

Dihabisin......anak gue walau gak 100% asi, tp blm pernah sakit ampe skrg, uda gitu lincahnya luar binasa. Ini skrg lg guling2an di blkg gue.


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Kiat Memilih Botol Susu Bayi - chris.ho - 03-07-2009 17:11

indoram Menulis:
Dihabisin......anak gue walau gak 100% asi, tp blm pernah sakit ampe skrg, uda gitu lincahnya luar binasa. Ini skrg lg guling2an di blkg gue.

gak pusing apa guling-gulingan Tongue1

chris.ho Menulis:
Gua ada beli tuh yg bagus, apa yah mereknya......bentuknya spt balon gitu, jd gak akan ada udara di empengnya gitu.


baru nanya nih, merek botol susunya tommie tipppeGozkirpma


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Kiat Memilih Botol Susu Bayi - indoram - 03-07-2009 17:22

chris.ho Menulis:

indoram Menulis:
Dihabisin......anak gue walau gak 100% asi, tp blm pernah sakit ampe skrg, uda gitu lincahnya luar binasa. Ini skrg lg guling2an di blkg gue.

gak pusing apa guling-gulingan Tongue1
Die kl gak guling2 malah pusing guenya. Skrg lg nonton Playhouse disney, adem deh, gak gerak2......hehehe

chris.ho Menulis:
Gua ada beli tuh yg bagus, apa yah mereknya......bentuknya spt balon gitu, jd gak akan ada udara di empengnya gitu.


baru nanya nih, merek botol susunya tommie tipppeGozkirpma


Itu cm gak tumpah kl dibalik tp kayaknya gak bs mengurangi gejala kolik. Ada st lg, botolnya cm ada 3 warna, merah, biru ama hijau kl gak slh.


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Bayi Tidak Boleh Nonton TV? - chris.ho - 13-07-2009 13:58

Bayi Tidak Boleh Nonton TV?

Coba perhatikan, berapa jam dalam sehari bayi kecil Anda terpapar siaran televisi? Satu jam? Dua jam? Atau lebih? Atau jangan-jangan TV telah menjadi ’menu wajib’ pengasuhan sehari-hari? Misalnya, memberi makan harus sambil menonton TV, kalau tidak, anak bakal mogok makan. Atau kalau menangis, dia akan terhibur dan diam setelah menonton TV.

Jika ya, Anda perlu berhati-hati. TV bisa membawa dampak negatif bagi si kecil. Di Indonesia hal ini memang tidak terlalu dipermasalahkan, karena sebagian besar masyarakat masih menganggap TV sebagai “virtual baby sitter”. Tetapi di negara-negara maju, sejumlah ahli justru menganjurkan agar bayi yang berusia kurang dari 2 tahun, tidak menonton TV sama sekali. Mengapa? Indri Savitri, Psi, Kepala Divisi Klinik dan Layanan Masyarakat Lembaga Psikologi Terapan UI, menjelaskan alasan-alasannya untuk Anda.

Fokusnya pada atensi. Menurut Indri, anak-anak di bawah 2 tahun yang terbiasa menonton, disinyalir atensinya tidak berkembang optimal. Kilatan visual televisi cepat sekali berganti, sehingga otak anak terbiasa terstimulasi dengan sesuatu yang serba cepat. Hal ini kelak akan berdampak pada kemampuan anak untuk konsentrasi dan mempertahankan perhatian ketika mengerjakan sesuatu. “Akibatnya, kalau dia mengerjakan tugas, tidak bisa sampai tuntas,” kata Indri menjelaskan.

TV Membatasi Eksplorasi. Dua tahun pertama adalah masa penting bagi anak untuk mengembangkan pemahaman terhadap dunia dengan melihat, menyentuh dan mengeksplorasi secara langsung. “Kalau TV menggantikan kegiatan eksplorasi, kesempatan dia untuk bisa menjelajah dunia berkurang, dan akhirnya berdampak pada kognitif. Eksplorasinya berhenti sampai visual,” papar Indri. Kalaupun anak dipertontonkan sesuatu yang selalu bergerak-gerak, anak belum tentu bisa membayangkan benda tersebut secara tiga dimensi. Apakah berbentuk kotak, bola, atau lainnya. Lain halnya jika benda tersebut dipegang langsung untuk dieksplorasi. Anak jadi tahu, kalau bola bisa menggelinding, bisa memantul, dan teksturnya ternyata kasar. “Itu yang disebut dengan eksplorasi,” kata Indri menegaskan.

Walau demikian, Indri mengatakan menonton TV bagi bayi bisa juga diarahkan menjadi sesuatu yang positif. Asal, orangtua tahu cara menyiasatinya.


Tips:

1. Maksimal setengah jam.
Anak di bawah dua tahun hanya boleh menonton sekitar setengah jam dalam sehari. Itu pun harus dibagi sepuluh menit untuk setiap sesinya. Setelah itu anak harus tetap main dengan orangtuanya, ada intimasi dan interaksi resiprokal. Tetap optimalkan aspek bermain, membaca dan bercerita dengan anak.

2. Pilihlah program yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak, disajikan dengan suara tunggal (satu orang pembawa acara) dan musik dengan tempo yang lambat.

3. Jangan jadikan TV sebagai background.
Artinya ketika anak tidak menonton, matikanlah TV. Yang sering terjadi, anak makan, kemudian diberi background tontonan TV. Jika dibiasakan, anak akan kesulitan membedakan hal yang pokok dan hal yang kurang penting. Akibatnya, anak harus dikondisikan selalu ada suara-suara yang justru dapat mengganggu konsentrasi dan relasi dalam keluarga.
(Meli Simarmata)
Sumber: Majalah Inspire Kids
http://cyberwoman.cbn.net.id/cbprtl/Cyberwoman/detail.aspx?x=Mother%20And%20Baby&y=Cyberwoman%7C0%7C0%7C8%7C1430


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - chris.ho - 14-07-2009 09:54

Guys, bayi kalian waktu umur 2 bulan biasanya minum susu berapa cc yah?
Lalu sehari minum berapa kali? maksudnya berapa jam sekali dikasih susu?
Please share..............

Anak gua karena alergi dan berat badannya over (2 bulan beratnya 6,4kg), disuruh dokter utk kurangi jumlah cc susu.
Sekarang anak gua minum susu 75cc tiap 2 jam sekali.
Tapi blm sampe 2 jam pasti udah minta susu nih. Akhirnya gua kasih 15 cc dulu baru pas waktunya tambah 60cc lagi.
Gak tega liat dia nangis minta susu, tp dia disuruh diet. Dilema nihWallbash


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - indoram - 14-07-2009 10:03

chris.ho Menulis:
Guys, bayi kalian waktu umur 2 bulan biasanya minum susu berapa cc yah?
Lalu sehari minum berapa kali? maksudnya berapa jam sekali dikasih susu?
Please share..............

Anak gua karena alergi dan berat badannya over (2 bulan beratnya 6,4kg), disuruh dokter utk kurangi jumlah cc susu.
Sekarang anak gua minum susu 75cc tiap 2 jam sekali.
Tapi blm sampe 2 jam pasti udah minta susu nih. Akhirnya gua kasih 15 cc dulu baru pas waktunya tambah 60cc lagi.
Gak tega liat dia nangis minta susu, tp dia disuruh diet. Dilema nihWallbash


Lu kan kasi susu formula, biasanya di bungkusnya atau kalengnya ada petunjuknya kok. Lu cb ikutin itu aja.

Anak gue skrg aja uda 6 bln minum 120cc ampe 150cc doang, itu jg kadang gak abis. Tp kl makan lumayan banyak.


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - chris.ho - 14-07-2009 10:11

Aturan di kemasan susu malah bikin bingung om.
Ditulisnya :
utk umur 2 bulan minum 150cc, selama 24 jam dikasih 5x.
Berarti tiap 5 jam baru dikasih susu dongTuh

Emang bisa anak 5 jam baru minum susu?095
Anak gua satu jam lebih aja udah nangis2Wallbash

om indoram, waktu anak loe 2 bln, msh inget gak diksh brp cc, n brp jam sekali minumnya?


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - indoram - 14-07-2009 10:26

chris.ho Menulis:
Aturan di kemasan susu malah bikin bingung om.
Ditulisnya :
utk umur 2 bulan minum 150cc, selama 24 jam dikasih 5x.
Berarti tiap 5 jam baru dikasih susu dongTuh

Emang bisa anak 5 jam baru minum susu?095
Anak gua satu jam lebih aja udah nangis2Wallbash

om indoram, waktu anak loe 2 bln, msh inget gak diksh brp cc, n brp jam sekali minumnya?


Kayaknya spt yg ditulis di kemasan cm gak tau persisnya gmn krn kan mayoritas asi. Mangkanya asi itu punya anak lu, cm kemasannya doang yg punya lu.

Setau ane sih, minum asi lbh mengenyangkan bayi drpd minum susu formula ya.
Kl gak cb ganti dgn nutrilon royal atau neosur, susunya lbh padat. Beli susu lokal aja, gak usa import2an sgl. Anak hsl produksi dalam negeri dikasi susu produksi luar negeri ya gak kena punya deh jdnya.


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - chris.ho - 14-07-2009 10:31

Tul, ASI is the best, tp kalo gak keluar gimanaWallbash

Kalo anak gak alergi sih enak bs minum susu apa aja om. Kalo alergi gak blh sembarangan. Pusingnya disitu

Udah search di internet, gak ada aturan baku brp cc nih. Jadi makin pusingSuffer
Ada RR yg senasib dgn gua gak y, hehehe


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - indoram - 14-07-2009 10:38

chris.ho Menulis:
Tul, ASI is the best, tp kalo gak keluar gimanaWallbash

Kalo anak gak alergi sih enak bs minum susu apa aja om. Kalo alergi gak blh sembarangan. Pusingnya disitu

Udah search di internet, gak ada aturan baku brp cc nih. Jadi makin pusingSuffer
Ada RR yg senasib dgn gua gak y, hehehe


Cb pake nutrilon soya, ktnya sih rekomen dr tuk bayi2 yg alergi susu.
Kl gak keluar cb dipancing pake pompa asi. Wkt awal dl bini gue jg gak bs keluar ampe ampir 1 bln, dirangsang pake pompa asi, akhirnya keluar jg tuh ampe skrg.

Kl cm suruh bayi minum doang kan bgt gak keluar die lgsg nangis2 marah. Tp kl keluarnya lancar, otomatis die lbh suka minum asi krn suhunya pas dan rasanya itu loh yg muantafffff.........Tongue1

Kayaknya gak mgkn deh, balon bini lu gak sempet mengeras krn asi yg didlm uda menumpuk.


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - SaPiE - 14-07-2009 10:40

asi sebenernya keluar kok, asal ibunya selalu think positive dan rajin dipancing sama anaknya (bukan bapaknya Toungue)
bniasanya asi baru lancar hari ke 3 setelah persalinan.
hari pertama duikit banget biasanya.

kalo anak gue yang kedua ini (aisha), minum susu nya by request aja. setiap sejam dua jam merengek, trus dikasi asi, minumnya paling 5 menitan doang.
kalo anak pertama gue (arvin) mungkin karena cowok, lebih rakus asi nya.
sekali minum bisa setengah jam, dan tangki asi emaknya langsung kempes Toungue
tapi abis minum, bisa tidur 3 jam an...


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - chris.ho - 14-07-2009 10:57

indoram Menulis:
Cb pake nutrilon soya, ktnya sih rekomen dr tuk bayi2 yg alergi susu.

Udah coba om. Tapi eenya agak keras, jd ganti susu lagi.
FYI, rasanya gak enak bener, gua cobain setetes, sampe mau muntah rasanya.

indoram Menulis:
Kl gak keluar cb dipancing pake pompa asi. Wkt awal dl bini gue jg gak bs keluar ampe ampir 1 bln, dirangsang pake pompa asi, akhirnya keluar jg tuh ampe skrg.

SaPiE Menulis:
asi sebenernya keluar kok, asal ibunya selalu think positive dan rajin dipancing sama anaknya (bukan bapaknya Toungue)


Bener om-om. Gua koreksi yah, keluar sih keluar om. Tp dr faktor mamanya juga sih yg gak mau ksh asi, alasannya keluarnya dikit. Padahal udah gua bawelin tp tetep ogah.
Pernah gua yg remas2, tp hasilnya gak banyak, hihihihi

SaPiE Menulis:
kalo anak pertama gue (arvin) mungkin karena cowok, lebih rakus asi nya.
sekali minum bisa setengah jam, dan tangki asi emaknya langsung kempes Toungue
tapi abis minum, bisa tidur 3 jam an...

Kalo ASI enak y, gak usah pake takaran brp cc.


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - indoram - 14-07-2009 11:14

chris.ho Menulis:

indoram Menulis:
Cb pake nutrilon soya, ktnya sih rekomen dr tuk bayi2 yg alergi susu.

Udah coba om. Tapi eenya agak keras, jd ganti susu lagi.
FYI, rasanya gak enak bener, gua cobain setetes, sampe mau muntah rasanya.
Kl yg msh ada kolosom emang gak enak rasanya tp kl yg uda putih, manis tau......Tongue1

indoram Menulis:
Kl gak keluar cb dipancing pake pompa asi. Wkt awal dl bini gue jg gak bs keluar ampe ampir 1 bln, dirangsang pake pompa asi, akhirnya keluar jg tuh ampe skrg.

SaPiE Menulis:
asi sebenernya keluar kok, asal ibunya selalu think positive dan rajin dipancing sama anaknya (bukan bapaknya Toungue)


Bener om-om. Gua koreksi yah, keluar sih keluar om. Tp dr faktor mamanya juga sih yg gak mau ksh asi, alasannya keluarnya dikit. Padahal udah gua bawelin tp tetep ogah.
Pernah gua yg remas2, tp hasilnya gak banyak, hihihihi
Diawal emang bgt, lu kira wkt awal bini gue gak stres apa, uda diperes ampir sejam, yg keluar cm 20cc, tp semua tergantung bini lu, kl die emang niat pasti akan keluar semakin banyak nantinya. Intinya sabar dan sadar mao memberikan yg terbaik. Lu ganti pembokat dgn suster dgn tujuan pengiritan tp beli susu lg buat bayi lu, sama aja abis itu duitnya. Mumpung br 2 bln msh bs tuh dipancing. Cb pake pompa asi, tp yg elektrik jgn yg manual, pegel booooo.......Tongue_out

SaPiE Menulis:
kalo anak pertama gue (arvin) mungkin karena cowok, lebih rakus asi nya.
sekali minum bisa setengah jam, dan tangki asi emaknya langsung kempes Toungue
tapi abis minum, bisa tidur 3 jam an...

Kalo ASI enak y, gak usah pake takaran brp cc.




RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - chris.ho - 14-07-2009 11:24

indoram Menulis:
Diawal emang bgt, lu kira wkt awal bini gue gak stres apa, uda diperes ampir sejam, yg keluar cm 20cc, tp semua tergantung bini lu, kl die emang niat pasti akan keluar semakin banyak nantinya. Intinya sabar dan sadar mao memberikan yg terbaik. Lu ganti pembokat dgn suster dgn tujuan pengiritan tp beli susu lg buat bayi lu, sama aja abis itu duitnya. Mumpung br 2 bln msh bs tuh dipancing. Cb pake pompa asi, tp yg elektrik jgn yg manual, pegel booooo.......Tongue_out


Gua forward postingan loe ke isteri gua, dia jawabnya : "dasar bapak2"Haha

kata dia, masalahnya anak gua kalo keluar susunya dikit, dia gigit2 putingnya. Rasanya seperti mau copot.
Pompa asi manual gua ada, tp hasilnya sedikit n bener pegel, hehehe.
Itu katanya, hihihi


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - udin_andrian - 14-07-2009 11:37

yang gw heran om, knapa yaaaaaaaaaa anak gw ga mau nenen ama ma2nya, apa ga ada asinya. sedangkan mulai lahir ampe skrg udah umur jelang 8 bulan, pengennya ngedot aja.


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - fajarw - 14-07-2009 11:38

chris.ho Menulis:
Gua forward postingan loe ke isteri gua, dia jawabnya : "dasar bapak2"Haha

kata dia, masalahnya anak gua kalo keluar susunya dikit, dia gigit2 putingnya. Rasanya seperti mau copot.
Pompa asi manual gua ada, tp hasilnya sedikit n bener pegel, hehehe.
Itu katanya, hihihi


makanya asi-ex perlu perjuangan dan ketabahan ibu..... Gozkirpma

Bini dulu skedulnya perah malam/subuh --> buat konsumsi pagi hari
dan perah dikantor (paling pol dapat 2 botol @ 200) untuk stok esok siang harinya
Gitu terus sampai usia 1 tahun Big Grin

Perahnya pakai Medela (Manual), dan disimpan di tas tommy tippee

kalo si astrid pengen mimik (siang hari) dikasihnya pakai botol 60, tapi lama2 ya meningkat ke 120.
Kalau diatas itu, suka mubazir, gak habis. sayang kan


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - chris.ho - 14-07-2009 11:46

udin_andrian Menulis:
yang gw heran om, knapa yaaaaaaaaaa anak gw ga mau nenen ama ma2nya, apa ga ada asinya. sedangkan mulai lahir ampe skrg udah umur jelang 8 bulan, pengennya ngedot aja.

Kalo dipencet sendiri, asinya keluar gak om?


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - chris.ho - 14-07-2009 11:47

fajarw Menulis:
kalo si astrid pengen mimik (siang hari) dikasihnya pakai botol 60, tapi lama2 ya meningkat ke 120.
Kalau diatas itu, suka mubazir, gak habis. sayang kan


Wah sayang bener. Bisa buat anak gua tuh, heheheheHaha


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - Tenzo - 14-07-2009 11:49

indoram Menulis:
Belinya susu murahan sih. Kayak ane dong, 6 bln pertama pake BMT Platinum, skrg ganti Nutrilon Royal krn die lbh mao minum.
Jgn pake susu KLIM ya.......hahahaha


klim mahal tau dan udah jarang sekarang

dulu sibagas waktu 2bln lebih sering asi dr pada formula mengenai cc nya biasanya gina kalo dikantor meres trus kalo siangnya diminumin pake botol dot biasanya habis antara 60-90cc setiap minum sehari bisa 5x kadang lebih. coba dibujuk lg Cris untuk binilu kasih asi biar dikit ga papa, soalnya asi sempurna diserap tubuh dibanding susu formula

sekarang bagas dikasih susu yg low lactose milk sebelumnya pake bebelac


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - udin_andrian - 14-07-2009 11:50

chris.ho Menulis:

fajarw Menulis:
kalo si astrid pengen mimik (siang hari) dikasihnya pakai botol 60, tapi lama2 ya meningkat ke 120.
Kalau diatas itu, suka mubazir, gak habis. sayang kan


Wah sayang bener. Bisa buat anak gua tuh, heheheheHaha


ada sih om cumaa dikit, atau mungkin anak ga mau nenek karena bau rokok x yaaaaaaaaa. HahaHahaHahaHahaHahaHaha


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - chris.ho - 14-07-2009 11:53

emang bayi bisa bedain bau rokok atau bau lainnya?Whistling


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - chris.ho - 14-07-2009 12:00

Tenzo Menulis:
dulu sibagas waktu 2bln lebih sering asi dr pada formula mengenai cc nya biasanya gina kalo dikantor meres trus kalo siangnya diminumin pake botol dot biasanya habis antara 60-90cc setiap minum sehari bisa 5x kadang lebih. coba dibujuk lg Cris untuk binilu kasih asi biar dikit ga papa, soalnya asi sempurna diserap tubuh dibanding susu formula

sekarang bagas dikasih susu yg low lactose milk sebelumnya pake bebelac


wah maaf baru liat postingan om tenzo nih....

anak om kombinasi asi n susu formula yah. Sehari 5x kalo dibantu asi sih masuk akal om.
Tapi kalo 100% susu formula, sehari 5x anak bisa kurus deh, hehehehe. CMIIW
Gua terus bujuk isteri sih om, ntar malam coba lagi ahTongue1

dokter anak gua bilang kalo susu vitalac BL msh gak cocok, disuruh beralih ke bebelac tuh


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - udin_andrian - 14-07-2009 12:01

chris.ho Menulis:
emang bayi bisa bedain bau rokok atau bau lainnya?Whistling


tau mungkin om, makanan bubur, susu, dia tau bedain om. nitrolin ga mau, maunya SGM om,Topdeh


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - Tenzo - 14-07-2009 14:40

dicoba aja Cris, btw kalo full formula sih ga papa cuma mungkin lebih dari 10 botol. bikin aja dikit2 tp sering drpd banyak tp ga abis


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - udin_andrian - 14-07-2009 14:46

emang umur anak om cris brapa bulan


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - chris.ho - 14-07-2009 16:17

@ Tenzo - gua lg bingung nih kalo tiap 2 jam gua kasih 60cc, termasuk normal atau pelit y? Utk anak yg alergi loh095
Sering juga blm 2 jam udah nangis minta susu, dokter bilang jgn kasih kalo blm waktunya tp gua gak tegaWallbash

@ udin_andrian - 2 bulan om


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - udin_andrian - 14-07-2009 16:24

anak saya om ga perna minum asi sejak lahir, skrg udah umur 8 bulan, dulu juga ga perna ditempo pas mau ngasih susu, alhamdulillah sehat, dan lincah, om kasih cream ya muka sibaby biar mulus dan ga tumbuk kaya jerawat.


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> Ask: Bayi 2 bulan minum susu brp cc & brp kali sehari? - chris.ho - 14-07-2009 19:29

udin_andrian Menulis:
om kasih cream ya muka sibaby biar mulus dan ga tumbuk kaya jerawat.


iya, dokter kasih krim muka, sejak pake itu mukanya bersih. Dulu banyak bintik2 kaya jerawat.


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Bayi Tak Perlu Diajari Berjalan? - chris.ho - 21-07-2009 16:27

Bayi Tak Perlu Diajari Berjalan?

Bila tak ada gangguan sistem syaraf pusat, bayi akan berjalan dengan sendirinya. Meski begitu, stimulasi tetap diperlukan agar bayi mampu berjalan tegak dan cekatan.

Hal ini ditegaskan lagi oleh psikolog Gisella Tani Pratiwi, M.Psi, yang mengatakan, “Pada dasarnya bayi tidak perlu diajarkan untuk menguasai kemampuan motorik kasar seperti berjalan karena mereka akan berjalan dengan sendirinya. Tapi dengan catatan sistem syaraf pusat, otot, dan tulang telah matang, dan mereka mendapatkan ruang dan kebebasan untuk bergerak atau/bereksplorasi.” Bila semua syarat di atas terpenuhi, Gisella yakin, bayi mampu menstimulasi dirinya sendiri untuk bisa mencapai tahap demi tahap jenjang perkembangan motorik kasar.

Meski demikian, Gisella tak menampik bahwa bahwa kemampuan berjalan bayi tak bisa dilepaskan dari perkembangan kemampuan lainnya. “Kemampuan berjalan bisa diraih seorang bayi atau anak karena telah menguasai kemampuan lain sebelumnya seperti kemampuan mengangkat kepala, kematangan tulang penyangga, kemampuan menjaga keseimbangan, dan kemampuan duduk sendiri. Maka dari itu orangtua sebaiknya memerhatikan perkembangan bayi secara menyeluruh, tidak hanya terfokus pada satu hal saja dan memberikan stimulasi sesuai dengan tahapan perkembangannya ini.”

Anda memiliki berbagai pertanyaan lain tentang kemampuan berjalan pada anak? Hal-hal berikut mungkin dapat menjawabnya.

Meskipun pada saatnya nanti si bayi bisa jalan sendiri, kenapa tetap disarankan untuk tetap menstimulasi agar perkembangan motorik kasarnya optimal?
Dengan menstimulasi perkembangan motorik kasar bayi, maka kemampuan berjalan bayi akan berkembang semakin optimal. Dengan distimulasi, ditambah memberikan keleluasaan bergerak, ia akan semakin “ahli”’ dalam bergerak. Bayi akan semakin mampu mengenali tempat-tempat yang berbahaya seperti lantai yang tidak rata, tangga, jalan yang menanjak, dan sebagainya. Juga semakin terlatih untuk menempatkan kaki-kakinya agar tidak mudah terjatuh. Dia juga akan semakin terlatih, tahu jika bahaya yang ada di sekitarnya.

Apakah semua bayi akan menapaki jenjang perkembangan motorik kasar?
Secara umum, jika bayi mendapat gizi yang baik, mendapatkan kasih sayang yang cukup, memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi ruang gerak, serta memiliki kesempatan untuk melatih kemampuan motoriknya, maka perkembangan motorik bayi tidak akan mengalami keterlambatan. Tapi jika sebaliknya, maka perkembangan anak akan mengalami keterlambatan.

Kapan normalnya anak bisa berjalan?
Kebanyakan anak dapat melakukan langkah pertamanya ketika berusia 11 – 14 bulan. Namun harus diingat, perkembangan anak amat bervariasi. Ada anak yang bisa berjalan ketika berusia 8 bulan, ada yang baru bisa berjalan ketika berusia 17 bulan.

Bagaimana bila di usia 17 bulan belum bisa berjalan juga?
Jika ada anak belum bisa berjalan saat berusia 17 bulan ke atas, anak tidak juga berjalan setelah mengalami pelatihan khusus selama beberapa bulan, atau anak berjalan dengan cara lain dan bukannya menggunakan jari-jari kaki, kita harus segera mengonsultasikannya dengan dokter anak untuk dirujuk pada ahli ortopedi atau ahli syaraf. Dikhawatirkan ada hal-hal lain dengan latar belakang medis yang harus ditangani terlebih dulu. Orangtua juga perlu mengetahui, dalam perkembangan motorik kasar, jika anak memiliki berat badan yang berlebih atau lahir prematur, bayi tersebut cenderung memiliki keterlambatan dalam perkembangan motorik kasarnya.

Bagaimana cara menstimulasi motorik kasar kaki bayi?
Stimulasi dilakukan untuk membantu anak mengembangkan kemampuan perkembangannya. Maka stimulasi sebaiknya dilakukan sesuai dengan tahap perkembangan anak dan kemampuan anak. Stimulasi juga harus dilakukan dengan dasar pandangan bahwa setiap anak memiliki dinamika perkembangan yang unik serta menyeluruh. Arti menyeluruh adalah masing-masing aspek perkembangan saling berkaitan satu sama lain. Seperti jawaban saya sebelumnya, sebelum berjalan bayi telah melalui tahap penguasaan keahlian lainnya. Maka stimulasi yang diberikan pun sebaiknya sesuai dengan tahap perkembangan masing-masing anak. Stimulasi yang diberikan lebih awal, jika tidak diberikan dalam cara yang memaksa dan menyakiti anak, boleh-boleh saja dilakukan karena tidak akan mengakibatkan masalah bagi anak.

Perlukah alat bantu untuk menstimulasi motorik kasar bayi?
Dalam menstimulasi, hal pokok yang harus diperhatikan adalah peran orangtua mencari berbagai cara kreatif untuk menstimulasi kemampuan berjalan. Aktivitas itu dapat dilakukan dengan mainan atau alat bantu sederhana lain. Pastinya alat bantu apa pun sebaiknya digunakan dalam pengawasan orang tua atau pengasuh. Hal lain yang perlu diperhatikan demi keselamatan anak adalah tetap menjaga anak berjauhan dari benda-benda panas, benda-benda yang bertali atau berkabel, serta berjauhan dari sumber-sumber air. Penggunaan babywalker, dari berbagai penelitian sangat tidak disarankan untuk digunakan dalam membantu anak berjalan. Aspek keamanan dalam penggunaan babywalker sangat rendah. Artinya dengan mudah bayi dapat terjatuh dari tangga, terjepit tangannya, mengalami luka kepala, bahkan kematian ketika menggunakan babywalker.

Jika untuk bayi gemuk, bagaimana menstimulasi motorik kasarnya?
Menurut penelitian, ditemukan korelasi antara keterlambatan perkembangan motorik dengan kondisi bayi yang tergolong gemuk. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah faktor kegemukan adalah satu-satunya penyebab keterlambatan perkembangan motorik pada bayi yang gemuk. Untuk stimulasi yang diberikan tidak jauh beda seperti yang dilakukan pada bayi berberat badan normal lainnya. Hanya mungkin dilakukan lebih intens dan lebih sabar. Namun, yang paling penting, kondisi bayi yang gemuk ini perlu juga dikonsultasikan secara khusus dengan dokter karena selain menghambat stimulasinya, kegemukan juga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan lain.
(Gazali Solahuddin)

http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/07/21/14383678/bayi.tak.perlu.diajari.berjalan


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Bayi Tak Perlu Diajari Berjalan? - Prio - 21-07-2009 17:18

setuju sama postingan om Cris.Ho Topdeh
khusus baby walker sangat2 TIDAK DIREKOMENDASIKAN !
BAHAYA !


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Bayi Tak Perlu Diajari Berjalan? - jurrix - 23-07-2009 08:41

uhmm ikut nimbrung achhh dengan bapak2 sayang anak Yagak
seinget gue pernah ada mitos klo keseringan di baby walker si anak jadi males diri ama bentuk kakinya agak terganggu.... (tolong koreksi yahhh klo salah)
tapi klo sekarang sih semaksimal mungkin netah anak.... jadi pagi sebelon kerja.. gendong bentar terus netah..... sambil liat jam biar ngga kebablasan Whistling entar telat ke kantor....
terus pulang kerja langsung netah lagi..... cape sih cuma uhmmm buat si kecil sih Kisses
terus klo masalah ASI.. pengalaman gue sih .. lingkungan yang harus mendukung agar si ibu nyaman.. jadi klo misal pertama belon keluar harus tetep dicoba terus... dan orang sekeliling harus mendukung...ibu harus tabah .. karena cape banget.......
terus untuk mompa, istri gue pertama kali mompa (setelah harus masuk kantor) cuma dapet 5cc padahal dah pake medela yang electric dan udah ampir 1jam mompanya... ampe nangis2....Hikhik
tapi ya emang harus sabar
akhirnya kluar 40 cc terus 60 bahkan kadang sekarang klo gi penuh bisa dapet 240 cc Bravo
dan harus rutin biar si balon terstimulasi terus......jadi produksinya akan terus ada .....Gozkirpma


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Bayi Tak Perlu Diajari Berjalan? - indoram - 23-07-2009 08:53

jurrix Menulis:
terus klo masalah ASI.. pengalaman gue sih .. lingkungan yang harus mendukung agar si ibu nyaman.. jadi klo misal pertama belon keluar harus tetep dicoba terus... dan orang sekeliling harus mendukung...ibu harus tabah .. karena cape banget.......
terus untuk mompa, istri gue pertama kali mompa (setelah harus masuk kantor) cuma dapet 5cc padahal dah pake medela yang electric dan udah ampir 1jam mompanya... ampe nangis2....Hikhik
tapi ya emang harus sabar
akhirnya kluar 40 cc terus 60 bahkan kadang sekarang klo gi penuh bisa dapet 240 cc Bravo
dan harus rutin biar si balon terstimulasi terus......jadi produksinya akan terus ada .....Gozkirpma


Sama bener pengalaman istri ente dgn istri ane. Kbtlan istri kite sayang ama anak ya jd mao berkorban dgn terus memompa ampe asi nya keluar cukup buat bayi.

Tuh, Chris denger, semua butuh usaha. skrg mah uda jarang ibu2 yg bgt melahirkan lgsg bisa menghasilkan asi yg banyak.


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Bayi Tak Perlu Diajari Berjalan? - baladewa - 23-07-2009 09:13

Prio Menulis:
setuju sama postingan om Cris.Ho Topdeh
khusus baby walker sangat2 TIDAK DIREKOMENDASIKAN !
BAHAYA !

chris.ho Menulis:
Penggunaan babywalker, dari berbagai penelitian sangat tidak disarankan untuk digunakan dalam membantu anak berjalan. Aspek keamanan dalam penggunaan babywalker sangat rendah. Artinya dengan mudah bayi dapat terjatuh dari tangga, terjepit tangannya, mengalami luka kepala, bahkan kematian ketika menggunakan babywalker.

jurrix Menulis:
seinget gue pernah ada mitos klo keseringan di baby walker si anak jadi males diri ama bentuk kakinya agak terganggu....


Ikut nimbrung yaa.... Yagak

Kalo diliat dari alasan yang dicantumkan oleh si profesional dalam postingannya Chris, semua hanya masalah keamanan kalo si anak pake babywalker sendirian. Jadi solusinya adalah, Jangan Ditinggal ! beres kan ?

Gue lebih percaya 'mitos' yg dikasih bro Jurrix bahwa bentuk kaki anak bisa gak lurus.
Jadi solusinya, dulu gue beli babywalker yang ada adjustable heights nya. Jadi bisa di naik-turun kan sesuai pertumbuhan tinggi si anak. Kalo si anak udah terlalu tinggi sehingga kakinya nekuk pada saat duduk di babywalker, artinya babywalker tsb sudah Tidak Boleh dipake lagi sama dia. Simpen aja buat adik nya nanti.

well, that's what I thought.

Dan alhamdulilah pertumbuhan kaki dan kemampuan berjalan anak gw tidak bermasalah.


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Bayi Tak Perlu Diajari Berjalan? - jurrix - 23-07-2009 09:22

hehehe ... baby walker tidak "haram" karena kadang2 buat safety juga... (asal tetep terpantau) klo belajar jalan ama kita kan minimal ada kontak badan sehingga insya Allah bisa nambah rasa saling sayang antara ortu dan anak...
terus sampingannya adalah ortunya juga ikut olah raga.... karena harus agak nunduk pas netah jadi perut terlatih... walau punggung ama pinggang jadi pegel .......
trus klo asi... gue setuju ngasih asi ampe umur 2 taun... karena sehat, selalu ada, selalu hangat, tidak pernah basi... dan juga tidak perlu beli susu yang harganya 170 rebu Smile kan bisa hemat ampe 1juta heheheheheeheheheh


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Bayi Tak Perlu Diajari Berjalan? - chris.ho - 23-07-2009 10:25

indoram Menulis:
Tuh, Chris denger, semua butuh usaha. skrg mah uda jarang ibu2 yg bgt melahirkan lgsg bisa menghasilkan asi yg banyak.


iya om, denger om, xixixiTongue1

baladewa Menulis:
Jadi solusinya, dulu gue beli babywalker yang ada adjustable heights nya. Jadi bisa di naik-turun kan sesuai pertumbuhan tinggi si anak. Kalo si anak udah terlalu tinggi sehingga kakinya nekuk pada saat duduk di babywalker, artinya babywalker tsb sudah Tidak Boleh dipake lagi sama dia. Simpen aja buat adik nya nanti.


setuju ama om baladewaYes

jurrix Menulis:
klo belajar jalan ama kita kan minimal ada kontak badan sehingga insya Allah bisa nambah rasa saling sayang antara ortu dan anak...
terus sampingannya adalah ortunya juga ikut olah raga.... karena harus agak nunduk pas netah jadi perut terlatih... walau punggung ama pinggang jadi pegel .......


wah gua bakal mengalami momen ini nih, hehehe


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Kebutuhan Tidur Bayi dan Anak - anak - chris.ho - 24-07-2009 17:03

Berapa Lama Si Kecil Membutuhkan Waktu Tidur?

Ini adalah hal yang sering dipertanyakan oleh para orang tua baru.
Berikut ini adalah pedoman umum tentang rata-rata waktu tidur yang dibutuhkan bayi, disesuaikan dengan perkembangan usia.
Tentu saja setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda - karena selalu saja ada anak yang
membutuhkan waktu tidur lebih banyak beberapa jam dibandingkan anak lain, atau justru kurang beberapa jam.

Usia 1 bulan
Waktu tidur malam : 8 ½
Waktu tidur siang (beberapa kali tidur): 7 (3)
Total waktu tidur : 15 1/2

Usia 3 bulan
Waktu tidur malam : 10
Waktu tidur siang (beberapa kali tidur): 5 (3)
Total waktu tidur : 15

Usia 6 bulan
Waktu tidur malam : 11
Waktu tidur siang (beberapa kali tidur): 3 1/4 (2)
Total waktu tidur : 14 1/4

Usia 9 bulan
Waktu tidur malam : 11
Waktu tidur siang (beberapa kali tidur): 3 (2)
Total waktu tidur : 14

Usia 12 bulan
Waktu tidur malam : 11 ¼
Waktu tidur siang (beberapa kali tidur) : 2 1/2 (2)
Total waktu tidur : 13 3/4


Hal yang penting diingat oleh orang tua, bahwa kebanyakan anak justru membutuhkan tidur lebih lama dibandingkan
rata-rata. Seringkali, jika seorang anak memiliki kebiasaan tidur yang buruk atau menolak tidur setelah jam 11 malam, maka orang tua biasanya akan berpikir bahwa anaknya sekadar tidak ingin tidur. Hal ini tidak benar
- pada kenyataannya, anak seperti ini mengalami gangguan tidur. Agar dapat mengukur sewajar apa pola tidur anak Anda, cobalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

o Apakah si kecil segera jatuh tertidur saat berada di dalam mobil?

o Apakah Anda harus membangunkan si kecil setiap pagi?

o Apakah si kecil menjadi rewel, mudah marah dan kelelahan sepanjang hari?

o Sewaktu-waktu saat malam hari, apakah si kecil tertidur sebelum waktunya?

Jika Anda menjawab 'Ya' atas salah satu pertanyaan itu, maka sangat mungkin terjadi si kecil kekurangan tidur. Untuk
mengubah pola ini, Anda sebaiknya membantu si kecil untuk mengembangkan pola tidur dan menentukan waktu tidur yang sesuai untuknya. Hanya dengan cara ini, anak akan memenuhi kebutuhan tidurnya, dan dapat beraktivitas serta tumbuh dengan baik. Seiring dengan pertambahan usia, anak akan berhenti tidur siang dan memindahkan seluruh waktu tidurnya ke malam hari.


Pola tidur bayi baru (0 - 3 bulan)

Bayi baru memiliki rentang waktu tidur yang sangat lama, 17 hingga 18 jam perhari pada minggu-minggu pertama kelahiran mereka, dan perlahan-lahan berkurang hingga 15 jam perhari pada bulan ketiga.
Sekalipun demikian bayi baru tidak pernah tidur lebih lama dari 3 - 4 jam setiap kali tidur, baik malam ataupun siang hari selama minggu-minggu pertama.

Perhatian: Waktu tidur Anda akan banyak terganggu. Malam hari Anda harus menyusui dan mengganti popok bayi; sedangkan pada siang hari Anda akan bermain dengannya. Sebagian bayi baru ada yang dapat tidur sepanjang malam sejak lahir hingga berusia 6 minggu, namun kebanyakan pola ini baru dicapai bayi ketika mereka berusia 5 - 6 bulan.
Anda dapat membantu bayi mencapai pola tidur malam yang panjang ini dengan melatih kebiasaan tidur yang baik sejak awal.


Tip membentuk pola tidur yang sehat

o Kenali tanda-tanda kelelahan

Selama minggu keenam hingga minggu kedelapan, bayi baru tidak dapat bertahan bangun lebih dari dua jam. Jika Anda mengulur waktu lebih lama sebelum mengajaknya tidur, bayi akan kelelahan dan mengalami kesulitan
tidur. Perhatikan tanda-tanda yang ditujukkan si kecil ketika dia mengantuk. Misalnya, mengucek-ngucek mata, menarik telinga, atau terlihat bayangan gelap di bawah matanya. Jika Anda menangkap tanda-tanda seperti
ini, atau tanda-tanda mengantuk lainnya, tidurkanlah si kecil segera.
Sebagai orang tua baru, jangan ragu akan kepekaan Anda terhadap sinyal-sinyal yang ditunjukkan si kecil.

o Latih si kecil mengenali perbedaan siang dan malam hari

Banyak bayi baru yang bangun pada malam hari
-diistilahkan sebagai night owl- mereka benar-benar terbangun ketika Anda sedang bersiap-siap
tidur. Selama beberapa hari pertama setelah kelahiran, Anda tidak dapat melakukan apapun atas hal ini. Tetapi ketika bayi baru sudah memasuki usia 2 minggu, Anda mulai dapat melatihnya untuk membedakan malam dan siang hari. Ketika ia sedang terjaga sepanjang malam, bermainlah dengan si kecil sesering dan selama mungkin, usahakan agar ruangan tempat si kecil berada terang benderang, dan biarkan berbagai suara seperti telepon, tv, atau mesin pengering pakaian berbunyi. Jika si kecil menunjukkan gejala tertidur pada saatnya makan, bangunkan dia.
Sedangkan pada malam hari, jangan mengajak si kecil bermain jika ia bangun untuk menyusu.
Hindari cahaya dan suara yang berlebihan, dan jangan terlalu banyak berbicara dengannya. Jika Anda melakukan hal ini secara intens, maka tak lama setelah mulai melatihnya si kecil akan mengenal perbedaan suasana ini,
mengerti bahwa malam hari adalah saatnya untuk tidur.

o Biarkan ia tertidur sendiri

Ketika sudah mencapai usia 6 - 8 minggu, biarkan si kecil memutuskan waktu tidurnya sendiri. Caranya adalah, dengan meletakkannya di tempat tidur ketika ia mulai mengantuk, sekalipun matanya masih terbuka.
Sebaiknya Anda tidak menggendong atau menepuk-nepuknya. Karena jika Anda melakukan hal ini sejak si kecil berusia dini, mengapa kemudian Anda berharap ia tidur tanpa ditepuk, dinyanyikan atau digendong?

o Menyusu pada malam hari

Menyusui atau tidak menyusui, itu adalah pertanyaan yang sering dipertanyakan oleh para ibu baru pada malam hari. Semua pakar setuju bahwa jika bayi Anda belum berusia 3 bulan, sebaiknya Anda menyusuinya setiap kali ia bangun. Setelah ia berusia lebih dari 3 bulan, jangan biarkan si kecil melakukannya.

Jodi Mindell (ahli gangguan tidur anak): "Bayi baru hanya makan dan tidur sepanjang hari. Berilah ASI jika si kecil lapar tengah malam, namun pastikan lampu tidak terang ketika Anda menyusuinya. Hindari berbagai suara selama menyusui."


Pola tidur bayi usia 3 - 6 bulan

Saat ini Anda seharusnya tidak lagi terbangun malam hari setiap 2 - 3 jam. Ketika mencapai usia 3 atau 4 bulan,
kebanyakan bayi tidur 15 jam sehari. 10 jam di malam hari dan sisanya terbagi atas 3 waktu tidur di siang hari (jumlah ini akan berkurang hingga 2 kali waktu tidur ketika si kecil berusia 1 tahun). Anda masih sekali atau dua kali terbangun pada malam hari untuk menyusui pada tahapan awal usia ini, tetapi ketika si kecil berusia 6 bulan, secara fisik ia sudah mampu tidur sepanjang malam. Bagaimana si kecil tidur sangat tergantung pada apa yang dipelajarinya tentang tidur dan polanya pada usia sebelumnya.
Namun belum terlambat, Anda dapat melatihnya membentuk pola tidur yang baik pada usia ini, dengan cara:

o Menetapkan waktu tidur malam dan siang

Ketika si kecil masih bayi baru, Anda menandai waktu tidurnya dengan memperhatikan tanda-tanda mengantuk yang ia tunjukkan (menggesek mata, menarik telinga, dll). Di usia yang sudah lebih besar ini, Anda sebaiknya mulai menentukan waktu tidur malam dan siangnya pada jam yang sama, sebagai pembentuk pola tidurnya. Jam tidur yang baik bagi bayi adalah antara 19.00 - 20.30; lebih larut dari waktu tersebut, biasanya si kecil akan kelelahan, dan sulit tidur. Bayi mungkin saja tidak terlihat lelah saat larut malam - sebaliknya bayi akan terlihat energik. Tetapi percayalah: Ada tanda-tanda tertentu yang akan diperlihatkannya jika ia melewati jam tidurnya. Anda juga dapat menentukan waktu tidur siangnya sama seperti menentukan waktu tidur malam.

o Bentuklah rutinitas sebelum tidur

Jika hal ini belum Anda lakukan sebelumnya, inilah saat yang tepat untuk memulai rutinitas sebelum tidur (biasanya malam hari). Misalnya, membersihkan badan bayi, menggantik pakaiannya, membaringkannya di tempat tidur, membacakan cerita pengantar tidur, memberikan ciuman selamat tidur. Rutinitas yang dilakukan dengan urutan yang
sama setiap malam, akan membentuk kebiasaan dan konsistensi pada anak.

o Bangunkan si kecil pagi hari

Jika bayi Anda cenderung tidur lebih dari 10 - 12 jam setiap malam, bangunkan ia pada pagi hari, agar jam biologisnya kembali normal. Bayi perlu mengikuti pola tidur-bangun yang regular dan mengumpulkan tenaganya
saat tidur siang. Bangunkan ia setiap pagi pada jam yang sama, dengan cara ini, Anda membuat ia beristirahat setiap siang pada waktu yang sama.

Kesulitan yang mungkin muncul

Ketika si kecil masih bayi baru, bangun tengah malam dan pola tidur negatif - tergantung pada belaian, tepukan
- adalah masalah tidur yang dihadapi. Tetapi ketika mencapai usia 3 - 6 bulan, bayi dihadapkan pada kesulitan tertidur.

Jika bayi Anda sulit jatuh tertidur pada malam hari, pastikan ia tidak tidur terlalu malam. Jika bukan ini masalahnya, maka mungkin saja si kecil mengembangkan pola tidur negatif. Saat ini bayi harus belajar tidur sendiri, tidak karena ia ditepuk-tepuk, dibelai, atau dibiarkan menghisap dot.

Menyusu pada malam hari

Tujuan yang dikembangkan pada usia ini adalah mulai menegaskan waktu tidur. Dengan cara ini, ketika si
kecil terbangun pada malam hari, ia tidak akan mencari ASI untuk membuatnya kembali tertidur.

Jodi Mindell: Hapus kebiasaan menyusu pada waktu tidur, agar bayi tidak mengasosiasikan menyusu dengan waktu tidur. Selama menyusu tidak dihubungkan si kecil dengan waktu tidur, Anda dengan baik bisa memastikan bahwa saat si kecil terbangun di tengah malam, benar-benar hanya karena ia lapar. Bukan karena membutuhkan sekadar penenangan untuk kembali tertidur. Langkah lain yang dapat dilakukan adalah membangunkan si kecil dan
menyusuinya sebelum Anda berangkat tidur.


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Kebutuhan Tidur Bayi dan Anak - anak - chris.ho - 24-07-2009 17:05

Pola tidur bayi usia 6 - 9 bulan

Pada usia ini bayi membutuhkan waktu tidur 14 jam sehari dan dapat tidur sepanjang 8 jam sekali waktu. Jika
bayi Anda lebih sedikit dibandingkan waktu ini, maka ketika ia terbangun, ia hanya akan membetulkan posisi tidurnya, kemudian kembali tertidur. Dalam rentang usia ini, bayi dapat membagi waktu tidur siangnya atas 2 bagian, masih-masih antara 1 - 1,5 jam dan 2 jam setiap hari. Sekali saat pagi hari, dan sekali saat sore hari. Jangan terlalu dicemaskan jika bayi Anda masih tidur sebanyak 3 kali. Ingat: waktu tidur yang konsisten membantu anak membentuk pola tidur.
Dalam usia ini, Anda bisa membantu si kecil membentuk pola tidur dengan cara mempelajari kebiasaan yang baik:

o Membentuk dan mengikuti rutinitas tidur malam

Sekalipun Anda pada rentang usia sebelumnya Anda telah menetapkan ritual sebelum tidur, namun baru pada usia inilah bayi Anda berpatisipasi aktif. Pastikanlah rutinitas sebelum tidur ini terjadi dalam urut-urutan yang tepat dan sama setiap malam. Bayi akan mengikuti konsistensi ini (mereka seperti menemukan jadwal harian yang harus dipenuhi), dan ritual sebelum tidur ini juga dapat dijadikan tanda bahwa mereka harus bersiap-siap untuk tidur.

o Berlaku konsisten

Baik Anda maupun si kecil mendapatkan keuntungan dengan memiliki jadwal rutin tidur ini. Hal ini bukan berarti bahwa si kecil senantiasa harus makan pada jam 12:15 setiap siang, tetapi juga berarti Anda dapat memasukkan kegiatan yang tak terduga sesering yang Anda mau. Jika bayi sedang tidur siang, makan, bermain dan bersiap-siap tidur pada saat yang sama setiap hari, maka ia akan lebih mudah tertidur.

o Biarkan si kecil tidur sendiri

Pada usia ini si kecil sebaiknya sudah terbiasa tidur sendiri. letakkan ia di tempat tidur sebelum ia mengantuk dan biarkan ia lebih mandiri saat berusaha jatuh tertidur. Jika si kecil menangis, maka langkah selanjutnya sangat tergantung pada apa yang akan Anda lakukan; kebanyakan ahli berpendapat agar Anda tidak segera mendatanginya.
Melainkan tunggu sebentar hingga si kecil benar-benar telah membutuhkan Anda.

Masalah yang mungkin muncul

Bayi-bayi yang sebelumnya tidak memiliki masalah dan gangguan tidur, sangat mungkin mengalami gangguan tidur dan tiba-tiba terbangun pada malam hari, ataupun sulit tidur pada usia ini. Mengapa? Kekacauan tidur seringkali terjadi bersamaan dengan kecemasan berpisah, juga pencapaian tugas perkembangan, baik di bidang kognitif maupun motorik. Saat ini bayi Anda mulai belajar duduk, berguling, dan merangkak, bahkan mungkin mengangkat tubuhnya untuk berdiri - perkembangan yang sangat luar biasa! Tidaklah mengejutkan jika bayi terus berusaha melatih keterampilan barunya ini hingga waktu tidur tiba.

Tetapi jika ia berlatih terlalu keras - atau justru tidak meraih banyak kemajuan, jika ia duduk atau berdiri dan
tidak bisa kembali ke posisi semua - maka si kecil tidak bisa tidur, lalu mulai menangis.
Jika si kecil tidak dapat melanjutkan gerakannya, bantulah ia. Setelah itu, bujuk si kecil untuk tidur.

Umumnya para ahli berpendapat bahwa setelah hal ini terjadi, ada baiknya Anda memeriksa keadaan si kecil beberapa saat setelah ia jatuh tertidur. Perkembangan ini tidak senantiasa sama pada setiap anak, tetapi sebaiknya Anda mengerti bahwa menyusui anak malam hari tidak membuat mereka tertidur dengan tenang; pada kenyataannya justru akan memperpanjang masalah tidur si kecil.

Jodi Mindell: "Jika bayi Anda tidur setelah 08.30, biasanya ia terbangun di tengah malam. Sebaliknya jika Anda
menidurkannya lebih sore setengah jam saja, maka bayi akan tidur sepanjang malam. jika Anda tak percaya, coba saja."

Menyusu pada malam hari

Pada usia ini anak sudah mendapatkan cukup nutrisi pada saat siang hari, ia sudah mendapatkan makanan padat.
Menyusui si kecil pada malam hari di rentang usia ini, hanya mengganggu tidur si kecil. Jika si kecil masih melakukannya, kurangilah waktunya secara berkala. Pilih waktu lain untuk menyusui, jauh sebelum waktu
tidurnya, atau mintalah orang lain menidurkannya, sehingga ia tidak 'mencium' aroma ASI Anda.


Pola tidur bayi usia 9- 12 bulan

Pada usia ini, bayi Anda sudah tidur hanya 12 jam pada malam hari dan tidur dua kali pada siang hari, dengan
lama 1 ,5 jam - 2 jam. Pastikan kebutuhan tidur si kecil ini terpenuhi - pemenuhan waktu tidur sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang si kecil.
Cobalah untuk konsisten terhadap waktu tidur yang telah ditetapkan. Jika hal ini terlewat, anak akan sulit tidur atau sering terbangun pada malam hari.

Ini adalah usia yang tepat untuk memantapkan langkah-langkah yang telah Anda tetapkan pada usia sebelumnya, termasuk:

o Konsisten terhadap waktu dan rutinitas tidur malam

Ingat: Anda dan bayi akan mendapatkan keuntungan yang luar biasa, jika melakukan hal ini. Anda dapat memilih berbagai rutinitas sebagaimana telah disebutkan sebelumnya. Hanya saja, lebih dulu pastikan bahwa rutinitas ini dilakukan tepat berurutan setiap malam; anak-anak dengan mudah menangkap sebuah pola yang konsisten dan merasa nyaman karena mereka mengetahui dengan pasti kejadian selanjutnya. Pastikanlah rutinitas yang Anda pilih menyenangkan bagi anak. Jika si kecil tidak terlalu suka mengganti baju, maka tetapkanlah urutan ini paling awal, sebelum kegiatan lain yang menyenangkan buat bayi.

o Pastikan si kecil memiliki jadwal tidur malam dan siang yang tetap

Waktu tidur malam akan lebih teratur, jika Anda menjaga keteraturan kegiatannya sepanjang hari. Jika bayi memiliki rutinitas; tidur siang, makan, bermain, mandi, makan sore kemudian bersiap-siap tidur malam, yang dilakukan secara teratur setiap kegiatan tanpa berubah dari hari ke hari, maka dapat dipastikan si kecil akan lebih mudah tidur malam.

o Biarkan si kecil tidur sendiri

Berikanlah kesempatan pada bayi untuk melatih keterampilan ini. Jika ia tergantung dan selalu berangkat tidur sambil ditemani, digendong, ditepuk-tepuk, maka ia akan menangis ketika terbangun di malam hari dan tidak mendapatkan anda di sisinya. Jadi, biarkan si kecil tidur tanpa di temani

Gangguan yang mungkin timbul

Dimulai ketika berusia 5 atau 6 bulan, bayi Anda mulai mencapai tugas perkembangan yang penting, seperti duduk, berguling dan mungkin merangkak, juga berdiri. Pada rentang usia ini, bayi sedang memperlancar semua keterampilannya itu, yang mungkin saja berarti dia terlalu riang untuk tidur atau terbangun di malam hari untuk
berlatih. Jika ia tidak dapat melakukan sendiri apa yang diinginkannya, biasanya bayi akan menangis. Jika hal ini yang terjadi para ahli sangat menyarankan agar Anda sesekali memeriksa si kecil, tetapi tidak menungguinya dan
mengajaknya bermain. Hal ini justru akan membuatnya sulit tertidur kembali.

Bayi dalam rentang usia ini juga sangat mungkin bangun dan menangis tengah malam, karena kecemasan berpisah dari orang tuanya (separation anxiety) - ia merindukan Anda saat melihat Anda tak ada di dekatnya dan cemas tidak akan melihat Anda lagi. Jika demikian, datangilah sebentar kamarnya dan sapa si kecil. Biasanya ia akan segera berhenti menangis.

Menyusu pada malam hari

Pada usia ini anak sudah mendapatkan cukup nutrisi pada saat siang hari, ia sudah mendapatkan makanan padat. menyusui si kecil pada malam hari di rentang usia ini, hanya mengganggu tidur si kecil. Jika si kecil masih melakukannya, kurangilah waktunya secara berkala.

Sumber :
dari milis balita-anda, by mamKav
http://oetjipop.multiply.com


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Berapa Lama Si Kecil Membutuhkan Waktu Tidur? - jurrix - 24-07-2009 17:14

uhmm... anak gue 11 bulan... klo pagi jam 10an (sekitar 1jam) jam 2 (sekitar 1 jam) ama jam 5 atau maghrib (1jam) terus klo malem jam 9an ampe jam 6an berarti 9 jam-an uhmm total 12 jam.
tapi kadang cuma 2 kali dengan intensitas bisa juga ampe 2jam-an...
trus klo di mobil sih... biasanya lelap sepanjang perjalanan sekita 1/2-1jam pertama Smile


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Berapa Lama Si Kecil Membutuhkan Waktu Tidur? - chris.ho - 24-07-2009 17:19

jurrix Menulis:
trus klo di mobil sih... biasanya lelap sepanjang perjalanan sekita 1/2-1jam pertama Smile


anak gua kalo di mobil, bobonya lebih pulas loh. napa y, apa karena gua bawa mobilnya enak kali, xixixixiTongue1


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Berapa Lama Si Kecil Membutuhkan Waktu Tidur? - jurrix - 24-07-2009 17:24

chris.ho Menulis:

jurrix Menulis:
trus klo di mobil sih... biasanya lelap sepanjang perjalanan sekita 1/2-1jam pertama Smile


anak gua kalo di mobil, bobonya lebih pulas loh. napa y, apa karena gua bawa mobilnya enak kali, xixixixiTongue1


adem.... terus kegoyang goyang... terus yang jelas nyaman kali ,,,, karena pasti ada bapak/ibunya.... Gozkirpma
trus itu mobil diapain ajah yahh 095 jadi pingin berguru ....
klo dimobil gue sekarang tersedia tempat tidur di jok tengah.... terus celah antara jok tengah ama sandaran depan gue buatin dudukan dari paralon jadi tinggal ganjel dikitWinking...(dulu sih gue pake tumpukan tas)....
yang blon kebeli adalah carseat ... mahallll ..WallbashWallbash


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Berapa Lama Si Kecil Membutuhkan Waktu Tidur? - chris.ho - 24-07-2009 17:33

mobil gak diapa2in om, anak paling digendong pake cukin doang nih. Lalu setel radio dgn volume sedang, ac dgn suhu sedang.Tongue1


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Berapa Lama Si Kecil Membutuhkan Waktu Tidur - dhims - 24-07-2009 23:09

anak gw sekitar umur 0 - 2 taun kalo masuk mobil + adem, pasti langsung out.
sekarang udah umur 3 taun kalo masuk mobil malah ngoceh terus Toungue


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Saat si Kecil Tumbuh Gigi Pertama - chris.ho - 07-08-2009 10:27

Saat si Kecil Tumbuh Gigi Pertama

Jangan terburu emosi jika bayi anda tiba-tiba rewel dan banyak mengeluh. Ditambah lagi produksi air liurnya menjadi lebih banyak. Jika hal tersebut terjadi pada bayi anda, cobalah periksa giginya, besar kemungkinan bayi anda sedang mengalami tumbuh gigi untuk pertama kalinya.


Gigi Pertama

Dimulai diusia empat hingga enam bulan, bayi anda akan mengalami saat tumbuh gigi untuk pertama kalinya. Gigi pertama yang tumbuh biasanya adalah dua gigi depan bagian bawah. Selanjutnya baru empat gigi depan bagian atas. sementara sisa gigi lainnya termasuk gigi taring dan gigi geraham akan menyusul tumbuh hingga usia mereka dua atau satu setengah tahun sampai kumplit 20 gigi.


Tanda-tanda Tumbuhnya Gigi Pertama

Saat gigi pertama tumbuh, bayi anda akan mengalami berbagai efek dan perasaan tidak nyaman, seperti:
- Lebih sensitif dan rewel.
- Sulit tidur.
- Produksi air liur berlebih, suka ngiler.
- Suka menggigit dan mengunyah apapun.

Tanda-tanda bayi anda sedang tumbuh gigi juga ditandai dengan membengkaknya gusi dimana gigi mereka akan tumbuh. Gejala ini biasannya mulai terjadi sejak tiga hingga empat hari sebelum gigi tumbuh sampai dua hingga tiga hari setelah gigi tumbuh.


Penanganan

Jika bayi anda terlihat tidak nyaman saat mengalami tumbuh gigi pertama, berikut beberapa tips yang bisa membantu mereka merasa lebih baik:

- Cobalah beberapa pengalihan sederhana seperti mengendong dan memeluk mereka, mengindung-indung mereka dalam gendongan, atau sekedar mengajak mereka berjalan-jalan disekitar rumah.

- Pijatlah gusi mereka dengan menggunakan jari yang bersih dengan interval setiap dua menit atau sesering yang dibutuhkan.

- Bungkuslah es batu dengan selembar kain bersih, lalu gosoklah perlahan di daerah gusi dimana gigi akan tumbuh. Hati-hati, jangan sampai es batu keluar dari bungkusan, karena bisa menyebabkan bayi anda tersedak.

- Ijinkan bayi anda memijat gusinya dengan teething ring, teething ring yang dalam keadaan dingin(bukan beku) sangat membantu membuatnya nyaman. Namun, hindari penggunaan teether saat gigi mereka sudah tumbuh, karena bisa menyebabkan gigi barunya menancap di teether.

- beri bayi anda makanan dingin seperti Applesauce atau puree buah dengan catatan sikecil memang sudah siap memakan makanan solid. Jangan beri mereka makanan keras selain bubur atau puree karena dapat menyebakan mereka tersedak.

- Jika bayi anda mengeluarkan air liur berlebih, hindari mereka mengalami dehidrasi dengan mengganti cairan yang hilang dengan jus atau air. Jika anda ingin tetap menjaga wajah dan pakaiannya dari iritasi akibat air liur, gunakan slobber untuk melindungi pakaiannya dari kebasahan air liur.

- tidak berhasil, konsultasilah dengan dokter anak anda untuk memakai alternatif penggunaan obat seperti Zilactin Baby medicated gel, Hyland's Teething Gel atau Tablets, Baby Orajel Teething Pain Medicine, atau Baby Anbesol.

- Jika cara sebut masih belum juga berhasil, konsultasikan kembali dengan dokter anak anda, untuk menggunaan sistem analgesic, seperti penggunaan acetaminofen atau ibuprofen anak. Jangan menggunakan aspirin, karena bisa menyebabkan ternyadinya sindrom Reye, penyakit yang berpotensial mengancam hidup bayi anda.

Fase tumbuh gigi nampaknya marupakan salah satu fase sulit yang harus dialami orangtua dan bayi. Namun jika anda menghadapinya dengan positif, tidak terasa fase ini akan anda lewati dengan ringan sebelum anda menyadarinya. Dan kini tinggal anda yang puas memandangi keindahan senyum si Kecil.

(source: http://www.babyzone.com)


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Saat si Kecil Tumbuh Gigi Pertama - fajarw - 07-08-2009 14:03

nambahin ajah
Tidak perlu menunggu gigi banyak baru menyikat gigi

sikat gigi bisa dilakukan sedini mungkin.
Gak perlu harus pakai odol, yang penting gigi bisa dibersihkan dari sisa2 makanan...terutama sisa susu

Kalau udah besar dikit, baru deh pake odol. masalahnya....gimana cara ngajari anak untuk kumur2 yah

oom chris......
yang "jangan berkata tidak" diposting lagi dong Big Grin
belun sempet ngeprint udah keburu ilang


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Saat si Kecil Tumbuh Gigi Pertama - chris.ho - 07-08-2009 14:14

@ fajarw - oh yg di thread 'segala tentang mendidik anak ' y.
Oke oke, gua posting lagiYes


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Saat si Kecil Tumbuh Gigi Pertama - chris.ho - 07-08-2009 14:21

fajarw Menulis:
Kalau udah besar dikit, baru deh pake odol. masalahnya....gimana cara ngajari anak untuk kumur2 yah


wakakakakak, gua inget dulu belajar kumur malah gua telenHaha


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Berapa Lama Si Kecil Membutuhkan Waktu Tidur - chris.ho - 07-08-2009 14:29

dhims Menulis:
anak gw sekitar umur 0 - 2 taun kalo masuk mobil + adem, pasti langsung out.
sekarang udah umur 3 taun kalo masuk mobil malah ngoceh terus Toungue


langsug out maksudnya gimana om? demen atau nangis?095

lalu pas umur 3 taun ngocehnya krn seneng atau karena gak demen?Tongue1


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Saat si Kecil Tumbuh Gigi Pertama - Jenz - 07-08-2009 17:26

Tips nya bagus2

mumpung aku masi lajang ni topik yang terbaik
untuk persiapan jadi ayah nantinya (kawin aja blum) Tuh


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Saat si Kecil Tumbuh Gigi Pertama - fajarw - 07-08-2009 18:44

chris.ho Menulis:

fajarw Menulis:
Kalau udah besar dikit, baru deh pake odol. masalahnya....gimana cara ngajari anak untuk kumur2 yah


wakakakakak, gua inget dulu belajar kumur malah gua telenHaha


sementara ini strategi bini adalah:
astrid nyikat gigi dg pasta gigi bayi (e*zim) trus kumur2 dengan air matang..........toh tertelan juga gpp (mudah2an)

Sikat gigi yang dipakai:
sikat gigi kecil (buat decoy...dia pegang2 aja). sementara bini nyikat gigi astrid pakai sikat gigi yang jari Big Grin


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Saat si Kecil Tumbuh Gigi Pertama - chris.ho - 08-08-2009 02:59

Jenz Menulis:
Tips nya bagus2

mumpung aku masi lajang ni topik yang terbaik
untuk persiapan jadi ayah nantinya (kawin aja blum) Tuh


Jangan lupa nikah dulu baru kawin yah.Tongue1

Ditunggu papa Jenz gabung di obrolan papa2 AvanzaXenia.net yah, hehehe


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Saat si Kecil Tumbuh Gigi Pertama - jurrix - 10-08-2009 09:15

waduh... belon sempet sikat gigi si aliffa tapi klo ama ibunya udah kali yah ehehehehe... btw sekarang dah mo 1 tahun giginya dah 8 4 diatas gede2 terus di bawah 4 kecil2.....
btw punya trik ngga klo pas dibawa ke tukang potong rambut si kecil ngga nangis...
kemaren ke kiddy cuts (eh bener ngga yah) nangis nya sesenggukan.. baru pertama sih belon kenal ama yang motong ama acara motong rambut nya ....

@ chris Ho .... : salute.... dah banyak ngasih info .... hebatttt


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Saat si Kecil Tumbuh Gigi Pertama - chris.ho - 10-08-2009 09:29

makasih atas dukungannya omTongue1

jurrix Menulis:
btw punya trik ngga klo pas dibawa ke tukang potong rambut si kecil ngga nangis...
kemaren ke kiddy cuts (eh bener ngga yah) nangis nya sesenggukan.. baru pertama sih belon kenal ama yang motong ama acara motong rambut nya ....


waktu anak gua 1 bulanan, cukurnya di kiddy cuts juga om. Terakhirnya nangis, mau minum susu, hihihi

Gua ada artikel mengenai membujuk anak saat gunting rambut nih om. Bentar yah.............


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Saat si Kecil Tumbuh Gigi Pertama - chris.ho - 10-08-2009 09:32

Aku Tak Mau Potong Rambut!


Setiap kali ke salon untuk potong rambut, Nadir (1 th) mengeleng-gelengkan kepalanya. Awalnya memang mau duduk manis di kursi potong, tapi begitu tubuhnya diselimuti kain penutup tubuh, dan ketika gunting mulai di atas kepalanya, Nadir Langsung menangis dan berontak "Nggak.., nggakk mau," jeritnya histeris.

Setelah berjuang keras selama 2 jam membujuk, barulah rambut Nadir berhasil dirapikan. Sama sekali tak mudah menggunting rambu anak seusianya. Sudan rambutnya masih sangat halus, kepalanya banyak gerak, kulitnya pun masih sangat peka. Tergores sedikit saja, bisa luka. Apalagi memotong rambut di bagian-bagian yang membutuhkan konsentrasi penuh. Seperti di belakang telinga, poni di atas mata, dll.


Takut Gunting
Ketakutan yang dirasakan Nadir saat rambutnya dipotong sebenamy hal yang normal. Penelope Leach, PHD. Psikolog perkembangan anak asal Inggris yang menulis buku Your baby and Child mengatakan, mulai usia 12 bulan bahkan hingga balita, banyak anak-yang menganggap potong rambut adalah hal yang sangat mengerikan. Apalagi sejak mereka lahir sampai seusia ini, gunting termasuk barang yang masuk 'daftar' barang berbahaya.

Tanpa pengawasan, kebanyakan orangtua tak mengizinkan anaknya bersentuhan dengan benda yang satu ini. Sayangnya, tak banyak orangtua yang sempat mengenalkan gunting secara aman pada anak. Kalau tidak sedang digunakan, gunting biasanya selalu tersimpan rapi di dalam laci mesin jahit atau kotak perkakas. Wajar bila si kecil merasa asing, bahkan ketakutan ketika rambutnya hendak digunting. Bayangkan, ada benda asing berkilatkilat yang mendadak mendekati kepalanya. Belum lagi kalau yang melakukannya petugas salon yang tak dikenal atau orang asing lain.

Reaksi anak bisa macam-macam, ada yang menangis meraung-raung, mengeleng-gelengkan kepalanya, atau menutup rambut dengan tangannya, dll. Namanya saja anak ketakutan. Selama ia belum mengenal dan yakin bahwa petugas salon dan gunting tidak akan menyakitinya, itinya, ia bakal sulit diajak bekerjasama di salon potong rambut mana pun.

Bisakah orangtua membuat anak yakin kalau potong rambut itu tidak menyakitkan? Ingin tahu bagaimana caranya, ikuti saran di bawah ini.


Potong Sendiri
Salah satu cara untuk mengurangi rasa takut anak terhadap acara potong rambut adalah, mengurangi faktor 'asing' dalam kegiatan potong rambut tersebut. Karena itu, mintalah bantuan orang yang sudah dikenal baik oleh si kecil sangat membantu. Misalnya; tante, atau siapa tahu pengasuh si kecil yang diam-diam punya keterampilan soal potong rambut. Tapi yang paling baik, orangtua sendirilah yang memotong rambut si kecil.

Boleh ayah, boleh ibu. Dengan cara ini, anak tak perlu dibawa ke salon atau ke rurnah kerabat untuk potong rambut. Cukup di rumah saja, tempat yang sudah amat diakrabi anak. Tentu tidak gampang memotong rambut. Butuh keterampilan khusus untuk itu, dan diperlukan waktu tersendiri untuk memelajarinya. Tapi demi anak, tak ada salahnya kan, kita pinjam buku tentang cara memotong rambut anak. Beli juga gunting khusus untuk rambut, bukan gunting biasa. Siapa tahu, berawal dari keterampilan memotong rambut anak, kita jadi jago memotong rambut siapa saja, dengan model apa saja.


Salon Khusus Anak
Saat ini sudah banyak salon untuk anak, selain interiorya didesain untuk anak, seperti bergambar binatang, mobil, bahkan ada yang menggunakan tv saat dipotong. Selain itu petugas salonnya pun sudah mengerti prilaku anak. Jadi tak ada salahnya, jika si kecil termasuk anak yang sulit dipotong rambutnya, cobalah untuk memotong rambut di salon khusus anak.


Bawa Teman
Acara potong rambut bersama teman atau saudara dapat membantu menetramkan anak. Apalagi bila temannya berani tak menangis, si anak pun merasa terpacu untuk ikut memotong rambut.


Jangan Dipaksa
Bila si kecil tak mau dipotong jangan dipaksa, sebaiknya tunda saja dulu. Sebab bila dipaksa malah akan menimbulkan trauma kembali pada anak.


Sebelum Potong Rambut...

1. Pastikan bahwarambutnya memang benar-benar perlu dipotong, misal, sudah menutupi mata, sudah membuat telinganya gatal, dsb.
Jangan paksa anak melakukan kegiatan yang mungkin kurang disukainya ini untuk memuaskan keinginan kita semata, misal mengikuti tren. Atau untuk alasan yang kurang benar, misal, agar rambut jadi subur, dll.

2. Beri penjelasan pada si kecil. Bahvva rambut itu bakal tumbuh kembali. Bahwa potong rambut itu tidak sakit, tidak lama dengan jari yang terpotong pisau. Bahwa rambut yang dipotong tidak merasa sakit. Bahwa rambut perlu dipotong agar tidak terlalu panjang, menutupi mata, menutupi telinga, menutupi rnulut, dll..

3. Bikin salon rambut boneka.
Sediakan peralatan salon rambut mainan. Ada gunting yang aman untuk anak-anak; sisir, sikat dan handuk. Jangan lupa, pelanggan utamanya: boneka usang dan murah yang berambut panjang (boneka baru atau mahal, kan sayang!) Sediakan juga cermin. Biarkan si kecil main salon-salonan. Tapi jangan lupa, beritahu bahwa rambut boneka tidak tumbuh lagi.

4. Cari salon khusus anak.
Salon jenis ini biasanya lebih sabar menghadapi anak-anak yang rewel. Suasananya pun didesain agar anak-anak senang. Misal, kain penutup baju warna-warni, kursi tunggu dan kursi potong yang bentuknya lucu, mainan; TV yang memutar film anak-anak, juga makanan kecil.

5. Pilih waktu aman.
Untuk setiap kegiatan yang melibatkan anak, pilih waktu-waktu saat ia tidak rewel, mengantuk, lapar dan kelelahan. Pilih juga waktu-waktu ketika salon tidak begitu ramai dan penuh orang lalu lalang.

6. Siapkan 'hadiah'.
Karena potong rambut itu ide kita, bukan ide anak, siap-siaplah membujuknya dengan berbagai imbalan yang pantas dan baik. Siapkan pujian. Jangan pelit pujian ya. Sekecil apa pun usaha si kecil untuk bekerja sama, berilah pujian. Sebaliknya, tahan kritik dan celaan sebisa mungkin, walau si kecil rewel sepanjang acara potong rambut.dan banyak ulah yang menjengkelkan. Nanti si kecil kapok diajak potong rambut lagi.
(Esi)
Sumber: Tabloid Ibu Anak
http://portal.cbn.net.id/cbprtl/cyberwoman/detail.aspx?x=MotherAndBaby&y=cyberwoman%7C0%7C0%7C8%7C1022


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Aku Tak Mau Potong Rambut! - Buitenzorg - 10-08-2009 12:05

wah, klo gw seh gak pernah ke salon..
hehehe ngirit kali ye.. Yagak

sebenernya seh bkn krn irit, awalnya wktu umur 1 blnan, gw di komporin sodara2 yg lain ktnya udah siapin aja gilete yg baru bgetu jg refilnya..
alhasil, gw siapin gilete 2 pcs baru yg kuning, plus rizor..
awalnya bingung, klo tkt lecet..
akhirnya gw coba pelan2 dr blkg dl, pk bantuan shampoo baby, setegah jam gw coba botakin kepala anak gw sampe bener2 mengkilap ky di poles..
hahahaha HahaHaha
klo kt sodara2 n tetangga gw, tkg cukur jg kalah klimis potgannya..
hahaha.. gw jg skrg jd pny job sampingan dr tmn2 gw yg anak nya mo di botakin buat pertamax... Topdeh
2x gw botakin anak gw, sampai habis di poles.. Haha

klo skrg seh, klo pnjg dikit, nyok gw yg rapiin secara nyok gw dlnya pernah bk salon.. jd gretong lg d... Topdeh


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Aku Tak Mau Potong Rambut! - jurrix - 10-08-2009 12:13

wah thanks berat bro. kemaren sih waktu dia tambah nangis ... gue contohin tuh shaver khususnya ke kepala gue...trus gue bilang tuuu kan klo ke papa gpp.... pertama kena ngga nangis tapi pas inget lagi dan liat si mbak yang motong nya ngga familiar eh dia nangis lagi.. ya udah tak gendong terus dech Smile


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Saat si Kecil Tumbuh Gigi Pertama - Jenz - 10-08-2009 13:56

chris.ho Menulis:
Jangan lupa nikah dulu baru kawin yah.Tongue1

Ditunggu papa Jenz gabung di obrolan papa2 AvanzaXenia.net yah, hehehe


Tongue_outTongue_out salah...
ya nikah dulu. baru Haha


6 tahun lagi ya meluncur ke TKP obrolan papa2Topdeh HahaHaha


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Aku Tak Mau Potong Rambut! - jurrix - 10-08-2009 14:15

waduh.... 6 tahun lagi.... ck ck ck


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Aku Tak Mau Potong Rambut! - chris.ho - 10-08-2009 14:22

Sampai ketemu 6 tahun kemudian yah om Jenz Tongue1

Cari bibit yg bagus biar anaknya juga bagus, hihihi


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Aku Tak Mau Potong Rambut! - chris.ho - 10-08-2009 14:23

Buitenzorg Menulis:
klo kt sodara2 n tetangga gw, tkg cukur jg kalah klimis potgannya..
hahaha.. gw jg skrg jd pny job sampingan dr tmn2 gw yg anak nya mo di botakin buat pertamax... Topdeh
2x gw botakin anak gw, sampai habis di poles.. Haha


Terima panggilan ke Kemayoran dan Tangerang gak omTongue1


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Aku Tak Mau Potong Rambut! - Buitenzorg - 10-08-2009 16:25

chris.ho Menulis:
Sampai ketemu 6 tahun kemudian yah om Jenz Tongue1

Cari bibit yg bagus biar anaknya juga bagus, hihihi


lo kira pohon duren apa??? Bercucuran
busyetttt Tuh


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Aku Tak Mau Potong Rambut! - chris.ho - 10-08-2009 16:28

Buitenzorg Menulis:
lo kira pohon duren apa??? Bercucuran
busyetttt Tuh


just kidding om, heheheTongue1


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Aku Tak Mau Potong Rambut! - Buitenzorg - 10-08-2009 16:34

chris.ho Menulis:

Buitenzorg Menulis:
klo kt sodara2 n tetangga gw, tkg cukur jg kalah klimis potgannya..
hahaha.. gw jg skrg jd pny job sampingan dr tmn2 gw yg anak nya mo di botakin buat pertamax... Topdeh
2x gw botakin anak gw, sampai habis di poles.. Haha


Terima panggilan ke Kemayoran dan Tangerang gak omTongue1


any time my bro..
tp mendingan di banjar aja, pas gw nginap di BSD.. Wink_kiss


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Saat si Kecil Tumbuh Gigi Pertama - Buitenzorg - 10-08-2009 16:44

chris.ho Menulis:
Saat si Kecil Tumbuh Gigi Pertama

Penanganan

Jika bayi anda terlihat tidak nyaman saat mengalami tumbuh gigi pertama, berikut beberapa tips yang bisa membantu mereka merasa lebih baik:

- Cobalah beberapa pengalihan sederhana seperti mengendong dan memeluk mereka, mengindung-indung mereka dalam gendongan, atau sekedar mengajak mereka berjalan-jalan disekitar rumah.

- Pijatlah gusi mereka dengan menggunakan jari yang bersih dengan interval setiap dua menit atau sesering yang dibutuhkan.


klo yg ini mah sumprit gw gak brani, apalagi sampe masukin jari ke mulut..
yg ada aja sampe bengkak gw di gigit bocah, gak di lepas2 sampe dia cape ndiri..
HahaHahaHaha


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Saat si Kecil Tumbuh Gigi Pertama - chris.ho - 10-08-2009 16:51

Buitenzorg Menulis:
klo yg ini mah sumprit gw gak brani, apalagi sampe masukin jari ke mulut..
yg ada aja sampe bengkak gw di gigit bocah, gak di lepas2 sampe dia cape ndiri..
HahaHahaHaha


anak gua tiap hari dibersihin lidahnya pake jari yg dilapisi kain kasa om. Anak gua demen tuh gigit2 jaris saat dibersihinTongue1


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Saat si Kecil Tumbuh Gigi Pertama - Buitenzorg - 10-08-2009 17:07

chris.ho Menulis:
anak gua tiap hari dibersihin lidahnya pake jari yg dilapisi kain kasa om. Anak gua demen tuh gigit2 jaris saat dibersihinTongue1


wait until 16 mounth..
gw jamin bengkak...
hahahahaHaha


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Aku Tak Mau Potong Rambut! - jurrix - 10-08-2009 17:41

nah yang sekarang ribet sih.... karena masih suka gigit2 yang ribet istri gue....
secara klo pas mau nenen kadang suka digigit..... Tearyeyes
kemaren gue coba masukin kelingking gue.. ternyata sekarang tambah kuat ajah tuh anak gw ngegigitnya ... jadi kebayang klo ternyata pas gi nenen ngegigit xxxx...
gw gi bingung apa perlu pake nippleshield (klo ngga salah ada) cuma sih sekarang ngasih tau anak gw jangan suka gigit2 klo pas nenen....
semoga dia ngerti Yagak


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Aku Tak Mau Potong Rambut! - Miko - 10-08-2009 18:04

jurrix Menulis:
nah yang sekarang ribet sih.... karena masih suka gigit2 yang ribet istri gue....
secara klo pas mau nenen kadang suka digigit..... Tearyeyes
kemaren gue coba masukin kelingking gue.. ternyata sekarang tambah kuat ajah tuh anak gw ngegigitnya ... jadi kebayang klo ternyata pas gi nenen ngegigit xxxx...
gw gi bingung apa perlu pake nippleshield (klo ngga salah ada) cuma sih sekarang ngasih tau anak gw jangan suka gigit2 klo pas nenen....
semoga dia ngerti Yagak


Yagak iya... kalo luka nanti papa gak kebagian jatah Haha


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Aku Tak Mau Potong Rambut! - jurrix - 10-08-2009 18:50

heuheeheu..... klo papa kan bagian mengobati.... dan air liur itu kan obat yang cukup mujarab untuk mengobati luka Smile


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Aku Tak Mau Potong Rambut! - Buitenzorg - 11-08-2009 18:46

jurrix Menulis:
heuheeheu..... klo papa kan bagian mengobati.... dan air liur itu kan obat yang cukup mujarab untuk mengobati luka Smile


HahaHahaHaha

anak gw seh mli dr lepas 40 hr gak mo asi lg, akhirnya formula d, cm klo mli gigit2 yg kadang kita gak tau apaan yg disamber trus lgsg msk mulut, mw di keluarin aja penuh perjuangan.. Hikhik sampe bengkak aja, org rmh gak da yg brani klo urusan nyongkel mulut anak gw.. udahannya bengkak aja tuch Tearyeyes


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Aku Tak Mau Potong Rambut! - jurrix - 11-08-2009 19:34

Bravo yang penting kan barang aneh yang masuk mulut bisa keluar..... Bravo
nah sebagai timbal balik kan ngga enak tuh klo pake aer liur sendiri ........ jadi Nafsu


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Warna Pup Bayi Anda Berubah-ubah? - chris.ho - 06-10-2009 09:29

Warna Pup Bayi Anda Berubah-ubah? Jangan Panik!

SELAMAT untuk para ibu yang memiliki bayi karena kehadiran si kecil yang merupakan sosok baru bisa memeriahkan keluarga Anda.

Untuk ibu yang sudah memiliki dua anak atau lebih, mungkin sudah tidak bingung menghadapi perubahan warna pup pada bayi Anda. Tapi bagaimana dengan para ibu baru?

Mungkin masih ada kecanggungan dan kebingungan menghadapi si kecil satu ini, apalagi jika warna pupnya berubah-ubah. Apakah ini merupakan suatu kelainan? Apakah susunya basi? Kenapa pupnya berwarna hijau?

Jangan panik, tenangkan diri Anda! Mari kita bahas bersama supaya Anda lebih tahu mengenai bayi Anda.

1. Sebenarnya bagaimana pup bayi pada umumnya?
Pup atau feses pertama pada bayi yang disebabkan oleh pergerakan ususnya yang pertama kali disebut "mekonium". Bentuknya akan terlihat seperti cairan kental dan lengket berwarna hijau kehitaman.

Setelah satu atau beberapa kali keluar, biasanya perlahan-lahan warna yang keluar tidak lagi seperti itu. Ketahuilah bahwa meski warnanya seperti itu, cairan kental ini tidak bau! Sekadar iseng, saya pernah mencium baunya untuk membuktikannya karena penasaran dengan teori yang bilang pupnya tidak bau!

2. Apa yang bayi makan = keluar juga seperti itu
Sebagai seorang ibu, tentu Anda tahu bahwa sang bayi meminum susu entah itu ASI ataupun susu formula. Saat susu itu berada di lambung bayi maka akan terkena oleh asam lambung dan terbawa hingga ke usus halus.

Di sana akan terjadi penyerapan elemen nutrisi yang diperlukan tubuh dan sisanya seperti serat akan terbawa hingga ke usus besar dan tidak terserap sepenuhnya. Sepanjang saluran pencernaan, pup akan membawa berbagai macam variasi makanan yang ada di dalamnya, entah itu jus, bakteri, cairan lainnya, dan akan terlihat dampaknya pada pup si bayi dan juga baunya.

3. Efek dari air susu ibu (ASI) vs susu formula
Idealnya, apa yang dimakan akan membuat perbedaan pada hasil akhir. ASI cenderung lebih diserap hampir seluruhnya dan bahkan kadangkala hanya sedikit sisa yang keluar sehingga mungkin saja bayi tidak pup untuk beberapa hari. Akan tetapi, banyak juga bayi yang mengeluarkan pup berwarna "kekuningan" setiap kali diberi ASI, setidaknya mungkin pada beberapa kali pemberian.

Sedangkan pada bayi yang diberikan susu formula, mereka cenderung mempunyai pup yang berwarna agak gelap. Yang harus diingat adalah bahwa setiap bayi itu berbeda dan ada banyak variasi pup yang normal.

4. Tip kecil untuk para orangtua
Jangan takut jika pup si kecil berubah-ubah karena pergerakan saluran cernanya. Ini sangatlah normal pada bayi. Pupnya akan berubah seiring dengan apa yang dimakannya dan dengan semakin berkembangnya si kecil diiringi pertumbuhan bakteri normal usus.

Sangatlah jarang bahwa perubahan warna pup menandakan adanya masalah pencernaan. Biasanya warna yang keluar menandakan ada banyak atau sedikitnya pigmen kekuningan, hijau, coklat, oranye yang diserap sepanjang saluran pencernaan.

5. Kapan saatnya untuk khawatir?
Anda boleh khawatir terhadap si bayi jika mendapatkan pupnya berwarna putih pucat untuk beberapa saat karena bisa saja ini merupakan tanda adanya gangguan dari liver. Jika warna pup berubah menjadi hitam seperti ter, bisa saja mengarah adanya perdarahan saluran cerna bagian atas di mana darah sudah berubah menjadi warna hitam seiring pup berjalan sepanjang saluran cerna menuju ke bawah.

Jika warnanya berubah menjadi warna merah darah, mungkin saja ada perdarahan dekat saluran anus. Akan tetapi, perhatikan juga bahwa warna merah bisa saja karena pengaruh obat dan pewarna makanan. Segera kontak dokter anak Anda jika itu terjadi, karena mereka bisa memberitahu Anda apakah benar ada darah di dalam pup si kecil.

Oleh dr. Intan Airlina Febiliawanti
http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/10/04/04451622/warna.pup.bayi.anda.berubah-ubah.jangan.panik


RE: [TIPS] Merawat Bayi ----> New Topic: Sejuta Manfaat Tengkurap - chris.ho - 01-12-2009 09:50

Sejuta Manfaat Tengkurap

Kekhawatiran akan terjadinya Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian mendadak pada bayi membuat orangtua ragu menidurkan bayi kecilnya dalam posisi tengkurap. Sebenarnya, SIDS tak akan terjadi jika kondisi bayi selalu terpantau. Jadi, jangan takut menengkurapkan bayi sekalipun usianya belum sebulan.

Dengan sering ditengkurapkan, bayi belajar mengembangkan kekuatan leher, punggung, dan otot-otot bagian atas lainnya. Kurang lebih di usia 4 bulan, kebanyakan bayi telah mampu menopang kepala dan lehernya menghadap depan.

Jika sudah menguasai kemampuan tersebut dengan baik, tidak lama dari itu mengangkat tubuh ini meningkat, dia mulai bisa membalikkan badan, menggeser dan akhirnya mampu menggulingkan badan dari posisi tengkurap, telentang, lalu tengkurap lagi dan seterusnya.

Pentingnya latihan tengkurap telah dibuktikan oleh beberapa penelitian. Misalnya yang dilakukan oleh Klinik Wichita di Newton, Amerika Serikat, yang kemudian dipublikasikan di Archieves of Pediatric and Adolescent Medicine.

Penelitian membuktikan, bayi yang lebih banyak tidur telentang jauh lebih kecil kemungkinannya untuk bisa berguling di usia 4 bulan daripada bayi yang biasa ditidurkan tengkurap.

Hal yang sama diakui oelh Glenn Doman (ahli terapi otak). Menurutnya, untuk mempermudah bayi bergerak, maka bayi harus diletakkan di lantai, tentu saja yang bersih dan aman, dengan posisi tengkurap agar dia bisa menghabiskan waktunya sebanyak mungkin menggerakkan tangan dan kakinya untuk bergeser maju.

Sebaliknya, Doman mengatakan, bayi dalam posisi telentang ibarat kura-kura dalam posisi terbalik. Ia sulit menggunakan leher dan anggota tubuhnya untuk belajar menopang tubuh dan bergerak maju atau munjur.

Selain baik bagi perkembangan sensor motorik (kemampuan indra dan gerak), tengkurap juga membuat tidur bayi jadi lebih pulas. Refleks moro (refleks pada bayi baru lahir yang terlihat seperti gerak terkejut) seringkali membuat bayi terjaga dan menangis.

Efek refleks kejut yang tak terkontrol itu dapat dikurangi dengan tidur tengkurap. Alasannya, dada dan tangan bayi bersentuhan dengan permukaan tempat tidurnya sehingga menimbulkan rasa aman. Manfaat lain, tidur tengkurap mencegah terjadinya kepala gepeng atau peyang.

Selanjutnya, bayi yang telah mampu tengkurap sendiri akan lebih mudah meraih kemampuan motorik kasar yang lebih kompleks, yaitu berguling, merangkak, berdiri, hingga berjalan.

Bayi sebaiknya diberi kesempatan untuk tengkurap sekitar 30 menit dalam sehari. Bagilah dalam beberapa kali kesempatan. Kalau pun bayi sudah merasa tak nyaman dengan posisi tengkurap, bantu ia mengubah posisinya menjadi telentang atau gendonglah.

Hanya, untuk bayi prematur, posisi tidur tengkurap tidak disarankan karena fungsi organ tubuhnya yang belum matang. Tentunya saja bayi kecil yang ditengkurapkan harus selalu dalam pengawasan. (Nakita/Gazali)

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/10/09/11373093/sejuta.manfaat.tengkurap


RE: Seputar Merawat Bayi ----> NEW: Bayi Happy, Dewasa Bahagia - chris.ho - 14-12-2009 23:26

Bayi Happy, Dewasa Bahagia

Perkembangan emosi yang stabil pada bayi sangat dibutuhkan supaya pertumbuhan dan perkembangan fisik serta psikisnya berlangsung optimal.

Bayi yang secara emosi stabil dan nyaman biasanya akan lebih mudah diberikan asupan makanan sehingga pertumbuhan fisiknya bagus, lebih mudah diajak berkomunikasi sehingga informasi yang masuk dapat memperkaya pengetahuannya, lebih kreatif, lebih tenang, dan sebagainya.

Untuk menata emosi bayi, inilah beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua sejak bayi berada di kandungan maupun setelah ia dilahirkan, sebagaimana dipaparkan oleh Dra.Louise, M.M, Psi, dari Parent Education Program RSAB Harapan Kita Jakarta.

Saat di kandungan
Ibu hamil harus mampu mengontrol emosinya dengan baik. Jika ibu membiarkan emosinya meledak-ledak, marah, takut, sedih, atau bahkan terlalu gembira akan berpengaruh pada pertumbuhan psikis bayi karena ia ikut merasakan apa yang dirasakan ibunya.

Saat ibu marah, misal, jantung ibu akan berdetak lebih kencang, otot-otot berkontraksi, gerakan usus bergejolak, dan sebagainya. Bila kejadian ini sering muncul, kelak bayi akan mudah rewel, mudah was-was, bahkan mudah sekali menangis.

Setelah dilahirkan
Setelah si kecil lahir, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan orangtua:

- Sering berkomunikasi
Komunikasi bisa kita lakukan mengenai hal-hal yang dekat dengan bayi, membicarakan kebahagiaan kita dengan kehadiran bayi, tubuh bayi yang montok, wajahnya yang lucu, mendongeng, dan sebagainya. Berkomunikasilah dengan kalimat yang lembut, sikap penuh kasih sayang, belaian tangan, sehingga bayi merasa nyaman dan otomatis emosinya stabil.

- Tidak menunjukkan emosi negatif
Tak hanya melihat atau mendengar orangtua bertengkar yang bisa membuat bayi stres. Ibu atau ayah yang suka menunjukkan gejolak emosi negatif, entah marah, sedih, kesal, atau yang lainnya secara berlebihan juga bisa membuat bayi stres.

- Pijat bayi
Tak hanya orangtua yang senang dengan pijatan, bayi pun menyukainya. Sebab, pijat dapat menyamankan otot-otot yang pegal dan kaku serta memperlancar sirkulasi darah. Tentu pijatan yang dilakukan terhadap bayi harus benar dan oleh ahlinya atau oleh ibu yang sudah mengikuti pelatihan memijat bayi.

- Memberi ASI
Selain bermanfaat untuk kesehatan fisiknya, tak dipungkiri jika ASI dapat membangun mental bayi lebih kuat.

- Jangan menuding atau mencap
Meski masih bayi sebaiknya kita tidak menuding atau mencap negatif. Misal, bayi sering pipis atau pup di celana, menumbahkan makanan, atau sering rewel, jangan pernah terucap padanya kata-kata negatif kepadanya, seperti "anak jelek", bodoh, dasar nyusahin", dan sebagainya.

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/11/07/1001501/bayi.happy.dewasa.bahagia


RE: Info Seputar Merawat Bayi ---> NEW: Kenali Tanda Stres pada Bayi - chris.ho - 28-12-2009 13:04

Kenali Tanda Stres pada Bayi

Tak mudah mengenali tanda-tanda stres pada bayi (0-12 bulan) karena keterbatasan cara berkomunikasinya. Lantaran itu, orangtua sebaiknya peka akan perubahan perilaku bayi. Tanda-tanda stres yang dapat dikenali pada bayi adalah:

- Kerewelan atau tangisan yang berkepanjangan.
- Tidur gelisah, sebentar-sebentar terbangun.
- Nafsu makan/minum menurun. Atau ketika ditimbang pertambahan berat badannya tidak menggembirakan, bahkan mungkin menurun.
- Ketika diajak bermain, seperti tak bersemangat atau malah menangis.
- Maunya selalu digendong dan tak mau ditinggal.
- Menunjukkan perilaku agresif dengan merebut atau memukul.
- Memalingkan wajah atau menangis ketika melihat ibu/ayah karena merasa Anda tak memerhatikannya.

Penyebab stres
- Merasa tak nyaman
Stres pada usia bayi sebenarnya lebih cenderung sebagai respons ketidaknyamanan yang dialami secara berkepanjangan. Misalnya celana basah atau kotor karena pipis atau pup, namun tidak lekas ditangani.

Solusi:
Peka akan kebutuhan bayi dengan selalu cepat merespon apa yang menjadi kebutuhannya.

- Sakit
Kemungkinan juga bayi merasa tak nyaman karena mengalami sakit.
Solusi:
Periksakan si kecil pada dokter. Untuk mengurangi ketidaknyaman pada tubuhnya, sering-seringlah memeluk tubuhnya. Jangan lupa untuk memberikan ASI karena ada zat kekebalan tubuh alami terkandung di dalamnya.

- Merasa diabaikan
Contoh yang paling sering ditemui yakni setelah cuti melahirkan selesai, ibu harus kembali bekerja, sehingga pengasuhan diserahkan pada sosok pengganti. Hal ini menyebabkan bayi kehilangan sesuatu yang membuatnya aman dan nyaman.

Solusi:
Persiapkan sedini mungkin sehingga bayi tidak merasa ditinggalkan begitu saja. Tentukan siapa yang akan mengasuhnya. Pastikan ia mendapatkan pengasuhan dan perawatan yang baik dan nyaman. Usai ibu bekerja, berikan kenyamanan dengan cara memeluk, mencium, dan mengajaknya bermain.

- Overstimulasi
Hal ini kerap tidak disadari orangtua karena khawatir bayinya kurang mendapat stimulasi seperti yang dianjurkan para pakar.

Solusi:
- Peka terhadap tanda-tanda kebosanan yang ditunjukkan anak. Contoh, bayi yang sudah bosan umumnya akan rewel atau memberontak ingin bebas dari pegangan kita.
- Ketahui tahapan perkembangan anak per usia. Dengan begitu, kita mengetahui kemampuan apa saja yang sudah harus dikuasai anak dan kemampuan mana yang belum saatnya diajarkan.

- Kepanasan atau kedinginan
Perubahan cuaca yang sangat drastis atau tidak menentu bisa juga menyebabkan si kecil stres. Suasana rumah yang terlalu ramai juga kerap kali membuat si kecil merasa tidak tenang.

Solusi
Antisipasi sebelum masalah datang. ketika cuaca sedang terik, kenapakan anak baju tipis atau nyalakan AC jika perlu. Atau jika rumah didatangi banyak orang, carikan ruangan yang kira-kira masih memungkinkan untuk bayi beristirahat.

http://www.kompas.com/read/xml/2009/12/28/11183320/Kenali.Tanda.Stres.pada.Bayi


RE: Info Seputar Merawat Bayi ---> NEW: Empeng: Baik atau Buruk? - chris.ho - 06-01-2010 11:04

Empeng: Baik atau Buruk?

Dot untuk minum susu dari botol, atau yang seringkali disebut empeng, masih menjadi perdebatan di kalangan orangtua dan ahli kesehatan. Para ahli kesehatan mengatakan empeng tidak baik karena bisa merusak bentuk gigi, tapi kebanyakan orangtua bilang hal itu tak masalah. Apalagi, si bayi suka, dan membuatnya berhenti menangis. Apa pro dan kontra seputar empeng untuk bayi ini?

Pro
* Mengurangi kemungkinan kematian tiba-tiba. Perkumpulan dokter anak di Amerika, The American Academy of Pediatrics, merekomendasikan orangtua untuk membiarkan anak tertidur di malam atau siang hari sambil mengisap empeng dalam satu tahun pertama kehidupannya. Nampaknya, hal ini merupakan perlindungan yang efektif untuk melawan kemungkinan Sudden Infant Death Syndrome (SIDS), yakni ketika bayi tercekat dan tidak bisa bernapas saat tertidur. Berikan empeng saat ia akan tidur, namun jangan dipasangkan kembali saat ia sudah tertidur.

* Jennifer Shu, MD, pengarang Heading Home with Your Newborn: From Birth to Reality, mengatakan bahwa empeng bisa membantu bayi lebih tenang. Terlebih lagi, empeng juga bisa membantu mengurangi rasa ketidaknyamanan pada bayi yang menangis atau kolik.

* Memuaskan refleks mengisapnya. Beberapa bayi memiliki kebutuhan refleks untuk mengisap lebih banyak dari saat ia mengisap botol atau dari balon ibu. Untuk bayi-bayi yang butuh bantuan untuk memuaskan refleks mengisap, empeng bisa memenuhi kebutuhan ini.

* Lebih mudah menghentikannya. Ketika Anda yakin sudah saatnya bayi berhenti mengisap empeng, akan lebih mudah menghentikannya untuk ngempeng, ketimbang harus memintanya berhenti mengisap jempol.

Kontra
* Menurut sebuah studi yang dilaporkan pada perkumpulan dokter anak di Amerika, empeng bisa meningkatkan setidaknya 40 persen infeksi telinga (acute otitis media) pada anak. Karena belum jelas alasannya, para peneliti belum bisa memastikan mengapa hal ini terjadi. Ditengarai, karena terjadinya perubahan tekanan di antara telinga bagian tengah dan tenggorokan bagian atas.

Namun, dikabarkan pula bahwa anak-anak yang berhenti menggunakan empeng secara perlahan usai usia 6 bulan, kemungkinan terkena infeksi telinga akan menurun sebanyak sepertiga persen, ketimbang anak sebayanya yang masih mengisap empeng.

* Jika diperkenalkan terlalu cepat, akan ada kemungkinan terjadi kebingungan pada anak antara puting ibu dan empeng. Jika ingin memberikan empeng pada bayi, tunggulah hingga usianya sekitar 1 bulan.

* Ada pula kemungkinan orangtua salah memberikan empeng kepada bayi pada saat ia sebenarnya butuh nutrisi, seperti ASI atau susu dalam botol.

Bayi yang terlalu semangat atau sangat lekat dengan empengnya, kemungkinan akan butuh penyesuaian pada bentuk giginya di masa depan. Tak tertutup kemungkinan pula akan ada kesulitan dalam pengucapan. Untuk bayi yang tak terlalu lekat dengan empengnya, nampaknya tak akan menjadi masalah.

"Empeng memang sangat mempan untuk membuat bayi yang rewel cepat kalem, asalkan digunakan dalam waktu yang singkat, agar tidak merusak giginya" terang Kimberly A. Harms, DDS, dokter gigi dari American Dental Association.

http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/05/14262582/Empeng.Baik.atau.Buruk


RE: Info Seputar Merawat Bayi ---> NEW: 13 Hal Penting Saat Merawat Bayi - chris.ho - 20-01-2010 11:21

13 Hal Penting Saat Merawat Bayi

Walau teori tentang merawat dan mengasuh bayi sudah dipelajari, pada praktiknya banyak orangtua yang masih sering bingung. Ketika bayi demam sedikit saja atau menangis berkepanjangan, ayah atau ibu pun panik.

Merawat bayi memang tidak gampang. Di sini ada beberapa hal yang bisa dicermati orangtua berkaitan dengan upaya merawat bayi, agar proses tumbuh kembangnya berjalan optimal.

1. Taruh bayi di dada saat lahir
Menurut Dr. Hardiono Pusponegoro, Sp.A(K), bayi yang baru lahir sebaiknya segera ditaruh di dada ibu. “Jangan dimandikan dulu,” ujar dokter dari Klinik Anakku ini. Dalam video yang pernah dipresentasikan oleh konsultan laktasi, Dr. Utami Roesli, Sp.A(K), ICBLC, bayi akan mencari puting ibu sesaat setelah lahir dan diletakkan di dada. Pada waktu itu pula, bayi akan menyedot ASI meski ASI belum keluar. Isapan bayi ini justru akan merangsang produksi ASI. Bayi yang tidak menyedot ASI dalam 30 menit pertama setelah lahir, kapasitas menyusunya akan turun.

2. Tidak membuang ASI pertama yang keluar
Warna kuning yang keluar dari ASI pertama kali tidak boleh dibuang. ASI yang disebut kolostrum ini mengandung protein dan zat kekebalan tubuh (antibodi) yang akan melindungi bayi, sehingga lebih kuat menghadapi penyakit.

3. Tidak ada ASI basi
“Tak seperti susu formula, ASI tidak pernah basi,” ujar Dr. Caroline Mulawi, Sp.A(K). Ibu yang karena sesuatu hal tidak bisa menyusui bayinya dalam beberapa waktu, tak perlu ragu untuk menyusui bayinya lagi. Kualitas ASI yang diberikan pada saat itu sama baiknya seperti yang keluar pertama kali.

4. Bayi yang diberi ASI lebih mudah lapar
Sifat ASI yang mudah dicerna membuat bayi lebih cepat lapar. Bayi yang mendapat ASI akan minum lebih sering sekitar 1-3 jam sekali. Bila berat badan bayi yang diberi ASI terus bertambah, menjadi pertanda bayi sudah cukup mendapat makanan. Jangan memberikan makanan padat sebelum waktunya, agar tak menimbulkan sumbatan pada usus yang bisa berakibat fatal. Sistem pencernaan bayi belum sempurna hingga ia berusia 4 bulan.

5. Tidak merebus ASI yang disimpan
Ibu yang bekerja dapat memeras ASI dan menyimpannya dalam botol steril. Setiap botol ASI itu hendaknya ditulis tanggal dan jam pemerasan. ASI yang disimpan dalam freezer bisa bertahan antara 2 minggu hingga 4 bulan. Pada suhu kamar ASI bertahan selama 4-8 jam, sedangkan dalam lemari pendingin bertahan sekitar 24-48 jam.

Pemberian ASI dilakukan dengan metode first in first out. ASI yang masuk lemari pendingin atau freezer terlebih dulu, itulah yang harus keluar lebih dulu. Saat hendak diberikan, ASI jangan dipanaskan dengan pemanas atau microwave karena zat yang terkandung dalam ASI bisa rusak. Untuk ASI yang berada dalam lemari pendingin, sebaiknya rendam botol dalam wadah berisi air hangat sampai ASI tidak terasa dingin lagi. Baru diberikan pada bayi. Sementara untuk ASI yang disimpan dalam freezer, hendaknya dipindahkan terlebih dulu ke lemari pendingin hingga mencair. Setelah itu baru dihangatkan dalam wadah berisi air hangat.

6. Bayi menangis
Menangis adalah cara bayi berkomunikasi dengan orang-orang di sekelilingnya. Bayi menangis tak melulu karena lapar. Bisa jadi karena popoknya basah akibat pipis atau buang air besar. Bisa juga karena posisi saat menyusu yang tidak benar, sehingga tidak memperoleh ASI dalam jumlah yang tepat.

Tangisan bayi, menurut Dr. Caroline dari RS Omni Medical Center, juga bisa menjadi pertanda ia sakit. Pada 2-3 bulan pertama misalnya, bayi sering menderita kolik atau sakit perut yang tidak diketahui penyebabnya. “Biasanya gejala itu berkurang setelah usia tiga bulan,” ujarnya. Bisa pula tangisan itu karena demam. Kalau itu yang terjadi, segera bawa bayi ke dokter.

Menangis pun dapat menjadi cara bayi menarik perhatian orang lain, terutama ibu dan ayahnya. Mungkin ia ingin mendapat dekapan dan kasih sayang dari orangtua. Hendaknya orangtua tidak membiarkan bayi menangis terlalu lama karena bayi akan menjadi lelah dan kemampuan menyusunya berkurang. Si ibu juga bisa frustrasi dan kesal, sehingga dapat berakibat buruk bagi perkembangan psikologis bayi.

Saat bayi menangis, ibu atau ayah bisa menggendong dan menimangnya sambil bersenandung, menaruhnya di kereta bayi, lalu ajaklah jalan-jalan di luar kamar, atau putarkan musik lembut. Kalau ibu sedang lelah, minta pengasuh atau orang lain membantu menggendong bayi. Sebab, semakin kesal dan frustrasi sang ibu, bayi akan semakin gelisah dan menangis lebih keras.

7. Timang bayi
Hingga saat ini masih terdengar persepsi keliru, sehingga muncul saran untuk tidak sering-sering menggendong bayi. Khawatir nanti “bau tangan” dan bayi menjadi manja. Hal ini tidak benar. Justru banyak penelitian mengungkapkan, bayi yang segera mendapat perhatian sesaat setelah menangis, entah dengan ditimang maupun didekati, kelak akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat secara emosional. Ia pun nantinya menjadi orang mandiri serta lebih percaya diri.

Sebaliknya, bayi-bayi yang tidak mendapat perhatian dan dibiarkan menangis terlalu lama, saat dewasa akan menjadi pribadi yang kurang mandiri, peragu, atau tidak mempunyai kepercayaan diri yang kuat.

8. Kompres air hangat
Memberikan minum lebih sering sangat membantu menurunkan demam ditambah obat penurun demam. Kompres untuk bayi lebih baik jika dengan air hangat. Dijelaskan Dr. Caroline, beberapa penelitian menunjukkan, kompres hangat lebih bermanfaat dalam menurunkan demam dibandingkan kompres air dingin. Jangan mengompres dengan alkohol karena khawatir keracunan. Bila demam masih berlanjut dan bertambah tinggi segera bawa bayi ke dokter.

9. Bayi sering buang air besar
Bayi yang memperoleh ASI awalnya fesesnya cenderung agak cair dan seperti berbiji-biji. Frekuensinya pun bisa 4-6 kali sehari. Namun, pada usia 1-2 bulan, frekuensinya bisa berkurang hingga 4-6 hari sekali. Tidak perlu khawatir akan kondisi tersebut selama bayi tetap tenang, tidak rewel, perut tidak kembung, tidak muntah terus-menerus, dan feses tidak keras. Kondisi ini dikarenakan ASI lebih banyak diserap usus dan perlu waktu lebih lama untuk dikeluarkan sebagai feses.
Feses bayi usia 2-3 bulan akan mulai berampas. Baru pada usia di atas 4 bulan, feses mulai berbentuk. Yang penting, tambah Dr. Caroline, feses bayi tidak berubah bentuk menjadi cair tanpa ampas atau disertai darah. Bila ini yang terjadi, bayi harus segera dibawa ke dokter. Begitu pula bila bayi tidak BAB lebih dari 6 hari.

10. Perhatikan hal-hal kecil
Di usia dua bulan, bayi bisa merespon dengan baik saat diajak bicara oleh ibu atau ayahnya. Di usia tiga bulan, saat kedua tangan bayi diangkat secara perlahan hingga badan ikut terangkat, lehernya harus ikut terangkat. “Bila leher bayi tidak ikut terangkat sudah harus dicurigai adanya ketidaknormalan,” ujar Dr. Hardiono. Pada usia tiga bulan bayi sudah tidak mengepal tangan. Bila di usia 4 bulan tangan bayi masih mengepal, 90 persen mengindikasikan adanya masalah.

Gejala klasik autis juga bisa dilihat dari hal-hal kecil. Contohnya, bayi tidak merespon saat diajak bicara, suka memukul-mukul kepala, ukuran kepala cenderung lebih besar, batita membalik mobil-mobilan lalu memutar ban hingga berkali-kali, dan asyik dengan dunianya sendiri. Autis terjadi karena kurangnya serotonin yang merupakan neurotransmitter pada otak. Bila diketahui dan diterapi sejak dini, di bawah usia 2 tahun, hasilnya akan baik. Akan lebih sulit bila baru diketahui pada usia 5 tahun, karena sel saraf sudah tidak tumbuh lagi.

11. Berat badan harus naik
Bayi harus dipantau berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepala. Hasil pantauan tersebut bisa dibandingkan dengan saudara sekandung pada usia yang sama atau anak lain yang sebaya. Bayi yang tetap kurus tidak perlu dikhawatirkan selama berat badannya terus naik. Mungkin saja posturnya memang kecil. Akan menjadi masalah bila berat badan bayi tidak naik dan memotong dua garis persentil dalam Kartu Menuju Sehat (KMS). Itu bisa menjadi indikasi adanya masalah atau penyakit yang diderita bayi, misalnya kondisi kurang gizi.

12. Tak selalu harus ke dokter
Orangtua, dikatakan Dr. Hardiono, sering membawa bayi ke dokter saat mengalami penyakit ringan. Bayi batuk, pilek, atau diare ringan, tidak harus dibawa ke dokter. “Karena 60-80 persen sakit yang terjadi pada bayi maupun anak-anak bisa sembuh. Juga tak harus selalu diobati dengan antibiotik bila hanya sakit batuk-pilek biasa,” katanya.

13. Imunisasi sesuai jadwal
Imunisasi diperlukan untuk memberikan kekebalan bagi bayi. Dengan imunisasi, 2,7 persen kematian per tahunnya bisa dicegah. Beberapa penyakit penting dapat dicegah lewat imunisasi seperti difteri, pertusis, tetanus, polio, meningitis, pneumonia, Hib, serta hepatitis. Sejauh ini, dikatakan Dr. Hardiono, pneumonia menjadi penyebab kematian anak terbanyak di dunia, diikuti AIDS, diare, TBC, malaria, dan campak.

Vaksin dasar yang diberikan kepada bayi adalah DPT, polio, hepatitis, Hib, campak, dan BCG. Rentang waktu vaksinasi adalah dua bulan karena lebih meningkatkan kekebalan. Efek dari vaksin dasar seperti demam tinggi, kejang, bengkak maupun syok, masih menjadi sumber kekhawatiran orangtua.

Saat ini sudah ada vaksin kombinasi 5 in 1 yaitu difteri, pertusis, tetanus, polio, dan Hib. Vaksin kombinasi mengurangi suntikan pada bayi. Dengan vaksin kombinasi bayi jarang demam, kalaupun demam tidak terlalu tinggi, jarang bengkak, dan kejang pun berkurang. Tak perlu khawatir, vaksin baru saat ini sudah tidak mengandung merkuri. @ Diana Yunita Sari

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/01/19/17372885/13.Hal.Penting.Saat.Merawat.Bayi.Bagian.2


RE: Info Seputar Merawat Bayi ---> NEW: Memotong Kuku Bayi - chris.ho - 27-01-2010 13:36

Memotong Kuku Bayi

Kuku jari bayi bisa tumbuh dengan cepat. Jika tak segera dirapikan, si bayi bisa terluka oleh kukunya sendiri. Kuku-kuku jari tangan bayi tumbuh lebih cepat ketimbang kuku jari kakinya. Untuk merapikan kuku jari bayi, Anda bisa mengikirnya atau memotongnya dengan penjepit kuku kecil. Untuk kuku jari tangan sebaiknya dilakukan sekitar dua kali seminggu, sementara untuk kuku kaki, lakukan setidaknya dua kali sebulan. Pada saat memotong kuku, pastikan agar kuku si bayi tidak memiliki ujung yang kasar dan mungkin bisa menggores kulit atau bagian tubuh lain si bayi.

Mengingat kuku-kuku jari si bayi sangat kecil dan tipis, pilihan untuk menggunakan alat apa dalam merapikan kukunya, tergantung kenyamanan Anda yang akan merapikannya. Mengikir kuku bayi memang adalah pilihan yang risikonya paling rendah untuk mencegah kemungkinan melukai kulit di sekitar kuku bayi. Perlu diingat untuk tidak menggigit kuku bayi karena bisa membuat infeksi pada kulit bayi.

Berikut adalah tips untuk mempermudah memotong kuku bayi:

1. Potonglah kuku bayi seusai mandi, ketika kuku berada dalam keadaan terlunak. Kadang akan sangat membantu untuk memotong kuku bayi saat ia sedang tertidur, karena ia berada dalam keadaan tenang.

2. Jika Anda menggunakan gunting atau pemotong kuku, jangan lupa untuk menekan kulit di bawah kukunya agar Anda lebih mudah mengendalikan alat dan melihat sisa kukunya. Akan lebih baik jika saat Anda memotong kuku, pasangan Anda memegang tangan atau kaki si bayi agar Anda bisa berkonsentrasi dalam memotong kuku si bayi.

3. Potonglah kuku bayi dengan bentuk yang mengikuti lekuk alami kuku dan jarinya. Potong kuku kaki dengan ujung merata.

4. Seusai memotong kuku kaki dengan pemotong kuku, jangan lupa haluskan ujung-ujung yang tajam dengan alat kikir kuku. Pastikan Anda melakukannya dengan lembut.

5. Jika Anda tak sengaja menggores kulit si bayi, tekan perlahan bagian tersebut dengan tisu atau kain kasa, oleskan dengan salep. Jangan tutup dengan plester karena bisa tertelan oleh si bayi.

http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/27/13140515/Memotong.Kuku.Bayi


RE: Info Seputar Merawat Bayi ---> NEW: Hemat Sehat dengan Popok Kain - chris.ho - 29-01-2010 20:10

Anak gua pake Popok kain juga nih, biar irit........Tongue1



Hemat Sehat dengan Popok Kain

Disposable diapers (popok sekali pakai) atau pampers dianggap praktis bagi sebagian besar keluarga di kota besar. Kesibukan dan efisiensi waktu ukurannya.

Jika kembali ke generasi kakek-nenek kita puluhan tahun lalu, popok kain satu-satunya pilihan untuk bayi. Saat itu rasanya tak ada yang mengeluh ketika harus mencuci kembali, menyetrika, kemudian memakaikannya lagi pada si kecil.

Bisa jadi orangtua masa kini tidak direpotkan dengan adanya popok sekali buang. Namun bayangkan betapa borosnya Anda jika bayi yang baru lahir saja harus diganti popoknya setiap 3-4 jam. Berapa banyak popok yang harus Anda beli sampai usianya sekitar 2 tahun?

"Jika dihitung, dalam sehari anak bisa menggunakan lima popok habis pakai. Dalam sebulan pengeluaran untuk popok minimal Rp 500.000," papar Maria Cynthia kepada Kompas Female, ibu muda yang beralih kembali menggunakan popok kain.

Pemborosan bukan satu-satunya alasan. Faktor kesehatan juga bisa menjadi pertimbangan. Penelitian Universitas Kiel di Jerman menemukan bahwa penggunaan disposable diaper dapat meningkatkan temperatur daerah kelamin bayi laki-laki sebesar satu derajat celcius. Akibatnya,
penggunaan popok yang terus-menerus memicu produksi sperma dan sel kanker testikular. Hal ini dikarenakan popok sekali buang mengandung bahan kimia seperti Dioxin (produk samping dari proses pemutihan kertas), Tributyl-tin (TBT) -sejenis polutan penyebab gangguan hormonal, dan Sodium polyacrylate -bahan penyerap penyebab toxic shock (syndrome).


Lantas bagaimana dengan popok kain?

Meski harus melewati proses pencucian dan pengeringan, popok kain lebih aman karena tidak mengandung bahan kimia. Untuk alasan kepraktisan pemakaian, popok kain impor memang masih menjadi pilihan kaum ibu. Bentuknya seperti popok disposable, hanya saja berbahan kain dan bukan kertas.

Meski saat ini produk popok kain impor harganya masih tinggi, namun investasi sekali saat membeli produk masih lebih ekonomis ketimbang membeli popok disposable setiap bulan bukan?

http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/29/19133024/Hemat.Sehat.dengan.Popok.Kain


RE: Info Seputar Merawat Bayi ---> NEW: Hemat Sehat dengan Popok Kain - chris.ho - 25-02-2010 14:34

Kenali Ruam Berbahaya pada Anak

Kemerahan atau ruam pada kulit bayi atau anak-anak sering terjadi. Ruam biasanya disertai rasa gatal, tetapi ada juga yang tidak disertai rasa gatal. Buah hati sering mengalami ruam karena kulitnya cenderung sangat sensitif.

Penyebab ruam bisa bermacam-macam antara lain reaksi alergi, virus, bakteri, digigit serangga, susu, dan lembab pada popok. Jika memang ruam tidak membuat buah hati merasa gatal dan rewel, Anda bisa mengatasinya sendiri di rumah. Yaitu, dengan membersihkannya bagian yang terkena ruam secara teratur dan selalu dijaga kebersihannya. Ruam sebenarnya akan hilang dengan sendirinya.

Meskipun ruam bukan masalah serius, tetapi ada beberapa kondisi di mana ruam pada anak harus segera diperiksakan ke dokter. Menurut American Academy of Family Physicians, ada enam kondisi, yaitu :

- Ruam pada bayi yang berumur kurang dari enam minggu
- Terdapat jerawat atau luka pada ruam
- Ruam disertai dengan demam, atau terdapat benjolan besar
- Saat ruam muncul diikuti penurunan berat badan
- Ruam yang disebabkan popok lembab menyebar di area lain seperti kulit
kepala, wajah atau lengan.
- Ruam tidak kunjung hilang atau berkurang setelah seminggu

• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/132276-kenali_ruam_berbahaya_pada_anak


RE: Info Seputar Merawat Bayi ---> NEW: Kenali Ruam Berbahaya pada Anak - Gado2Enak - 25-02-2010 17:49

Terimakasih informasinya.
Smoga menambah semangat ku. Smile


RE: Info Seputar Merawat Bayi ---> NEW: Kenali Ruam Berbahaya pada Anak - chris.ho - 26-02-2010 21:18

Gado2Enak Menulis:
Terimakasih informasinya.
Smoga menambah semangat ku. Smile


TopdehTopdeh


Bising di Mal Bisa Sebabkan Tuli pada Balita - chris.ho - 04-03-2010 09:22

Bising di Mal Bisa Sebabkan Tuli pada Balita

Usahakan tidak terlalu sering membawa buah hati ke tempat yang terlalu ramai dan bising seperti mal. Sebab, kebisingan di mal merupakan penyebab tertinggi ketulian pada anak balita.

Dan perlu Anda ketahui, bising di tempat permainan anak di mal-mal cukup tinggi yaitu 90-95 decibel (db). Sementara batas aman bising adalah 80 db. Jika terjadi di atas batas aman bising bisa merusak pendengaran. Biasanya pada kondisi bising seperti ini, para pekerja industri harus menggunakan alat proteksi bising atau hanya boleh berada di lokasi tersebut 1-2 jam saja. Bagaimana dengan anak-anak?

Berdasarkan laporan yang dikutip dari jurnal Komnas Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT), menyatakan bahwa anak-anak lebih rentan dan lebih sensitif mengalami kelelahan organ koklea di telinga, bisa menyebabkan gangguan pendengaran menetap.

Dan berdasarkan pengamatan Komnas PGPKT, kondisi bising di tempat main anak-anak saat ini sungguh memprihatinkan. Apalagi, hingga saat ini belum juga mendapat perhatian dari pemerintah untukmenanggulangi masalah ini.

Ketua Komnas PGPKT, Damayanti Soetjipto yang ditemui pada pencanangan Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran di SDN 05 Rawasari, Jakarta Pusat, Rabu 3 Maret 2010 , berharap agar pemerintah segera berupaya melindungi anggota masyarakat dengan membuat regulasi untuk membatasi paparan bising di area publik termasuk area bermain anak di mal-mal seluruh Indonesia.

• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/133632-bising_di_mal_bisa_sebabkan_tuli_pada_balita


RE: Info Seputar Kesehatan Anak ---> NEW: Bising di Mal Bisa Sebabkan Tuli pada Balita - chris.ho - 04-03-2010 09:27

Kenali Pertolongan Pertama Saat Anak Kejang

Ada kalanya demam pada anak disertai kejang. Hal ini juga dikenal dengan stuip atau stip.

Kejang karena demam bukan terjadi karena infeksi pada susunan saraf pusat. Melainkan karena naiknya suhu tubuh diatas 38 derajat celcius.

Menurut buku "Panduan Pintar Merawat Bayi & Balita" yang ditulis oleh dr. Eveline PN SpA. dan Nanang Jamaludin, jika buah hati Anda mengalami kejang, lakukanlah pertolongan pertama berikut.

1. Tenangkan diri Anda, jangan panik dan teruslah berada didekatnya. Catat pada pukul berapa hingga pukul berapa kejang dan demam menyerang.

2. Baringkan anak dengan memiringkan tubuhnya. Hal ini untuk mencegah agar muntahannya tidak tertelan lagi (bila kejang disertai muntah)

3. Pastian pernafasannya lancar. Untuk itu, longggarkan baju dan celananya.

4. Jangan menyumpal mulut anak dengan sendok, kain atau jari di antara giginya.

5. Singkirkan benda tajam dan berbahaya yang ada disekitar so kecil.

6. Biasanya, kejang akan berhenti dengan sendirinya sekitar kurang dari 15 menit.

7. Setelah kejang dan demamnya berhenti, segera beri obat penurun panas.

8. Konsultasikan ke dokter jika intensitas kejang demamnya 2 kali atau lebih, dalam sehari.

• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/131174-kenali_pertolongan_pertama_saat_anak_kejang


RE: Info Seputar Kesehatan Anak ---> NEW: Bising di Mal Bisa Sebabkan Tuli pada Balita - TukangListrik - 04-03-2010 13:31

om Chris..

yg no.4 bukannya perlu untuk mencegah lidah ga kegigit ma yg lg kejang2?
ato ada gantinya mungkin 095


RE: Info Seputar Kesehatan Anak ---> NEW: Bising di Mal Bisa Sebabkan Tuli pada Balita - chris.ho - 04-03-2010 15:19

TukangListrik Menulis:
om Chris..

yg no.4 bukannya perlu untuk mencegah lidah ga kegigit ma yg lg kejang2?
ato ada gantinya mungkin 095


yg gua tangkap dr statement di artikel tsb, maksudnya jangan memasukkan benda2 yg bisa menghambat jalur nafas si anak. Takutnya malah menyumbat pernafasan. Memberi obat2an/kopipun saat kejang juga gak boleh.

Artikel disini juga menyebutkan "Jangan menaruh apapun di mulut pasien. Anak anda tidak akan menelan lidahnya sendiri"

Tapi, kalo gua tanya ama isteri n nyokap gua, pasti disuruh ganjel pake sendok, heheheHaha Kudu dikasih liat artikel ini ke mereka kayanya.Tongue1
Kalo nanti anak gua mengalami kejang, terus terang kayanya gua bakal panik nih, hihihiTongue1


RE: Info Seputar Merawat Bayi/Balita ---> NEW: 7 pertanyaan seputar obat bayi - chris.ho - 09-03-2010 08:39

7 pertanyaan seputar obat bayi


T Mungkinkah obat tersisa diberikan lagi?
J Obat sisa penanganan penyakit yang lalu tidak boleh digunakan untuk mengatasi gejala penyakit bayi Anda. Kadangkala, apoteker memang menyiapkan obat cair sedikit lebih banyak dari seharusnya untuk berjaga-jaga jika obat tersebut tumpah atau ditakar secara tidak tepat. Jadi, jika obat si kecil bersisa setelah proses penanganan penyakitnya berakhir, langsung buang deh saja.

T Kapan bayi boleh menelan tablet?
J Tablet merupakan obat kunyah yang agak keras dan lebih lama larutnya. Jadi, obat ini berpotensi membuat bayi Anda tersedak, kalau belum pintar mengunyah makanan. Kalaupun si kecil sudah makan makanan padat, gerus dulu tablet tersebut. Biar tidak terasa pahit, ‘selundupkan’ obat tadi dalam makanan. Hanya saja, tidak sembarang makanan cocok dikombinasikan dengan obat bayi Anda. Salah pilih makanan bisa mengurangi efektivitas kerja obat tersebut lho. Tanyakan hal ini pada dokter anak Anda.

Paling oke sih memberi bayi Anda obat dalam bentuk cair. Obat jenis ini lebih mudah ditelan dan ditakar sesuai dosis. Belum lagi, obat yang cair umumnya diberi perisa (flavored) oleh apoteker agar terasa lebih enak. Misalnya, rasa jeruk, apel, dan sebagainya.

Catatan: Berikan makanan dalam jumlah yang sedikit saja, serta pastikan si kecil menghabiskan seluruh makanan agar dosis obat yang harus diminumnya sesuai petunjuk dokter. Jangan sekali-kali mencampur obat dalam botol susu bayi. Kalau susu tidak habis, ini berarti anak tidak minum obat sesuai dosis.

T Mungkinkah bayi diberi obat milik orang lain?
J Jangan pernah memberi obat yang diresepkan untuk orang lain (entah itu obat khusus untuk orang dewasa maupun anak-anak) pada bayi Anda. Selain belum tentu bekerja secara efektif dalam tubuh bayi Anda, mungkin saja obat tersebut malah membahayakan jiwanya.

Catatan: Dua orang yang memiliki penyakit yang sama sekalipun, mungkin saja memerlukan obat yang berlainan. Kalaupun obatnya sama, dosis dan aturan minum obat bisa saja berbeda. Makanya, hanya berikan obat yang khusus diresepkan untuk si kecil plus pas untuk kondisinya.

T Adakah cara mudah memberi obat pada bayi?
J Umumnya, memberi obat pada bayi lebih susah, karena ia suka berontak. Makanya, posisi tubuhnya musti pas. Caranya? Pangku si kecil, lalu aturlah agar posisinya setengah duduk. Catatan: Jangan menelentangkan bayi, sebab obat bisa masuk ke paru-paru.

Khusus bayi, sebaiknya obat cair diberikan dengan pipet atau tabung. Bayi kan belum bisa menelan dari sendok! Ada triknya agar obat tadi benar-benar ditelan si kecil. Misalnya, letakkan pipet di sudut mulut bayi, lalu secara perlahan-lahan keluarkan obat. Bagaimana dengan tabung? Tuanglah obat ke dalam tabung, sesuai dosis anjuran. Taruhlah ujung tabung di bibir bawah si kecil, serta biarkan obat mengalir ke dalam mulutnya.

T Apa yang harus dilakukan jika bayi memuntahkan obat?
J Banyak juga bayi yang langsung muntah setelah minum obat. Asal tahu saja, usus akan menyerap sebagian besar obat dalam waktu 30-45 menit. Bila bayi langsung memuntahkan obatnya, ulangi saja pemberian obat tersebut. Khusus obat antibiotika, ulangi lagi dosisnya setelah 10 menit pemberian obat (dan dimuntahkannya).

Kadangkala, bayi terlalu sakit untuk menelan obat dan memuntahkan semuanya. Ini umum terjadi pada pemberian obat demam yang bentuknya cair, seperti acetaminophen. Kalau ini yang terjadi, si kecil bisa mendapat obat penurun demam yang dimasukkan melalui dubur. Bisa juga sih, dokter Anda meresepkan obat antimuntah (masuk melalui dubur pula) sekitar 20-30 menit sebelum pemberian obat cair. Dengan cara ini, obat si kecil bisa tetap ’bertahan’ dalam perut.

Catatan: Hubungi dokter anak Anda, bila si kecil bolak-balik muntah. Pemberian dosis obat yang terlalu sering bisa menyebabkan diare, terutama pada beberapa jenis antibiotika. Kalau sudah begini, pemberian antibiotika bisa dilakukan dengan cara disuntik.

T Benarkah aspirin tidak aman bagi bayi?
J Aspirin merupakan obat pereda demam yang efektif. Namun, pemberian obat ini pada bayi (terutama dengan infeksi virus) bisa menimbulkan efek samping yang serius, yakni Sindroma Reye. Diduga, sindroma ini berkaitan dengan ketidakmampuan tubuh untuk mengatasi zat kimia tertentu. Gejalanya adalah muntah tak terkendali, demam, mengigau, dan tidak sadar (lalu koma). Sindroma ini memang jarang terjadi, namun termasuk penyakit yang berat dan fatal akibatnya jika tidak segera diketahui. Makanya, jangan sekali-kali memberi bayi Anda aspirin atau obat apapun yang mengandung aspirin.

Catatan: Obat yang mengandung aspirin kadangkala diberi nama lain, yaitu salicylate atau acetylslicylate. Karena itu cermatlah membaca label pada kemasan obat anak.

T Manakah yang lebih baik: acetaminophen atau ibuprofen?
J Sebenarnya, acetaminophen atau ibuprofen berfungsi untuk mengatasi demam dan rasa sakit. Bahkan dulunya, acetaminophen adalah obat penghilang rasa sakit (nonaspirin) yang selalu jadi pilihan pertama. Setelahnya, barulah dokter mulai meresepkan ibuprofen, sebab obat ini lebih kuat dan tahan lama.

Kedua obat ini punya efek samping. Ibuprofen bisa mengiritasi perut, jika makan anak tidak oke atau ia tidak terbiasa dengan obat tersebut. Acetaminophen tidak menimbulkan gangguan perut, namun dosis yang besar bisa menyebabkan kerusakan hati. Itulah sebabnya mengapa pabrik obat memroduksi acetaminophen cair khusus anak-anak dalam botol mungil.

Manakah yang lebih oke? Keduanya sama-sama ampuh kok. Yang penting, pemberian dosis obat tepat, sesuai berat badannya. Sebaiknya, berkonsultasilah dengan dokter untuk penggunaan kedua jenis obat ini.

Catatan: Khususnya bila si kecil berusia di bawah 3 bulan, Anda harus selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memberinya obat ini. Bisa jadi, pemberian obat tersebut malah akan menutupi gejala penyakit bayi Anda. Akibatnya? Dokter makin sulit mendiagnosis penyakit yang sesungguhnya. Masalahnya, si kecil gampang sekali sakit dan kondisinya bisa langsung parah.

http://www.parenting.co.id/article/article_detail.asp?catid=5&id=13


RE: Info Seputar Merawat Bayi/Balita ---> NEW: 7 pertanyaan seputar obat bayi - AMBU - 09-03-2010 14:27

om chriss....minta tolong dong ....aq butuh susu HMF dong...dijakarta ada yg jual gak yaaaa..urgent nihhh.mungkin om chriss bisa kasih inform dimana bisa beli ??


RE: Info Seputar Merawat Bayi/Balita ---> NEW: 7 pertanyaan seputar obat bayi - chris.ho - 09-03-2010 14:40

setahu gua hanya dijual di RSIA di Singapura.

Tapi gua nemu ini nih, dicoba aja telp, siapa tau masih ada:

Quote:
Sumber: http://m.weddingku.com/forum-topic.asp?zona=JKT&discussionID=671512&discussionTypeID=41

Yang mencari susu HMF untuk anak Prematur
Dear Parents...

Temen aku ada yang mau jual susu Human Milk Foritfier (HMF) untuk bayi prematur, karena dia belinya kebanyakan. Dia cuma jual 1 Dus aja isinya 50 Sachet harganya Rp. 750.000,-
Kalo ada yang mau langsung telpon orangnya aja
di no. 021-98659933 namanya Bp. Doddy

Semoga membantu

Cheers..
by Nina, posted on Mar, 3 (15:31)




RE: Info Seputar Merawat Bayi/Balita ---> NEW: 7 pertanyaan seputar obat bayi - AMBU - 09-03-2010 14:42

thanks ommm....aq telp yaaa


RE: Info Seputar Merawat Bayi/Balita ---> NEW: 7 pertanyaan seputar obat bayi - AMBU - 09-03-2010 14:47

udah habisssss ommmm,buat temenku,hamil 7bln jatuh dari ojeg,pendarahan,akhirnya bayinya lahir tapi berat 1kg an....cari kemana lg yaa


RE: Info Seputar Merawat Bayi/Balita ---> NEW: 7 pertanyaan seputar obat bayi - chris.ho - 09-03-2010 14:49

Pak doddy belinya dimana? Tadi udah tanya?


RE: Info Seputar Merawat Bayi/Balita ---> NEW: 7 pertanyaan seputar obat bayi - AMBU - 09-03-2010 14:53

chris.ho Menulis:
Pak doddy belinya dimana? Tadi udah tanya?


pa dody beli disingapore.....WhistlingWhistling, kata dokter nya juga emang disini lom ada yg jual harus ke Singapore....BercucuranBercucuran


RE: Info Seputar Merawat Bayi/Balita ---> NEW: 7 pertanyaan seputar obat bayi - chris.ho - 09-03-2010 14:53

atau coba YM TS dibawah ini, siapa tau dia kenal org yg jual

Quote:
Posted: 11/23/2009 3:14:42 PM
filza:s alam kenal dl si kembar jg prematur lahir di usia 31 minggu krn aku pre eklampsi berat. BB alya cm 1,2 kg, kayla 1,6 kg. mereka dirawat di inkubator 1 bulan lebih di RS bunda menteng.
Utk cepet naikin BB nya dibantu ma HMF (human milk fortifier), jd itu dicampurin ma ASI kita bisanya. Jd usahain asi kita keluar banyak..krn anak prematur plg bagus dpt asupan ASI..

HMF dijualnya di singapore, dl aku beli nitip ma ortu pasien. DIa beli ke sana.

Banyak pemeriksaan yg harus dilakukan kl anak prematur: tes mata oleh dr ahli mata khusus retina utk liat apa ada ROP (retinopathy of prematurity ) atau gak, rontgen paru2 utk liat apa ada HMD atau gak, jg nt kl dah keluar RS dan BB hya cukup diliat USG kepala nya utk liat apa ada cairan di otaknya atau gak, apa ada kelainan atau gak..

Kl mau tanya2 ttg perawatan anak prematur, Ym aja aku di:aya_kei20

Si kembar dah umur 2 thn 2 bln skrg dan alhamdulillah sehat

Yg sabar ya..insya allah bisa cpt kumpul lg di rumah sm kalian ya si kecil^-^

http://discussion.weddingku.com/discussionclass.asp?zona=JKT&discussionID=839108&discussionTypeID=41




RE: Info Seputar Merawat Bayi/Balita ---> NEW: 7 pertanyaan seputar obat bayi - AMBU - 09-03-2010 14:59

ym dia nya offline...hikhikhik


RE: Info Seputar Merawat Bayi/Balita ---> NEW: Susu HMF Beli Dimana? - chris.ho - 09-03-2010 15:32

Kalo ada info baru, ntar gua posting lagi kesiniGozkirpma

RR yg laen ada info mengenai ini gak?


RE: Info Seputar Merawat Bayi/Balita ---> NEW: Susu HMF Beli Dimana? - AMBU - 09-03-2010 15:51

udah muter2 ga dapet.....


RE: Info Seputar Merawat Bayi/Balita --> URGENT: Susu HMF Beli Dimana? - AMBU - 12-03-2010 08:23

akhirnya susunya dipaketin ama adik gw yg disingapore hari kamis jam 12,udah confirm ke ortu bayi total biaya (susu + ongkir ) 150 sgd, tapppiii hari kamis menjelang magrib ...bayi nya meninggal.
...mungkin ada temen2 yg butuh susu HMF-Abbot...hubungi aq
021-8990 7312 -- melly


RE: Info Seputar Merawat Bayi/Balita --> URGENT: Susu HMF Beli Dimana? - chris.ho - 12-03-2010 08:43

AMBU Menulis:
akhirnya susunya dipaketin ama adik gw yg disingapore hari kamis jam 12,udah confirm ke ortu bayi total biaya (susu + ongkir ) 150 sgd, tapppiii hari kamis menjelang magrib ...bayi nya meninggal.


WallbashWallbashWallbashWallbash
Turut berduka cita............Bercucuran


RE: Info Seputar Merawat Bayi/Balita --> Dijual: Susu HMF - AMBU - 12-03-2010 08:50

padahal susunya masih otw baru sampe hari ini sore ato paling telat senin....BercucuranBercucuranHikhikHikhik...tuhan berkehendak lain


RE: Info Seputar Merawat Bayi/Balita --> Dijual: Susu HMF - chris.ho - 13-03-2010 10:04

Agar Kepala Bayi Enggak Peyang

Walaupun seiring masa pertumbuhan bentuk kepala buah hati pasti akan mengalami perubahan, tapi kebiasaan tidur pada satu posisi saja akan berakibat buruk pada bentuk kepala bayi kita.

Kondisi tulang tengkorak bayi yang belum kokoh atau rapuh, membuat kebiasaan tidur yang salah pada anak menjadi penyebab mengapa bentuk kepala bayi ada yang tidak sempurna alias peyang. Kondisi ini baru bisa disadari jika kita melihat kepala buah hati kita dari atas. Dari sudut pandangan tersebut, kita bisa melihat salah satu bagian belakang kepala si kecil lebih rata dibanding sisi yang lain, di sisi yang “rata” tulang pipi akan terlihat menonjol, dan kuping pun terkesan lebih maju.

Biasanya masalah ini terjadi pada bayi yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka di dalam boks bayi, kursi pengaman di mobil, atau kursi bayi. Meskipun bagi ibu ini merupakan posisi paling pas untuk membuat si kecil tertidur pulas, tapi ada beberapa hal yang bisa kita tetap lakukan untuk mencegah terjadinya masalah ini, seperti:

1. Ubah arah. Letakkan bayi kita yang tertidur di tempat tidur mereka, tapi sesekali ubahlah arah kepala si kecil. Cara lain yang juga dapat membantu adalah dengan mengganti tangan kita saat menggendong, setiap kali ingin menyusui.

2. Gendong lebih baik. Ketika sang buah hati terbangun dari tidur, angkat dan gendonglah mereka untuk membantu meringankan tekanan dari kepala si bayi setelah tertidur lama di ayunan, boks, atau bangku bayi.

3. Waktunya untuk telungkup. Tetap dengan pengawasan kita yang ketat, letakkan bayi untuk bermain dalam posisi telungkup. Pastikan permukaan tempat si kecil bermain keras. Dan, apabila kita ingin meninggalkan ruangan, angkat dan ajak si kecil bersama kita.

4. Jadilah orangtua yang kreatif. Letakkan anak di posisi dimana ia harus memutar badannya dari “sisi yang peyang” untuk melihat ke arah kita, mengikuti gerakan atau suara tertentu di dalam kamar. Sesekali pindahkan boks si bayi untuk memberikan mereka pandangan yang baru. Usahakan jangan biasakan bayi tidur di atas bantal atau alas yang lunak.

http://female.kompas.com/read/xml/2010/03/13/09312284/Agar.Kepala.Bayi.Enggak.Peyang


RE: Info Seputar Merawat Bayi/Balita --> Dijual: Susu HMF - chris.ho - 26-03-2010 16:13

Melatih Si Kecil Berbicara

Setiap orangtua pasti ingin mendengar kata-kata pertama yang diucapkan si kecil. Meskipun begitu, Anda tidak harus terburu-buru memintanya untuk menirukan kata-kata Anda. Biarkan ia berbicara pada saatnya, yang harus Anda lakukan adalah memancingnya untuk mau berbicara.

''Bayi usia 4-6 bulan sudah mulai mengeluarkan suara-suara, meskipun belum jelas,'' ujar Mellisa Essenburg, MS, CC, SLP, speech pathologist dari San Diego.

Bayi usia 0-12 bulan memiliki tahap-tahap berbicara hingga ia bisa mengucapkan kata-kata yang memiliki arti. Hal ini dimulai pada usia 0-3 bulan, ketika bayi mengeluarkan suara seperti menangis dan tertawa. Usia 4-6 bulan, bayi akan mengeluarkan suara dua kata yang diulang-ulang seperti dadada, bababa, papapa. Usia 6-9 bulan, bayi akan mengabungkan beberapa kata.

Kemampuannya berbicara akan lebih meningkat di usia 10-12 bulan. Dia akan mulai menirukan kata-kata yang Anda ucapkan namun tidak persis sama. Kemampuannya berbicara akan semakin baik pada usia 10-18 bulan.

Berikut cara menggugah si kecil mau berbicara:

1. Tanggapi ocehannya
Si kecil mengeluarkan suara? Jangan ragu untuk menanggapinya. Anda bisa berpura-pura menanyakan maksud ocehannya sambil tertawa atau tersenyum. Perlihatkan wajah bahagia Anda, kemudian lihat reaksinya.

2. Tunjukkan ekspresi
Ajak ia untuk bercanda sambil berbicara. Contohnya dengan menggelitik, mencium, atau menggenggam tangannya. Bicarakan semua hal yang berhubungan dengan diri Anda atau si kecil. Contohnya, "Wah, adik pintar ya. Minum susunya sampai habis!"

3. Datangi saat menangis
Jangan berdiam diri saat melihat si kecil menangis. Datangi, Tatap matanya, lalu langsung tanyakan, misalnya, "Kenapa menangis, Nak?" Cara ini akan membuat si kecil paham, bahwa ketika ia menangis, ibu akan bertanya padanya. Maka, ia pun harus merespons dengan jawaban.

4. Ajak mengobrol
Ceritakan kegiatan yang sedang atau akan Anda lakukan bersamanya. Saat mengganti popoknya atau akan mengajaknya makan, katakan, misalnya, "Ayo kita ganti popok ya, sayang, udah basah nih". Lalu ceritakan apa yang Anda sedang lakukan bersamanya. Si kecil akan makin terbiasa, dan mengerti saat Anda mengajaknya berbicara.

5. Menyanyi untuknya
Nyanyikan lagu saat Anda menggendongnya, mengajak tidur, atau mandi. Lakukan terus-menerus supaya si kecil terbiasa mendengarnya. Selanjutnya, ia akan mencoba menirukan Anda.

6. Membacakan cerita
Biasakan membacakan cerita sebelum si kecil tertidur. Otaknya akan merespons dan menyimpannya ke dalam memori saat ia tertidur. Pangku si kecil, perlihatkan buku cerita berwarna-warni, dan bacakan cerita. Si kecil akan langsung merespons dengan menunjuk buku yang Anda pegang.

7. Ceritakan kegiatannya
Contohnya saat ia menggenggam makanan, boneka, atau mainan lainnya. Sebutkan apa yang sedang dipegangnya, supaya ia belajar mengenali benda-benda. "Pegang apa itu, Nak? Boneka, ya?". Atau, "Ibu bikin bubur nih, buat adik. Enak, kan?" Lakukan hal yang sama saat ia sedang melakukan aktivitasnya.

8. Terus mengulang
Lakukan terus hal-hal yang melibatkan Anda berdua dalam setiap kesempatan. Saat ia mulai menirukan suara Anda, ulangi juga kata-kata tersebut.

http://female.kompas.com/read/xml/2010/03/26/10502513/Melatih.Si.Kecil.Berbicara


RE: Info Seputar Merawat Bayi/Balita --> NEW: Kata-Kata Efektif Tingkatkan Kekuatan Otak Bayi - chris.ho - 28-03-2010 00:52

Kata-Kata Efektif Tingkatkan Kekuatan Otak Bayi

Jangan menyepelekan kata-kata saat berbicara dengan bayi Anda. Berbicara kepada bayi bisa meningkatkan kekuatan otak mereka. Efek kata-kata terhadap pikiran jauh lebih besar dibandingkan bunyi lainnya, termasuk musik.

Peneliti dari Northwestern University di Illinios, Amerika Serikat, mengadakan penelitian terhadap kerja otak bayi. Bayi yang mendengar kata-kata lebih bisa mengelompokkan gambar dibandingkan bayi yang hanya mendengar nada. Studi ini dipublikasikan di Jurnal Child Development.

Penelitian ini dilakukan pada 50 bayi laki-laki dan perempuan yang berusia tiga bulan. Mereka ditunjukkan dua gambar, yakni serangkaian gambar ikan yang disertai kata dan dinosaurus yang tanpa diikuti kata-kata. Hasilnya, bayi lebih mendengar kata sambil melihat gambar ikan ketimbang dinosaurus.

Menurut seorang peneliti, Susan Hespos, hasil ini membuktikan bayi-bayi tersebut telah mengelompokkan ikan di pikiran mereka. Untuk bayi-bayi berusia tiga bulan, kata-kata sangat penting untuk mendukung kemampuan membentuk pengelompokan.

Hal senada diutarakan co-author Sandra Waxman. Menurutnya, ucapan manusia membuat bayi memperhatikan objek-objek di sekelilingnya. Ucapan yang ia dengar dapat membantu sang bayi mengelompokkan beberapa benda. Peneliti juga menyimpulkan bayi bisa mengkomunikasikan pikiran-pikiran kompleks di usia 12 bulan.

Studi lain menemukan, bayi yang baru lahir menangis dengan aksen khas yang ditiru dari ibu mereka. Temuan ini mengindikasikan bahwa bayi mendengar pembicaran orangtua mereka, bahkan saat masih dalam kandungan.(MI/***)

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/03/27/13743/Kata-Kata-Efektif-Tingkatkan-Kekuatan-Otak-Bayi/882


RE: Info Seputar Merawat Bayi/Balita --> NEW: Membersihkan Telinga, Mata, dan Hidung Bayi - chris.ho - 01-04-2010 15:10

Membersihkan Telinga, Mata, dan Hidung Bayi


Organ-organ di sekitar bagian wajah bayi harus dibersihkan untuk menjaga kesehatannya. Namun bagian-bagian tersebut butuh perhatian khusus karena kulit bayi masih sangat tipis dan rentan. Berikut tips-tips dari Buku Pintar Merawat Bayi 0-12 bulan dari dr. Suririnah.

Mata
Saat akan membersihkan bayi, penting untuk memastikan bahwa tangan Anda berada dalam keadaan bersih. Gunakanlah kapas bulat lembut yang dicelupkan ke dalam air matang hangat, peras, lalu usap perlahan mata bayi yang tertutup dengan kapas tersebut. Dimulai dari bagian pinggir mata yang dekat dengan batang hidung ke arah pinggir mata terluar. Jangan menggunakan kapas yang sama berulang-ulang. Ganti kapas setiap usapan untuk mencegah penyebaran kuman. Keringkan mata dengan tisu atau kain lembut.

Hidung
Bersihkan kotoran pada hidung bayi ketika mulai terlihat ada kotoran dari luar. Gunakan kapas bertangkai (cotton bud) yang sudah dibasahi dengan air matang hangat, lalu angkat perlahan kotoran tersebut.

Telinga
Cukup bersihkan bagian belakang, luar, dan sekitar daun telinga bayi secara hati-hati dengan kapas bertangkai yang sudah dibasahi air hangat matang, atau waslap dengan air hangat, lalu keringkan.

Hindari membersihkan bagian dalam telinga bayi karena dapat mengakibatkan serumen (cairan lilin telinga) yang bercampur debu atau kotoran terdorong masuk ke telinga bagian dalam ke sekitar gendang telinga. Jika terjadi berulang kali, maka kotoran-kotoran bisa berkumpul dan mengeras, sehingga menghalangi gendang telinga untuk menangkap getaran suara dari luar. Cairan lilin telinga, atau serumen merupakan bagian dari sistem telinga untuk mempertahankan diri dari masuknya kotoran dan debu untuk melindungi gendang telinga bayi.

http://female.kompas.com/read/xml/2010/04/01/14161999/Membersihkan.Telinga..Mata..dan.Hidung.Bayi-3


RE: Info Seputar Merawat Bayi/Balita --> NEW: Menolong Balita yang Tersedak - chris.ho - 10-04-2010 10:41


Heimlich Maneuver, untuk bantu anak keluarkan benda yang menutup saluran pernapasannya.


Tengkurapkan bayi di atas pangkuan sambil tekan punggungnya untuk membuat si anak lebih mudah mengeluarkan benda yang menutup saluran napasnya.


Menolong Balita yang Tersedak

Lebih dari 90 persen kematian yang disebabkan oleh tersedak terjadi pada anak usia di bawah 5 tahun. Enam puluh lima persennya terjadi pada bayi. Cairan merupakan penyebab utama tersedak pada bayi, sementara benda kecil dan makanan (seperti roti, permen bulat, kacang, dan anggur merupakan benda asing yangs ering menyumbat jalan napas anak-anak).

Gejala tersedak ditandai dengan kesulitan bernapas yang tiba-tiba disertai batuk, seperti mau muntah, stridor (napas berbunyi), atau mengi. Benda asing di saluran pernapasan dapat menimbulkan sumbatan ringan atau berat.

Jika sumbatan napas ringan, jangan lakukan tindakan apa-apa. Biarkan korban batuk untuk mengeluarkan benda asing yang menyumbat. Jika sumbatan jalan napas cukup berat, lakukan:

- Pada anak-anak, laukkan heimlich maneuver (tekanan perut) sampai benda asing dapat dikeluarkan atau korban menjadi tidak sadar. Tekanan perut tidak dianjurkan untuk bayi karena akan merusak organ besar hati.

- Pada bayi, berikan tepukan punggung 5 kali, dilanjutkan dengan tekanan dada. Lakukan berulang sampai benda asing dapat dikeluarkan atau korban menjadi tidak sadar. Jika korban tidak sadar, lakukan RJP, tetapi perika dulu mulut korban sebelum memberikan bantuan napas. Jika terlihat benda asing, keluarkan.

http://female.kompas.com/read/xml/2010/04/10/10032574/Menolong.Balita.yang.Tersedak.