Avanza Xenia - Forum Pemilik / Pengguna Avanza & Xenia
Waspadai Bahaya Saat berenang - Versi Cetak

+- Avanza Xenia - Forum Pemilik / Pengguna Avanza & Xenia (http://www.avanzaxenia.net)
+-- Forum: Rumpi Lah Yao! (/forumdisplay.php?fid=26)
+--- Forum: Kesehatan (/forumdisplay.php?fid=122)
+--- Topik: Waspadai Bahaya Saat berenang (/showthread.php?tid=12481)


Waspadai Bahaya Saat berenang - chris.ho - 23-02-2009 14:09

Renang adalah olahraga yang meningkatkan kulitas hidup dan kesehatan manusia. Tanpa disadari, sebaliknya aktifitas di kolam renang atau tempat rekreasi lainnya tersebut ternyata dapat menyebabkan penyakit. Berbagai penyakit mulai dari yang ringan hingga yang berat dapat terjadi penularannya lewat air.

Ternyata gejala demam, batuk, pilek atau infeksi faringokonjungtivitis yang disebabkan adenovirus penyebarannya dapat melalui kolam renang. Selain itu berbagai infeksi lain seperti infeksi mata, infeksi saluran cerna, infeksi telinga bahkan infeksi otak dapat juga ditularkan lewat air.

Bahkan dalam beberapa penelitian terungkap pengaruh klorin dalam kadar tertentu dan jangka panjang beresiko mengakibatkan gangguan berbagai organ tubuh, sebagai pemicu asma dan meningkatkan resiko kanker. Klorin adalah sejenis zat kimia untuk disinfeksi atau bahan membunuh kuman di kolam renang.

Berenang di kolam renang atau tempat rekreasi lain adalah kegiatan olah raga atau rekreasi yang banyak digemari oleh masyarakat termasuk anak-anak. Tempat rekreasi air tersebut meliputi pantai, danau, air terjun atau tempat rekreasi air lainnya. Tempat lain yang bukan merupakan tempat rekreasi adalah sungai, rawa atau air banjir.


PENYAKIT DAN AKIBAT LAINNYA

Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dari Illinois Public Health didapatkan kelompok perenang secara bermakna lebih sering mengalami infeksi mata, telinga dan infeksi kulit dibandingkan dengan bukan perenang.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Badan pengawasan dan pencegahan penyakit di Amerika Serikat, berbagai penyakit seperti infeksi saluran cerna, infeksi mata, infeksi pernapasan, infeksi kulit, bahkan infeksi otak dapat ditularkan melalui kolam renang.

Penyakit infeksi saluran cerna dengan gejala demam, diare dan muntah sering ditularkan melalui kolam renang. Penyakit tersebut meliputi gastroenteritis, disentri, kolera, tifus, hepatitis A, giardiasis, cryptosporidiosis, E coli, giardia, norovirus, salmonelosis atau sigelosis.

Penyakit infeksi mata dapat ditularkan melalui kolam renang adalah moluskum kontagiosum dan konjungtivitis (adenovirus).

Infeksi kulit yang bisa terjadi adalah “Hot Tub Rash” adalah infeksi kulit yang disebabkan karena Pseudomonas.

Otitis eksterna atau “Swimmer’s Ear” adalah infeksi telinga yang disebabkan karena Pseudomonas aeruginosa yang juga ditularkan lewat kolam renang.

Penyakit kulit yang penularannya dapat melalui kolam renang adalah Cercarial Dermatitis.
Gangguan ini sering dikenal sebagai penyakit “swimmer itch”. Gejalanya berupa kulit yang terasa panas terbakar, gatal, pada kulit tampak bintil seperti jerawat kecil kemerah-merahan kadang disertai melepuh. Penyakit ini disebabkan karena paparan dengan parasit yang terdapat pada burung dan hewan mamalia lainnya. Parasit tersebut mengkontaminasi manusia melalui perantara binatang keong yang terdapat di air tawar atau air asin seperti danau, kolam atau air laut.
Parasit ini terpapar pada kulit perenang yang mengalami rash atau kulit terkelupas karena sensitif atau alergi. . Biasanya penyakit ini terjadi pada musim panas

Dalam keadaan luka terbuka pada kulit infeksi yang bisa terjadi adalah terkena kuman vibrio parahemolitikus atau vibrio vulnifikus. Selain kontak kulit terbuka infeksi kuman V. parahaemolyticus dan V. vulnificus dapat disebabkan karena tertelan air laut yang tercemar bakteri tersebut. Gejalanya meliputi muntah, diare dan nyeri perut. Pada kuman V. parahaemolyticus biasanya gejalanya ringan dan sembuh sendiri. Tetapi pada infeksi kuman V. vulnificus dengan kekebalan tubuh yang rendah penyakit ini dapat menjadi keadaan yang berat dan mengancam jiwa.

Infeksi Pernapasan yang bisa ditularkan memalui kolam renang adalah faringokonjungtiva (adenovirus), legionellosis (demam pontiak dan penyakit Legionnaires) dan mikobakterium avium kompleks.
Gejala infeksi saluran napas tersebut pada umumnya adalah demam, batuk atau pilek. Pada keadaan daya tahan tubuh lemah dapat berpotensi menjadi pneumonia (radang paru).
Meskipun jarang terjadi penularan penyakit lewat air ini dapat mengakibatkan infeksi otak .

Infeksi susunan saraf pusat yang dapat terjadi adalah infeksi selaput otak atau meningitis aseptik yang disebabkan enterovirus dan infeksi neigleria.
Gejala yang dapat terjadi adalah demam tinggi, muntah, kejang, dan kesadaran menurun.

Infeksi lainnya yang dapat terjadi adalah Hepatitis A atau penyakit infeksi virus yang terjadi pada hati atau lever.
Gejala yang timbul adalah kulit dan mata tampak kuning, mual, muntah, demam dan badan lemas. Leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan karena kuman leptospira juga dapat ditularkan lewat air.

Virus pada penderita Hepatitis B atau HIV yang ditemukan di darah atau sebagian kecil cairan tubuh penderita dapat memasuki badan atau aliran darah orang lain saat berenang.
Tetapi CDC tidak mengkawatirkan keadaan ini karena virus penyebab HIV dan hepatitis C tidak akan hidup lama di cairan kolam renang yang mengandung klorin.

Sebenarnya bila terdapat darah di kolam renang tidak ada alasan untuk menutup kolam renang tersebut. Tetapi kadang kala beberapa pengelola akan menutup sementara bila jumlah darah cukup banyak atau keamanan kesehatan diragukan.


RE: Waspadai Bahaya Saat berenang - chris.ho - 23-02-2009 14:11

MEKANISME PENYEBARAN PENYAKIT

Kuman paling sering yang tersebar melalui air di kolam renang. Kuman tersebut dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Penyebaran ini dapat berlangsung melalui tertelan langsung atau kontak ke kulit atau tangan bilsa setelah renang kita tidak cuci tangan langsung makan maka kuman tersebut dapat mencemari kita.
Muntah saat berenang merupakan peristiwa yang sering terjadi, baik dipicu karena batuk, tersedak air atau penetab lainnya. Kuman yang dapat tersebar melalui muntah adalah Noroviruses (Virus Norwalk-like). Kemampuan membunuh noroviruses dan Giardia dibutuhkan kadar klorin tertentu dan waktu beberapa hari.


PENCEGAHAN DAN EDUKASI

Pencegahan penyebaran penyakit melalui kolam renang dapat diminimalkan bila dilakukan pengolahan kualitas air dengan baik.

Pokok-pokok pengolahan air kolam renang adalah dengan penjernihan, pemberian zat koagulan dan disinfektan.
Menjernihkan air dengan cara membubuhkan zat koagulan seperti tawas (AL2SO4)3 . Soda ash (Na2Co3) untuk menyaring air melalui saringan (filtrasi) dan membasmi lumut.
Pemberian zat koagulan pada air kolam renang bertujuan untuk mengikat kotoran (zat organik) yang ada dalam air kolam menjadi keping yang lebih besar agar dapat lebih mudah diambil atau disaring.

Kegiatan pengawasan kualitas air kolam renang mencakup pengamatan lapangan dan pengambilan contoh air termasuk air pada proses produksi dan distribusi. Setelah dilakukan pemeriksaan contoh air dilakukan analisis hasil pemeriksaan. Perumusan Saran dan cara pemecahan masalah yang timbul dari hasil pemeriksaan.

Kegiatan tindak lanjut yang penting adalah upaya penyuluhan kepada pemakai :
- Jangan masuk kolam renang bila sedang mengalami diare, Pengguna kolam renang akan terpapar kuman di dalam air.
- Jangan menelan air, harus diketahui chlor tidak bisa membunuh semua kuman.
- Hindari makan permen karet atau makan selama berenang atau bermain air.
- Cuci tangan dan harus dengan sabun setelah buang air besar atu mengganti diapers (popok). Kuman di tangan dapat menyebar kemana-mana termasuk di air.
- Beritahu petugas keamanan kolam renang bila terlihat material feses di air atau bila melihat orang lain mengganti diapers (popok) di kursi atau di meja.
- Yang harus diketahui orang tua saat membawa anaknya adalah segera mengangkat anaknya segera bila hendak buang air kecil, buang air besar dan ganti diapers. Jangan berharap melindungi kencing dan feses dari diapers, karena alat tersebut tidak dapat tembus air.
- Bila buang air besar sebelum berenang cuci dengan bersih dengan sabun pada daerah bawah anak.
- Jagalah mata anak anda setiap waktu.
- Lindungi anak terhadap sunburn dengan menggunakan pelindung cahaya matahari berupa SPF 15 untuk melindungi UVA dan UVB. Meskipun sunburn atau luka baker matahari hanya berakibat ringan tetapi dapat mengakibatkan resiko kanker kulit lebih besar.
http://smk3ae.wordpress.com/2008/09/10/waspadai-bahaya-saat-berenang/


RE: Waspadai Bahaya Saat berenang - chris.ho - 23-02-2009 14:16

Waspadai Parasit Crypto di Kolam Renang

Sebagai orang tua yang sibuk, kadang kita ingin menghabiskan waktu bersama anak-anak kita ke suatu tempat. Anak-anak cenderung lebih suka memilih kolam renang untuk berekreasi. Namun, tanpa Anda sadari ada bahaya mengintai di dalam kolam renang.

Adalah parasit cryptosporidium (Crypto) yang terdapat pada air dapat menyebabkan diare selama 1 hingga 3 minggu, keram atau sakit perut, dehidrasi, nausea (mual), muntah, demam bahkan berat badan yang menurun. Gejala terkena parasit yang tumbuh dalam air ini biasanya dimulai paling tidak 2 sampai 10 hari setelah terinfeksi.

Crypto menyebar melalui air yang tercemar dan terminum oleh kita atau bahkan ketika kita menyelam, air kolam renang tanpa sengaja tertelan. Crypto tidak langsung menyebar kedalam darah. “Hal penting yang dapat kita lakukan adalah menjauhkan bakteri Crypto jauh dari air.” kata Michele Hlavsa, RN, MPH, kepada WebMD.

“Bahkan di dalam kolam renang dengan perawatan yang baik sekalipun, crypto dapat bertahan selama 10 hari,” karena crypto tahan terhadap klorin. “Meskipun faktanya ada klorin di dalam air, air tetap tidak steril. Karena air itu bukan untuk diminum,” kata Hlavsa.

Ada beberapa tips untuk mencegah peyakit yang disebabkan oleh air :

1. jangan berenang ketika Anda sedang diare. Jangan kembali ke kolam renang sebelum diare Anda sembuh, paling tidak 2 minggu setelah diare Anda terhenti.

2. Usahakan jangan meminum air di dalam kolam renang. Hindari air yang masuk ke mulut Anda.

3. Mandi sebelum Anda berenang.

4. Cuci tangan Anda setelah menggunakan toilet atau mengganti popok bayi.

5. Bawa anak Anda ke dalam kamar mandi untuk membersihkan kotoran di kelamin dan dubur, atau lebih sering memeriksa popok bayi Anda.

6. Mandikan anak Anda sebelum berenang dengan sabun dan air, meskipun mereka terlihat bersih.

sumber : Mediaperempuan


RE: Waspadai Bahaya Saat berenang - tongsamcong - 23-02-2009 15:00

w0w keren infonya bro
TopdehTopdeh
semoga bisa bermanfaat Yagak


RE: Waspadai Bahaya Saat berenang - Ary Yuliantoni - 23-02-2009 15:09

makasih om chris ho ingponya, jd serem jg scr anak gue sering ngajakin renang...


RE: Waspadai Bahaya Saat berenang - BoYs DoNt CrY - 23-02-2009 15:24

Hiiiiiii ceyeeemmm,,,, Untung gw lebih suka liat orang berenang daripada berenang,,,Luvorlust


RE: Waspadai Bahaya Saat berenang - Don - 23-02-2009 15:41

BoYs DoNt CrY Menulis:
Hiiiiiii ceyeeemmm,,,, Untung gw lebih suka liat orang berenang daripada berenang,,,Luvorlust


iya... serem amat kedengerannya.
ngomong2 itu kolam renang di amerik sono ya, kok kedengerannya kaya sungai gangga gitu ya.

gw disini berenang rutin 3x seminggu dari umur 5 thn sampe umur 15 thn ngga pernah kena penyakit yg kaya diatas itu.


RE: Waspadai Bahaya Saat berenang - chris.ho - 23-02-2009 16:03

Don Menulis:
ngomong2 itu kolam renang di amerik sono ya, kok kedengerannya kaya sungai gangga gitu ya.


Iya om.Yes


RE: Waspadai Bahaya Saat berenang - SaPiE - 23-02-2009 16:03

sama...
gue berenang dari SD sampe kuliah gak pernah kena penyakit aneh aneh
sekarang juga pas udah berenang di tempat umum, alhamdulilah gak ada penyakit aneh juga.....


RE: Waspadai Bahaya Saat berenang - dani3 - 23-02-2009 20:07

Kolam renang bukannya sudah menggunakan bahan kaporit yang dapat mematikan kuman,
apa tidak semua bakteri dapat mati dengan menggunakan kaporit095

mohon pencerahan para suhu kesehatan disini....


RE: Waspadai Bahaya Saat berenang - ikmar2008 - 24-02-2009 07:27

gue juga renang addict dan g prnh ngalamin hal tsb malahan yg ada bis berenang rasanya segarrrrrr. setahu gue, ky pnyakit HIV aja g bs ditularkan lewat air d kolam renang koq.

blh jadi ini emang d negara barat sana...soalnya (maaf kalo OOT dan menjijikkan serta tdk sopan), orng2 d barat sana kan kalo pup/pipis, g dibasuh pake air, cm tisu aja. kebayang donk gtuw mrk berenang, mau g mau, terbilas scara otomatis. beda ma orng kita yg dibersihkan pake air dan sabun krn lagi2 kita udh diajarin spt ini dr kecil.


RE: Waspadai Bahaya Saat berenang - chris.ho - 24-02-2009 11:52

dani3 Menulis:
Kolam renang bukannya sudah menggunakan bahan kaporit yang dapat mematikan kuman,
apa tidak semua bakteri dapat mati dengan menggunakan kaporit095


Meskipun setelah melalui proses, penyaringan air kelihatan bersih, namun harus dicurigai masih adanya bakteri di dalam air tersebut om.


Artikel ini mungkin bisa membantu menjawab pertanyaan om :

Kandungan Klorin Dalam Kolam Renang

Saat berenang, tanpa sadar kita mengeluarkan zat organik berkomponen nitrogen seperti keringat, ludah, dan urin.
Jika klorin berbaur dengan zat organik berkomponen nitrogen akan menghasilkan zat-zat sisa yang berbahaya, contohnya kloramin.
Sebagian kloramin larut dalam air. Selain itu ada juga yang dilepaskan ke udara (trikloramin), dan membuat area sekitar kolam renang beraroma khas kaporit.

Konsentrasi tertinggi kloramin di udara ada pada jarak terdekat, yaitu udara di atas permukaan air kolam. Karena alasan kebersihan, pengelola kolam renang memperbanyak klorin tanpa tahu batasannya. Padahal konsentrasi klorin yang tinggi seringkali menyebabkan zat berbahaya terserap tubuh secara berlebihan melalui kulit. Demikian juga dengan masalah pernafasan.

Hal ini diperparah dengan adanya kolam renang indoor (dalam ruangan). Idealnya kolam renang dibangun di area terbuka karena pergerakan udara di atas permukaan air dapat mengurangi konsentrasi kloramin.
Pada kolam renang indoor, trikloramin bisa terperangkap di udara dalam ruangan, terlebih lagi jika kolam renang tresebut tidak memiliki plafon ruangan yang tinggi dan ventilasi yang baik.

Jika Anda dapat menghirup bau klorin di kolam artinya kadar klorin dalam air tergolong tinggi dan berbahaya.
Oleh karena itu, tidak hanya perenang namun petugas yang membersihkan kolam juga ikut terganggu.
Siapa saja yang rentan? Para atlet atau orang yang seringkali berenang dan anak-anak. Trikloramin dilepaskan ke udara saat terjadi pergerakan dalam air. Semakin banyak pergerakan yang terjadi dalam air, maka semakin banyak juga trikloramin yang dilepaskan.

Bagaimana dengan anak-anak? Sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang sempurna, anak-anak juga lebih banyak menghirup udara per unit badan dibandingkan orang dewasa.
http://artikel-kesehatan-online.blogspot.com/2009/01/kandungan-klorin-dalam-kolam-renang.html


RE: Waspadai Bahaya Saat berenang - chris.ho - 24-02-2009 11:55

ikmar2008 Menulis:
blh jadi ini emang d negara barat sana...soalnya (maaf kalo OOT dan menjijikkan serta tdk sopan), orng2 d barat sana kan kalo pup/pipis, g dibasuh pake air, cm tisu aja.


menurut gua juga begitu, kebiasaan ini juga sangat mempengaruhi nih


RE: Waspadai Bahaya Saat berenang - chris.ho - 24-02-2009 11:57

REKOMENDASI DEPKES

Sebenarnya Departemen kesehatan Indonesia (Depkes) telah memberikan rekomendasi tentang persyaratan kolam renang yang sehat dan bersih. Syarat air kolam renang sebagaimana persyaratan air bersih diatur sesuai Peraturan Menteri Kesehatan nomor 416/MENKES/ PER/IX/1990.

Parameter yang dipakai adalah penilaian fisika, kimiawi dan mikrobiologis. Penilaian fisika meliputi bau, benda terapung dan kejernihan.

Disyaratkan bahwa air harus bebas dari bau yang mengganggu dan harus bebas dari benda bentuk terapung.

Kejernihan dinilai dari piringan yang diletakkan pada dasar kolam yang terdalam dapat dilihat jelas dari tepi kolam pada jarak lurus 7m.

Penilaian kimiawi dilihat adalah kandungan zat tertentu dengan jumlah yang ditoleransi.

Zat kimia dan nilai yang diperbolehkan adalah Alumunium (0-0,2 mg/L), Kerasaan atau CaSO3 (30 – 500 mg/L), oksigen terabsorbsi(O2) (0 – 0,1 mg/L dalam waktu 4 jam pada suhu udara), pH (6,5 – 2,5) dan sisa klor (0,2 – 0,3).

Penilaian mikrobiologis adalah tidak ada koliform per 100 ml atau jumlah kuman ditoeransi antara 0-200 jumlah koloni per 1 ml.

Apabila pH tidak memenuhi syarat dapat mengakibatkan iritasi pada mata serta proses koagulasi akan terganggu atau dapat berpengaruh pada daya pembersih air.

Bila terdapat penyimpangan dari kriteria tersebut berarti terdapat kondisi tertentu yang dapat berpotensi mengganggu kesehatan
Misalnya, bila air berbau menunjukkan adanya H2S dalam air berarti sedang terjadi proses pembusukan air tercemari oleh sumber kotoran.

Bila didapatkan Co2 agresif CO2 Agresif akan berpotensi mengakibatkan karatan pada pipa atau benda besi yang ada di kolam renang.
http://smk3ae.wordpress.com/2008/09/10/waspadai-bahaya-saat-berenang/


RE: Waspadai Bahaya Saat berenang - blackxexi - 24-02-2009 13:03

Duh puyeng bacanya, makin oneng dah gw.
Jadi ngeri juga sih, soale anak gue yg blm 3thn demen amat berenang. Beberapa kali jg nelen aer kolam, malah tuh kolam abis direnangin sm bule...


RE: Waspadai Bahaya Saat berenang - chris.ho - 24-02-2009 13:14

HahaHaha

Gak usah ngeri om, kalo sistem kekebalan tubuhnya kuat, pasti susah kok kena penyakit.
Yang penting kita waspada aja Tongue1