07-08-2008, 20:57
Apa pentingnya antena? Sekadar alat menangkap dan mengirim gelombang? Ternyata ada juga lho yang bikin antena dari tutup panci.
Kebanyakan orang sudah tahu yang namanya antena. Karena antena telah jadi barang umum. Antena televisi boleh jadi yang paling umum karena mudah terlihat di hampir setiap rumah. Karena banyak pemakainya, pantas saja kalau antena yang satu ini paling sering memunculkan model baru. Antena-antena model baru itu selalu dicari orang untuk dibuktikan kemampuannya. Dengan ganti antena baru, orang ingin mendapat gambar yang lebih halus dan tajam di layar TV-nya.
Enggak hanya itu, untuk "memburu" kualitas gambar yang lebih baik, ada juga yang mencoba membuat sendiri. Lucunya, ada juga yang menambah antenanya dengan barang-barang aluminium, seperti tutup rantang, tutup panci, dan wajan. Hebatnya, cara-cara itu kadang "enggak sengaja" bisa menambah performa antena.
Sebenarnya, kegiatan perakitan dan "utak-atik" antena ini enggak hanya untuk antena TV saja. Semua peralatan komunikasi yang menggunakan media radio pasti membutuhkan kegiatan semacam itu. Lihat saja stasiun radio siaran yang berusaha membangun sistem antena berkualitas agar siarannya dapat diterima dengan baik pada area yang luas. Lihat juga pengguna-pengguna radio komunikasi (ORARI, KRAP, Perusahaan Telekomunikasi, dan Perusahaan Pelayaran) yang juga berusaha membangun sistem antena yang lebih baik.
Jadi, rupanya performa antena yang baik memang selalu dicari orang dalam rangka mendapatkan kualitas komunikasi radio yang baik. Kualitas komunikasi radio yang baik akan menyebabkan, antara lain, gambar di TV lebih halus dan tajam, musik yang didengar di radio FM mendekati atau berkualitas Hi-Fi, komunikasi telepon seluler akan sebening telepon kabel, dan banyak lagi.
Keuntungan penggunaan antena
Antena memang digunakan dalam banyak aplikasi karena dapat memancarkan dan menerima gelombang radio (yang berupa gelombang elektromagnetik) tanpa menggunakan struktur penuntun seperti kabel (kabel tembaga maupun serat optik). Tidak adanya struktur penuntun ini memunculkan banyak keuntungan. Di antaranya adalah:
? Komunikasi dapat dilakukan secara mobile (bergerak), karena titik-titik komunikasi tidak "terikat" secara fisik, seperti halnya telepon kabel.
? Instalasi sistem menjadi mudah karena tidak diperlukan rancangan-rancangan peletakan komponen jaringan seperti halnya sistem yang menggunakan kabel.
? Penambahan titik komunikasi menjadi lebih fleksibel.
? Lingkungan terlihat bersih karena tidak terdapat kabel atau tiang (seperti kabel telepon) yang sering kali terlihat seperti sarang laba-laba.
Dengan beberapa keuntungan itu, antena cocok digunakan untuk komunikasi mobile, seperti komunikasi untuk pelayaran dan komunikasi untuk penerbangan. Komunikasi ruang angkasa (antara pesawat ruang angkasa dan stasiun di Bumi) juga menggunakannya. Bayangkan jika komunikasinya dilakukan lewat kabel.
Nah yang terbaru lagi, dua penyelenggara telekomunikasi di negeri ini juga telah menginstalasi dan memasarkan produk telepon rumah yang enggak pakai kabel (fixed wireless). Sistem ini sejenis telepon seluler hanya saja operasinya dibatasi pada satu area lokal sehingga mobilisasinya enggak seluas area telepon seluler pada umumnya. Tetapi, sebenarnya bisa saja ia diset untuk melakukan operasional serupa dengan sistem telepon seluler lain.
Dengan munculnya telepon ini, kita enggak akan lagi masuk daftar tunggu/indent (bertahun-tahun) untuk mendapatkan nomor telepon, hanya karena sambungannya belum ada atau penuh. Juga enggak akan lagi terlihat tambahan jaringan kabel "laba-laba" yang enggak sedap dipandang mata. Yang jelas, dengan membawa telepon rumah ini, kita masih bebas beraktivitas di mana saja dalam lingkup lokal.
Kebanyakan orang sudah tahu yang namanya antena. Karena antena telah jadi barang umum. Antena televisi boleh jadi yang paling umum karena mudah terlihat di hampir setiap rumah. Karena banyak pemakainya, pantas saja kalau antena yang satu ini paling sering memunculkan model baru. Antena-antena model baru itu selalu dicari orang untuk dibuktikan kemampuannya. Dengan ganti antena baru, orang ingin mendapat gambar yang lebih halus dan tajam di layar TV-nya.
Enggak hanya itu, untuk "memburu" kualitas gambar yang lebih baik, ada juga yang mencoba membuat sendiri. Lucunya, ada juga yang menambah antenanya dengan barang-barang aluminium, seperti tutup rantang, tutup panci, dan wajan. Hebatnya, cara-cara itu kadang "enggak sengaja" bisa menambah performa antena.
Sebenarnya, kegiatan perakitan dan "utak-atik" antena ini enggak hanya untuk antena TV saja. Semua peralatan komunikasi yang menggunakan media radio pasti membutuhkan kegiatan semacam itu. Lihat saja stasiun radio siaran yang berusaha membangun sistem antena berkualitas agar siarannya dapat diterima dengan baik pada area yang luas. Lihat juga pengguna-pengguna radio komunikasi (ORARI, KRAP, Perusahaan Telekomunikasi, dan Perusahaan Pelayaran) yang juga berusaha membangun sistem antena yang lebih baik.
Jadi, rupanya performa antena yang baik memang selalu dicari orang dalam rangka mendapatkan kualitas komunikasi radio yang baik. Kualitas komunikasi radio yang baik akan menyebabkan, antara lain, gambar di TV lebih halus dan tajam, musik yang didengar di radio FM mendekati atau berkualitas Hi-Fi, komunikasi telepon seluler akan sebening telepon kabel, dan banyak lagi.
Keuntungan penggunaan antena
Antena memang digunakan dalam banyak aplikasi karena dapat memancarkan dan menerima gelombang radio (yang berupa gelombang elektromagnetik) tanpa menggunakan struktur penuntun seperti kabel (kabel tembaga maupun serat optik). Tidak adanya struktur penuntun ini memunculkan banyak keuntungan. Di antaranya adalah:
? Komunikasi dapat dilakukan secara mobile (bergerak), karena titik-titik komunikasi tidak "terikat" secara fisik, seperti halnya telepon kabel.
? Instalasi sistem menjadi mudah karena tidak diperlukan rancangan-rancangan peletakan komponen jaringan seperti halnya sistem yang menggunakan kabel.
? Penambahan titik komunikasi menjadi lebih fleksibel.
? Lingkungan terlihat bersih karena tidak terdapat kabel atau tiang (seperti kabel telepon) yang sering kali terlihat seperti sarang laba-laba.
Dengan beberapa keuntungan itu, antena cocok digunakan untuk komunikasi mobile, seperti komunikasi untuk pelayaran dan komunikasi untuk penerbangan. Komunikasi ruang angkasa (antara pesawat ruang angkasa dan stasiun di Bumi) juga menggunakannya. Bayangkan jika komunikasinya dilakukan lewat kabel.
Nah yang terbaru lagi, dua penyelenggara telekomunikasi di negeri ini juga telah menginstalasi dan memasarkan produk telepon rumah yang enggak pakai kabel (fixed wireless). Sistem ini sejenis telepon seluler hanya saja operasinya dibatasi pada satu area lokal sehingga mobilisasinya enggak seluas area telepon seluler pada umumnya. Tetapi, sebenarnya bisa saja ia diset untuk melakukan operasional serupa dengan sistem telepon seluler lain.
Dengan munculnya telepon ini, kita enggak akan lagi masuk daftar tunggu/indent (bertahun-tahun) untuk mendapatkan nomor telepon, hanya karena sambungannya belum ada atau penuh. Juga enggak akan lagi terlihat tambahan jaringan kabel "laba-laba" yang enggak sedap dipandang mata. Yang jelas, dengan membawa telepon rumah ini, kita masih bebas beraktivitas di mana saja dalam lingkup lokal.
