11-02-2008, 05:34
Tunduhan menghindari pembayaran pajak yang sempat dialamatkan pada Valentino Rossi akan segera dicabut setelah pembalap berjuluk The Doctor itu sepakat membayar Rp 272,6 miliar.
Rossi sebelumnya dituduh melakukan usaha menghindari pajak di Italia. Sejak tahun 2002 hingga 2004, pembalap Fiat Yamaha itu dituduh sengaja tidak mencantumkan pendapatan sebesar 60 juta euro (sekitar Rp 817,8 miliar) yang membuat pendapat tersebut tak terkena pajak.
Namun seiring akan dimulainya musim 2008, Rossi bisa mulai lagi fokus dengan aksinya di atas lintasan. Dia tak akan lagi dituduhan mengindari pajak setelah mencapai kesepakatan dengan Kantor Pajak Italia untuk membayar 20 juta euro (Rp 272,6 miliar).
"Saya pikir semuanya sudah selesai. Valentino akan membayar 20 juta euro. Dan dia akan tertawa, menang dan melaluinya seperti yang sudah-sudah, dan Italia akan menjadi rumahnya," ungkap pengacara Rossi, Lucio Monaco di Autosport.
Meski harus membayar uang dengan jumlah cukup besar, namun Rossi tetap beruntung bisa mencapai kesepakatan dengan Kantor Pajak Italia. Atas pendapatannya sebesar 60 juta euro selama empat tahun yang tidak dilaporkannya itu, dia sebelumnya terancam harus membayar 112 juta euro (sekitar Rp 1,5 triliun).
"Itu mengorbankan apa yang telah Rossi dapat sepanjang karirnya. Dia tak ingin tekanan dari petugas investigasi (pajak) membayanginya hingga sepuluh tahun," ungkap konsultan bisnis Rossi, Victor Uckmar.
Meski begitu Rossi belum sepenuhnya bebas dari tuntutan. Media Italia menyebut masih akan diadakan pertemuan terakhir untuk membahas masalah tersebut. Setelah pertemuan pada 12 Februari itulah, status Rossi baru bisa dipastikan.
Rossi sebelumnya dituduh melakukan usaha menghindari pajak di Italia. Sejak tahun 2002 hingga 2004, pembalap Fiat Yamaha itu dituduh sengaja tidak mencantumkan pendapatan sebesar 60 juta euro (sekitar Rp 817,8 miliar) yang membuat pendapat tersebut tak terkena pajak.
Namun seiring akan dimulainya musim 2008, Rossi bisa mulai lagi fokus dengan aksinya di atas lintasan. Dia tak akan lagi dituduhan mengindari pajak setelah mencapai kesepakatan dengan Kantor Pajak Italia untuk membayar 20 juta euro (Rp 272,6 miliar).
"Saya pikir semuanya sudah selesai. Valentino akan membayar 20 juta euro. Dan dia akan tertawa, menang dan melaluinya seperti yang sudah-sudah, dan Italia akan menjadi rumahnya," ungkap pengacara Rossi, Lucio Monaco di Autosport.
Meski harus membayar uang dengan jumlah cukup besar, namun Rossi tetap beruntung bisa mencapai kesepakatan dengan Kantor Pajak Italia. Atas pendapatannya sebesar 60 juta euro selama empat tahun yang tidak dilaporkannya itu, dia sebelumnya terancam harus membayar 112 juta euro (sekitar Rp 1,5 triliun).
"Itu mengorbankan apa yang telah Rossi dapat sepanjang karirnya. Dia tak ingin tekanan dari petugas investigasi (pajak) membayanginya hingga sepuluh tahun," ungkap konsultan bisnis Rossi, Victor Uckmar.
Meski begitu Rossi belum sepenuhnya bebas dari tuntutan. Media Italia menyebut masih akan diadakan pertemuan terakhir untuk membahas masalah tersebut. Setelah pertemuan pada 12 Februari itulah, status Rossi baru bisa dipastikan.



