01-06-2007, 12:48
CW ITU MUDAH DAN ASYIK
Oleh : Sunarto YBØUSJ
PENDAHULUAN
Ada beberapa rekan amatir yang sudah lama sekali berlatih, akan tetapi tidak kunjungberani muncul di udara dengan mode CWnya.
Kebanyakan, hal ini disebabkan karena mereka itu ingin mahir betulbetul
dalam memainkan kunci Morsenya dan ingin mahir betul dalam menerima
berbagai macam jenis informasi. Setelah itu baru mereka berani muncul.
Bila begitu, kapan akan muncul ? Karena orang selalu merasa belum bisa, padahal sudah.
Memang kalau tujuan kita belajar morse adalah ingin menjadi seorang marconis ulung, ya tentu memerlukan pendalaman yang cukup memadai. Agar trampil membaca segala macam, informasi dengan kalimat yang panjangpanjang pada kecepatan yang tinggi, memang diperlukan waktu belajar yang cukup lama. Akan tetapi bila keperluan kita hanya memburu nugraha, untuk mendapatkan kontak dengan DXCC countries sebanyak mungkin, kemahiran yang tinggi itu tidak diperlukan.
Untuk keperluan memburu nugraha tersebut di atas, maka dapat membaca callsign dan signal report serta mampu memberikan report dengan kecepatan 8 WPM sudah cukup sebagai modal awal. Membaca nama dan QTH dapat ditunda nanti saja, membaca informasi lain boleh
ditunda lebih kebelakang lagi.
Yang penting adalah “mari segera mulai” dengan modal minimum yang sudah ada. Tidak perlu menunggu sampai terkumpulnya modal yang besar, modal itu dapat kita pupuk, sambil jalan. Stasiun l awan tidak akan mengetuk dengan kecepatan tinggi, bila kita mengetuk perlahan.
Karena mereka juga ingin agar kita dapat membaca callsignnya
dengan benar.
Dengan 3 bulan latihan, seseorang akan sudah dapat mulai terjun di arena CW. Maka dariitu, rekan amatir yang sudah lanjut usia sekalipun, pintu masih terbuka lebar untuk mulai main Morse.
MENDENGARKAN
Langkah awal dalam mempelajari QSO dengan mode CW adalah MENDENGARKAN.
Langkah ini merupakan langkah yang terpenting, yang jauh lebih penting dari belajar mengetuk.
Apabila seseorang sudah dapat membaca morse dengan baik, berarti kesiapannya sudah lebih dari sembilan puluh lima persen.
Apabila kita mendengarkan pengiriman beritaberita dengan Morse dilingkungan para jurnalis, untuk keperluan suratsurat kabar mereka atau media penerangan yang lain, maka bentukkalimatnya sangat bervariasi. Untuk keperluan semacam ini, maka seseorang harus amat mahir dalam membaca kodekode morse. Karena kalimatnya panjangpanjang dan banyak variasi.
Bila kita beralih memperhatikan markonis di kapalkapal,
maka lalu lintas beritanya biasanya dalam kalimat yang agak pendek dan kebanyakan mempunyai formatformat standard, walaupun jenis formatnya banyak. Untuk mampu melayani lalu lintas berita dalam bidang ini memerlukan ketrampilan yang tinggi pula, akan tetapi tidak setinggi lalulintas berita surat kabar.
Kebutuhan bagi seorang amatir radio, bila pada tahap awal hanyalah untuk sekedar QSO dengan rekan amatir lain untuk meraih berbagai nugraha, ketrampilan yang dibutuhkan hanyalah minim sekali, sehingga dapat dipelajari dalam waktu singkat.
QSO dengan menggunakan kode Morse adalah sesuatu yang sangat mengasyikkan.
Menurut pengamatan penulis, seorang amatir radio yang sudah sekali terjun dalam arena ini akan segan untuk pergi ke phone karena asyiknya.
Kecuali itu keuntungan yang besar menggunakan mode CW adalah bahwa dengan power yang kecil saja kita sudah mampu “melanglang buana”.
Kalimatkalimat yang lazim digunakan dalam QSO seorang amatir radio tidak banyak bervariasi, seakanakan susunan kalimatnya cenderung standard. Untuk QSO biasa, hanya berisi kata pendahuluan, signal report, nama, QTH dan penutup.
Susunan kalimat yang sering dipergunakan adalah sebagai berikut, misalnya stasiun yang
dihubungi adalah VK2ESJ :
VK2ESJ DE YCØUSJ
TNX FER UR CALL BT
UR RST IS 599 599 BT
MY NAME IS NAR NAR NAR BT
MY QTH IS JAKARTA JAKARTA BT
HW ? AR
VK2ESJ DE YCØUSJ KN
Perhatikan contoh tersebut di atas, katakata yang penting diketuk berulang.
Setelah dia menjawab, maka bilamana tidak dikehendaki suatu QSO yang panjang dapat langsung diakhiri dengan mengetuk kalimatkalimat
penutup, misalnya :
VK2ESJ DE YCØUSJ
DR RUDY
TNX FB QSO BT
QSL VIA BIRO BT
HPE CUAGN AR
VK2ESJ DE YCØUSJ 73 ES GL VA
Bila stasiun tersebut YL, maka sebagai penutup sering mereka gunakan 73 88
Apabila diinginkan QSO lebih panjang, maka sebelum penutup dapat disisipkan satu transmisi lagi untuk memberikan working condition dan cuaca, misalnya :
VK2ESJ DE YCØUSJ
MY RIG IS KENWOOD TS 430, 100 WATTS BT
MY ANT IS DP, 20 M BT
WX IS FINE, TEMP IS 28 C BT
HW ? AR
VK2ESJ DE YCØUSJ KN
Kalimatkalimat tersebut seakan–akan merupakan standard. Variasi individual hanyalah sedikit saja, sehingga dapat dengan mudah dihafalkan.
Cara menghafalnya dapat dilakukan dengan jalan mengetuk sendiri dan merakamnyadalam sebuah kaset. Apabila rekaman diputar ulang, maka dalam 100 kali ulangan sudah hafal.
Kunci mempelajari Morse dengan mudah dan efektif adalah :
DIHAFALKAN SEPERTI MENGHAFAL LAGU
Hilangkan dari ingatan bahwa huruf terdiri atas TITIK dan GARIS. Deretan bunyi dit dan dah didengar sebagai suatu kesatuan yang utuh, merupakan “suara huruf”.
Suara dit dah dah adalah suara huruf W, suara dah dah adalah suara huruf M, suara dah dit dah dah adalah suara huruf Y dan sebagainya.
Susunan kalimat pada contoh tersebut dinikmati sebagai suatu nyanyian.
Tiap kata dari kalimat tersebut dianggap sebagai bagian dari suatu lagu.
Seseorang dapat menghafalkan “lagu” tersebut di atas sambil mandi, ataupun dalam perjalanan waktu berangkat kerja atau pulang kerja. Bila sudah hafal, maka bila ada orang lain yang mengetuk demikian, maka segera tahu itu lagu apa.
Setelah hafal satu lagu, selanjutnya kalimat diubahubah
dengan berbagai macam variasi. Misalnya CUAGN menjadi CUL, GL diganti dengan GD DX, ditambah dengan kalimat DR OM GM dan sebagainya, kemudian lagu baru tadi dihafal kembali. Selanjutnya dapat ditambah dengan ucapan MERRY XMAS ES HPY NEW YEAR dan sebagainya. Dengan disertai penambahan WPM secara bertahap.
Untuk melengkapi berbagai variasi yang diperlukan, dapat dilakukan dengan monitoring pada radio terhadap stasiunstasiun
yang sedang QSO. Menurut pengalaman, variasi yang ada
tidaklah banyak, hanya beberapa kata saja yang diubahubah.
Hafalan berikutnya yang perlu dikerjakan adalah callsign berbagai macam DXCC countries. Ini dapat dilakukan dengan metode yang sama dengan di atas, ialah dengan merekam
ketukan sendiri beberapa puluh callsign dari berbagai country.
Selanjutnya bila seseorang telah dapat menghafal lagulagu tersebut pada kecepatan yang cukup tinggi, sekitar 1015 WPM, maka berarti sudah siap untuk terjun ke lapangan dengan langkah yang meyakinkan.
Pengecheckan kesiapan kita untuk terjun ke lapangan dapat dilakukan dengan monitoring beberapa kali terhadap stasiunstasiun
yang sedang mengadakan QSO.
KODE Q DAN SINGKATAN
Dalam QSO dengan mode CW, maka kalimatkalimat diusahakan seringkas mungkin ditambah pula dengan penggunaan singkatansingkatan
dan kode Q.
Kode Q ini dimaksudkan kecuali untuk menyingkat juga bermanfaat sekali bagi para operator yang kurang paham bahasa Inggris.
Menurut Radio Regulation, jumlah kode Q banyak sekali, tetapi dalam praktek seharihari QSO diantara rekan amatir hanya beberapa kode Q saja yang mereka sering pergunakan, ialah :
QRG Frekuensi (dalam MHz atau KHz)
QRH Frekuensi bergesergeser
QRL Sibuk
QRM Gangguan signal lain
QRN Gangguan Udara (statik)
QRQ Mempercepat ketukan (misalnya QRQ 20)
QRS Memperlambat ketukan (misalnya QRS 8)
QRT Berhenti mengirim (memancar)
QRU Sesuatu untuk saya/tidak ada sesuatu
QRV Siap bekerja
QRX Saya akan panggil anda lagi
QRY Giliran
QRZ Sedang memanggil
QSB Signal fading (naikturun)
QSL Konfirmasi
QSO
QSO Berkomunikasi (secara langsung)
QSY Pindah frekuensi
QTH Posisi
Dalam CW QSO, kalimat disusun sependek mungkin, misalnya : “DO YOU WORK ON 40 METER” diketuk sebagai “QRV 40 M ?”
Kecuali itu digunakann pula singkatan dan tanda seperti misalnya :
ADS Alamat (atau dapat juga ADR)
AGN Sekali lagi
ANT Antena
C Ya
CL Menutup stasiun
CLBK Callbook
CUL Sampai jumpa di lain kesempatan
CUAGN Sampai jumpa lagi
CS Callsign (biasa digunakan CALL)
DE Dari
DP Dipole
DR Dear
EL Elemen
ETA Perkiraan saat keberangkatan
ETD Perkiraan saat kedatangan
ES Dan
FB Fine Business
FER Untuk
FREQ Frekuensi
GB Good bye
GE Good Evening
GL Good luck
GM Good morning
GN Good night
HW Bagaimana penerimaan anda (HW COPY ?)
MIN Menit
W West, watt
NW Sekarang
NR Near atau Nomor
OK Setuju (itu benar)
OP Operator
OM Old man (panggilan untuk orang lakilaki)
PSE Silahkan
PWR Power
R Roger
RPT Ulangi
RST Readability,Signal Strength dan Tone
RX Receiver
TEMP Temperature
TNX Terimakasih (sering digunakan pula TU)
TRX Transceiver (sering juga digunakan RIG)
TX Transmitter
UR Your
VY Very
WX Cuaca
YL Young Lady
XYL Ex Young Lady
Nama country, nama state, nama kota dan sebagainya juga sering disingkat, misalnya FJL= Franz Joseph Land, NY = New York.
Dibelakang suatu callsign sering juga ada tambahan huruf, misalnya . . ./M = mobile, . . /MM = maritim mobile, kemudian . . /MM3 = maritim mobile
region 3, . . /P = portable dan sebagainya.
Oleh : Sunarto YBØUSJ
PENDAHULUAN
Ada beberapa rekan amatir yang sudah lama sekali berlatih, akan tetapi tidak kunjungberani muncul di udara dengan mode CWnya.
Kebanyakan, hal ini disebabkan karena mereka itu ingin mahir betulbetul
dalam memainkan kunci Morsenya dan ingin mahir betul dalam menerima
berbagai macam jenis informasi. Setelah itu baru mereka berani muncul.
Bila begitu, kapan akan muncul ? Karena orang selalu merasa belum bisa, padahal sudah.
Memang kalau tujuan kita belajar morse adalah ingin menjadi seorang marconis ulung, ya tentu memerlukan pendalaman yang cukup memadai. Agar trampil membaca segala macam, informasi dengan kalimat yang panjangpanjang pada kecepatan yang tinggi, memang diperlukan waktu belajar yang cukup lama. Akan tetapi bila keperluan kita hanya memburu nugraha, untuk mendapatkan kontak dengan DXCC countries sebanyak mungkin, kemahiran yang tinggi itu tidak diperlukan.
Untuk keperluan memburu nugraha tersebut di atas, maka dapat membaca callsign dan signal report serta mampu memberikan report dengan kecepatan 8 WPM sudah cukup sebagai modal awal. Membaca nama dan QTH dapat ditunda nanti saja, membaca informasi lain boleh
ditunda lebih kebelakang lagi.
Yang penting adalah “mari segera mulai” dengan modal minimum yang sudah ada. Tidak perlu menunggu sampai terkumpulnya modal yang besar, modal itu dapat kita pupuk, sambil jalan. Stasiun l awan tidak akan mengetuk dengan kecepatan tinggi, bila kita mengetuk perlahan.
Karena mereka juga ingin agar kita dapat membaca callsignnya
dengan benar.
Dengan 3 bulan latihan, seseorang akan sudah dapat mulai terjun di arena CW. Maka dariitu, rekan amatir yang sudah lanjut usia sekalipun, pintu masih terbuka lebar untuk mulai main Morse.
MENDENGARKAN
Langkah awal dalam mempelajari QSO dengan mode CW adalah MENDENGARKAN.
Langkah ini merupakan langkah yang terpenting, yang jauh lebih penting dari belajar mengetuk.
Apabila seseorang sudah dapat membaca morse dengan baik, berarti kesiapannya sudah lebih dari sembilan puluh lima persen.
Apabila kita mendengarkan pengiriman beritaberita dengan Morse dilingkungan para jurnalis, untuk keperluan suratsurat kabar mereka atau media penerangan yang lain, maka bentukkalimatnya sangat bervariasi. Untuk keperluan semacam ini, maka seseorang harus amat mahir dalam membaca kodekode morse. Karena kalimatnya panjangpanjang dan banyak variasi.
Bila kita beralih memperhatikan markonis di kapalkapal,
maka lalu lintas beritanya biasanya dalam kalimat yang agak pendek dan kebanyakan mempunyai formatformat standard, walaupun jenis formatnya banyak. Untuk mampu melayani lalu lintas berita dalam bidang ini memerlukan ketrampilan yang tinggi pula, akan tetapi tidak setinggi lalulintas berita surat kabar.
Kebutuhan bagi seorang amatir radio, bila pada tahap awal hanyalah untuk sekedar QSO dengan rekan amatir lain untuk meraih berbagai nugraha, ketrampilan yang dibutuhkan hanyalah minim sekali, sehingga dapat dipelajari dalam waktu singkat.
QSO dengan menggunakan kode Morse adalah sesuatu yang sangat mengasyikkan.
Menurut pengamatan penulis, seorang amatir radio yang sudah sekali terjun dalam arena ini akan segan untuk pergi ke phone karena asyiknya.
Kecuali itu keuntungan yang besar menggunakan mode CW adalah bahwa dengan power yang kecil saja kita sudah mampu “melanglang buana”.
Kalimatkalimat yang lazim digunakan dalam QSO seorang amatir radio tidak banyak bervariasi, seakanakan susunan kalimatnya cenderung standard. Untuk QSO biasa, hanya berisi kata pendahuluan, signal report, nama, QTH dan penutup.
Susunan kalimat yang sering dipergunakan adalah sebagai berikut, misalnya stasiun yang
dihubungi adalah VK2ESJ :
VK2ESJ DE YCØUSJ
TNX FER UR CALL BT
UR RST IS 599 599 BT
MY NAME IS NAR NAR NAR BT
MY QTH IS JAKARTA JAKARTA BT
HW ? AR
VK2ESJ DE YCØUSJ KN
Perhatikan contoh tersebut di atas, katakata yang penting diketuk berulang.
Setelah dia menjawab, maka bilamana tidak dikehendaki suatu QSO yang panjang dapat langsung diakhiri dengan mengetuk kalimatkalimat
penutup, misalnya :
VK2ESJ DE YCØUSJ
DR RUDY
TNX FB QSO BT
QSL VIA BIRO BT
HPE CUAGN AR
VK2ESJ DE YCØUSJ 73 ES GL VA
Bila stasiun tersebut YL, maka sebagai penutup sering mereka gunakan 73 88
Apabila diinginkan QSO lebih panjang, maka sebelum penutup dapat disisipkan satu transmisi lagi untuk memberikan working condition dan cuaca, misalnya :
VK2ESJ DE YCØUSJ
MY RIG IS KENWOOD TS 430, 100 WATTS BT
MY ANT IS DP, 20 M BT
WX IS FINE, TEMP IS 28 C BT
HW ? AR
VK2ESJ DE YCØUSJ KN
Kalimatkalimat tersebut seakan–akan merupakan standard. Variasi individual hanyalah sedikit saja, sehingga dapat dengan mudah dihafalkan.
Cara menghafalnya dapat dilakukan dengan jalan mengetuk sendiri dan merakamnyadalam sebuah kaset. Apabila rekaman diputar ulang, maka dalam 100 kali ulangan sudah hafal.
Kunci mempelajari Morse dengan mudah dan efektif adalah :
DIHAFALKAN SEPERTI MENGHAFAL LAGU
Hilangkan dari ingatan bahwa huruf terdiri atas TITIK dan GARIS. Deretan bunyi dit dan dah didengar sebagai suatu kesatuan yang utuh, merupakan “suara huruf”.
Suara dit dah dah adalah suara huruf W, suara dah dah adalah suara huruf M, suara dah dit dah dah adalah suara huruf Y dan sebagainya.
Susunan kalimat pada contoh tersebut dinikmati sebagai suatu nyanyian.
Tiap kata dari kalimat tersebut dianggap sebagai bagian dari suatu lagu.
Seseorang dapat menghafalkan “lagu” tersebut di atas sambil mandi, ataupun dalam perjalanan waktu berangkat kerja atau pulang kerja. Bila sudah hafal, maka bila ada orang lain yang mengetuk demikian, maka segera tahu itu lagu apa.
Setelah hafal satu lagu, selanjutnya kalimat diubahubah
dengan berbagai macam variasi. Misalnya CUAGN menjadi CUL, GL diganti dengan GD DX, ditambah dengan kalimat DR OM GM dan sebagainya, kemudian lagu baru tadi dihafal kembali. Selanjutnya dapat ditambah dengan ucapan MERRY XMAS ES HPY NEW YEAR dan sebagainya. Dengan disertai penambahan WPM secara bertahap.
Untuk melengkapi berbagai variasi yang diperlukan, dapat dilakukan dengan monitoring pada radio terhadap stasiunstasiun
yang sedang QSO. Menurut pengalaman, variasi yang ada
tidaklah banyak, hanya beberapa kata saja yang diubahubah.
Hafalan berikutnya yang perlu dikerjakan adalah callsign berbagai macam DXCC countries. Ini dapat dilakukan dengan metode yang sama dengan di atas, ialah dengan merekam
ketukan sendiri beberapa puluh callsign dari berbagai country.
Selanjutnya bila seseorang telah dapat menghafal lagulagu tersebut pada kecepatan yang cukup tinggi, sekitar 1015 WPM, maka berarti sudah siap untuk terjun ke lapangan dengan langkah yang meyakinkan.
Pengecheckan kesiapan kita untuk terjun ke lapangan dapat dilakukan dengan monitoring beberapa kali terhadap stasiunstasiun
yang sedang mengadakan QSO.
KODE Q DAN SINGKATAN
Dalam QSO dengan mode CW, maka kalimatkalimat diusahakan seringkas mungkin ditambah pula dengan penggunaan singkatansingkatan
dan kode Q.
Kode Q ini dimaksudkan kecuali untuk menyingkat juga bermanfaat sekali bagi para operator yang kurang paham bahasa Inggris.
Menurut Radio Regulation, jumlah kode Q banyak sekali, tetapi dalam praktek seharihari QSO diantara rekan amatir hanya beberapa kode Q saja yang mereka sering pergunakan, ialah :
QRG Frekuensi (dalam MHz atau KHz)
QRH Frekuensi bergesergeser
QRL Sibuk
QRM Gangguan signal lain
QRN Gangguan Udara (statik)
QRQ Mempercepat ketukan (misalnya QRQ 20)
QRS Memperlambat ketukan (misalnya QRS 8)
QRT Berhenti mengirim (memancar)
QRU Sesuatu untuk saya/tidak ada sesuatu
QRV Siap bekerja
QRX Saya akan panggil anda lagi
QRY Giliran
QRZ Sedang memanggil
QSB Signal fading (naikturun)
QSL Konfirmasi
QSO
QSO Berkomunikasi (secara langsung)
QSY Pindah frekuensi
QTH Posisi
Dalam CW QSO, kalimat disusun sependek mungkin, misalnya : “DO YOU WORK ON 40 METER” diketuk sebagai “QRV 40 M ?”
Kecuali itu digunakann pula singkatan dan tanda seperti misalnya :
ADS Alamat (atau dapat juga ADR)
AGN Sekali lagi
ANT Antena
C Ya
CL Menutup stasiun
CLBK Callbook
CUL Sampai jumpa di lain kesempatan
CUAGN Sampai jumpa lagi
CS Callsign (biasa digunakan CALL)
DE Dari
DP Dipole
DR Dear
EL Elemen
ETA Perkiraan saat keberangkatan
ETD Perkiraan saat kedatangan
ES Dan
FB Fine Business
FER Untuk
FREQ Frekuensi
GB Good bye
GE Good Evening
GL Good luck
GM Good morning
GN Good night
HW Bagaimana penerimaan anda (HW COPY ?)
MIN Menit
W West, watt
NW Sekarang
NR Near atau Nomor
OK Setuju (itu benar)
OP Operator
OM Old man (panggilan untuk orang lakilaki)
PSE Silahkan
PWR Power
R Roger
RPT Ulangi
RST Readability,Signal Strength dan Tone
RX Receiver
TEMP Temperature
TNX Terimakasih (sering digunakan pula TU)
TRX Transceiver (sering juga digunakan RIG)
TX Transmitter
UR Your
VY Very
WX Cuaca
YL Young Lady
XYL Ex Young Lady
Nama country, nama state, nama kota dan sebagainya juga sering disingkat, misalnya FJL= Franz Joseph Land, NY = New York.
Dibelakang suatu callsign sering juga ada tambahan huruf, misalnya . . ./M = mobile, . . /MM = maritim mobile, kemudian . . /MM3 = maritim mobile
region 3, . . /P = portable dan sebagainya.




